Titisan Makhluk Malam

Titisan Makhluk Malam
223. Ditipu Hantu ?


__ADS_3

Bagaimana tidak. Kautsar dipaksa berhenti karena laju motornya terhalang oleh kerumunan ibu-ibu yang memadati jalan.


Seperti biasa jalan itu memang selalu dipadati ibu-ibu yang melaksanakan senam bersama tiap akhir pekan.


Namun ada yang berbeda kali ini. Ibu-ibu itu berkerumun bukan untuk melakukan senam bersama melainkan sedang mengerubungi seorang pria yang merupakan pedagang kue keliling.


Warga yang kebetulan melintas pun ikut berhenti karena merasa tertarik dengan kerumunan itu hingga membuat jalanan macet parah.


" Maaf, ada apa ya Bu...?" tanya Kautsar saat laju motornya terhenti.


" Ada orang pingsan Mas...," sahut seorang wanita.


" Kalo pingsan ya dibawa ke klinik dong Bu, kok malah didiemin aja...," kata pengendara lain.


" Gimana cara bawanya Mas. Wong dia pegangan sama sepedanya kuat banget. Sampe Kita bingung mau nolonginnya gimana. Kayanya dia khawatir sepedanya atau dagangannya diambil orang deh...," sahut wanita itu.


Ucapan wanita itu membuat Kautsar dan Aruna makin bingung. Beruntung seorang wanita yang mengenakan baju olah raga menjelaskan apa yang terjadi hingga Aruna dan Kautsar mulai mengerti.


" Kasian Mas. Pedagang kue itu baru aja ditipu hantu...," kata salah seorang wanita yang mengenakan seragam olah raga.


" Ditipu hantu gimana maksudnya Bu...?" tanya Kautsar tak mengerti.


" Ceritanya dia lagi jualan kue pake sepeda. Mendadak ada yang manggil dari rumahnya Pak Suryo. Pesen kue banyak banget Mas. Katanya sih ada cewek yang nerima kue itu terus masuk ke dalam buat ngambil uang. Tapi kok ditunggu-tunggu sampe lama ga balik-balik. Pas disamperin eh ga taunya ga ada siapa-siapa. Si tukang kue itu terus berdiri di halaman sambil celingak-celinguk nyariin yang mesen kue tapi kok ga keluar-keluar juga. Pas ditepuk sama Pak Suryo dia baru sadar...," kata wanita berseragam olah raga itu.


" Emang kejadiannya jam berapa Bu...?" tanya Aruna.


" Kejadiannya sih semalam Mbak. Kasian tukang kuenya, pas sadar malah udah pagi. Kue raib uang pun melayang...," sahut wanita itu dengan kenesnya.


" Rupanya dia berdiri udah semalaman di halaman rumah kostnya Pak Suryo itu Mbak. Nah pas ditegur Pak Suryo tadi dia baru sadar kalo sekarang udah pagi. Makanya abis nanya sekarang jam berapa dia buru-buru pergi. Tapi ga jauh dari rumah kostnya Pak Suryo dia malah pingsan dan sampe sekarang belum siuman...," kata wanita lain sambil mengipasi tubuhnya yang basah dengan keringat dengan handuk kecil yang dibawanya.


" Ya Allah kasian banget ya...," kata beberapa pengguna jalan saling bersahutan.


Kautsar dan Aruna pun saling menatap seolah mengerti apa yang terjadi.


" Gimana Sayang, mau liat dulu ga...?" tanya Kautsar.


" Iya deh, kasian dia...," sahut Aruna hingga membuat Kautsar tersenyum.

__ADS_1


Kemudian Kautsar menepikan motornya lalu menyusul Aruna yang lebih dulu menghampiri sang penjual kue. Bersamaan dengan Aruna terlihat seorang wanita yang tampaknya berprofesi sebagai dokter juga terlihat menghampiri kerumunan warga.


Semua orang menepi saat Aruna dan sang dokter mendekati pedagang kue yang kemudian diketahui bernama Tomi itu.


Sang dokter mulai mengecek kondisi Tomi dengan peralatan medis yang dibawanya. Sedangkan Aruna menyentuh sedikit ibu jari kaki Tomi sambil berdzikir. Saat itu lah Aruna melihat wanita yang ia yakini sebagai Adelia menampakkan diri tepat di depan wajahnya.


Aruna nampak menghela nafas panjang lalu mulai berkomunikasi dengan arwah Adelia.


" Pergi lah, jangan mengganggunya. Kasian dia hanya pedagang kecil yang sedang berusaha menafkahi keluarganya...," kata Aruna.


