
Aruna baru saja selesai menunaikan sholat Isya saat Kautsar tiba di rumah.
" Assalamualaikum...," sapa Kautsar.
" Wa alaikumsalam, kok baru pulang sih Sayang...?" tanya Aruna sambil mencium punggung tangan sang suami dengan takzim.
" Iya, ada sedikit masalah tadi di kantor...," sahut Kautsar sambil tersenyum kecut.
" Tapi udah beres kan...?" tanya Aruna.
" Alhamdulillah udah...," sahut Kautsar lalu mencium kening Aruna.
" Udah sholat Isya belum...?" tanya Aruna sambil membantu melepaskan jaket Kautsar.
" Belum. Aku mau mandi dulu sekalian wudhu, abis itu baru sholat...," sahut Kautsar.
" Ok. Ntar Aku siapin bajunya ya...," kata Aruna.
" Ok, makasih Sayang...," kata Kautsar sambil mengusak rambut Aruna dengan gemas.
" Sama-sama...," sahut Aruna.
\=\=\=\=\=
Selesai mandi Kautsar langsung menunaikan sholat Isya. Setelahnya ia menuju ruang makan dimana Aruna sedang menyiapkan makan malam.
Kautsar memeluk Aruna dari belakang dengan erat lalu mendaratkan ciuman di pipi kanan Aruna. Saat memeluk tak sengaja Kautsar menekan punggung Aruna dan itu membuat sang istri meringis menahan sakit.
" Ssshh...," desis Aruna hingga membuat Kautsar melonggarkan pelukannya.
" Kamu kenapa Sayang, apa ada yang sakit...?" tanya Kautsar.
" Mmm, punggungku sedikit sakit...," sahut Aruna.
" Coba Aku liat...," kata Kautsar sambil menyibak kaos yang dipakai Aruna.
Kedua mata Kautsar membulat sempurna saat melihat memar kebiruan selebar telapak tangan orang dewasa di punggung Aruna. Kautsar mencoba menyentuhnya dengan ujung jari dan Aruna terlihat berjingkat pertanda memar itu terasa menyakitkan.
__ADS_1
" Punggung Kamu memar Sayang. Kamu jatuh ya...?" tanya Kautsar lalu menggamit tangan Aruna dan membawanya ke ruang tengah.
Di sana Kautsar mendudukkan Aruna di atas sofa lalu kembali mengamati memar di punggung Aruna.
" Memar ya. Pantesan sakit banget...," kata Aruna lirih.
" Ini kenapa, Kamu jatuh dimana. Atau mungkin kebentur sesuatu...?" ulang Kautsar.
" Aku ga jatuh atau kebentur. Ini gara-gara...," ucapan Aruna terputus karena ingat betul asal dari memar di punggungnya itu.
" Gara-gara apa...?" tanya Kautsar tak sabar.
" Udah gapapa. Kita makan dulu yuk, ntar abis makan Aku ceritain...," kata Aruna sambil menurunkan kaosnya.
Kemudian Aruna menarik tangan Kautsar ke ruang makan hingga membuat Kautsar makin penasaran.
" Tapi...," Kautsar tak sempat menyelesaikan ucapannya karena Aruna langsung menyuapkan sesuap nasi dan lauknya ke dalam mulut Kautsar.
" Ssstt..., makan dulu baru ngobrol...," kata Aruna.
" Aku belum baca doa makan Aruna...," protes Kautsar sambil mendelik kesal.
Makan malam mereka pun berlanjut dengan tenang. Aruna selalu berusaha menghindari tatapan Kautsar seolah tak ingin membahas memar di punggungnya. Aruna merasa jika ia harus membahasnya dengan George dan Matilda lebih dulu sebelum membahasnya dengan Kautsar.
\=\=\=\=\=
Malam itu udara terasa dingin. Suasana pun sepi mencekam tak ada suara. Namun bulan purnama nampak menggantung indah di langit sana hingga membuat suasana terasa makin mencekam.
Di sebuah rumah terlihat seorang wanita tanpa busana tengah berdiri di pinggir jendela. Rambutnya yang panjang terurai menutupi punggungya yang putih. Kedua matanya menatap bulan di langit malam. Seringaian penuh misteri nampak menghias wajahnya.
" Aku harus mendapatkan mangsa yang istimewa. Aku tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang datang kali ini seperti yang lalu. Sudah cukup Aku menahan diri selama ini dan semua berakhir sia-sia...," gumam wanita itu sambil mengepalkan tangannya.
