
Aruna dan Kautsar tiba di rumah menjelang Subuh. Setelah membersihkan tubuh dan berganti pakaian, keduanya pun duduk di sofa ruang tengah. Mereka memutuskan menunggu adzan Subuh agar bisa langsung sholat Subuh.
Kautsar nampak tersenyum melihat Aruna menguap beberapa kali.
" Ngantuk ya...?" tanya Kautsar sambil memeluk Aruna lalu mengecup kepalanya dengan sayang.
" Iya...," sahut Aruna sambil memejamkan matanya dalam pelukan Kautsar.
" Tidur lah. Ntar kalo adzan Aku bangunin...," kata Kautsar sambil membelai rambut Aruna dengan lembut.
Tak ada sahutan karena ternyata Aruna telah tertidur. Dengkuran halus terdengar dan itu membuat Kautsar tertawa kecil.
" Kasian Kamu. Pasti capek ya harus menghadapi iblis mes*m itu tadi. Aku aja kesel apalagi Kamu...," gumam Kautsar sambil mencium kening Aruna.
Kautsar pun menyandarkan tubuhnya ke sandaran sofa agar lebih nyaman. Sesaat kemudian Kautsar pun ikut terlelap sambil memeluk Aruna.
Kautsar terbangun saat suara adzan Subuh berkumandang dari speaker masjid. Kemudian Kautsar menepuk lembut pipi Aruna untuk membangunkannya. Namun sayangnya sentuhan lembut itu tak berhasil membuat Aruna terbangun. Aruna baru terbangun saat Kautsar mencium bibirnya.
" Apaan sih Kamu...," kata Aruna dengan wajah merona sambil mengucek matanya.
" Abisnya susah banget dibanguninnya...," sahut Kautsar sambil tersenyum.
" Kan ngantuk...," rengek Aruna manja.
" Iya tau. Sekarang sholat Subuh dulu ya. Abis itu baru boleh tidur. Aku ke masjid, kunci rumah Aku bawa...," kata Kautsar sambil mengusak rambut Aruna dengan gemas.
" Iya...," sahut Aruna sambil menguap lalu melangkah ke kamar untuk menunaikan sholat Subuh.
\=\=\=\=\=
Setelah media memberitakan penemuan jasad pria tak dikenal yang tak lain adalah Aldi, maka banyak keluarga yang mendatangi Rumah Sakit tempat jasad Aldi disemayamkan. Reymond pun ada diantara mereka.
Reymond sengaja mendatangi Rumah Sakit untuk memastikan jasad yang ditemukan bukan lah Aldi. Sebelum berangkat ke Rumah Sakit, Reymond harus berdebat dulu dengan Reyhan.
" Buat apa ke sana. Ga guna juga...," kata Reyhan pagi itu saat Reymond menyampaikan keinginannya.
" Tapi Gue penasaran Rey. Soalnya dua hari ini Gue mimpi buruk..., " sahut Reymond hingga membuat Reyhan tertawa.
" Apa hubungannya mimpi Lo sama jasad yang ditemuin Polisi itu Mond...," kata Reyhan di sela tawanya.
" Gue mimpi ketemu Aldi. Dia minta tolong sama Gue buat ngurusin jasadnya. Gue serius Rey. Walau Gue ga percaya sama mimpi, tapi Gue ngerasa mimpi itu nyata banget. Dan jujur Gue berharap kalo itu bukan Aldi. Makanya untuk mastiin kalo itu bukan Aldi, Gue harus ke Rumah Sakit hari ini...," kata Reymond hingga membuat Reyhan tersentuh.
__ADS_1
" Emang Lo ga ada jadwal interview kerja hari ini...?" tanya Reyhan sedikit melunak.
" Ga ada...," sahut Reymond cepat.
" Jam berapa Lo mau ke Rumah Sakit...?" tanya Reyhan.
" Pagi ini. Abis sarapan Gue langsung berangkat ke sana...," sahut Reymond.
" Ya udah Gue anter Lo sampe gerbang Rumah Sakit ya...," kata Reyhan.
" Lo serius Rey. Bukannya Lo sebel banget ya sama Aldi. Kok bisa-bisanya Lo tergerak untuk nganter Gue ngecek ke Rumah Sakit. Jangan-jangan Lo khawatir juga ya sama Aldi...?" tanya Reymond sambil tersenyum.
" Ck. Kalo Gue jujur Lo pasti ketawa. Tapi Gue emang khawatir sama dia. Selain dia tamu di sini, entah kenapa Gue merasa kalo Aldi sebenarnya orang yang baik. Cuma keadaan aja yang ga memihak dan bikin dia jadi orang yang nyebelin...," sahut Reyhan.
" Aldi ga nyebelin Rey !. Lo aja yang kaku dan ga mau ngasih kesempatan dia buat ngobrol sama Lo. Sejak awal Aldi tau kok kalo kehadirannya ga disukai sama Lo. Tapi karena Gue bertahan di sini, makanya dia terpaksa bertahan juga...," kata Reymond kesal.
