Titisan Makhluk Malam

Titisan Makhluk Malam
117. Ketempelan Dimana ?


__ADS_3

Setelah mengunci pintu rumah, Reyhan pun bergegas memasang CCTV di sudut ruangan yang menurutnya strategis.


Ada tiga kamera CCTV yang dipasang Reyhan. Satu di sam ping televisi, yang diselipkan pada tumpukan buku dan alat tulis. Satu di dekat jam dinding. Dan satu lagi di kamar tidurnya.


Reyhan merasa perlu memasang kamera CCTV di kamar pribadinya itu karena selalu mencium aroma yang aneh setiap ia memasuki kamarnya setelah pulang bekerja.


Setelah memastikan tiga kamera CCTV itu terkoneksi dengan ponselnya, Reyhan pun nampak menghela nafas lega.


" Semoga ga ada hal buruk yang terjadi...," gumam Reyhan.


Kemudian Reyhan duduk di depan televisi untuk menonton siaran ulang pertandingan bola kesebelasan favoritnya.


Tak lama kemudian terdengar pintu diketuk dari luar. Reyhan yang sedang fokus menonton pun hanya melirik ke pintu tanpa berniat membukanya sama sekali.


Ketukan di pintu kembali terdengar dan itu membuat Reyhan sedikit kesal.


" Masuk aja sih Mond, ga dikunci kok...!" kata Reyhan dengan pandangan yang tak bergeser dari layar kaca di depannya.


Namun lagi-lagi ketukan di pintu kembali terdengar dan memaksa Reyhan untuk membuka pintu.


" Gue kan udah bilang kalo pintunya ga dikunci. Kok masih ngetuk pintu aja, ganggu tau...!" kata Reyhan sambil membuka pintu.


Reyhan mematung karena tak mendapati siapa pun di balik pintu. Bersamaan dengan itu hembusan angin dingin masuk dan menerpa tubuhnya hingga membuat Reyhan mengedipkan mata.


" Eh, kok ga ada siapa-siapa. Padahal kan jelas banget kalo tadi ada suara pintu diketuk. Atau jangan-jangan tetangga yang kedatangan tamu...," gumam Reyhan lalu keluar dari rumah sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.


Di luar rumah terlihat sepi. Semua pintu rumah kontrakan di kanan dan kiri rumah Reyhan pun dalam keadaan sepi karena sebagian penghuninya belum pulang dari kantor.


" Aneh. Kok sepi banget, kaya di kuburan aja...," gumam Reyhan lalu bergegas masuk ke dalam rumahnya.


Reyhan kembali menutup pintu dan menguncinya. Kemudian ia melangkah kearah meja makan untuk mengambil minum.


Tak lama kemudian pintu kembali diketuk dan ada suara Reymond yang memanggil namanya hingga membuat Reyhan menoleh ke pintu.


" Rey, buka pintunya !. Pesenan Lo udah Gue beli nih...!" kata Reymond lantang.


Reyhan tak menjawab dan memilih mendatangi pintu. Perlahan ia membuka pintu dan melihat Reymond tengah berdiri di balik pintu.


" Assalamualaikum. Lama banget sih Rey. Lagian kenapa pintu pake dikunci segala kaya anak cewek aja Lo...," kata Reymond namun diabaikan oleh Reyhan.


Saat itu Reyhan tengah mengamati Aldi yang berjalan tanpa ekspresi di belakang Reymond.


Namun saat Aldi melirik kearahnya, Reyhan pun segera mengalihkan tatapannya kearah lain.


" Gue beli martabak ya. Lumayan buat cemilan kalo malam...," kata Reymond sambil memperlihatkan struk belanja kepada Reyhan.


" Insya Allah besok Gue ganti ya. Thanks...," kata Reyhan sambil meraih bungkusan berisi pakaian dalam pria pesanannya tadi.

__ADS_1


" Siippp...," kata Reymond lalu meraih piring dan meletakkan martabak yang dibelinya ke atas piring.


Reyhan pun segera masuk ke dalam kamar untuk mengenakan pakaian dalam. Ia sengaja langsung memakainya karena tak ingin Reymond mencurigainya. Setelah mengenakan pakaian dalam yang dibeli Reymond, Reyhan pun keluar dari kamarnya.


" Lo pake sekarang...?" tanya Reymond.


" Iya lah. Ga percaya ?, nih liat...!" sahut Reyhan sambil mengangkat sarungnya tinggi-tinggi.


" Ck, ga usah gitu juga lah Rey...!" kata Reymond lantang sambil melempar garpu yang dipegangnya kearah Reyhan.


Reyhan pun tertawa sedangkan Reymond nampak menekuk wajahnya. Aldi yang menyaksikan interaksi kedua sepupu itu hanya menatap datar keduanya secara bergantian.


" Dasar manusia aneh...," gerutu Reyhan lalu masuk ke dalam kamarnya.


\=\=\=\=\=


Keesokan harinya di kantor.


Jam menunjukkan pukul delapan pagi, pertanda pekerjaan baru saja dimulai. Tiba-tiba Reyhan mendatangi meja Kautsar untuk memperlihatkan rekaman CCTV melalui ponselnya.


