
Di saat pertarungan sengit antara dua manusia serigala itu masih berlangsung, tiba-tiba terdengar suara lolongan serigala yang mendekat kearah mereka. Dua manusia serigala itu langsung mundur teratur dalam posisi saling berhadapan. Keduanya menghentikan pertarungan seolah menyambut sesuatu yang akan datang.
Dari tempatnya berdiri Kautsar melihat serigala berukuran besar dengan bulu berwarna hitam putih nampak menerjang ke tengah pertempuran. Suara mendarat yang lembut seolah tanpa suara sangat bertentangan dengan bobot tubuhnya yang bisa dipastikan sangat berat itu. Jika makhluk tanpa kekuatan khusus bisa dipastikan tanah yang dipijaknya akan melesak ke dalam beberapa senti meter saat ia mendarat tadi.
Kedua manusia serigala yang tengah bertempur tadi tampak sama-sama terkejut saat melihat kehadiran serigala besar itu. Keduanya nampak memasang sikap hormat dengan cara menekuk salah satu lutut ke belakang dan menundukkan kepala.
Kautsar terkejut melihat sikap kedua manusia serigala itu. Ia yakin jika serigala besar itu memiliki posisi penting dalam klan manusia serigala. Dan entah mengapa Kautsar merasa jauh lebih aman dan nyaman saat melihat kehadiran serigala besar itu.
Serigala besar itu nampak mendengus beberapa kali sambil mengibaskan ekornya. Sikap sang serigala membuat nyali dua manusia serigala yang tadi sempat bertempur itu nampak menciut.
Setelah menunjukkan sikap hormat sekali lagi, kedua manusia serigala nampak melesat pergi entah kemana dengan arah yang berbeda satu sama lain.
Kini tinggal lah Kautsar dan serigala besar itu saling berhadapan. Saat serigala besar itu berjalan mendekat, Kautsar nampak mengeratkan genggaman tangannya pada obor yang dipegangnya.
Kautsar menahan nafas saat serigala besar itu melompat melampaui kepalanya lalu menghilang di balik rimbun pepohonan di belakang tubuhnya.
" Alhamdulillah ya Allah. Ternyata serigala besar itu ga melukaiku sama sekali...," gumam Kautsar sambil tetap bersikap waspada.
Tak lama kemudian Kautsar menoleh saat mendengar suara gemerisik daun kering yang dipijak oleh sesuatu. Kautsar menanti dengan cemas makhluk apa kah yang akan keluar dari balik pepohonan itu.
Senyum di wajah Kautsar pun mengembang saat ia melihat Aruna kembali dengan wujud manusia. Kautsar pun menghambur memeluk Aruna dengan erat.
" Alhamdulillah Kamu selamat Sayang...," bisik Kautsar.
" Ini semua karena bantuan Kamu Tsar...," sahut Aruna sambil tersenyum.
" Kita pulang sekarang ya, bisa kan...?" tanya Kautsar.
" Iya, tentu saja...," sahut Aruna cepat hingga membuat Kautsar tersenyum.
Kautsar pun menggamit lengan Aruna dan membawanya mendekati motor yang terparkir tak jauh dari tempat mereka berdiri. Aruna nampak mengerutkan keningnya melihat bekas sisa pertempuran di tanah.
" Apa ada sesuatu yang terjadi di sini tadi Tsar...?" tanya Aruna hingga mengejutkan Kautsar.
" Iya. Tadi ada dua manusia serigala bertempur di sini. Bukannya salah satunya itu Kamu Aruna...?" tanya Kautsar.
" Ga mungkin itu Aku Kautsar. Aku tertahan di suatu tempat dan ga bisa kemana-mana tadi...," sahut Aruna.
__ADS_1
" Kalo bukan Kamu terus siapa dong...," gumam Kautsar bingung.
" Kita bahas itu nanti Kautsar, sekarang sebaiknya Kita cepat tinggalkan tempat ini..., " ajak Aruna.
" Aku setuju. Aku juga ga nyaman di sini lama-lama..., " sahut Kautsar sambil menstarter motornya.
Tak lama kemudian Kautsar dan Aruna meninggalkan tempat itu. Tak ada yang bicara sepanjang perjalanan. Keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing hingga tiba di rumah. Saat itu jam telah menunjukkan pukul empat pagi.
Setelah membersihkan diri dan menunaikan sholat Subuh, Aruna dan Kautsar pun berbaring di atas tempat tidur. Kemudian Kautsar mulai menceritakan apa yang dilihatnya tadi di hutan pinus.
