Titisan Makhluk Malam

Titisan Makhluk Malam
274. Rasyid Lagi


__ADS_3

Dalam kesempatan itu Aruna juga menceritakan tentang manusia serigala lain yang baru saja ditemuinya yaitu dokter Sheina. Orion nampak mengerutkan keningnya karena berusaha mengingat nama itu.


" Kenapa Yah, apa Ayah pernah kenal sama dokter Sheina...?" tanya Aruna.


" Gapapa. Ayah cuma merasa pernah dengar nama itu...," sahut Orion santai.


" Apa Ayah mau ketemu sama dokter Sheina...?" tanya Aruna.


" Untuk apa...?" tanya Orion.


" Gapapa, hanya mau ngenalin Ayah aja sama dokter Sheina...," sahut Aruna sambil tersenyum simpul.


" Isi kepalamu ini terlalu mudah dibaca Nak. Tapi Kamu harus tau satu hal. Hingga detik ini hanya nama Ibumu yang terpatri di dalam hatiku. Belum tergantikan oleh siapa pun dan rasanya sulit untuk menggantikannya dengan nama lain...," kata Orion sambil mengacak rambut Aruna dengan sayang.


Aruna tertawa saat Orion mengetahui niatnya menjodohkan sang ayah dengan dokter Sheina. Kautsar pun ikut tersenyum melihat keakraban Aruna dan Orion. Sesaat kemudian Orion langsung melesat pergi usai mengatakan perasaannya itu.


" Lain kali Aku akan datang berkunjung lagi Anak-anak. Assalamualaikum...! " kata Orion sambil melesat cepat melalui jendela yang terbuka.


" Baik Ayah, hati-hati. Wa alaikumsalam...! " sahut Aruna lantang sambil melambaikan tangannya.


Kautsar nampak mengamati jendela karena merasakan hembusan angin yang kencang tadi.


" Kamu kenapa Sayang...?" tanya Aruna sambil menoleh kearah Kautsar.


" Aku merasa angin yang dibawa Ayah terlalu kuat Sayang. Apa Ayah datang bersama manusia serigala yang lain...?" tanya Kautsar.


" Iya. Ayah datang bersama empat pengawalnya tadi. Dan Ayah bilang Kamu bakal bisa merasakan kehadiran mereka nanti. Ternyata itu benar ya...," sahut Aruna antusias.


" Jadi tadi ada orang lain selain Ayah yang ngeliat Aku mencium Kamu dong Sayang...," kata Kautsar gusar hingga membuat Aruna tertawa.


" Iya, kenapa emangnya...? " tanya Aruna.


" Ck, itu memalukan. Masa hal pribadi kaya gitu bisa diliat banyak orang sih...," sahut Kautsar sambil berdecak sebal.


Aruna pun kembali tertawa melihat sikap Kautsar yang salah tingkah karena aksinya ditonton banyak orang tadi.


\=\=\=\=\=


Malam itu dokter Sheina baru saja pulang dari Rumah Sakit. Ada operasi dadakan yang harus ia lakukan pada pasiennya tadi.

__ADS_1


Rupanya sang pasien melahirkan tiga Minggu lebih cepat dari perkiraan awal. Hal itu dikarenakan sang pasien sempat terjatuh hingga menyebabkan bayi dalam rahimnya bergerak menuju jalan lahir.


Karena ibu sang bayi dalam keadaan pingsan,maka terpaksa dilakukan operasi Caesar untuk mengeluarkan sang bayi. Apalagi air ketuban juga sudah berkurang dan itu bisa membahayakan sang bayi.


" Huuff, lelah banget rasanya...," gumam dokter Sheina sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi sebelum ia mulai mengendarai mobilnya.


Saat itu lah dokter Sheina tak sengaja melihat bulan purnama penuh yang menggantung di langit malam. Dokter Sheina nampak menghela nafas berat karena sadar malam ini ia akan kembali berubah menjadi manusia serigala.


" Kenapa harus sekarang sih. Moodku lagi ga bagus dan Aku juga lagi capek banget. Aku khawatir bakal melukai seseorang nanti...," gumam dokter Sheina gusar lalu bergegas menstarter mobilnya.


Sesaat kemudian mobil dokter Sheina pun keluar dari parkiran Rumah Sakit.


Dokter Sheina melajukan kendaraannya dengan cepat karena jalan raya terasa lengang apalagi saat itu malam mulai larut. Namun rasa cemas yang mengiringi membuat dokter Sheina tak fokus mengendarai mobilnya hingga dia hampir menabrak motor yang terparkir di pinggir jalan. Ia menginjak pedal rem dan berhasil menghentikan mobilnya. Bersamaan dengan itu pemilik motor nampak datang dari samping untuk mengecek motornya yang nyaris tertabrak mobil sang dokter cantik.


Pria pemilik motor nampak menghela nafas lega saat mengetahui motornya dalam keadaan baik-baik saja. Ia menoleh kearah mobil dan terkejut saat mengenali sang pengendara mobil.


" Sheina. Kamu gapapa kan...?" tanya pemilik motor yang ternyata adalah Rasyid itu sambil menghampiri dokter Sheina yang masih duduk di balik kemudi.


" Rasyid ?. Kenapa parkir sembarangan sih, kalo ketabrak gimana...?" tanya dokter Sheina hingga membuat Rasyid tersenyum.


" Aku lagi tugas dokter Sheina. Lagi pula Aku parkir di luar badan jalan. Justru Kamu yang mengarahkan mobil melenceng dari jalur...," sahut Rasyid sambil menunjuk mobil dokter Sheina.


