
Kautsar mematung di tengah ruangan saat melihat siluet makhluk besar di ruang tengah. Kautsar memasang sikap siaga lalu mulai melangkah perlahan.
Sambil melangkah Kautsar mengedarkan pandangan berusaha mencari Aruna karena khawatir dengan istrinya itu. Apalagi suara geraman binatang buas yang semula terdengar samar kini terdengar makin jelas.
Saat langkahnya kian dekat dengan makhluk besar itu, Kautsar pun terkejut. Meski dalam gelap Kautsar bisa melihat penampakan menyeramkan makhluk itu.
Kautsar melihat sosok makhluk besar berwujud manusia yang ditumbuhi bulu di sekujur tubuh dan wajahnya. Ia terlihat mengenaskan karena terus menggeliat di lantai. Perlahan makhluk itu bangkit berdiri membelakangi Kautsar hingga Kautsar tak bisa melihat dengan jelas bagaimana rupa mahkluk itu.
Kautsar melirik sobekan pakaian yang dikenakan makhluk itu. la menelan saliva dengan sulit karena sobekan pakaian itu sama persis dengan yang dimiliki Aruna. Ia bisa mengenalinya karena gaun itu dia yang membelinya sebagai hadiah untuk Aruna saat sang istri berhasil menyelesaikan ujian semester dengan baik.
" Aruna...," panggil Kautsar dengan suara lirih namun masih didengar oleh Aruna.
Aruna yang kini telah berubah wujud nampak memejamkan mata saat mendengar Kautsar memanggil namanya. Ia enggan menoleh kearah Kautsar karena ia tak mau Kautsar takut saat melihatnya.
" Tetap di sana dan jangan dekati Aku...!" kata Aruna dengan suara parau.
Suara Aruna yang berat diiringi nafas yang memburu mengejutkan Kautsar. Ia mengurungkan niatnya mendekati Aruna dan tetap berdiri menatap makhluk besar itu sambil tetap memasang sikap siaga.
Waktu terasa lamban berjalan. Aruna dan Kautsar tetap dalam posisi berdiri saling membelakangi untuk beberapa waktu.
Saat itu Aruna nampak tengah berusaha menguasai keinginan aneh yang muncul tiba-tiba. Aruna tahu itu adalah insting alami hewani yang kini merasukinya. Dan Aruna berusaha keras melawan keinginannya untuk memangsa makhluk hidup lain yang berada di dekatnya yaitu Kautsar.
Saat melewati waktu tengah malam perlahan wujud Aruna kembali ke wujud aslinya. Kautsar bisa melihat jelas prosesnya. Dan beberapa saat kemudian Aruna kembali pada wujud aslinya lalu tersungkur ke lantai.
Kautsar masih bertahan di tempatnya karena menghargai permintaan Aruna tadi. Ia melepaskan jaketnya untuk sedikit mengalihkan keinginannya. Namun saat ia mendengar isak tangis Aruna, Kautsar tak kuasa menahan diri. Ia menghambur memeluk Aruna yang saat itu dalam kondisi setengah telan*ang karena gaun yang ia kenakan sobek.
" Aruna, Sayang...," kata Kautsar sambil memeluk Aruna dengan erat.
Aruna pun menangis dalam pelukan Kautsar. Sambil memeluk Aruna, dengan sigap Kautsar menutupi tubuh sang istri dengan jaket miliknya. Kautsar bisa merasakan tubuh Aruna yang gemetar dan basah dengan keringat. Ia mengusapnya dengan lembut sambil menciumi kepala Aruna dengan sayang.
" Gapapa Sayang, menangis lah. Aku di sini untukmu. Maafkan Aku karena ga ada saat Kamu menghadapi semuanya...," kata Kautsar dengan suara lirih.
" Pergi lah Kautsar. Tinggalkan Aku...," kata Aruna di sela isak tangisnya.
__ADS_1
" Kenapa Kamu ngomong kaya gitu Sayang ?. Kamu tau Aku ga akan pernah ngelakuin itu. Aku mencintaimu dengan segala kelebihan dan kekuranganmu...," sahut Kautsar sambil menggelengkan kepalanya.
" Tapi Aku bukan manusia Kautsar. Aku ini monster...," kata Aruna sambil menyembunyikan wajahnya dalam pelukan Kautsar.
Perlahan Kautsar mengurai pelukannya. Lalu dengan lembut ia menyentuh wajah Aruna dengan kedua telapak tangannya lalu membawa Aruna menatap wajahnya.
" Bagiku Kamu bukan monster Sayang. Kamu adalah Aruna. Wanita pertama yang Aku cintai setelah Ibuku. Wanita yang Kupilih untuk jadi Istriku dan Ibu dari Anak-anakku. Aku mencintaimu Aruna. Apa pun dan bagaimana pun dirimu...," kata Kautsar dengan tatapan lembut.