" Iya iya sorry. Udah yuk, Kita berangkat sekarang...," ajak Reyhan sambil mengambil kunci motor dari atas lemari.
" Ok...," sahut Reymond sambil bergegas merapikan meja makan.
Setelah mengunci pintu, Reymond pun duduk di belakang Reyhan. Kemudian motor pun melaju dengan kecepatan sedang menuju Rumah Sakit dimana jasad Aldi disimpan.
Tiba di Rumah Sakit terlihat keramaian yang tak biasa. Rupanya banyak wartawan berbagai media yang meliput penemuan jasad tanpa identitas itu.
" Bisa lah. Kita cari jalan lain aja yuk...," ajak Reymond yang diangguki Reyhan.
Kemudian Reyhan dan Reymond berhasil masuk ke dalam Rumah Sakit melalui pintu lain. Saat menemukan ruang jenasah, di sana juga terlihat keramaian yang sama seperti di gerbang Rumah Sakit tadi.
Reyhan dan Reymond pun mendekati petugas kamar jenasah dan menyatakan niatnya untuk melihat jenasah Aldi. Setelah mengisi buku absen, Reymond pun diminta menunggu.
" Tunggu sebentar ya Mas. Harus sabar ngantri karena sejak kemarin banyak keluarga yang ke sini dengan tujuan yang sama kaya Mas...," kata petugas kamar jenasah dengan ramah.
" Iya Pak, makasih...," sahut Reymond.
" Silakan berbaris sesuai nomor antrian ya Mas...," kata seorang polisi yang bertugas di depan kamar jenasah itu.
" Baik Pak...," sahut Reymond.
" Kalo masih lama mendingan Gue ke kantor dulu ya Mond. Ntar Lo telephon Gue kalo ada apa-apa..., " pinta Reyhan.
" Temenin Gue sebentar lagi lah Rey. Perasaan Gue kok ga enak ya. Gue takut kalo yang di dalam sana ternyata beneran jasadnya Aldi...," kata Reymond penuh harap.
__ADS_1
" Penakut amat sih Lo...!" hardik Reyhan kesal namun kembali duduk di samping Reymond.
Reymond tak menghiraukan ucapan Reyhan. Baginya, Reyhan bersedia menemaninya saja sudah lebih dari cukup. Reymond melirik kearah Reyhan yang sedang berusaha menghubungi kantornya.
" Assalamualaikum Tsar...," sapa Reyhan.
" Wa alaikumsalam. Kenapa Rey...?" tanya Kautsar dari seberang telephon.
" Tolong bilang sama Bos kalo Gue agak telat ke kantor. Gue lagi di Rumah Sakit nih...," sahut Reyhan.
" Siapa yang sakit Rey...?" tanya Kautsar.
" Ga ada yang sakit. Gue nganterin Reymond buat mastiin jasad siapa yang ditemuin Polisi kemarin. Soalnya sejak malam itu ga ada kabar apa pun dari Aldi...," sahut Reyhan sambil melirik kearah Reymond.
" Oh gitu. Ok, insya Allah ntar Gue sampein...," kata Kautsar.
" Makasih ya Tsar...," kata Reyhan.
" Sama-sama..., " sahut Kautsar lalu mengakhiri pembicaraan mereka.
Kautsar nampak berpikir sejenak sambil mengetuk meja dengan ujung jarinya. Kemudian Kautsar bergegas menghubungi Aruna untuk menanyakan keberadaan jasad Aldi yang dibawa George dan Matilda dua malam yang lalu.
" Assalamualaikum Sayang. Kamu dimana...?" tanya Kautsar.
" Wa alaikumsalam. Aku baru selesai foto kopi. Kenapa Tsar...?" tanya Aruna sambil menepi di bawah pohon.
" Mmm..., Aku mau nanya jasad Aldi yang udah membusuk itu dibawa kemana sama Om George...? " tanya Kautsar hati-hati.
" Kenapa Kamu nanya gitu...?" tanya Aruna tak mengerti.
" Soalnya berita penemuan jenasah pria tak dikenal itu kan udah menyebar. Dan sekarang Reyhan lagi nganterin Reymond ke Rumah Sakit buat mastiin kalo jasad pria tanpa identitas itu bukan jasadnya Aldi. Sebenernya Aku cuma mau tau itu jasad Aldi atau bukan...?" tanya Kautsar.
" Itu emang jasad Aldi Sayang...," sahut Aruna setelah menghela nafas panjang.
" Gitu ya. Ok, makasih Sayang. Nanti Aku telephon lagi ya...," kata Kautsar.
" Eh, tunggu sebentar. Jadi maksud Kamu nanyain itu apaan sih...?" tanya Aruna bingung.
" Aku cuma mau bersiap menghadapi pertanyaan Reyhan tentang Aldi nanti. Udah ya Sayang, Assalamualaikum...," kata Kautsar lalu mengakhiri pembicaraan.
" Wa alaikumsalam, dasar aneh...," sahut Aruna sambil menggelengkan kepala.
__ADS_1
\=\=\=\=\=