Titisan Makhluk Malam

Titisan Makhluk Malam
119. Ketemu Aldi


__ADS_3

Reyhan mempersilakan kedua tamunya untuk duduk.


" Sorry ga ada kursi, Kita lesehan aja ya. Gapapa kan Run...?" tanya Reyhan.


" Gapapa Kak, nyantai aja...," sahut Aruna sambil tersenyum.


" Cuma Aruna yang ditanyain pendapatnya, Gue ga...?" tanya Kautsar sambil mendelik sebal kearah Reyhan.


" Ya Allah. Masa Lo masih iri juga sama Aruna, dia kan istri Lo Tsar...," kata Reyhan tak percaya.


Kautsar dan Aruna pun saling menatap kemudian tertawa.


" Ngomong-ngomong dimana Lo masang kamera CCTV...?" tanya Kautsar.


" Di sana, di sana dan di dalam kamar Gue...," sahut Reyhan sambil menunjuk tempat ia meletakkan kamera tersembunyi itu.


" Kok, di kamar juga. Lo ga niat mau bikin konten porn* biar laris kan...?" tanya Kautsar.


" Sia*an Lo. Gue ga semes*m itu ya Tsar...," kata Reyhan sambil menendang kaki Kautsar dengan keras hingga Kautsar meringis kesakitan.


Aruna hanya tersenyum simpul melihat tingkah Kautsar dan Reyhan.


" Kamu ngatain temen-temen Aku kaya anak kecil. Ga taunya kalo lagi bercanda gini sama Kak Reyhan, Kalian juga mirip kaya anak kecil. Lebih parah malah...," kata Aruna sambil menahan tawa.


" Sorry Run. Suami Lo nih yang mulai...," sahut Reyhan tak enak hati sambil menatap Kautsar dengan tatapan kesal.


" Kok Gue sih...," bantah Kautsar tak terima.


Tiba-tiba ada sebuah suara menyapa hingga membuat ketiganya menoleh kearah pintu. Di sana mereka melihat Reymond dan Aldi yang tampak berdiri berdampingan.


Saat kedua mata Aruna menatap kearah Aldi, saat itu lah Aldi terlihat tak tenang. Ia mulai mencari cara agar tak harus bertemu tatap dengan Aruna.


" Nih dia orangnya. Dari mana aja Lo Mond, Al. Gue cariin dari tadi...?" tanya Reyhan.


" Abis jalan-jalan cari angin. Mau pulang ujannya gede banget, terpaksa deh neduh dulu di depan mini market...," sahut Reymond.


" Oh gitu. Sini kenalin dulu nih temen sekantor Gue. Ini Kautsar dan sebelahnya Aruna, istrinya Kautsar..., " kata Reyhan.


" Reymond. Dan ini temen Gue Aldi...," sahut Reymond sambil menjabat tangan Kautsar dan Aruna bergantian diikuti Aldi.


Walau tak bicara, Aldi tetap tersenyum. Namun saat tangannya menyentuh telapak tangan Aruna, dia nampak tak nyaman. Begitu pun Aruna.


" Mmm..., maaf Gue permisi mau ke kamar mandi dulu...," kata Aldi dengan suara lirih.


" Silakan, santai aja Al..," sahut Kautsar ramah.

__ADS_1


Aldi mengangguk kemudian bergegas masuk ke kamar mandi diikuti tatapan Aruna yang tak lepas darinya.


Kemudian Reyhan, Kautsar dan Aruna kembali terlibat pembicaraan santai. Reymond sibuk mondar-mandir entah apa yang dikerjakan namun nampaknya dia sedang menyembunyikan sesuatu.


" Kita balik sekarang yuk Yang, mumpung ga ujan tuh...," ajak Aruna sambil menatap suaminya.


" Ok Sayang. Gue balik ya Rey...," kata Kautsar sambil bangkit dari duduknya diikuti Aruna.


" Ck, udah tau Gue jomblo. Pake sayang-sayangan segala di depan Gue. Lagian kenapa buru-buru sih...?" tanya Reyhan.


" Besok kan Kita masih bisa ketemu di kantor Rey...," sahut Kautsar.


" Bukan Lo, tapi Aruna. Kalo Lo mah biasa...," sahut Reyhan cepat hingga membuat Kautsar mendelik sedangkan Aruna nampak tertawa.


" Mana sepupunya tadi Kak, mau pamitan nih...?" tanya Aruna basa-basi.


" Kayanya di luar deh...," sahut Reyhan.


" Ya udah, sekalian Kita keluar aja. Salam juga buat si Aldi ya Rey. Lama bener di kamar mandi ga khawatir lumutan apa...," gurau Kautsar hingga membuat Reyhan dan Aruna tertawa.


