Titisan Makhluk Malam

Titisan Makhluk Malam
152. Sakit...


__ADS_3

Upaya Edi untuk meracuni Kenzo terus berjalan. Tak ada kendala apa pun karena Kenzo menuruti semua permintaan Edi tanpa membantah sedikit pun.


Kenzo selalu menerima dan melahap makanan apa pun yang diberikan Edi tanpa curiga sedikit pun. Edi terus membubuhi racun dalam makanan Kenzo tanpa punya rasa belas kasih.


Setelah sekian lama mengonsumsi makanan yang diberikan Edi, efek negatif dari racun yang dibubuhkan Edi dalam makanan Kenzo pun mulai menampakkan hasilnya.


Jika orang lain melihat Kenzo berubah lebih pendiam, sesungguhnya sesuatu yang berbeda justru dirasakan oleh Kenzo.


Kenzo merasa jika kepalanya sering terasa sakit saat ia berpikir keras. Semula hanya pusing biasa dan akan hilang jika Kenzo beristirahat. Tapi semakin lama rasa sakit yang diderita Kenzo membuatnya tak bisa berkonsentrasi dalam belajar.


Kemudian saat Kenzo duduk di bangku kuliah, ia mulai mencari tahu penyebab rasa sakit yang dideritanya melalui internet. Dan saat tak lagi sanggup menanggung rasa sakit, Kenzo memutuskan memeriksakan diri ke Rumah Sakit. Di sana ia dirujuk ke bagian penyakit dalam dan harus melalui beberapa proses pemeriksaan yang cukup menyita waktu.


Setelah menjalani pemeriksaan secara menyeluruh baru diketahui jika Kenzo menderita kanker otak. Saat itu masih stadium dua dan Kenzo berharap masih bisa sembuh. Namun dokter mengatakan jika kanker otak sangat berbahaya dan kemungkinan untuk hidup sangat kecil


Dokter bernama Nurul itu juga tetangga keluarga Kenzo yang mengenal baik kedua orangtua Kenzo. Nurul berusia empat tahun di atas Kenzo. Ia wanita yang ramah dan gesit. Kenzo dan Nurul memang dekat saat remaja layaknya adik dan kakak. Dan kini Nurul mengikuti suaminya yang dinas di kota Malang.


" Tapi jangan percaya sama omonganku seratus persen ya Ken. Aku cuma manusia biasa dan bukan Tuhan. Aku hanya menyampaikan apa yang disebut dalam diagnosa medis yang tentu saja merupakan buatan manusia. Kita kembalikan semuanya kepada Allah yang Maha Pencipta. Dan Allah yang Maha Mengetahui dan Maha Menguasai Hidup dan Mati makhluk Nya. Berdoalah dan terus berusaha untuk sembuh...," kata dokter Nurul dengan bijak.


" Iya dok...," sahut Kenzo dengan suara tercekat dan itu membuat dokter Nurul tersenyum karena merasa asing dengan panggilan yang disematkan untuknya.


" Kamu bisa panggil Aku Kakak seperti biasa Ken...," kata dokter Nurul sambil tersenyum.


" Boleh...?" tanya Kenzo yang diangguki dokter Nurul.


" Ada baiknya Kamu menceritakan semuanya kepada orang terdekat agar bebanmu sedikit berkurang. Itu sangat membantu lho Ken. Om dan Tante adalah orang pertama yang harus Kamu kasih tau sebelum Kamu kasih tau pacarmu ya Ken...," gurau dokter Nurul yang bermaksud mencairkan suasana.


" Aku belum tau Kak. Aku masih bingung gimana cara ngasih taunya...," sahut Kenzo sambil menundukkan kepalanya.


" Perlu bantuan...?" tanya dokter Nurul.


" Ga usah, makasih Kak...," sahut Kenzo.

__ADS_1


" Mana ponselmu...?" tanya dokter Nurul sambil menadahkan telapak tangannya di depan Kenzo.


" Untuk apa...?" tanya Kenzo tak mengerti.


" Udah buruan, ga usah pake banyak tanya...," sahut dokter Nurul setengah memaksa.


Kenzo pun mengeluarkan ponselnya dan menyerahkannya kepada dokter Nurul yang langsung mengetikkan nomor ponselnya di sana.


" Ini nomor Aku ya. Hubungin Aku kalo Kamu mau tanya-tanya sesuatu termasuk hal di luar medis. Gratis ga bayar...!" kata dokter Nurul sambil memasang wajah lucu hingga membuat Kenzo tertawa kecil.


Kemudian Kenzo melihat ke layar ponselnya dan melihat nama Nurul yang dibubuhi emotikon love di belakang namanya hingga membuat Kenzo membulatkan matanya.


