
Di malam yang sama di tempat berbeda.
Aruna sedang mengatur nafasnya yang tiba-tiba memburu seolah usai berlari jauh. Tubuhnya basah dengan peluh dan sebagian pakaian yang ia kenakan pun mulai koyak di beberapa bagian akibat ukuran tubuhnya yang membesar perlahan.
Rupanya Aruna sadar jika dirinya sedang mengalami fase perubahan menjadi manusia serigala. Hal yang disesali Aruna karena itu terjadi ketika ia dan Kautsar sedang bersama dan berada di tempat tertutup yaitu di dalam rumah.
Awalnya Aruna meminta Kautsar menjauh darinya saat ia merasakan sesuatu terjadi pada dirinya.
" Sebaiknya Kamu keluar dari rumah sekarang Tsar...," kata Aruna tiba-tiba hingga mengejutkan Kautsar.
" Kenapa, apa alasannya...?" tanya Kautsar mencoba bersabar.
" Ini... arrggghhh..." suara Aruna terputus oleh geraman yang keluar dari mulutnya. Dan Kautsar tahu jika sang istri akan menjalani takdirnya lagi.
" Baik, Aku pergi. Ga akan jauh karena Aku akan tetap menunggu Kamu di luar rumah Sayang...," kata Kautsar sambil bergegas keluar dari rumah.
Kautsar pun mengunci pintu rumah lalu berdiri menunggu dengan cemas di luar rumah. Satu tindakan bod*h yang akan menuai amarah nanti. Meski pun saat itu Kautsar tak yakin usahanya akan berhasil mengingat kondisi Aruna saat menjadi manusia serigala sangat berbeda.
Sepeninggal suaminya Aruna nampak memejamkan mata sambil terus melantunkan dzikir dalam hatinya.
Di kejauhan suara lolongan serigala terdengar saling bersahutan dan itu membuat jiwa makhluk malam berdarah dingin dalam tubuh Aruna berontak. Aruna menggeram sekali lagi lalu melompat kearah jendela kamar dengan posisi layaknya hewan berkaki empat.
Saat tiba di dekat jendela Aruna menyibak gorden dengan kasar untuk melihat keluar rumah. Saat itu lah cahaya bulan purnama menyentuh kulitnya dan membuat bola mata Aruna sontak berubah.
Nafas Aruna pun tersengal-sengal seolah sedang berlari mengejar sesuatu. Air liur nampak menetes dari sela mulutnya yang mulai membentuk mulut serigala yang dipenuhi taring. Bulu berwarna pekat perlahan tumbuh memenuhi seluruh permukaan kulitnya. Dan sedetik kemudian Aruna telah berubah menjadi sosok manusia serigala seutuhnya.
Manusia serigala jelmaan Aruna melolong panjang seolah menyambut lolongan serigala di kejauhan sana yang hanya bisa didengar oleh sesama manusia serigala. Kautsar yang berdiri di luar rumah nampak bergidik ngeri mendengar suara lolongan yang datang dari kamarnya itu.
__ADS_1
Setelah melolong panjang beberapa kali, Aruna pun menyudahi aksinya. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri karena merasa sesuatu di sekitarnya terasa asing. Ia mengendus ke berbagai arah seolah mencari sesuatu. Saat menemukan apa yang dicarinya, manusia serigala jelmaan Aruna nampak menyeringai lalu melesat cepat menembus jendela yang tertutup.
Terdengar suara pecahan kaca saat tubuh manusia serigala jelmaan Aruna menabrak jendela kaca itu. Kautsar yang berdiri di teras rumah pun terkejut dan berlari cepat ke samping rumah untuk mengetahui apa yang terjadi.
Namun langkah Kautsar terhenti. Dari tempatnya berdiri ia melihat jendela kaca kamar tidur pecah berserakan. Dan tepat di depan jendela ia melihat sosok manusia serigala berbulu pekat tampak berdiri dengan kepala mendongak ke atas sambil mengendus seolah sedang mencari sesuatu.
Namun tiba-tiba kepala manusia serigala itu sontak menoleh kearah Kautsar yang sedang berdiri tegak dengan ekspresi wajah terkejutnya.
Manusia serigala itu nampak menyeringai saat melihat sosok manusia berdiri di hadapannya. Hasrat membunuh yang sejak tadi menguasainya nampak memaksanya untuk segera menuntaskan semua. Ia melangkah mendekati Kautsar dengan nafas memburu dan tatapan lapar seolah ingin segera menghabisi mangsanya.