" Lagi bertapa Kayanya Tsar...," sahut Reyhan tak kalah usil.


Di teras rumah mereka berpapasan dengan Reymond yang baru saja tiba sambil membawa banyak bungkusan.


" Dari mana Lo...?!" tanya Reyhan.


Ucapan Reymond membuat Reyhan salah tingkah. Ia nampak menggaruk tengkuknya sambil nyengir. Sedangkan Aruna dan Kautsar hanya tersenyum.


" Tapi Gue sama Aruna udah mau balik Mond...," kata Kautsar.


" Sayang banget. Kok buru-buru sih...?" tanya Reymond.


" Mumpung ga ujan...," sahut Kautsar.


" Iya juga sih. Tapi janji kapan-kapan Kalian main lagi ke sini ya. Gue juga mau ngobrol banyak soal si Reyhan..., " pinta Reymond.


" Insya Allah. Ternyata Lo emang tuan rumah yang baik ya Mond. Beda banget sama si Reyhan. Udah ga nyuguhin apa-apa, eh ga ada basa-basi nawarin ke sini lagi...," kata Kautsar sambil melirik kearah Reyhan.


" Salah lagi...," gumam Reyhan sambil menepuk keningnya sendiri.


Tingkah Reyhan membuat semua tertawa. Kemudian Kautsar menstarter motornya dan Aruna duduk di belakangnya. Tak lama kemudian Kautsar melajukan motornya meninggalkan Reyhan dan Reymond yang masih berdiri di teras rumah.


" Mereka pasangan yang menyenangkan ya Rey...," kata Reymond sambil menatap kepergian Kautsar dan Aruna.


" Iya. Eh, mana cemilannya. Buat Gue aja deh...," kata Reyhan sambil merebut kantong plastik dari tangan Reymond.

__ADS_1


" Kebiasaan...," gerutu Reymond tapi Reyhan tak peduli.


Kemudian keduanya masuk ke dalam rumah dan melihat Aldi sedang duduk di depan televisi.


" Dapet salam dari Kautsar sama Aruna Al. Mereka nungguin Lo tapi Lo lama banget di kamar mandi...," kata Reyhan saat melintas di depan Aldi.


" Iya makasih. Perut Gue mules banget tadi...," sahut Aldi.


" Oh gitu...," kata Reyhan sambil melangkah ke dalam kamar.


\=\=\=\=\=


Kautsar dan Aruna tiba di rumah setelah menempuh perjalanan hampir satu jam. Kondisi jalan yang basah membuat Kautsar harus berhati-hati melajukan kendaraannya.


" Kita langsung sholat Isya berjamaah aja ya Yang...," kata Kautsar.


" Iya...," sahut Aruna lalu bergegas berwudhu.


Setelah menunaikan sholat Isya berjamaah di kamar, Aruna dan Kautsar pun makan malam. Aruna pun mulai menceritakan keanehan yang ia rasakan saat bertemu Aldi.


" Si Aldi itu emang aneh...," kata Aruna tiba-tiba.


" Betul. Kalo menurut Aku sih ada sesuatu yang dia sembunyiin. Mudah-mudahan bukan hal buruk apalagi sampe merugikan Reyhan dan Reymond...," sahut Kautsar.


" Bukan cuma itu Tsar...," kata Aruna.


" Iya. Aku malah sempet berpikir kalo si Aldi tuh ditempelin sama makhluk halus. Makanya tadi di kantor Aku nyuruh Reyhan buat nanya sama Reymond, apa mereka sempet mampir ke suatu tempat sebelum datang ke rumahnya Reyhan...," sahut Kautsar.


" Aldi itu..., udah meninggal Tsar...," kata Aruna hati-hati.


Walau diucapkan dengan lembut namun tetap saja mengejutkan Kautsar. Bahkan Kautsar sampai terbatuk-batuk saking terkejutnya.


" Meninggal...?" tanya Kautsar tak percaya.


" Iya...," sahut Aruna mantap sambil menyodorkan segelas air putih kepada suaminya.


Kautsar menerima gelas itu lalu meneguk isinya.


" Maksud Kamu, yang berinteraksi sama Kita tadi...," ucapan Kautsar terputus karena ia tak sanggup melanjutkan kalimatnya itu.


" Betul Tsar. Dia hanya mayat...," sahut Aruna cepat seolah tahu apa yang ada di benak suaminya.


" Inna Lillahi wainna ilaihi roji'uun..., " kata Kautsar sambil menggelengkan kepalanya.


Untuk sesaat Aruna dan Kautsar terdiam karena sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.

__ADS_1


\=\=\=\=\=


__ADS_2