Titisan Makhluk Malam

Titisan Makhluk Malam
208. Narko


__ADS_3

Sementara itu di sebuah tempat nun jauh dari keramaian. Terlihat seorang pria tengah duduk bersandar sambil memejamkan mata. Dia baru saja tiba sepuluh menit yang lalu di tempat itu.


Ia tampak terbatuk-batuk lalu meludah ke samping. Beruntung lantai rumah hanya tanah hingga cairan ludah pria itu langsung terserap begitu saja.


Pria itu kembali terbatuk-batuk dan kali ini disertai darah segar yang muncrat dari dalam mulutnya.


Pria itu terkejut lalu menatap ke tanah tempat jatuhnya darah yang keluar dari mulutnya tadi.


" Darah...," gumam pria itu sambil mengusap dadanya yang sakit.


Pria itu nampak berusaha bernafas dengan teratur sebelum akhirnya berdiri. Ia melangkah mendekati cermin yang terdapat di lemari pakaian. Untuk sejenak ia mengamati pantulan wajahnya di sana kemudian tertawa keras.


Setelahnya pria itu mengusap wajahnya dengan telapak tangan. Setelah mengusap dengan gerakan memutar yang aneh, pria itu kembali menatap cermin.


" Ini Narko...," kata pria itu sambil tersenyum kemudian mengusap wajahnya lagi.


" Ini Surya...," kata pria itu sambil tersenyum menatap wajahnya yang telah berganti rupa.


Setelahnya ia kembali mengusap wajahnya masih dengan gerakan memutar yang aneh. Dan kini ia tertawa saat melihat wajah siapa yang ada di pantulan cermin.


" Dan ini Hasby...!" kata pria itu dengan lantang di sela tawanya.


Ternyata pria itu adalah Hasby, bos Aruna yang telah menjelma jadi kuyang.


Sebenarnya wajahnya tak pernah berubah. Hasby hanya menjadi lebih muda beberapa tahun tiap kali usai mengonsumsi darah dari para janin atau wanita yang sedang mengalami menstru*si. Dan Hasby terlihat segar bugar usai mendapat asupan janin dari wanita yang diserangnya di toilet perusahaan tadi.


Hasby pun kembali duduk sambil memejamkan matanya. Ia membuka mata dan menatap ke sekelilingnya dengan tatapan nanar.


Hasby ingat itu adalah salah satu rumah yang ia tempati selama perburuan panjangnya. Hasby menempati rumah itu saat ia menikah dengan istri pertamanya seratus dua puluh tahun yang silam.


Saat itu Hasby dan Iroh adalah sepasang pengantin baru. Hasby menggunakan nama Narko saat menikahi Iroh.

__ADS_1


Pertemuan tak sengaja Hasby alias Narko dengan Iroh telah menimbulkan benih cinta di hati keduanya. Hingga akhirnya mereka menjalin kasih dan berjanji untuk menikah kelak.


Pernikahan pun terlaksana tanpa kesulitan apa pun. Rupanya kedua orangtua Iroh tak mempermasalahkan asal-usul Narko. Mereka percaya jika Narko adalah laki-laki baik dan bertanggung jawab.


Setelah menikah, kedua orangtua Iroh menghadiahi pasangan pengantin baru itu lahan kosong untuk digarap. Namun rupanya Narko berpikir lain. Ia justru memanfaatkan lahan kosong itu untuk mendirikan rumah tempat istana cintanya bersama Iroh.


Alasannya adalah karena Narko tak pandai bertani atau berkebun. Ia merasa tanah itu akan mubazir jika dibiarkan begitu saja. Akhirnya kedua orangtua Iroh mengijinkan Narko membangun rumah kecil di atas lahan itu. Sedangkan Narko memilih bekerja di kota untuk membiayai kehidupannya dengan Iroh.


Hari-hari pun berlalu. Kehidupan Narko dan Iroh makin terlihat bahagia apalagi saat Iroh diketahui mengandung. Namun terjadi keanehan karena tiap kali Iroh mengandung, Iroh selalu mengalami keguguran.


Ada pun penyebab keguguran itu bermacam-macam. Ada yang karena Iroh terlalu lelah bekerja membantu orangtuanya di ladang. Ada yang karena Iroh dan Narko terlalu bersemangat bercinta di awal kehamilan. Atau ada juga yang keguguran karena Iroh melanggar larangan orangtuanya.


