
Jika Raka berhasil melukai manusia serigala jelmaan suster Ina, Rasyid justru masih sibuk mengamati pergerakan manusia serigala lainnya.
Awalnya Rasyid dibuat terkejut saat melihat wujud asli makhluk hitam berbulu itu. Cahaya bulan yang mengenai tubuh makhluk hitam berbulu itu cukup membantu Rasyid melihat wajah makhluk itu dengan jelas karena sebelumnya Rasyid hanya bisa menatapnya sekilas.
Dari tempat persembunyiannya Rasyid bisa melihat wajah makhluk berbulu itu mirip seperti serigala lengkap dengan taring dan telinganya yang mencuat ke atas. Tubuh makhluk hitam itu dipenuhi bulu berwarna hitam dengan tangan dan kaki yang juga dilengkapi cakar. Rasyid bergidik membayangkan makhluk berbulu itu mengoyak mangsanya seperti yang pernah ia lihat dulu.
Setelah melesat cepat tadi, makhluk itu berhenti di bagian belakang Rumah Sakit. Rasyid terus mengikuti langkah manusia serigala yang nampaknya sedang tak sehat itu, keluar melalui pintu belakang Rumah Sakit. Rupanya makhluk hitam berbulu itu menuju kebun apel milik warga yang terbentang luas di belakang Rumah Sakit.
Manusia serigala itu terlihat kepayahan saat berjalan seperti sedang menahan sakit. Kemudian manusia serigala itu berhenti melangkah sambil menoleh ke kanan dan ke kiri. Rasyid yang mengikuti pun ikut berhenti sambil menunggu apa yang akan dilakukan oleh manusia serigala itu.
Tiba-tiba Rasyid dikejutkan dengan suara jeritan seorang pria. Nampaknya pria itu sedang memetik apel di salah satu pohon. Melihat gelagatnya bisa ditebak jika pria itu adalah pencuri yang tengah beraksi mencuri apel. Sebab mustahil rasanya memanen apel saat malam hari dan tanpa pencahayaan sama sekali.
Pria itu menjerit karena terkejut melihat kehadiran manusia serigala yang berdiri tak jauh dari pohon tempatnya berada. Pria itu mengira jika manusia serigala di hadapannya adalah hantu hingga dia melemparkan gunting besi yang digenggamnya kearah manusia serigala itu.
Karena terkena lemparan gunting besi manusia serigala itu marah dan mengaum keras. Pria itu semakin ketakutan dan pegangannya pada dahan pohon apel pun terlepas. Pria itu pun meluncur jatuh ke tanah setelah beberapa kali membentur dahan pohon hingga kulit tangan dan kakinya lecet dan berdarah.
Melihat pria itu berdarah, hasrat membunuh dalam diri manusia serigala itu pun bangkit. Ia bergerak menghampiri dan menunggu di bawah pohon untuk menangkap tubuh pria yang tengah meluncur menuju ke bawah.
Dari tempatnya berdiri Rasyid terkejut. Ia mengira jika manusia serigala itu akan memangsa si pria malang itu. Rasyid segera meraih pistol dari pinggangnya lalu membidik manusia serigala itu hingga tepat mengenai pundak sebelah kanan.
Manusia serigala itu mengaum keras saat rasa panas dan perih menyapa tubuhnya. Ia menoleh kearah kanannya dan terkejut melihat pundaknya terluka dan mengeluarkan darah. Kemudian ia melihat seorang pria berdiri tak jauh dari tempatnya berdiri dan tengah mengacungkan pistol kearahnya.
Manusia serigala itu membalikkan tubuhnya agar bisa menatap pria itu. Tampak keterkejutan di wajah manusia serigala itu saat mengenali pria yang tengah mengacungkan pistol padanya.
Rasyid melihat kedua mata manusia serigala itu tampak basah seolah sedang menangis. Dan itu membuat Rasyid mengerutkan keningnya karena bingung. Rasyid mematung sejenak karena terpana dengan pemandangan aneh di hadapannya itu. Dan di detik berikutnya Rasyid memberanikan diri untuk maju mendekati manusia serigala itu.
__ADS_1
Manusia serigala itu terlihat gusar. Namun tiba-tiba ia mendengus marah sambil menoleh ke belakang. Ternyata pria yang diduga pencuri apel tadi berhasil melukai punggung manusia serigala itu dengan pisau yang dibawanya. Pria itu terkejut saat manusia serigala menoleh kearahnya lalu refleks melepaskan pisau yang digenggamnya dan meninggalkan pisau itu di punggung manusia serigala itu.
