
Setelah dirinya dinyatakan sembuh, Kenzo pun terlihat bahagia. Ia membagikan kebahagiaannya kepada genknya dengan cara mengajak mereka bertemu.
Genk Comot yang mengira jika Kenzo hendak 'pamit' sebelum menjalani operasi pun berusaha mati-matian menahan air mata.
" Ntar Lo ga boleh nangis ya Ri...," pinta Aruna saat mereka tiba di parkiran Rumah Sakit.
" Gue ga janji ya Run...," sahut Ria.
" Ga boleh gitu Ri. Lo harus kuat. Diantara Kita berlima Lo adalah orang yang paling Kenzo sayang. Jangan bikin dia terbebani dengan tangisan Lo nanti. Kenzo kan mau operasi besar, jadi Kita harus suport dia. Tunjukin sama Kenzo kalo Kita bakal selalu ada buat dia. Dan Lo harus kuat karena Kenzo butuh itu...," kata Fadil menasehati.
" Betul Dil...," sahut Aruna, Agung dan Galang bersamaan.
" Iya iya. Tapi gara-gara Lo ngomong begitu Gue jadi pengen nangis sekarang...," kata Ria sambil mulai menangis.
" Yaaahhh..., belum apa-apa aja udah mewek...!" kata Agung dan Galang sambil melengos.
Melihat tingkah ketiga temannya membuat Fadil dan Aruna tertawa. Dan itu membuat Ria makin keras menangis.
" Udah cup, cup. Jangan nangis ya...," bujuk Aruna sambil menghapus air mata Ria dengan tissu yang dipegangnya.
" Ga bisa Run. Gue sedih...," rengek Ria sambil berusaha menghapus air matanya yang seolah tak ingin berhenti mengalir.
Agung dan Galang pun kembali tertawa hingga membuat Fadil ikut tertawa. Tawa ketiganya terhenti saat Aruna menatap galak kearah mereka.
" Udah kan nangisnya. Sekarang Kita ke dalam yuk. Kenzo pasti udah nunggu daritadi...," ajak Aruna.
" Tapi ada baiknya Ria cuci muka dulu Run. Mukanya sembab banget dan Kenzo pasti tau kalo pacarnya abis nangis. Daripada dicurigain sama Kenzo lebih baik anter Ria ke toilet dulu gih. Kita tunggu di depan lift ya...," kata Galang.
" Ok...," sahut Aruna sambil menggamit lengan Ria dan membawanya masuk ke toilet wanita.
Tak lama kemudian Aruna dan Ria keluar dari toilet. Keduanya terlihat lebih fresh dan itu membuat ketiga temannya tersenyum senang.
" Nah kaya gini kan enak liatnya...," kata Agung sambil mengacungkan jempolnya.
Ria dan Aruna saling menatap sejenak kemudian tersenyum mendengar pujian Agung.
Kemudian mereka bergegas menuju kamar rawat inap Kenzo. Saat membuka pintu terlihat Kenzo tengah berbaring sambil memejamkan matanya. Melihat kondisi kekasihnya yang lemah membuat Ria tak kuasa menahan tangis dan itu membuat Aruna dan ketiga temannya hanya bisa menghela nafas panjang.
" Sia-sia dong usaha Kita ngingetin Ria daritadi...," gerutu Fadil setengah berbisik.
__ADS_1
" Iya...," sahut Aruna.
Hal yang berbeda justru ditunjukkan Kenzo. Mendengar suara Ria yang terisak membuatnya terbangun. Ia menatap Ria dan keempat temannya bergantian.
" Kalian udah datang. Kamu kenapa nangis Sayang...?" tanya Kenzo sambil mengulurkan tangannya kearah Ria.
" Maaf, Aku ga maksud nangis. Aku cuma ga sanggup aja ngebayangin Kamu ga selamat saat operasi nanti...," sahut Ria sambil menangis.
Kenzo tersenyum lalu membelai kepala Ria dengan lembut. Pemandangan itu mau tak mau membuat Aruna dan ketiga temannya ikut terharu.
" Kamu jangan sedih lagi ya. Aku gapapa kok...," kata Kenzo.
" Kamu selalu ngomong gitu walau pun Kamu lagi ga baik-baik aja...," sahut Ria.
" Tapi Aku serius Ri. Aku baik-baik aja dan Aku juga ga jadi operasi...," kata Kenzo hingga membuat genk Comot terkejut.
" Maksud Lo gimana Ken...?" tanya Galang tak mengerti.
" Gue dinyatakan sembuh. Malah kata dokter Nurul ini mujizat karena penyakit Gue ilang gitu aja dan Gue ga perlu operasi lagi...!" sahut Kenzo antusias.
" Maksudnya ilang tuh ga ada kanker lagi di kepala Lo Ken...?" tanya Agung ragu.
