Titisan Makhluk Malam

Titisan Makhluk Malam
140. Istirahat


__ADS_3

Kautsar menepuk kursi di sampingnya dan Aruna pun langsung duduk di sana. Kemudian Kautsar menyodorkan mangkok berisi mpek-mpek yang telah diberi kuah dan sambal kearah Aruna.


Wajah Aruna berbinar saat melihat isi mangkok itu. Dengan antusias ia melahap mpek-mpek favoritnya itu. Kautsar tersenyum melihat Aruna memakan lahap makanan yang dibelinya tadi. Lalu Kautsar pun ikut menikmati mpek-mpek Palembang itu.


Melihat kondisi Aruna yang terlihat baik-baik saja Kautsar pun merasa bahagia.


" Kamu baik-baik aja kan Sayang...?" tanya Kautsar sambil menatap Aruna dengan lembut.


" Alhamdulillah baik. Kenapa Kamu nanya kaya gitu...?" tanya Aruna.


" Mmm..., maaf kalo lancang. Apa setelah mengalami perubahan kaya tadi tubuhmu ga merasakan sakit atau lelah...?" tanya Kautsar hati-hati.


Aruna menghela nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan Kautsar.


" Biasanya Aku bakal capek dan ngantuk seharian. Mama Papaku tau, makanya ngebiarin Aku istirahat di kamar sampe Aku benar-benar pulih...," sahut Aruna sambil tersenyum.


" Oh gitu...," kata Kautsar sambil menganggukkan kepalanya.


" Apa Kamu liat semua prosesnya tadi Tsar...?" tanya Aruna.


" Iya...," sahut Kautsar.


" Kamu takut...?" tanya Aruna.


" Ga...," sahut Kautsar mantap hingga membuat Aruna terharu.


" Aku pikir Kamu bakal lari ngeliat kondisiku kaya tadi Tsar...," kata Aruna sambil membuang tatapannya kearah lain.


" Aku ga mungkin lari dan ninggalin Kamu sendirian Aruna. Rasa khawatirku lebih besar dibandingkan rasa takut saat melihatmu berubah menjadi sosok yang lain...," sahut Kautsar sambil meraih jemari Aruna lalu menggenggamnya erat.


" Yang Kamu liat tadi baru awal dan ga seberapa Tsar...," kata Aruna sambil menatap Kautsar lekat.


" Maksudmu...?" tanya Kautsar tak mengerti.


" Perubahanku menjadi manusia serigala juga berproses Tsar...," sahut Aruna.


" Jadi perubahan wujud yang Aku liat tadi belum sempurna...?" tanya Kautsar tak percaya dan diangguki Aruna.


Kautsar menggelengkan kepalanya karena tak bisa membayangkan seperti apa wujud Aruna nanti jika ia telah masuk pada tahap selanjutnya. Karena bagi Kautsar penampakan Aruna tadi sudah cukup membuatnya terkejut.


" Ayah Orion bilang kalo perubahanmu ga akan terjadi tiap purnama. Apa itu betul...?" tanya Kautsar.

__ADS_1


" Betul. Di keluargaku perubahan wujud menjadi manusia serigala itu hanya terjadi dua atau tiga kali dalam setahun. Akan berbeda dengan manusia serigala lain misalnya pengawal atau pasukan manusia serigala...," sahut Aruna.


" Keluargamu juga punya pasukan dan pengawal Aruna...?" tanya Kautsar takjub.


" Iya. Mereka datang saat malam pertama Kita di hotel waktu itu Tsar...," sahut Aruna cepat.


" Apa mereka berwujud manusia serigala saat mendatangimu...?" tanya Kautsar.


" Ga. Mereka datang dalam wujud serigala...," sahut Aruna sambil tersenyum.


" Apakah mereka juga mengalami perubahan wujud seperti Kamu Aruna...?" tanya Kautsar.


" Iya. Kami semua mengalami proses yang sama. Tahap demi tahap harus Aku lewati. mulai dari tahap awal hingga puncak. Saat ini Aku berada di tahap pertengahan. Jika tiba di tahap akhir, Aku akan benar-benar sempurna menjadi manusia serigala yang buas dan ga mengenali orang lain termasuk diriku sendiri. Saat Aku tiba di fase itu jangan coba untuk mendekat atau berada di sekitarku ya Tsar...," pinta Aruna.


" Kenapa...?" tanya Kautsar.


" Itu berbahaya untukmu. Aku khawatir ga bisa mengendalikan diriku dan justru melukaimu nanti...," sahut Aruna cemas.


" Melukaiku seperti apa...?" tanya Kautsar.


" Menggigit, merobek tubuhmu, menghisap darahmu atau bahkan membunuhmu...," sahut Aruna lirih.


Kautsar terdiam sejenak lalu tersenyum.


" Aku khawatir hasrat membunuhku lebih besar dibanding rasa cintaku Kautsar. Jadi berjanji lah untuk menjauh...," pinta Aruna sambil menatap Kautsar lekat.