" Oh iya, kali Aku memang salah. Maaf ya. Pasti Aku ditilang deh...," kata dokter Sheina lirih.


" Gapapa. Karena ga membahayakan siapa pun Kamu boleh pergi...," sahut Rasyid.


Mendengar ucapan Rasyid dokter Sheina pun senang. Ia tersenyum lalu bersiap meninggalkan tempat itu.


" Biar Aku antar...," kata Rasyid sebelum dokter Sheina menutup kaca jendela mobilnya.


" Lagi...?" tanya dokter Sheina tak percaya.


" Iya. Kenapa emangnya...?" tanya Rasyid.


" Mmm..., gapapa. Tapi kan sekarang Kamu lagi tugas, beda sama tempo hari. Apa ga mengganggu ya...?" tanya dokter Sheina tak enak hati.


" Gapapa. Daerah tugas Kami juga bakal bergeser ke jalan yang Kamu lewati nanti. Jadi ga masalah kalo Aku pergi duluan sekalian ngawal Kamu pulang...," sahut Rasyid sambil berlalu.


Dokter Sheina nampak termangu sejenak. Ia mengangguk lalu kembali menstarter mobilnya saat Rasyid memberinya kode.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan dokter Sheina nampak gelisah. Keringat dingin membasahi sekujur tubuhnya saat ia mendengar lolongan serigala di kejauhan. Ia khawatir Rasyid melihat perubahan wujudnya. Sesuatu yang sangat ingin ia hindari, apalagi jika Rasyid harus menjadi korbannya.


Dokter Sheina sedikit lega saat Rasyid hanya mengantar hingga mobilnya masuk ke jalan penghubung. Penerangan jalan yang minim membuat jalan itu terlihat temaram dan itu menguntungkan dokter Sheina karena Rasyid tak bisa melihat jelas wujud aslinya yang mulai berubah itu.


Kemudian dokter Sheina menurunkan sedikit kaca mobil agar Rasyid bisa leluasa bicara.


" Maaf cuma sampe sini aja ya, ini udah lumayan dekat kan sama komplek perumahan Kamu...," kata Rasyid.


" Iya, makasih...," sahut dokter Sheina dengan suara bergetar hingga membuat Rasyid curiga.


" Kamu sakit Shei, kok suaramu kaya gitu...?" tanya Rasyid sambil mendekatkan wajahnya kearah kaca mobil.


" Aku gapapa kok, cuma kebelet pipis aja. Kalo gitu Aku pergi sekarang ya. Makasih sekali lagi...," sahut dokter Sheina sambil bergegas menutup kaca mobil lalu melajukan mobilnya perlahan meninggalkan tempat itu.


Rasyid nampak menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. Ia menatap mobil dokter Sheina yang menjauh dengan jantung yang berdetak cepat.


" Menarik. Sayangnya Aku belum punya kesempatan buat ngobrol banyak sama Kamu. Tapi Aku janji setelah ini bakal ngajak Kamu ketemuan dan Kita bisa ngobrol dari hati ke hati ya Shei...," gumam Rasyid sambil tersenyum.


Di dalam mobil dokter Sheina nampak bernafas lega karena berhasil menjauh dari Rasyid. Namun dokter Sheina pun tak kuasa menentang takdirnya. Sesuatu yang ingin dihindarinya justru datang menghampiri.


Tepat saat mobil melintas di atas jalan penghubung menuju ke rumahnya, saat itu lah dokter Sheina mengalami perubahan wujud. Ia menghentikan mobilnya dan membuat Rasyid mengerutkan keningnya karena mengira ada sesuatu yang terjadi pada sang dokter cantik.


Kemudian Rasyid bergegas menghampiri mobil dokter Sheina yang berhenti seratus meter dari tempatnya berdiri. Rasyid pun makin cemas saat melihat mobil sang dokter bergerak ke kanan dan ke kiri seakan ada sesuatu berkekuatan besar yang mengguncangnya.


" Sheina...!" panggil Rasyid sambil berlari cepat.


Dokter Sheina pun panik karena menyadari dirinya tak akan bisa keluar dari mobil tanpa terlihat oleh Rasyid. Saat itu wujud dokter Sheina telah berubah menjadi manusia serigala.


Di saat genting itu lah sebuah kekuatan besar menarik tubuh Sheina lalu membawanya melesat pergi dengan cepat. Rasyid yang melihat bayangan hitam melesat membawa sesuatu dari dalam mobil dokter Sheina pun berhenti berlari lalu meraih pistol yang berada di pinggangnya. Kemudian ia mengacungkan pistol kearah mobil dokter Sheina sambil memanggil nama sang dokter.


" Sheina !. Kamu dengar Aku kan Sheina ?. Sheina...!" panggil Rasyid dengan suara lantang.


Rasyid pun tiba di samping mobil dokter Sheina dan terkejut melihat dokter Sheina tak ada di balik kemudi. Ia bergegas membuka pintu mobil lalu mengecek ke dalam mobil, namun nihil. Ia tak menemukan dokter Sheina di sana dan itu membuatnya panik.


Rasyid mengedarkan pandangannya ke segala penjuru sambil berusaha mencari keberadaan dokter Sheina.


" Bayangan hitam itu, siapa dia ?. Apa itu yang membawa Sheina pergi...?" tanya Rasyid dalam hati sambil bersikap waspada.


Sementara bayangan hitam yang diduga membawa dokter Sheina pergi nampak melesat cepat entah kemana.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2