" Iya Gung. Penyakit kanker otak yang tadinya udah stadium empat dan Gue dinyatakan ga punya harapan sembuh itu mendadak ilang dan ga berbekas. Gue sembuh total dan sehat sekarang...," sahut Kenzo mantap hingga membuat semua anggota genk Comot tersenyum sambil mengucap hamdalah.
Kemudian Ria memeluk Aruna dengan erat sambil menangis. Sedangkan Kenzo langsung dirangkul oleh Agung, Fadil dan Galang secara bersamaan. Dalam sekejap suasana haru menyelimuti ruangan itu.
Setelah puas melampiaskan perasaan bahagia, mereka pun saling mengurai pelukan. Ria masih menangis karena bahagia hingga membuat Aruna sedikit kerepotan. Kenzo pun maju mendekati Ria lalu memeluknya erat untuk meredam tangis sang kekasih.
" Duh jadi kangen nih...," sindir Agung sambil melirik Aruna.
" Apaan sih Gung, biasa aja kali...," sahut Aruna sambil melengos sebal.
Agung, Fadil dan Galang pun tertawa mendengar jawaban Aruna.
" Kalo mau Gue bisa wakilin Kautsar meluk Lo sebentar Run...," kata Galang sambil menaik turunkan alisnya hingga membuat Aruna berdecak sebal.
" Ck, Galang...!" panggil Aruna lantang hingga membuat suasana dalam ruangan menjadi riuh dengan tawa.
Melihat kelima temannya tertawa mau tak mau akhirnya Aruna ikut tertawa.
__ADS_1
" Eh, kalo Kenzo mendadak sembuh terus gimana sama orang yang ngirim penyakit itu Run...?" tanya Agung tiba-tiba.
" Yah dia nerima hukumannya lah...," sahut Aruna.
" Hukumannya apaan Run...?" tanya Fadil.
" Bisa sakit yang sama kaya yang Kenzo rasain kemarin, atau bisa lebih parah. Bahkan yang lebih fatal pun bisa...," sahut Aruna.
" Yang lebih fatal, maksud Lo mati Run...?" tanya Galang.
" Iya...," sahut Aruna mantap hingga membuat kelima temannya mendelik karena terkejut.
" Serem ya...," kata Ria lirih.
" Itu lah resikonya bermain-main dengan dunia ghaib. Apalagi sampe minta bantuan makhluk ghaib untuk ngerjain orang. Padahal udah sering kejadian, di tivi juga sering ditayangin sinetron azab, eh masih nekat juga minta bantuan iblis. Ya udah, makan tuh hasilnya...," kata Agung sambil menggelengkan kepala.
" Yang penting sekarang Kenzo udah lepas dari gangguan ilmu hitam. Jadi ada baiknya Lo sedekah buat ngungkapin rasa syukur Lo itu Ken...," saran Aruna.
" Iya Run. Gue juga mikir kaya gitu. Daripada Kita hura-hura ga jelas, lebih baik ngasih sedekah sama kaum duafa dan anak yatim. Lebih berkah dan dapet pahala juga. Ntar kalo ada lebihnya boleh lah Kita makan-makan...," sahut Kenzo yang langsung disambut antusias oleh kelima temannya.
" Gue setuju Ken...!" kata Agung, Fadil dan Galang bersamaan hingga membuat Aruna dan Ria tertawa.
" Dan sebagai permulaan boleh lah Kita mesen kopi di kantin Rumah Sakit. Lumayan buat ganjel mata...," gurau Fadil.
" Betul Dil. Gue setuju banget sama ide cemerlang Lo itu...!" kata Galang antusias.
Fadil dan Galang tertawa sambil adu toast hingga membuat Kenzo menggelengkan kepala.
" Boleh juga. Gue juga mau satu ya...," kata Kenzo sambil meraih dompetnya dari dalam laci di meja nakas.
" Ga boleh...!" kata Ria tiba-tiba sambil merebut dompet Kenzo.
" Pelit banget sih Lo Ri...," kata Agung sambil melengos.
" Kalo untuk beli kopi buat Lo, Gue ga keberatan Gung. Maksud Gue Kenzo yang ga boleh minum kopi. Dia kan baru sembuh. Masa udah nyari penyakit baru...," sahut Ria cepat.
" Ooohhh gitu...," kata kelima orang anggota genk Comot sambil tertawa.
" Ok. Makasih udah care sama Aku ya Sayang...," kata Kenzo sambil menatap Ria dengan tatapan lembut.
__ADS_1
Sikap Kenzo membuat Aruna dan ketiga temannya kabur karena tak tahan melihat kemesraan Kenzo dan Ria. Melihat keempat temannya kabur, Kenzo dan Ria nampak tertawa puas.
\=\=\=\=\=