Titisan Makhluk Malam

Titisan Makhluk Malam
187. Waspada


__ADS_3

Aruna bergegas melangkah menuju divisi marketing untuk menjemput Ria. Namun saat tiba di ambang pintu Aruna melihat jika para karyawan divisi marketing sedang mendapat pengarahan dari seorang wanita yang diyakini Aruna sebagai manager pengganti Madina.


" Wah, lagi briefing nih. Oh itu ya Manager baru Divisi Marketing. Hmm..., modis juga. Keren...," gumam Aruna sambil mengamati sang manager yang berdiri membelakanginya.


Aruna memilih nenepi sambil bersandar di dinding. Kemudian ia meraih ponselnya karena mendengar ada pesan chat masuk ke ponselnya. Aruna tampak tersenyum saat membaca pesan sang suami.


" Jam makan siang, jangan lupa makan ya Sayang. Jangan lupa inget Aku juga. Love You...," begitu lah bunyi pesan yang dikirim Kautsar untuk Aruna.


Dengan lincah Aruna mengetik kalimat balasan untuk Kautsar.


" Makasih, Kamu juga jangan lupa makan ya. Aku inget terus sama Kamu kok. Love You too...,"


Membaca pesan yang ditulisnya untuk sang suami membuat Aruna tertawa. Tawa Aruna lenyap saat mendengar suara para karyawan di divisi marketing yang menggema di dalam ruangan.


" Baik Bu...," sahut para karyawan divisi marketing bersamaan.


Aruna menoleh saat mendengar para karyawan membubarkan diri. Satu per satu mereka melintas di depannya hingga tiba giliran Ria.


" Sorry ya Run, jadi telat deh ke kantinnya...," kata Ria.


" Gapapa, santai aja...," sahut Aruna.


" Ga bisa santai dong Run. Jam segini kantin penuh, udah pasti ga dapet tempat duduk juga. Ck, emang tuh Manager ga punya perasaan. Masa ngajak briefing pas makan siang. Ga tau ya kalo perut Kita pada teriak minta diisi...," kata Ria kesal.


" Iya, kok aneh sih. Masa briefing menjelang makan siang. Emang ga bisa kalo pagi aja...," kata Aruna.


" Tau tuh...," sahut Ria sambil menggedikkan bahunya.


Ria dan Aruna bergegas melangkah menuju kantin. Belum jauh melangkah, sebuah suara memanggil Aruna hingga membuatnya terkejut bukan kepalang.


" Aruna, itu Lo kan...?!" panggil Kalisha.


Aruna menoleh dan mematung di tempat melihat Kalisha yang berjalan cepat kearahnya. Di samping Aruna terlihat Ria yang menatap tak percaya jika Aruna mengenal Kalisha sang manager.


" Kalisha...?" panggil Aruna.


" Iya, ini Gue. Apa kabar Run...?" tanya Kalisha sambil menjabat tangan Aruna dan memeluknya erat.


" Alhamdulillah baik. Lo di sini...?" tanya Aruna.

__ADS_1


" Oh iya. Gue sekarang kerja di sini. Jadi Manager Marketing Run. Hebat kan...," sahut Kalisha dengan wajah berbinar.


" Wah hebat, salut Gue sama Lo...," kata Aruna.


" Lo juga kerja di sini Run...?" tanya Kalisha sambil menatap out fit yang dikenakan Aruna.


" Iya...," sahut Aruna cepat.


" Divisi apa...?" tanya Kalisha.


" Gue magang jadi sekretaris di perusahaan ini Kal...," sahut Aruna sambil tersenyum.


" Oh ya. Wah ga nyangka Lo yang cuek bisa jadi sekretaris Run...," kata Kalisha sambil tertawa.


Aruna ikut tertawa sambil melirik Ria yang kini menampakkan wajah tak suka.


" Seneng ketemu Lo Kal. Tapi Gue mau ke kantin dulu sama Ria. Lo kenal Ria juga kan...?" tanya Aruna.


" Kenal dong. Ria ini kan karyawan magang juga di sini Run. Jadi Kalian dari kampus yang sama ya...?" tanya Kalisha sambil melirik kearah Ria.


" Iya...," sahut Aruna.


" Wah, ga nyangka bisa ketemu sama Lo lagi di situasi yang jauh berbeda ya Run. Sayangnya Ria udah ga sabar mau ke kantin, jadi obrolan Kita terpaksa putus di sini deh...," sindir Kalisha sambil melirik kearah Ria.


" Ok, silakan Kalian lanjut, lain waktu Kita ngobrol lagi ya Run...," kata Kalisha sambil tersenyum.


