
Setelah membicarakan banyak hal dengan Aruna dan Kautsar, kedua pasang orangtua yang berbahagia itu pun kembali ke Jakarta.
Aruna dan Kautsar dilarang mengantar ke bandara karena mereka masih harus mempersiapkan banyak hal sebelum berangkat ke Jakarta.
" Sampe sini aja. Kalian kan juga perlu waktu buat mempersiapkan semuanya...," kata Arka.
" Iya Pa...," sahut Aruna dan Kautsar bersamaan.
Tak lama kemudian sebuah Taxi berhenti di depan rumah. Kautsar membantu meletakkan tas di bagasi lalu mencium punggung tangan keempat orangtua di depannya satu per satu.
Setelahnya Taxi pun melaju meninggalkan Aruna dan Kautsar.
Sesaat kemudian Aruna melangkahkan kakinya menuju ke dalam rumah. Namun langkahnya terhenti saat Kautsar mengucapkan sesuatu.
" Kita harus bicara Aruna...," kata Kautsar sambil mencekal tangan Aruna dengan lembut.
" Iya...," sahut Aruna cepat sambil melepaskan cekalan tangan Kautsar dari tangannya.
Kemudian Aruna dan Kautsar duduk berhadapan di ruang tamu. Kautsar menatap Aruna dengan intens sebelum akhirnya mulai bicara.
" Aku minta maaf...," kata Kautsar.
" Untuk...?" tanya Aruna.
" Semuanya...," sahut Kautsar.
" Semuanya...," ulang Aruna sambil melengos.
" Aku akui kalo malam itu Aku cemburu Aruna. Aku cemas, nyari Kamu ga ada dimana-mana padahal kan waktu udah larut benget. Aku udah lama nunggu Kamu karena Aku yakin Kamu keluar malam itu. Awalnya Aku masih positif thinking, tapi ngeliat Kamu yang pulang ke rumah dalam kondisi acak-acakan Aku jadi marah dan nyangka Kamu selingkuh...," kata Kautsar panjang lebar.
" Kenapa Kamu mikir kaya gitu...?" tanya Aruna tak suka.
" Aku ga tau. Mungkin karena selama ini Kamu ga pernah mau Aku sentuh dan itu bikin Aku kesel. Aku kira Kamu ga mau Aku sentuh karena pilih melakukannya dengan laki-laki lain di luar sana. Makanya Aku mencoba mencari jejak laki-laki lain di tubuh Kamu dengan cara itu Aruna...," sahut Kautsar sambil menggaruk kepalanya.
" Terus...," kejar Aruna.
" Ternyata Aku salah. Aku ga nemuin jejak laki-laki lain di tubuh Kamu. Maaf Aruna...," kata Kautsar sambil meraih tangan Aruna dan menggenggamnya erat.
" Ternyata Kamu ga percaya sama Aku Kautsar...," kata Aruna lirih.
" Bukan ga percaya Aruna. Aku...," ucapan Kautsar terputus saat Aruna memotongnya dengan cepat.
" Aku ga keberatan saat Kamu melakukan itu, tapi yang bikin Aku kecewa adalah karena Kamu melakukannya sambil membawa prasangka negatif di kepalamu...," kata Aruna dengan mata berkaca-kaca.
Kautsar pun tersentuh melihat Aruna hampir menangis. Dengan lembut Kautsar meraih Aruna ke dalam pelukannya.
" Jangan nangis ya, tolong maafin Aku...," bisik Kautsar sambil menciumi kepala Aruna.
" Aku bukan perempuan murahan Kautsar...," kata Aruna dengan suara parau.
__ADS_1
" Aku tau, maaf...," sahut Kautsar sambil mempererat pelukannya.
" Kan Kamu yang bilang kalo Kamu bakal sabar nunggu sampe Aku siap. Tapi nyatanya apa ?. Kalo Kamu ga percaya, Kamu bisa buktiin sekarang. Aku masih virgin Tsar...!" kata Aruna kesal sambil mendorong Kautsar dan mulai membuka pakaiannya.
" Aku percaya, Aku percaya. Please jangan kaya gini dong Sayang...," kata Kautsar sambil menahan tangan Aruna yang hendak membuka kancing pakaiannya yang terakhir.
Kemudian Kautsar kembali mengancingkan pakaian Aruna dengan tangan gemetar. Sedangkan Aruna hanya memejamkan mata karena tak kuasa menatap wajah Kautsar.
Setelahnya Kautsar memeluk Aruna erat sambil membisikkan sesuatu.
" Aku cinta sama Kamu Aruna...," bisik Kautsar hingga membuat air mata Aruna menitik di wajahnya.
Sesaat kemudian Kautsar mengurai pelukannya dan menatap wajah Aruna sejenak. Lalu perlahan Kautsar mendekatkan wajahnya dan mencium bibir sang istri dengan lembut.
" Aku ga yakin Kamu masih cinta sama Aku kalo Kamu tau siapa Aku...," kata Aruna saat ciuman mereka berakhir.
" Kenapa Kamu ngomong kaya gitu sih. Itu sama aja artinya kalo Kamu juga ga percaya sama Aku...," sahut Kautsar tak suka.
" Kamu ingat kan apa yang Papa dan Ayahku bilang tentang perjodohan ini Kautsar...?" tanya Aruna sambil menatap Kautsar lekat.
