Titisan Makhluk Malam

Titisan Makhluk Malam
68. Mirip Lagu Dangdut


__ADS_3

Para asisten rumah tangga Shofia kemudian bergerak membantu Shofia.


Setelah meletakkan tubuh Shofia di atas tempat tidur, para asisten rumah tangga mulai merapikan kamar. Salah seorang diantara mereka memanggil dokter untuk mengecek kondisi Shofia yang terus meracau itu.


Tak lama kemudian dokter keluarga Shofia datang dan langsung mengecek kondisi kesehatan Shofia. Sang dokter yang bernama Martin itu nampak mengerutkan keningnya saat melihat luka di sekujur wajah dan tubuh Shofia. Setelah mengobati luka-luka di sekujur tubuh dan wajah Shofia, sang dokter pun bertanya.


" Luka cakar ini, gimana Bu Shofia bisa terluka kaya gini...?" tanya dokter Martin.


" Kami ga tau dok. Pagi tadi Kami denger Nyonya menjerit. Saat Kami datangi Nyonya sudah terluka kaya gini. Kamarnya juga terlihat berantakan kaya habis ada keributan...," sahut asisten rumah tangga Shofia.


" Kalo boleh tau, luka itu akibat dicakar hewan buas atau justru akibat ulah Nyonya yang menyakiti dirinya sendiri dok...?" tanya asisten rumah tangga Shofia lainnya hingga mengejutkan dokter Martin.


" Apa Bu Shofia masih suka mengamuk belakangan ini...?" tanya dokter Martin.


" Kadang-kadang dok...," sahut semua asisten rumah tangga Shofia bersamaan.


" Tapi kalo diliat dari lukanya ini seperti luka akibat cakaran hewan. Apa ada hewan buas di sekitar sini...?" tanya dokter Martin lagi.


" Ga ada dok...," sahut asisten rumah tangga Shofia setelah saling menatap sejenak.


" Aneh...," gumam dokter Martin sambil menatap Shofia.


Tiba-tiba Shofia membuka mata lalu bangkit dari posisi berbaringnya. Kemudian Shofia meraih tangan dokter Martin. Ia nampak ketakutan dan mengatakan sesuatu yang membuat semua orang yang ada di dalam kamar menjadi bingung.


" Dia datang. Wanita iblis itu..., Aku tau siapa dia...," kata Shofia sambil melirik takut kearah jendela kamar yang sedang diperbaiki.


" Maksud Bu Shofia apa. Tolong pelan-pelan aja ngomongnya biar Kami bisa paham...," kata dokter Martin.


" Dia jahat, dia menghancurkan tubuh dan wajahku, dia juga menculik kekasihku...!" sahut Shofia lantang sambil memukul dadanya berulang kali hingga luka yang telah diobati tadi kembali mengeluarkan darah.


Para asisten rumah tangga Shofia pun berusaha menenangkan Shofia. Melihat kondisinya yang mulai menyakiti dirinya sendiri, dokter Martin pun segera menyuntikkan obat penenang di lengan Shofia. Tak butuh waktu lama Shofia pun akhirnya tertidur.


\=\=\=\=\=


Sementara itu Kautsar nampak baru saja terbangun dari tidur panjangnya. Ia mengerjapkan matanya lalu menoleh ke kanan dan ke kiri. Setelahnya ia bangun dan duduk sambil menatap ke penjuru kamar.


" Kamar. Bukannya semalam Aku ada di rumah Nyonya Shofia ya. Eh, sebentar. Kayanya ada yang ga beres nih...," gumam Kautsar sambil bergegas turun dari tempat tidur.

__ADS_1


Karena tak hati-hati, kaki Kautsar tersangkut selimut hingga ia tersungkur jatuh di lantai. Aruna yang masuk ke dalam kamar untuk mengecek kondisi Kautsar pun terkejut.


" Kautsar...!" panggil Aruna lalu bergegas membantu Kautsar duduk.


" Kakiku kesangkut selimut Run...," kata Kautsar sambil nyengir.


" Kok bisa sih. Emangnya Kamu mau kemana sampe jatuh kaya gini. Ada yang luka ga...?" tanya Aruna.


" Aku gapapa Run. Makasih ya...," kata Kautsar.


" Makasih untuk apa...?" tanya Aruna pura-pura tak mengerti.


" Makasih karena Kamu udah jemput Aku pulang. Maaf kalo Aku sempet ga percaya sama omongan Kamu. Maaf...," sahut Kautsar sambil menundukkan kepalanya.


" Kamu ngomong apa sih, Aku ga paham...," kata Aruna sambil beranjak bangun lalu bersiap melangkah keluar kamar.