Saat malam makin meninggi perubahan pun terjadi pada sosok wanita cantik itu. Wajahnya yang putih mulus itu perlahan berkerut dan berlipat. Ada bulu-bulu halus yang keluar dari pori-pori kulitnya. Semula pendek dan halus, lama kelamaan tumbuh memanjang dan berwarna coklat pekat. Bulu yang sama juga tumbuh di sekujur tubuh, tangan dan kakinya.Tubuhnya yang semula berdiri tegak perlahan membungkuk.
Dalam sekejap wanita cantik itu berubah menjadi serigala besar dengan bulu berwarna coklat pekat. Saat ia mengibaskan rambut di kepalanya wajahnya yang semula berwujud wajah manusia pun telah berubah menjadi wajah serigala lengkap dengan mulut yang dipenuhi taring.
Kemudian serigala jelmaan wanita cantik itu melesat melalui jendela dan pergi menembus kegelapan malam.
__ADS_1
Rupanya serigala jadi-jadian itu pergi ke sebuah perkampungan kumuh untuk mencari mangsa di sana.
Setelah mengamati situasi sejenak, serigala jadi-jadian itu nampak melangkah perlahan menyusuri jalan di dalam perkampungan kumuh itu. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri seolah mencari dimana mangsanya.
Serigala itu berhenti tepat di depan sebuah rumah yang pintunya sedikit terbuka. Serigala itu mendekat ke pintu untuk melihat situasi di dalam rumah. Kedua mata serigala itu nampak berbinar saat menyaksikan ayunan bayi yang tergantung tanpa pengawasan. Di dalam ayunan terlihat sesosok bayi sedang tertidur pulas.
Dengan sekali lompatan serigala itu berhasil meraih bayi itu lalu membawanya pergi. Tak ada suara tangisan bayi karena serigala itu langsung menggigit tepat di leher sang bayi.
Serigala itu melesat sangat cepat membelah jalan di perkampungan kumuh itu. Hingga para penduduk yang berpapasan dengannya menganggapnya hanya angin karena saking cepatnya serigala itu berlari.
Tak lama kemudian terdengar jeritan dari dalam rumah dimana bayi itu berasal. Seorang wanita nampak berlari keluar rumah sambil menangis. Dalam sekejap warga berdatangan untuk melihat apa yang telah terjadi.
" Ada apa Min, kenapa teriak-teriak. Ini udah malam lho...!" kata salah satu warga.
" Anakku hilang Mbak. Bayiku hilang...!" sahut Mintarsih di sela tangisnya.
" Hilang gimana sih. Emangnya Kamu taro dimana bayimu itu...?" tanya warga tak percaya.
" Aku taro di ayunan, terus Aku tinggal sebentar ke kamar mandi. Pas Aku balik ternyata Anakku udah ga ada. Ayunan kosong dan pintu pun terbuka...," sahut Mintarsih.
" Wah ceroboh sekali Kamu Min. Mungkin Anakmu hilang diambil kolong wewe...," kata salah satu warga.
" Tolong bantu Aku, tolong cari Anakku...!" kata Mintarsih histeris.
Warga pun bergegas mencari bayi Mintarsih ke penjuru kampung. Namun setelah semalaman mencari hasilnya nihil. Bayi Mintarsih yang berusia dua bulan itu raib tak tahu kemana.
Sementara itu di serigala yang menculik bayi Mintarsih nampak berhenti di sebuah lahan kosong. Ia meletakkan bayi Mintarsih yang sekarat di tanah begitu saja. Rupanya akibat gigitan di lehernya, bayi itu mengalami luka parah di leher dan kesulitan bernafas.
Setelah meletakkan bayi itu di tanah, serigala itu nampak mundur sambil mengamati bayi itu sejenak. Ada rasa iba menyeruak di dalam hatinya ketika ia menatap bayi itu. Namun saat ia melihat darah yang mengalir dari leher sang bayi, rasa iba itu pun lenyap seketika.
Dengan beringas serigala itu mencabik leher sang bayi lalu menghirup darahnya dengan rakus. Setelah puas menghirup darah sang bayi, ia meninggalkan jasad bayi itu begitu saja.
Serigala itu berlari cepat kearah rumahnya seolah berpacu dengan waktu. Dalam perjalanan menuju ke rumah, perubahan pun kembali terjadi. Lari serigala itu melambat dan perlahan tubuh serigala nya berubah menjadi sosok manusia seperti sedia kala..
" Sedikit lagi, ayo Kalisha sedikit lagi...," gumam wanita itu sambil mempercepat larinya.
Akhirnya Kalisha tiba di depan jendela kamarnya. Ia langsung menyelinap masuk ke dalam kamar dan bernafas lega saat wujud manusianya kembali sempurna saat ia telah kembali ke dalam kamar.
__ADS_1
bersambung