Aruna kembali menangis mendengar ucapan Kautsar.
" Aku juga cinta Kamu Kautsar...," sahut Aruna di sela isak tangisnya.
" Kita hadapi semuanya sama-sama ya Sayang. Kumohon jangan pernah ragukan cintaku Aruna. Please...," kata Kautsar penuh harap.
" Iya...," sahut Aruna cepat hingga membuat Kautsar tersenyum.
Lalu perlahan Kautsar mendaratkan ciuman lembut di bibir Aruna. Melu*atnya perlahan hingga membuat Aruna yakin jika Kautsar Tak akan pernah berpaling darinya.
Setelahnya Kautsar menggendong Aruna lalu membawanya ke dalam kamar. Kautsar meletakkan Aruna di atas tempat tidur lalu menyelimutinya.
" Hancur, kok bisa...?" tanya Aruna.
" Aku tendang. Abis Aku khawatir banget sama Kamu tadi...," sahut Kautsar salah tingkah hingga membuat Aruna tertawa.
Kautsar pun ikut tertawa lalu mengusak rambut Aruna dengan gemas. Setelahnya ia mengambil sehelai sprei dari lemari lalu keluar dari kamar. Kemudian Kautsar memasukkan motor dan memarkirnya persis di ambang pintu hingga menutupi sebagian ambang pintu.
Di atas motor Kautsar meletakkan sofa hingga ambang pintu terhalangi motor dan sofa.
Saat sedang meletakkan sofa di atas motor Aruna nampak keluar dari kamar lalu berdiri mengamati apa yang Kautsar lakukan.
" Perlu bantuan ga Tsar...?" tanya Aruna tiba-tiba.
" Ga per...," ucapan Kautsar terputus saat melihat Aruna mendekatinya dalam kondisi terbalut selimut.
__ADS_1
Dan Kautsar tahu jika saat itu Aruna tak mengenakan apa pun di balik selimutnya.
" Kamu sengaja mancing Aku Aruna...?" tanya Kautsar sambil menatap Aruna.
" Mancing apa sih maksud Kamu...?" tanya Aruna tak mengerti.
" Aku tau Kamu ga pake apa-apa di balik selimut itu Aruna. Terus Kita ga ketemu selama dua hari. Apa Kamu ga bisa nebak apa yang Aku mau...?" tanya Kautsar sambil mengamati Aruna dari atas kepala hingga ujung kaki dengan tatapan penuh makna.
" Kautsar...!" sahut Aruna sambil membelalakkan matanya lalu bergegas kembali ke kamar sambil sesekali menghentakkan kakinya.
Kautsar tertawa karena senang bisa mengerjai Aruna. Setelah melihat Aruna masuk ke dalam kamar, Kautsar kembali melanjutkan pekerjaannya yang terhenti. Ia menutupi ambang pintu dengan sprei yang diambilnya dari lemari tadi.
Tak lama pekerjaan menutup ambang pintu pun selesai. Kautsar nampak menghela nafas lega. Kemudian Kautsar meraih kantong plastik berisi mpek-mpek yang tadi dibelinya lalu membawanya ke meja makan.
Setelah menyajikannya ke dalam dua mangkok, Kautsar pun menyusul Aruna ke kamar.
" Sayang, Kamu lagi ngapain...?" tanya Kautsar sambil mendekati Aruna yang berbaring di tempat tidur dalam keadaan berbalut selimut.
" Tidur...," sahut Aruna cepat hingga membuat Kautsar tersenyum.
" Tidur ya, sayang banget. Padahal Aku bawa mpek-mpek Palembang. Kalo langsung dimakan pasti mantap banget. Ya udah, Aku simpen aja di kulkas...," kata Kautsar sambil menahan tawa dan pura-pura beranjak keluar kamar.
" Ck, makan sekarang aja...," sahut Aruna sambil mencekal tangan Kautsar yang akan keluar kamar.
Kautsar pun tak kuasa menahan tawanya. Sedangkan Aruna nampak mengerucutkan bibirnya dengan kesal karena sadar dikerjai Kautsar.
" Pake baju dulu ya, abis itu Kita makan mpek-mpek. Mau Aku bantu atau Aku tunggu di luar...?" tanya Kautsar sambil tersenyum usil.
" Aku sendiri aja...," sahut Aruna sambil melengos.
" Ok. Jangan lama-lama ya Sayang...," kata Kautsar sambil mengusak rambut Aruna gemas.
" Iya...," sahut Aruna sambil menepis tangan Kautsar dengan lembut.
__ADS_1
Kautsar pun bergegas keluar dari kamar dan duduk menunggu di meja makan. Tak lama kemudian pintu kamar terbuka dan memperlihatkan Aruna yang telah mengenakan pakaian lengkap. Sambil tersenyum malu-malu Aruna melangkah mendekati Kautsar yang tengah menatapnya dengan intens.
\=\=\=\=\=