Titisan Makhluk Malam

Titisan Makhluk Malam
189. Temuan


__ADS_3

Aruna yang ikut tertawa pun menghentikan tawanya saat melihat kehadiran makhluk tak kasat mata berupa bayi dengan tali pusat menjuntai itu di ambang pintu kantin.


" Ehm, Gue duluan ya guys. Ga enak sama Bu Bianca...," kata Aruna sambil menyudahi makan siangnya.


" Kenapa ga enak segala sih Run. Ini masih jam istirahat dan ini hak Kita sebagai karyawan lho Run...," kata Ria sambil menatap Aruna kesal.


" Betul Run. Makan dulu sampe selesai, baru Lo balik ke sana. Masih ada lima belas menit lagi kok...," kata Kenzo menambahkan.


" Gue ga nyaman Ken. Tadi waktu Gue mau istirahat Bu Bianca malah megang lap top. Kan Gue jadi berasa gimana gitu...," sahut Aruna.


" Udah deh Run. Ga usah berlebihan kerjanya. Kita cuma karyawan magang yang ga bakal dapet apa-apa juga kalo perusahaan ini berkembang atau dapat untung besar...," kata Ria sambil melirik Kenzo.


" Kamu nyindir Aku Yang...?" tanya Kenzo sambil menatap Ria.


" Dih, siapa yang nyindir. Maaf deh kalo Kamu tersinggung...," sahut Ria ketus.


" Jelas Aku tersinggung dong. Ini kan perusahaan Kakek Aku. Kesannya Kakek Aku ga merhatiin karyawan magang kaya Kita...," kata Kenzo tak suka.


" Tapi emang nyatanya gitu kok. Liat aja, Aruna sampe ketakutan cuma gara-gara sekretaris senior yang dari Jakarta itu megang lap top pas jam istirahat. Itu kan namanya penindasan Ken. Bukan verbal tapi mental yang diserang...," sahut Ria tak mau kalah.


" Itu kan Arunanya aja yang baperan..., " kata Kenzo sambil melengos.


Melihat perdebatan Kenzo dan Ria membuat Aruna tak enak hati lalu mengurungkan niatnya. Ia kembali duduk di hadapan sepasang sejoli itu dengan gusar.


" Stop, ga usah dilanjut. Gue duduk lagi nih...!" kata Aruna sedikit lantang.


Kenzo dan Ria tersentak kemudian menatap Aruna. Setelahnya ketiganya terdiam sambil melanjutkan makan siang mereka yang sempat terhenti tadi.


Aruna menoleh sekali lagi kearah pintu kantin dan terpaksa menelan kecewa karena tak melihat keberadaan bayi itu lagi di sana.


\=\=\=\=\=


Kenzo kembali ke gudang setelah menunaikan sholat Dzuhur di musholla. Saat melintas di belakang gudang Kenzo melihat Dito tengah melakukan sesuatu.


Kenzo pun bergegas sembunyi di balik tumpukan peti berukuran besar yang berada di sampingnya. Dari sana ia memperhatikan gerak gerik Dito yang menurutnya sangat mencurigakan.

__ADS_1


Dito terlihat menoleh ke kanan dan ke kiri seolah ingin memastikan tak ada seorang pun yang mengetahui aksinya. Setelah dirasa cukup aman, Dito kembali melanjutkan gerakannya yang sedang menggali tanah di dekat saluran air kotor di belakang gudang.


Kenzo nampak membulatkan matanya saat melihat apa yang sedang dilakukan Dito. Rupanya setelah menggali tanah hingga membentuk lubang sedalam setengah meter, kemudian Dito memasukkan peti yang tadi ditemukan Kenzo dan menguburnya dengan cepat.


" Kita liat, apa Lo masih berani berkeliaran kaya gini setelah Gue kubur di sini...," gumam Dito dengan geram.


Setelah selesai mengubur peti yang berisi jasad bayi itu, Dito pun masih menginjak-injak tanah galian di atasnya agar peti itu terkubur sempurna.


" Ok selesai...!" kata Dito sedikit lantang sambil mengusap peluh di keningnya.


Saat bersamaan Dito mendengar suara berdetak di balik peti kayu di belakangnya. Dito mengepalkan tangannya karena yakin ada seseorang yang tengah mengintainya. Perlahan Dito melangkah menuju peti sambil meraih potongan kayu yang berada di dekatnya. Dito melihat Kenzo tengah duduk membelakanginya sambil memegang ponsel.


" Kenzo, Gue udah bilang lakukan apa yang jadi tugas Lo aja. Ga boleh lebih. Tapi ternyata Lo malah ngelewatin batas...," gumam Dito sambil mengulurkan tangannya dan siap memukul Kenzo dengan potongan kayu yang dipegangnya.