Total Iroh telah mengalami empat kali hamil sekaligus empat kali keguguran. Semula Iroh tak terlalu mempermasalahkan hal itu karena merasa masih punya banyak kesempatan. Apalagi usianya dan Narko saat itu masih terbilang muda.


Namun Iroh terpaksa berhati-hati sejak ia mendengar kabar jika di desa tempat mereka tinggal telah berkeliaran sejenis hantu kepala tanpa badan yang meresahkan warga. Saat Iroh menceritakan hal itu pada suaminya, Narko justru tak percaya.


" Mana ada hantu kaya gitu Dek...," kata Narko kala itu.


Mendengar ucapan istrinya Narko pun tertawa. Ia mengejek Iroh mengada-ada karena hanya ingin ia pulang setiap hari.


" Jadi maksudmu hantunya takut sama Aku ya. Buktinya tiap Aku di rumah dia ga berani keluar. Atau ini cuma akal-akalan Kamu aja biar Aku bisa pulang setiap hari Dek...?" tanya Narko di sela tawanya.


" Aku emang lebih seneng Kamu pulang setiap hari Mas. Tapi cerita tentang hantu kepala tanpa badan itu emang bener kok. Kalo ga percaya Kamu bisa tanya sama Bapak atau Ibuku atau warga sekalian...," sahut Iroh.


Narko menghentikan tawanya karena melihat keseriusan sang istri. Ia memeluk Iroh erat karena tahu jika istrinya sangat ketakutan.


" Maaf Dek. Mas akan usahankan biar bisa pulang setiap hari ya...," kata Narko dengan suara lembut.


" Janji ya Mas...?!" tanya Iroh dengan mata berbinar.


" Iya iya. Terus ceritain apa yang hantu kepala itu lakukan. Apa dia cuma melayang menakuti warga. Atau bahkan masuk ke dalam rumah warga...?" tanya Narko dengan mimik serius.

__ADS_1


" Katanya sih hantu kepala itu makan janin dalam rahim wanita hamil Mas...," sahut Iroh hingga mengejutkan Narko.


" Janin...?!" tanya Narko tak percaya.


" Iya Mas. Makanya Aku jadi takut. Jangan-jangan keguguran ku yang kemarin itu karena hantu itu ya Mas...," kata Iroh sedih.


" Eh, masa begitu Dek. Bukannya Kamu keguguran jauh sebelum hantu itu ada ya...?" tanya Narko.


" Mungkin udah ada Mas. Dan Anak Kita lah yang jadi mangsanya tapi Kita ga tau. Setelahnya hantu tanpa kepala itu makin merajalela karena Aku kan ga pernah sesumbar tentang keguguran yang Aku alami. Jadi dia merasa aman berkeliaran di desa ini...," sahut Iroh gusar.


" Jangan terlalu berlebihan Dek. Yang penting ke depannya Kita harus hati-hati menjaga kandunganmu. Kamu juga harus nurut sama Aku dan kedua orangtuamu. Jangan suka membantah kalo dikasih tau...," kata Narko.


" Iya Mas. Aku janji bakal nurutin semua yang Mas Narko dan orangtuaku bilang...," sahut Iroh sambil tersenyum manis.


" Terus apa di desa ini masih ada wanita hamil lagi Dek...?" tanya Narko.


" Kenapa Kamu nanya kaya gitu Mas...?" tanya Iroh.


" Cuma mau tau aja. Siapa tau bisa bantu jagain bareng bapak-bapak yang lain...," sahut Narko.


" Oh gitu. Kalo ga salah si Mia itu lagi hamil muda Mas. Makanya sekarang warga lagi ngawasin rumahnya...," sahut Iroh.


" Gitu ya. Ntar Aku mau mampir ke sana buat begadang ya Dek...," kata Narko.


" Ga usah Mas. Wong istri sendiri aja ketakutan kok malah jagain istri orang. Lagian di sana udah banyak yang jagain, jadi Kamu ga usah ke sana...," kata Iroh sambil cemberut.


Narko pun tersenyum lalu kembali memeluk Iroh. Ia merasa wanita yang juga istrinya itu sangat bodoh karena bisa ia kelabui begitu saja. Yang terjadi sesungguhnya adalah karena Narko lah yang telah membuat istrinya itu kehilangan bayinya alias keguguran.


" Aku lah hantu kepala tanpa badan itu Dek. Terus lah hamil dan hamil. Biar Aku bisa nikm*ti janinmu itu sepuas hati. Terima kasih juga atas informasinya...," kata Narko dalam hati sambil menyeringai.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2