" Insya Allah, Gue jalan dulu ya Kal...," pamit Aruna sambil menggamit lengan Ria dan bergegas melangkah meninggalkan Kalisha.


Ria nampak menghela nafas lega karena bisa lepas dari Kalisha. Keduanya membisu dan tak bicara apa pun hingga mereka tiba di kantin.


Mereka memang harus menunggu sejenak untuk duduk karena bergantian dengan para karyawan lain.


" Gue udah ketar ketir aja tadi...," kata Ria membuka percakapan setelah lama berdiam diri.


" Ketar ketir kenapa...?" tanya Aruna.


" Kirain Gue Lo bakal ngajak dia makan siang bareng Kita Run...," sahut Ria.


" Mungkin iya andai dia bukan orang yang bikin Lo ga nyaman...," kata Aruna.

__ADS_1


" Makasih ya Lo masih mikirin perasaan Gue...," kata Ria sambil memeluk Aruna.


" Sama-sama Ria...," sahut Aruna sambil tersenyum manis.


Kemudian Aruna dan Ria duduk di salah satu tempat yang baru saja kosong.


" Kalian temenan juga, udah lama...?" tanya Ria sambil mulai menyantap makanan yang ia pesan.


" Kalisha itu temen sekelas Gue waktu di SMA Ri. Kita ga deket-deket amat sih. Cuma beberapa kali sempet kerja kelompok bareng aja. Dulu dia benci banget sama Gue, tapi setelah saling kenal dia sadar kalo dia ga punya alasan untuk membenci Gue. Dan sejak saat itu Gue sama dia berteman deh...," kata Aruna.


" Oh gitu. Apa dia kenal juga sama Kautsar yang bintang sekolahan itu...?" tanya Ria sambil menatap Aruna.


" Pasti kenal. Kautsar itu ngetop banget dulu. Kayanya cuma Gue yang ga tau kalo dia itu bintang di sekolahan...," sahut Aruna sambil tersenyum malu-malu.


" Ck, itu kan salah Lo sendiri yang ga mau gaul sama yang lain dan nyari info tentang sekolahan yang bakal Lo masukin...," kata Ria sambil berdecak sebal.


Aruna pun tertawa mengingat kebodohannya dulu. Ria pun ikut tertawa membayangkan saat Aruna pertama kali bertemu Kautsar hingga kini keduanya menikah.


" Eh, apa Kalisha itu tau kalo Kautsar nikah sama Lo Run...?" tanya Ria.


" Mmm..., kayanya belum deh...," sahut Aruna.


" Kok belum. Emang Lo ga ngundang dia waktu acara resepsi tempo hari...?" tanya Ria.


" Sengaja ga ngundang banyak orang Ri. Males ngejelasin sama mereka alasan kenapa Gue nikah muda...," sahut Ria sambil menggedikkan bahunya.


" Kalo Kalisha ga tau, itu artinya dia bisa aja naksir dan malah ngejar Kautsar lho Run. Apalagi sekarang kan Kautsar keren...," kata Ria mencoba memprovokasi.


" Ga usah mancing emosi Gue Ri. Lagian dari dulu Gue tau persis, bukan cuma Kalisha yang suka sama Kautsar. Jadi Gue udah kebal...," sahut Aruna.


" Iya sih. Tapi situasinya kan sekarang beda. Dulu Lo bisa cuek karena Kautsar bukan siapa-siapa Lo. Tapi sekarang kan Kautsar Suami Lo. Apa Lo masih bakal diem aja kalo ngeliat perempuan lain deket-deket dan mencoba ngerayu Kautsar...," kata Ria sambil menatap Aruna tajam.


Aruna tersentak lalu balik menatap Ria. Ia mulai memikirkan ucapan Ria yang memang layak untuk didengar.


Aruna tampak mengeratkan genggaman tangannya pada sendok yang sedang digunakan seolah menyalurkan rasa khawatirnya. Ria tersenyum lalu menepuk lengan Aruna dengan lembut.


" Gue yakin Kautsar setia. Tapi ga ada salahnya Lo berjaga-jaga kan Run. Apalagi feeling Gue bilang Kalisha bukan orang yang baik sekarang. Dia bisa menghalalkan cara apa pun untuk mendapatkan keinginannya. Dan Gue ngerti sekarang kenapa sejak awal Gue ga suka ngeliat dia...," kata Ria setengah berbisik.


" Iya Ri. Makasih udah ngingetin Gue. Jujur Gue juga ga nyaman ngeliat Kalisha sekarang. Ke depannya Gue bakal lebih hati-hati saat ketemu dia...," sahut Aruna.

__ADS_1


Ria pun tersenyum sambil menghela nafas lega karena berhasil mengingatkan Aruna.


\=\=\=\=\=


__ADS_2