Saat ujung kayu hampir menghantam tengkuk Kenzo, sebuah suara menyapa Dito.


" Pak Dito ngapain di sana...?" tanya Kenzo dari belakang Dito.


Gerakan Dito terhenti karena mengenali suara Kenzo. Kedua matanya membulat dan wajahnya pun pucat seketika.


" Kalo itu Kenzo, yang di depan Gue sekarang siapa dong...?" tanya Dito dalam hati sambil bergidik.


" Pak Dito tunggu. Bapak kenapa...?!" tanya Kenzo.


" Setaaann Ken. Ada setan di situ...!" sahut Dito sambil terus berlari.


" Setan ya...," gumam Kenzo sambil tersenyum lalu perlahan tubuhnya menghilang begitu saja dan hanya menyisakan asap berwarna putih.


Dito yang berlari pun jatuh tersungkur saat menabrak seseorang yang ternyata Kenzo.


" Kenzo...?!" panggil Dito.


" Iya Pak...," sahut Kenzo sambil membantu Dito bangun dari lantai.


" Kamu..., bukannya Kamu ada di belakang gudang barusan...?" tanya Dito sambil berkali-kali menoleh kearah belakang gudang.

__ADS_1


" Ah Bapak bercanda ya. Saya baru aja selesai dari kantin. Masa bisa tiba-tiba ada di belakang gudang. Ga masuk akal banget sih Pak. Emangnya Saya hantu...," gurau Kenzo.


Mendengar jawaban Kenzo tubuh Dito pun lemas. Sesaat kemudian Dito jatuh pingsan hingga membuat Kenzo panik. Beruntung ada beberapa karyawan yang melintas dan membantu Kenzo mengangkat tubuh Dito. Kemudian mereka membawa Dito ke klinik dan meninggalkannya di sana bersama seorang dokter dan perawat.


Sàmbil melangkah menuju gudang Kenzo nampak tersenyum simpul. Kenzo kembali teringat apa yang ia lakukan beberapa saat yang lalu.


Rupanya saat Dito menyadari kehadirannya, Kenzo segera menjauh dari tempat itu lalu kembali berbalik arah. Kenzo sengaja pura-pura datang dari arah berlawanan untuk mengecoh Dito. Tak disangka ternyata Dito lebih dulu dikerjai oleh hantu yang menyerupai wajah Kenzo hingga akhirnya jatuh pingsan.


" Keliatannya bakal seru nih. Apalagi tadi Aruna juga bilang kalo ruh bayi yang disimpen di peti kayu itu mulai menampakkan diri. Itu artinya sebentar lagi Kita bakal tau apa yang disembunyiin Pak Dito sebenernya..., " gumam Kenzo sambil tersenyum tipis.


Kenzo tiba di depan gudang dan melihat beberapa karyawan dari divisi yang berbeda tengah berdiri menanti kedatangannya.


" Nih dia orangnya. Dari mana aja sih Ken...?" tanya salah satu karyawan.


" Sorry sorry. Gue abis nganterin Pak Dito ke klinik sebentar...," sahut Kenzo lalu bergegas membuka pintu gudang.


" Pak Dito sakit Ken. Sakit apaan...?" tanya rekan sedivisi Kenzo.


" Belum tau sakit apa. Tadi mendadak pingsan waktu papasan di belakang...," sahut Kenzo.


" Oh kecapean kali. Kan dia abis hajatan nikahin anaknya...," kata salah seorang karyawan bernama Amir.


" Hajatan ?. Kita kok diundang sih, payah nih Pak Dito...," kata beberapa karyawan.


" Nikahin anaknya yang cewek ya...?" tanya karyawan lain yang kebetulan mengenal Dito.


" Iya Pak...," sahut Amir.


" Bukannya masih SMA ya, kok udah nikah...?" tanya karyawan itu lagi.


" Wah kalo itu Saya ga tau deh Pak. Pokoknya yang Saya tau ada tenda pesta di depan rumahnya Pak Dito hari Minggu kemarin. Banyak tamu juga di sana. Pas Saya tanya sama tetangganya katanya Pak Dito lagi nikahin anaknya...," sahut Amir.


" Itu artinya Lo juga diundang dong Mir...," sela salah satu karyawan.


" Iya...," sahut Amir sambil nyengir hingga membuat semua orang tertawa.

__ADS_1


Kenzo yang mendengar pembicaraan Amir dengan karyawan lainnya nampak mencoba menghubungkan jasad bayi dalam peti dengan pernikahan anak Dito yang terkesan mendadak itu.


\=\=\=\=\=


__ADS_2