" Aku tau Kamu udah menyelamatkan Aku dari perangkap ilmu hitam yang dibuat Shofia...!" kata Kautsar lantang hingga menghentikan langkah Aruna.


" Darimana Kamu tau kalo Shofia pake ilmu hitam...?" tanya Aruna.


Aruna menoleh kearah Kautsar dengan wajah cemas.


" Apa Kamu liat semuanya...?" tanya Aruna hati-hati.


" Liat apa...?" tanya Kautsar tak mengerti.


" Aku yang tanya Kautsar. Kamu liat apa di rumah Shofia semalam...?" tanya Aruna kesal.


" Mmm..., liat apa ya. Aku lupa Run. Tapi Aku yakin Kamu yang bawa Aku keluar dari rumah Shofia kan...?" tanya Kautsar.


Aruna nampak menghela nafaa lega saat mendengar ucapan Kautsar. Sejujurnya Aruna tak ingin Kautsar melihatnya dalam wujud setengah manusia setengah serigala seperti malam tadi. Aruna tak siap jika Kautsar ketakutan lalu menjauhinya nanti.


" Aruna...," panggil Kautsar.


" Apa !. Eh, maksudku iya Aku yang bawa Kamu pulang semalam. Pake Taxi karena Kamu mabuk parah semalam...," kata Aruna berbohong.


" Mabuk, kayanya ga deh. Aku ga mungkin mabuk Run. Aku ga minum miras kok di sana...," sangkal Kautsar.

__ADS_1


" Kamu emang bukan mabuk miras Kautsar, tapi Kamu mabuk ja*da. Persis kaya lagu dangdut...," sahut Aruna sambil mencibir lalu melangkah keluar kamar meninggalkan Kautsar seorang diri.


Kautsar menganga tak percaya mendengar jawaban Aruna. Kautsar mencoba mengingat apa yang terjadi di rumah Shofia semalam. Dan saat sebagian ingatannya kembali, wajah Kautsar nampak merona. Bayangan saat Shofia mencumbunya dalam keadaan setengah bug*l kembali melintas.


Karena tak ingin Aruna salah paham padanya, Kautsar pun bergegas mengejar Aruna untuk menjelaskan semuanya.


Saat keluar kamar Kautsar melihat Aruna sedang menata meja makan. Rupanya ia baru saja selesai memasak. Kautsar tersenyum lalu mendekati Aruna dan memeluknya dari belakang hingga membuat Aruna terlonjak kaget.


" Apaan sih, lepasin ga...!" kata Aruna galak.


" Maafin Aku ya, Aku salah karena ngebiarin Shofia melakukan itu. Tapi Aku ga bisa apa-apa Run. Ga tau apa yang dia lakukan, yang pasti tubuhku kaku ga bisa bergerak apalagi menolak...," kata Kautsar.


" Santai aja Tsar. Aku ga liat apa-apa kok semalam...," sahut Aruna sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan Kautsar.


" Masa sih. Tapi seinget Aku ada yang datang dan bikin Shofia kaget. Bukannya itu Kamu Run...?" tanya Kautsar bingung.


" Kamu ngarang atau mabuk sih Tsar. Aku kan udah bilang kalo semalam Kamu mabuk, makanya apa yang Kamu liat belum tentu sesuai sama yang terjadi...," sahut Aruna.


" Aku yakin ga mabuk Aruna. Aku cuma...," ucapan Kautsar terputus karena Aruna memotong cepat.


" Cuma apa...?" tanya Aruna sambil menatap Kautsar lekat.


" Yah, mungkin Aku emang mabuk. Shofia menyuguhkan minuman aneh sebelum Aku jadi patung...," sahut Kautsar ragu.


" Jadi sekarang Kamu ngaku kalo semalam Kamu mabuk...?" tanya Aruna sambil tersenyum tipis.


" Kalo mabuk minuman aneh itu sih kayanya iya, tapi bukan mabuk ja*da seperti yang Kamu bilang tadi Run. Aku masih waras ya buat kepincut sama ja*da model si Shofia itu...," kata Kautsar sewot.


Aruna pun tertawa saat mendengar ucapan Kautsar.


" Puas banget Kamu ya Run...," kata Kautsar sambil menarik kursi lalu mendudukinya.


" Banget...," sahut Aruna di sela tawanya.


Melihat Aruna tertawa kemarahan Kautsar pun menguap entah kemana. Ia pun ikut tertawa lalu mulai menyantap makanan yang tersaji di piring. Dalam hati Kautsar merasa bersyukur karena bisa lepas dari pengaruh ilmu hitam Shofia, dan itu semua berkat bantuan Aruna.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2