" Kok gini sih ngesavenya. Ntar cewek Aku salah paham Kak...," protes Kenzo.


" Biarin. Udah sana pulang, istirahat dan minum obat...," kata dokter Nurul sambil mendorong tubuh Kenzo agar keluar dari ruangannya.


Kenzo tertawa sambil menutup pintu. Ia yang semula pesimis pun menjadi optimis. Meski tak berdaya tapi Kenzo masih berharap akan ada keajaiban yang datang menghampirinya.


Meski telah berusaha optimis, tapi saat pulang ke rumah Kenzo tak mampu menguasai diri. Semalaman Kenzo menangis di kamar hingga kedua matanya bengkak. Keesokan harinya Kenzo terpaksa bolos kuliah karena malu bertemu dengan teman-temannya dalam kondisi mata bengkak.


" Ya Allah, apa yang harus Aku lakuin. Aku ga mau membuat Mama dan Papa kecewa. Mereka menaruh harapan besar di pundakku. Aku adalah anak yang digadang-gadang bisa membawa mereka kepada kebahagiaan dunia dan akherat. Tapi gimana bisa, sedangkan umurku tak lama lagi. Aku harus gimana ya Allah...," gumam Kenzo di sela tangisnya.


Saat sedang menangis Kenzo mendengar ponselnya berdering. Ia menoleh dan melihat nama Ria di layar ponselnya dan itu membuatnya makin keras menangis.


" Kenapa saat Aku baru merasakan indahnya jatuh cinta, musibah ini datang. Bagaimana Ria jika Aku tinggalkan nanti ya Allah...," batin Kenzo gusar.


Kenzo terpaksa mengabaikan telephon dari sang kekasih. Ia ingin menepi sebentar untuk menenangkan diri. Karena yakin Ria pasti datang ke kost an, maka Kenzo pun pergi ke suatu tempat dan kembali saat sore hari.


Kenzo tetap merahasiakan penyakitnya dari orangtua dan sahabatnya di genk Comot. Tapi Edi yang pura-pura perhatian itu menanyakan langsung kondisi Kenzo saat mereka bertemu.


" Wajahmu pucat banget Ken. Kamu sakit ya...?" tanya Edi pura-pura peduli.

__ADS_1


" Ga Om...," sahut Kenzo cepat.


" Jangan mengelak Ken. Om bisa liat kalo Kamu sakit. Udah cek ke dokter belum...?" tanya Edi.


" Udah Om...," sahut Kenzo.


" Terus apa kata dokter...? " tanya Edi penasaran.


" Aku emang sakit tapi ga parah kok Om...," sahut Kenzo mencoba menutupi penyakitnya.


" Oh ya. Emang dokter ngasih saran apa...?" tanya Edi.


" Aku cuma disuruh istirahat di rumah beberapa hari...., " sahut Kenzo.


Meski tahu Kenzo sedang berbohong tentang penyakitnya, dalam hati Edi bersorak gembira. Ia senang karena usahanya menyingkirkan Kenzo perlahan mulai menunjukkan hasilnya.


Hingga akhirnya penyakit yang coba Kenzo sembunyikan diketahui juga oleh kedua orangtuanya dan genknya. Kenzo yang pingsan tiba-tiba di kampus dan dilarikan ke Rumah Sakit, membuat semua orang terdekatnya panik dan khawatir. Kekhawatiran mereka terbukti saat dokter menyampaikan berita buruk tentang penyakit yang diderita Kenzo itu.


Aruna yang merasa 'kecolongan' pun bertekad melakukan sesuatu untuk menyelamatkan Kenzo dari kejahatan ilmu hitam yang mengintainya.


Hari itu Aruna bersama genknya kembali mengunjungi Kenzo di Rumah Sakit. Ria yang merengek minta diantar membeli sesuatu membuat Fadil mengalah dan menunda kepergian mereka ke Rumah Sakit.


" Kalo gitu Kita duluan ya, Kita tunggu di kamar rawat inapnya Kenzo...," kata Aruna sambil melangkah bersama Galang dan Agung.


" Iya. Gara-gara Ria Gue harus ke ATM dulu nih...," keluh Fadil.


" Lo ga ikhlas bantuin Gue Dil. Gue pinjem ya bukan minta. Kalo Gue bawa uang buat apa pinjem sama Lo...!" kata Ria galak.


" Iya iya. Cerewet banget sih Lo. Jadi ga belanjanya...?" tanya Fadil.


" Jadi lah...," sahut Ria lalu duduk di membonceng di belakang Fadil.

__ADS_1


Aruna, Galang dan Agung hanya menggelengkan kepala melihat tingkah absurd kedua temannya itu.


\=\=\=\=\=


__ADS_2