Manusia serigala mengaum marah lalu berbalik dan bersiap menyerang pria pencuri apel itu. Rasyid pun bergerak maju dan bersiap menembakkan pistolnya lagi. Namun gerakan Rasyid terhenti karena George menghadangnya.
" Hentikan Rasyid...!" kata George lantang.
" Awas George, jangan berdiri di situ...!" kata Rasyid tak kalah lantang sambil berusaha menarik tangan George agar menyingkir dari hadapannya.
" Aku bilang hentikan Rasyid. Sekarang...!" kata George gusar.
" Maaf George. Di depan sana ada seseorang yang tengah berada dalam bahaya. Aku ga bisa diem aja tanpa melakukan sesuatu. Apalagi Aku jelas melihat jika monster itu berniat menyakiti orang itu...," sahut Rasyid cepat.
Di depan sana terdengar jeritan yang membuat Rasyid terkejut. Rupanya manusia serigala itu telah berhasil melukai pria pencuri apel itu. Pria itu tampak memegangi lehernya yang terluka sedangkan manusia serigala di hadapannya sedang membungkuk sambil mengendus aroma darah yang pekat.
Rasyid membulatkan kedua matanya lalu bersiap menarik pelatuk dan mengarahkan pistol itu kearah manusia serigala yang tengah membungkuk itu.
" Jangan lakukan itu atau Kamu akan menyesal selamanya Rasyid...," kata George sambil menatap Rasyid lekat.
Rasyid menghentikan aksinya lalu mengerutkan keningnya karena tak mengerti dengan ucapan George. Kemudian ia balas menatap George dengan tatapan bingung.
" Apa maksudmu George...?" tanya Rasyid.
" Monster itu adalah manusia serigala jelmaan Istrimu, Sheina...," sahut George dengan suara tercekat.
Rasyid terkejut bukan kepalang. Mulutnya terbuka lebar karena tak menyangka akan mendengar hal mengejutkan tadi.
__ADS_1
" Di... a, Dia istriku...?" tanya Rasyid tak percaya.
" Iya Rasyid. Manusia serigala di hadapanmu itu jelmaan Sheina, Istrimu...," sahut George mantap.
Rasyid nampak shock mendengar ucapan George. Tatapan matanya kini teralih kearah manusia serigala dan pencuri itu.
Dari tempatnya berdiri Rasyid bisa melihat manusia serigala yang kata George adalah jelmaan Sheina nampak mengangkat tangannya pertanda ia siap mencabik tubuh pencuri itu.
Insting polisi dalam tubuh Rasyid membawanya bergerak cepat menghampiri manusia serigala itu dan mengabaikan George. Kemudian Rasyid menendang manusia serigala dengan kuat hingga makhluk itu jatuh tersungkur di tanah. Setelahnya Rasyid menyuruh pencuri itu menjauh dari manusia serigala di hadapannya itu. Pencuri itu pun bangkit sambil memegangi lehernya lalu lari menyelamatkan diri.
George nampak kesal karena Rasyid mengabaikan peringatannya. Namun ia juga tak bisa membiarkan Rasyid menyakiti Sheina. George bergegas menghampiri Sheina, tepat di saat bersamaan Matilda datang dan langsung memeluk manusia serigala yang tengah tertelungkup di tanah itu.
Rasyid terkejut melihat Matilda memeluk erat manusia serigala itu tanpa khawatir dilukai. Untuk sesaat Rasyid mematung bingung. Ia mencoba mencerna ucapan George tadi dan kembali terkejut saat mendengar ucapan Matilda.
" Sheina, Kamu baik-baik aja kan Shei...," kata Matilda dengan suara bergetar.
Manusia serigala jelmaan Sheina tampak diam dalam posisi masih tertelungkup dengan mata terpejam. Rupanya luka tembak di pundak kanannya dan luka akibat tusukan pisau di punggungnya membuat manusia serigala itu kritis. Apalagi pisau milik pencuri apel itu masih menancap di punggungnya.
Tiba-tiba Rasyid merasa lututnya bergetar. Dunianya serasa runtuh saat menyaksikan manusia serigala di hadapannya itu perlahan berubah menjadi manusia yang ia kenali sebagai Sheina, istri yang sangat ia cintai.
" Sheina...," panggil Rasyid lirih lalu jatuh bersimpuh.
Rasyid nampak menggelengkan kepalanya karena sulit menerima kenyataan jika manusia serigala yang diburunya adalah jelmaan istrinya. Apalagi ia telah melukai manusia serigala itu dengan pistolnya tadi.
Sementara itu Matilda dan George sedang berupaya membantu Sheina agar bisa segera siuman.
__ADS_1
\=\=\=\=\=