" Tsar, liat Tsar...!" kata Reyhan hingga mengejutkan Kautsar.


" Ya Allah, apaan sih Rey. Ngagetin aja...," sahut Kautsar sambil menoleh kearah Reyhan.


" Liat nih. Ini gambar di rumah Gue sekarang...," sahut Reyhan.


" Oh iya. Itu siapa...?" tanya Kautsar.


" Kok gitu ya...," kata Kautsar.


" Apanya...?" tanya Reyhan.


" Penampilan si Aldi kok gitu...?" tanya Kautsar lagi.


" Gitu gimana sih maksud Lo...?" tanya Reyhan tak mengerti.


" Kayanya ada yang aneh, tapi Gue ga ngerti anehnya dimana. Perasaan Gue bilang kalo si Aldi itu...," ucapan Kautsar terputus saat namanya dipanggil sang atasan.


Mendengar suara sang atasan membuat Reyhan terkejut lalu bergegas kembali ke mejanya.


Saat jam istirahat Reyhan kembali membuka ponselnya dan mengamati pergerakan Aldi di rumah. Tak ada yang khusus di sana. Aldi hanya terlihat berjalan mondar-mandir hingga membuat Reyhan bosan mengamatinya.


Kautsar menepuk pundak Reyhan bermaksud mengajaknya sholat Dzuhur dan makan siang.


" Keluar yuk Rey...," ajak Kautsar.


" Sebentar lagi deh Tsar. Gue masih penasaran nih sama si Aldi...," sahut Reyhan sambil terus menatap layar ponselnya.

__ADS_1


" Kita sholat dulu, abis itu Lo bisa lanjut liat lagi. Percaya deh sama Gue, ga bakal ada apa-apa biar Lo pelototin sampe pecah tuh HP...," kata Kautsar.


" Bener juga Lo. Ya udah Kita sholat dulu deh...," sahut Reyhan lalu memasukkan ponselnya ke dalam saku bajunya.


\=\=\=\=\=


Saat sore hari di kantor. Sambil menunggu hujan reda, Reyhan kembali membuka ponselnya.


Matanya membelalak saat melihat apa yang dilakukan Aldi di rumahnya. Bukan sesuatu yang mengerikan, tapi justru membingungkan.


Bagaimana tidak. Saat itu Aldi terlihat berdiri mematung di tengah ruangan sambil menatap ke satu titik. Tak menoleh, atau pun sekedar menepuk nyamuk yang hinggap di lengannya. Wajah Aldi terlihat tanpa ekspresi dan itu membuat Reyhan sedikit takut.


" Kenapa Rey...?" tanya Kautsar sambil mengenakan jaketnya.


" Liat Tsar. Menurut Lo ini aneh ga sih...?" tanya Reyhan sambil menunjuk Aldi di layar ponselnya.


Kautsar memperhatikan Aldi sejenak lalu menggelengkan kepalanya.


" Ini sih fix ada yang ga beres sama si Aldi Rey...," kata Kautsar.


" Tuuhh kaan. Tapi apanya yang aneh ya Tsar...?" tanya Reyhan bingung.


" Ya sikapnya lah, apalagi emangnya...," sahut Kautsar.


" Iya sih...," sahut Reyhan.


" Dari kapan Aldi berdiri kaya gitu...?" tanya Kautsar.


" Sejak Gue buka HP, sekitar setengah jam lah...," sahut Reyhan cepat.


" Coba liat matanya. Aneh kan. Kosong dan ga bercahaya. Kaya ga ada kehidupan di sana...," kata Kautsar.


" Jangan-jangan Aldi ketempelan makhluk halus ya Tsar...," tebak Reyhan.


" Bisa jadi Rey...," sahut Kautsar.


" Tapi ketempelan dimana dong...?" tanya Reyhan.


" Ya mana Gue tau. Coba Lo tanya sama si Reymond. Kemarin sebelum ketemuan sama Lo, mereka mampir ke suatu tempat ga. Nah siapa tau dari tempat itu si Aldi diikutin...," sahut Kautsar.


" Masuk akal sih. Ya udah Gue telephon aja si Reymond..., " kata Reyhan sambil mulai mendial nomor ponsel Reymond.


" Jangan lewat telephon. Lo bisa tanya langsung ntar. Berdua aja sama Reymond biar makhluk halus yang ngikutin Aldi ga tau. Kalo Lo telephon, justru bahaya. Ntar kalo Aldi atau makhluk itu denger, bisa-bisa malah Reymond yang dilukai...," kata Kautsar serius.


" Oh iya. Kalo gitu Gue harus balik sekarang Tsar. Gue khawatir sama Reymond...," kata Reyhan sambil bergegas berlari keluar menuju parkiran tanpa menghiraukan hujan yang membasahi tubuhnya.


" Semoga Allah melindungi Lo dan sepupu Lo itu Rey. Aamiin...," gumam Kautsar sambil mengusap wajahnya.

__ADS_1


Setelah mengaminkan doanya, Kautsar pun melangkah menuju parkiran. Beruntung saat itu ia mengenakan jaket anti air hingga tak perlu khawatir kehujanan nanti.


bersambung


__ADS_2