Aruna tahu pasti siapa serigala besar yang dimaksud Kautsar. Itu adalah serigala jelmaan George. Sedangkan dua manusia serigala yang diceritakan Kautsar, Aruna sama sekali tak punya petunjuk apa pun tentang mereka. Dan Aruna berniat mencari tahu nanti.
" Tapi Aku yakin manusia serigala itu dua-duanya perempuan Sayang. Awalnya malah Aku ngirain itu Kamu. Tapi pas Kamu bilang kalo Kamu tertahan di suatu tempat, Aku malah bingung siapa dia sebenernya...," kata Kautsar.
" Oh ya. Kok Kamu bisa tau manusia serigala itu perempuan. Bukannya Kamu bilang dua-duanya sama seremnya...?" tanya Aruna.
" Iya sih. Tapi manusia serigala kedua yang datang menghadang serangan manusia serigala pertama Aku liat wajahnya lebih cantik daripada serigala pertama. Aku yakin kalo dia berwujud manusia pasti juga lebih cantik daripada manusia serigala yang pertama...," sahut Kautsar.
Ucapan Kautsar membuat Aruna kesal. Ia meraih bantal lalu memukulkan ke tubuh Kautsar.
" Kautsaaarrr...!" kata Aruna kesal.
" Kamu tuh yaa !. Dasar genit...!" kata Aruna marah.
" Jangan marah dong Sayang, buatku Kamu kok yang tercantik. Percaya kan...?" tanya Kautsar sambil memeluk istrinya dengan erat.
Aruna pun menghentikan pukulannya lalu tersenyum diam-diam. Tak lama kemudian keduanya pun terlelap dalam posisi saling memeluk.
\=\=\=\=\=
Aruna dan Kautsar tengah menikmati sarapan pagi di ruang makan. Aruna nampak makan dengan lahap hingga membuat Kautsar tersenyum bahagia. Ia senang karena mual yang diderita Aruna di awal kehamilannya sedikit demi sedikit mulai berkurang.
" Nambah lagi ga Sayang...?" tanya Kautsar sambil bersiap mengambil nasi uduk yang terletak di tengah meja.
" Udah cukup. Ini udah dua bungkus. Aku ga mau jadi gendut gara-gara nurutin na*su makan yang ga wajar ini...," sahut Aruna sambil menggelengkan kepalanya.
Kautsar tertawa mendengar ucapan Aruna. Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Aruna lalu mengamatinya sejenak.
__ADS_1
" Iiihhh..., ngapain deket-deket sih...," kata Aruna sambil memalingkan wajahnya kearah lain.
" Kenapa sih, emangnya ga boleh ya ngeliat pipi chuby Kamu dari deket...?" goda Kautsar.
" Aku malu tau. Ini bukan chuby lagi tapi gendut...!" sergah Aruna.
" Gapapa gendut, yang penting sehat...," kata Kautsar cepat.
" Mana ada gendut yang sehat...," sahut Aruna sambil mencibir.
" Tapi gendut Kamu kan ada alasannya Sayang. Ada janin di sini yang juga perlu asupan makanan dan energi. Sayangnya itu semua hanya bisa dia dapat melalui Ibunya. Makanya Kamu harus pinter memilih asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh Kamu supaya bermanfaat untuk bayi Kita...," kata Kautsar sambil mengusap perut Aruna dengan sayang.
" Iya iya. Aku tau kok...," sahut Aruna sambil mencubit pipi Kautsar dengan gemas.
" Istri pintar...," puji Kautsar sambil mengecup kepala Aruna lalu bangkit dari duduknya.
" Mau kemana...?" tanya Aruna.
" Mau ke bengkel sebentar...," sahut Kautsar.
" Bengkel yang dimana...?" tanya Aruna.
" Yang di depan komplek aja. Mau tambah angin sama ganti oli...," sahut Kautsar.
" Aku ikut...!" pinta Aruna.
" Tapi ntar Kamu bosen ga...?" tanya Kautsar.
" Ga...," sahut Aruna cepat.
" Yakin...?" tanya Kautsar.
" Iya. Udah buruan yuk...," ajak Aruna.
Kautsar pun tersenyum lalu meraih kunci motor. Setelah mengunci pintu rumah Kautsar pun melajukan motornya perlahan menuju bengkel yang dimaksud.
Udara pagi dan sinar matahari pagi seolah menyambut kedua insan yang tengah bahagia itu. Tapi sayangnya kebahagiaan mereka harus terusik oleh sesuatu yang sebenarnya tak diinginkan Aruna.
__ADS_1
\=\=\=\=\=