Kautsar mematung di tempat kala ia melihat dengan jelas seperti apa sosok istrinya saat berubah menjadi manusia serigala. Ada rasa perih di hatinya melihat sosok wanita yang ia cintai kini berubah menjadi sesuatu yang menyeramkan. Wajah cantik dan tubuh bagus Aruna yang selama ini ia kenal tak ada lagi. Yang ada di hadapannya kini hanya sosok monster haus darah yang siap memangsanya.
" Aruna.... Istriku sayang...," panggil Kautsar lirih dengan suara bergetar.
Sayangnya ucapan Kautsar tak membuat manusia serigala di hadapannya tersentuh. Ia justru terlihat mempercepat langkahnya agar bisa segera menggapai Kautsar. Bukannya lari menghindar, Kautsar justru terlihat pasrah menanti manusia serigala itu menyentuhnya.
" Apa Kau sudah g*la Kautsar. Kenapa bertahan di sini dan membiarkan dirimu menjadi santapan Aruna. Apa Kau tega membiarkan Aruna menyesali semuanya saat ia sadar nanti...?!" kata George lantang.
Seolah tersadar akan tindakan bod*hnya tadi, Kautsar pun langsung mengusap wajahnya dengan kasar sambil mengucap istighfar.
" Astaghfirullah aladziim. Ya Allah, apa yang udah Aku lakukan...," kata Kautsar dengan suara pelan.
" Jangan bilang Kamu ga sadar melakukan hal bod*h itu Kautsar...!" kata George gusar sambil terus berlari entah kemana.
" Aku minta maaf. Tapi makasih udah datang buat ngingetin Aku Om...," sahut Kautsar.
" Jangan ulangi lagi Kautsar. Aku ga akan bisa bayangkan bagaimana kecewanya Aruna bila itu benar-benar terjadi. Bisa saja dia justru menyalahkan dirinya sendiri dan menghukum dirinya dengan melakukan tindakan di luar akal sehat saat ia menjadi manusia serigala...," kata George.
__ADS_1
" George betul. Kau tau bagaimana sayangnya Aruna sama Kamu. Tolong jangan lakukan hal bod*h lagi Kautsar...!" sela Matilda geram.
" Iya Tante, maaf...," sahut Kautsar sambil menundukkan kepalanya.
Matilda dan George hanya diam tanpa bicara lagi. Keduanya terus berlari cepat untuk menyelamatkan Kautsar dari kejaran manusia serigala jelmaan Aruna di belakang mereka.
Sebelumnya saat mengetahui mangsanya raib begitu saja dari hadapannya, manusia serigala jelmaan Aruna pun marah. Ia langsung mengejar Georga dan Matilda yang telah melarikan mangsanya.
Di malam yang gelap itu terlihat tiga bayangan berkelebat cepat saling berkejaran. George nampak menggeram saat menyadari akan sulit menghadapi Aruna yang tengah dikuasai hasrat membunuh itu. Mungkin jika Aruna bukan siapa-siapa baginya akan mudah untuk melumpuhkan wanita itu. Sayangnya Aruna adalah keturunan Arnold yang merupakan saudara sepupunya. Dan itu artinya Aruna juga keturunannya.
" Pergi lah, biar Aku yang menghadapi Aruna Sayang...," kata Matilda saat mereka tiba di sebuah tanah lapang yang terletak di dekat hutan.
" Jangan Sayang, biar Aku aja. Tolong bawa Kautsar pergi dari sini sejauh mungkin. Dan jangan biarkan Kautsar mendekat apa pun yang terjadi...," kata George.
" Tapi...," ucapan Kautsar dan Matilda yang bersamaan itu dipotong cepat oleh George.
" Bukan waktunya membantah !. Cepat pergi atau Kita akan menyesal nanti...!" kata George lantang.
" Baik. Aku harap Kamu tetap berhati-hati Sayang. Ayo Kita pergi Kautsar...!" ajak Matilda sambil menarik tangan Kautsar lalu membawanya pergi jauh.
George menatap kepergian Matilda dan Kautsar dengan tatapan cemas. Ia membalikkan tubuhnya saat manusia serigala jelmaan Aruna tiba di tempat itu.
Kini dua manusia serigala berbeda gender dan ukuran nampak berdiri saling berhadapan. Meski manusia serigala jelmaan Aruna memiliki bulu berwarna pekat namun dia tetap terlihat cantik dalam wujudnya itu. Dan itu membuat George tersenyum bangga melihatnya.
Melihat mangsanya tak ada lagi, manusia serigala jelmaan Aruna makin murka. Ia melolong sekali lagi lalu melesat cepat menyerang George. Saat itu Aruna ada dalam fase yang tak bisa mengenali siapa pun hingga ia juga lupa jika sosok manusia serigala di hadapannya memiliki darah yang sama dengannya.
bersambung
__ADS_1