Untuk sesaat keduanya saling menatap. Kemudian Kautsar memajukan wajahnya dan mencium Aruna dengan lembut untuk menenangkannya. Aruna menger*ng kesal lalu mendorong tubuh Kautsar.


" Aku serius Kautsar...!" kata Aruna kesal.


" Aku tau Sayang. Kita bahas itu nanti ya. Sekarang habiskan makanmu, Aku mau membereskan kekacauan yang Kita buat tadi...," sahut Kautsar sambil beranjak dari kursinya.


Kautsar sengaja menekankan kata 'Kita' karena tak ingin menyinggung perasaan Aruna. Sedangkan Aruna nampak tak suka melihat respon Kautsar atas permintaannya tadi.


" Aku ga mau. Kamu harus dengerin Aku Kautsar, Aku belum selesai bicara...!" kata Aruna lantang.


" Iya Sayang. Tahan suaramu ini udah larut banget lho...," sahut Kautsar sambil menoleh kearah Aruna.


" Abisnya Kamu diajak ngomong malah menghindar kaya gitu...," kata Aruna kesal.


" Bukan menghindar. Tapi Kita bisa bahas ini lain kali. Sebentar lagi Kita tidur ya, udah hampir pagi nih. Kita kan sama-sama capek dan butuh istirahat...," sahut Kautsar sambil memungut sobekan gaun dan pakaian da*am Aruna yang berserakan di lantai.

__ADS_1


Aruna bergegas merebut semua yang Kautsar raih lalu menyembunyikannya di belakang tubuhnya.


" Kenapa...?" tanya Kautsar tak mengerti.


" Biar Aku aja yang beresin. Aku malu...," sahut Aruna salah tingkah.


" Gapapa, Aku aja. Sekalian mau beresin serpihan kayu di dekat pintu...," kata Kautsar sambil mengulurkan tangannya.


Aruna menggelengkan kepalanya dan Kautsar pun mengalah. Ia mengambil sapu lalu mulai membersihkan serpihan kayu dari daun pintu yang jebol tadi. Sedangkan Aruna nampak memasukkan sobekan pakaiannya ke dalam kantong plastik lalu mengikatnya dengan kuat.


Setelah membereskan semuanya Aruna dan Kautsar masuk ke kamar lalu berbaring di atas tempat tidur. Rupanya rasa lelah dan kantuk yang menyerang membuat keduanya dengan cepat pergi ke alam mimpi.


\=\=\=\=\=


Selama dua hari setelah Kautsar menyaksikan perubahan wujud Aruna, Kautsar memilih untuk cuti dan menjaga Aruna di rumah.


Genk Comot yang mendapat kabar jika Aruna sakit pun datang menjenguk. Kehadiran mereka membuat Aruna gembira.


Siang itu Aruna dan Kautsar baru saja selesai makan siang. Karena Aruna masih perlu istirahat, maka Kautsar lah yang memasak untuk makan siang mereka. Awalnya Aruna protes karena menurutnya sikap Kautsar itu berlebihan. Tapi Kautsar tak menggubris ucapan Aruna. Ia tetap memasak dan menyelesaikan semua pekerjaan rumah tangga yang biasa dikerjakan Aruna.


" Kamu istirahat, biar Aku yang urus semuanya...," kata Kautsar sambil membaringkan Aruna di tempat tidur.


" Jangan kaya gini Tsar. Kamu bikin Aku ga nyaman. Aku emang lemes dan butuh istirahat, tapi jangan Kamu semua yang ngerjain dong...," sahut Aruna tak suka.


" Gapapa. Itu kan salah satu tugas Suami. Lagian Aku kan lagi cuti, bete juga kalo ga ngapa-ngapain di rumah...," kata Kautsar.


Saat Aruna membuka mulut untuk mendebat suaminya, tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu depan ditambah suara Genk Comot yang memanggil namanya.


" Assalamualaikum. Aruna...!" panggil Ria dan Fadil bersamaan dengan suara keras.


" Tuh, Genk ajaibmu udah dateng...," kata Kautsar sambil tersenyum.


" Kok mereka ke sini. Kamu kasih tau mereka ya kalo Aku sakit...?" tanya Aruna sambil mengintip dari celah jendela.


" Iya. Waktu Kamu tidur tadi Ria telephon. Aku bilang aja kalo Kamu lagi sakit. Terus dia janji mau ke sini siang ini. Aku kira ga jadi, ga taunya malah ngajak pasukan...," sahut Kautsar.


" Makasih ya...," kata Aruna sambil memeluk Kautsar erat.


" Sama-sama. Aku buka pintu dulu ya. Genkmu itu berisik banget, Aku khawatir tetangga terganggu sama suara mereka...," kata Kautsar sambil beranjak menuju keluar kamar.


Aruna tersenyum lalu bergegas merapikan diri. Sesaat kemudian ia keluar dari kamar untuk menyambut kehadiran teman-temannya.

__ADS_1


\=\=\=\=\=


__ADS_2