Untuk sesaat Kautsar membisu. Ingatannya kembali ke saat dimana Orion menceritakan siapa sebenarnya Aruna.
" Aruna adalah gadis yang baik. Hanya saja ia ditakdirkan lahir dari sebuah ikatan tulus antara manusia dengan manusia serigala...," kata Orion membuka percakapan.
" Maaf, Aku ga paham maksud Ayah...," sahut Kautsar dengan santun.
" Ibu kandung Aruna adalah manusia sejati sedangkan manusia serigala itu adalah Aku...," kata Orion kala itu hingga mengejutkan Kautsar.
" Manusia serigala...," gumam Kautsar lirih.
" Betul. Ada darah manusia serigala dalam tubuh Aruna yang suatu saat akan membuatnya berubah menjadi manusia serigala yang buas dan jahat...," kata Orion dengan suara parau.
" Kapan waktunya Yah...?" tanya Kautsar.
" Saat bulan purnama penuh...," sahut Orion.
" Hanya saat bulan purnama penuh Aruna berubah. Itu artinya di hari lain Aruna hidup normal layaknya manusia biasa. Apa begitu Yah...?" tanya Kautsar.
" Betul...," sahut Orion.
" Kalo begitu Aku ga takut Yah. Aku siap menemani Aruna dalam kondisi yang terburuk sekali pun...," kata Kautsar mantap.
" Apa Kamu serius Nak ?. Kamu ga takut...?" tanya Orion sambil menatap Kautsar lekat.
" Insya Allah ga Yah...," sahut Aruna mantap.
" Di awal mungkin Aruna hanya mengalami sedikit perubahan. Tapi seiring waktu dia akan mengalami perubahan yang makin meningkat fasenya. Dan saat berada di puncak, maka Aruna tak akan mengenali sekelilingnya termasuk Kamu Kautsar...," kata Orion hati-hati.
Ucapan Orion membuat Kautsar terdiam sesaat namun kemudian tersenyum.
__ADS_1
" Aku janji akan selalu mendampingi Aruna Ayah. Kapan pun itu terjadi, insya Allah Aku siap...," kata Kautsar mantap hingga membuat Orion terharu lalu memeluknya erat.
" Terima kasih Nak...," kata Orion sambil menepuk punggung Kautsar dengan lembut.
" Sama-sama Yah. Terima kasih juga udah memilihku untuk mendampingi Aruna...," sahut Kautsar sambil tersenyum.
" Itu semua karena pengamatan jeli Om George dan Tante Matilda yang selama ini menemani Aruna Nak. Tanpa rekomendasi dari mereka rasanya sulit untukku menerimamu dengan mudah...," kata Orion.
Kautsar terdiam sesaat namun ia tersenyum saat melihat Orion memasang wajah galak.
Lamunan Kautsar buyar saat Aruna menyentuh tangannya.
" Gimana, apa Kamu ingat Kautsar...?" tanya Aruna hati-hati.
" Iya. Dan sekarang Aku makin ga ingin jauh dari Kamu Aruna...," sahut Kautsar sambil memeluk Aruna lebih erat.
Aruna pun tersenyum dalam pelukan Kautsar. Ternyata kesalahan pahaman mereka clear dalam sekejap dan itu semua berkat nasehat sang Mama.
\=\=\=\=\=
Kautsar dan Aruna sibuk mempersiapkan diri agar bisa hadir di acara resepsi pernikahan mereka di Jakarta.
Kautsar sudah mengajukan cuti kerja dan langsung disetujui pihak perusahaan. Kautsar juga mengundang rekan-rekannya untuk hadir di acara istimewanya itu. Reyhan yang terlihat paling antusias saat Kautsar memberinya kartu undangan.
" Jadi resepsinya di Jakarta Tsar...?" tanya Reyhan.
" Iya. Kan orangtua dan mertua Gue tinggal di sana. Keluarga besar juga kebanyakan tinggal di Jakarta. Kalo di Malang ini kan sebenernya hanya study, tapi ternyata ketemu jodoh di sini dan married di sini...," sahut Kautsar sambil tersenyum.
" Jauh juga ya. Tapi insya Allah Gue dateng Tsar...," kata Reyhan.
" Sama calon istri ya...," goda Kautsar.
" Calon Istri belum punya Tsar...," sahut Reyhan sambil menggaruk kepalanya.
" Kenapa ga ajak Sally...?" tanya Kautsar.
" Sally diundang juga...?" tanya Reyhan.
" Iya lah. Ga enak kalo ga diundang. Sekalian biar dia tau kalo apa yang Gue bilang tentang status Gue tuh nyata dan ga bohong...," sahut Kautsar.
" Oh gitu. Tapi apa Sally mau ya bareng sama Gue...?" tanya Reyhan.
" Kan belom ditanya. Coba aja Lo ajakin bareng, siapa tau dia mau. Kalo udah gitu kan ke sananya lebih gampang...," sahut Kautsar memberi semangat.
" Iya juga. Ok, ntar Gue coba tanya sama dia deh. Kali aja dia mau bareng sama Gue...," kata Reyhan antusias hingga membuat Kautsar tersenyum.
Sementara itu Aruna dan Genk Comot juga sedang membicarakan resepsi pernikahan Aruna dan Kautsar. Kelima teman Aruna itu bersedia hadir dan membuat Aruna bahagia.
bersambung
__ADS_1