" Aku sengaja mengganggunya karena tak ada yang peduli padaku dan penderitaan yang Aku alami...," sahut arwah Adelia ketus.


" Kamu salah sasaran. Bukan kah itu yang harus Kamu tanggung sebagai akibat dari perbuatanmu yang tega mengakhiri hidup...?" tanya Aruna.


" Maksudmu Aku bunuh diri...?" tanya arwah Adelia.


" Iya. Itu yang dibilang orang tentang Kamu...," sahut Aruna cepat.


" Aku ga bunuh diri tapi Aku dibunuh Aruna !. Percaya lah padaku. Saat ini orang yang membunuhku masih bebas berkeliaran di luar sana. Aku sudah memaafkannya dan hanya ingin bisa kembali dengan tenang. Tapi hujatan orang-orang yang tak mengerti apa yang terjadi membuatku sakit hati...!" sahut arwah Adelia gusar.


" Siapa yang telah membunuhmu Adelia...?" tanya Aruna setelah berhasil mengatur nafasnya.


Warga yang berkerumun pun langsung mengucap hamdalah bersamaan. Mereka senang karena akhirnya Tomi kembali siuman setelah pingsan cukup lama.


Tomi pun diantar dengan mobil pick up milik sang dokter. Sepedanya diletakkan di belakang sedangkan Tomi duduk di samping supir.


" Terus ntar dokter gimana...?" tanya Tomi tak enak hati.


" Tempat praktek Saya udah deket kok. Saya bisa jalan kaki ke sana nanti. Sekarang biar keponakan Saya nganterin Mas Tomi pulang ke rumah ya...," kata sang dokter.


" Kalo gitu makasih ya dok. Makasih juga Bapak-bapak dan Ibu-ibu atas bantuannya...," kata Tomi sambil menangkupkan kedua telapak tangannya.


" Sama-sama Mas Tomi...," sahut semua orang bersamaan.


Tomi pun masuk ke dalam mobil dan kerumunan warga pun bubar satu per satu.


" Gimana Sayang...?" tanya Kautsar.

__ADS_1


" Dia diganggu sama arwah Adelia yang penasaran. Adelia bilang sengaja mengganggu pedagang kue itu untuk mencari perhatian. Ternyata dugaan orang kalo dia itu bunuh diri salah besar Sayang. Yang sebenernya terjadi dia itu dibunuh. Sayangnya belum sempat bilang siapa yang membunuhnya Adelia keburu pergi...," sahut Aruna panjang lebar.


" Terus gimana dong...?" tanya Kautsar.


" Gapapa. Kita lanjutin aja rencana ke bengkelnya. Ntar balik dari sana baru Kita cari cara untuk membantu arwah Adelia...," sahut Aruna.


" Gitu ya. Ok deh, Aku nurut aja sama Istriku yang cantik ini...," kata Kautsar sambil mengedipkan sebelah matanya hingga membuat Aruna tertawa kecil.


Kemudian Kautsar pun melajukan motornya menuju bengkel yang ia maksud.


\=\=\=\=\=


Aruna sedang menyeduh susu khusus ibu hamil saat bayangan Adelia melintas di luar jendela dapur. Semula Aruna ingin mengabaikan bayangan itu namun ia ingat janjinya untuk membantu Adelia tadi.


Aruna membawa gelas berisi susu itu ke meja makan lalu menemui Kautsar yang sedang mengerjakan tugas kantornya di ruang kerja.


" Sayang...," panggil Aruna.


" Hmmm...," sahut Kautsar sambil tetap fokus pada layar lap topnya.


Aruna pun mendekati Kautsar lalu berdiri di hadapannya.


" Ada apa Sayang...?" tanya Kautsar.


" Ayo Kita selesaikan masalah Adelia malam ini juga. Aku ga bisa tenang kalo ngebiarin masalah ini berlarut-larut...," sahut Aruna.


" Terus Kamu mau ngelakuin apa sekarang...?" tanya Kautsar sambil menghampiri sang istri.


" Kita ikutin aja arwah Adelia. Dia yang bakal nunjukin sama Kita apa yang dia inginkan...," sahut Aruna.


" Emang kondisi Kamu baik-baik aja kalo dipake buat mengintai malam-malam begini...?" tanya Kautsar.


" Kamu tenang aja. Bayi Kita ini kuat kok...," sahut Aruna sambil tersenyum bangga.


" Ok, Kita berangkat sekarang yuk...," ajak Kautsar yang diangguki Aruna.


Kemudian keduanya bergegas keluar dari rumah untuk menuju rumah kost milik Suryo.

__ADS_1


\=\=\=\=\=


__ADS_2