
Ria nampak mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan Kalisha. Kenzo pun ikut mengedarkan pandangannya meski tak tahu untuk apa.
" Kamu cari apa sih...?" tanya Kenzo.
" Kalisha...," sahut Ria sambil berbisik.
" Kenapa nyariin dia, bukannya Kamu ga suka sama dia...?" tanya Kenzo tak mengerti.
" Iya. Aku cuma penasaran mau liat ekspresi wajahnya pas tau kalo Kautsar dan Aruna itu Suami Istri...," sahut Ria sambil tersenyum usil.
" Dia udah pergi daritadi. Aku harap setelah tau Kautsar dan Aruna pasangan sah secara hukum agama dan negara, dia ga lagi punya niat mengganggu hubungan mereka...," kata Kenzo yang memang tak suka melihat cara Kalisha menatap Kautsar tadi.
" Aamiin...," sahut Ria sambil mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
" Siapa yang mau mengganggu siapa Ken...?" tanya Aruna tiba-tiba hingga mengejutkan Kenzo dan Ria.
" Eh, bukan siapa-siapa Run...," sahut Kenzo cepat tapi itu justru membuat Aruna curiga.
" Lo ga pinter bohong Ken...," kata Aruna.
" Ck, iya deh Gue nyerah. Gue lagi ngomongin Kalisha, Managernya Ria yang katanya super cantik itu...," sahut Kenzo.
" Lo ketemu Kalisha ?, dimana...?" tanya Aruna sambil menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari keberadaan Kalisha.
" Bukan cuma Kenzo, tapi Gue sama Kautsar juga ketemu Run...," sela Ria menambahkan.
" Oh ya. Kamu juga ketemu lagi sama Kalisha Tsar...?" tanya Aruna untuk memastikan.
" Iya...," sahut Kautsar dengan enggan.
" Kok gitu ekspresinya. Emangnya Kalisha ngomong apaan sama Kamu...?" tanya Aruna penasaran.
" Ga ngomong apa-apa..., " sahut Kautsar sambil merengkuh bahu Aruna.
" Ga percaya...," kata Aruna setengah merajuk.
" Tanya aja sama Kenzo dan Ria. Mereka juga denger kok apa yang Kalisha omongin tadi...," kata Kautsar sambil melirik Kenzo dan Ria.
" Kalisha emang ga ngomong apa-apa secara khusus sama Kautsar, tapi Gue paham kok kalo dia sebenernya tertarik sama Suami Lo ini Run...," kata Ria mencoba memprovokasi Aruna.
" Sayang kok ngomong gitu sih...?" protes Kenzo yang khawatir Aruna akan 'meledak' nanti.
" Tau nih Ria. Lo seneng ya ngeliat Gue sama Aruna berantem gara-gara orang ga penting itu...?!" kata Kautsar sambil mendelik kesal.
__ADS_1
Ria terlihat cuek sedangkan Aruna nampak tersenyum tipis. Bukannya marah seperti yang dikhawatirkan Kenzo dan Kautsar, Aruna justru memeluk Kautsar erat sambil mengucapkan sebuah kalimat yang membuat Ria tertawa.
" Jadi Kalisha mulai terang-terangan sekarang. Ok, siapa takut. Kita liat siapa yang keluar jadi pemenangnya...," kata Aruna sambil mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah Kautsar.
" Yeeyy...!. Ini pasti seru. Semangat Run, Gue pasti dukung Lo...!" kata Ria sambil adu toast dengan Aruna lalu keduanya pun tertawa.
" Thanks Ri. Lo emang the best deh kalo soal dukung mendukung..., " sahut Aruna di sela tawanya.
Kenzo dan Kautsar nampak saling menatap bingung namun sesaat kemudian keduanya pun ikut tertawa.
\=\=\=\=\=
Kalisha nampak terengah-engah sambil duduk di lantai kamarnya. Ia baru saja usai melampiaskan kemarahannya dengan cara menghancurkan hampir semua benda yang ada di kamarnya.
Setelah nafasnya mulai teratur Kalisha pun beranjak menuju cermin. Ia mengamati penampilannya di sana.
" Aku cantik. Modis. Pintar dan sangat menarik. Tapi kenapa Kautsar ga suka padaku. Kupikir mungkin karena saat itu Kita masih sama-sama remaja. Dan gelar bintang sekolah yang disandangnya membuatnya tak leluasa untuk mengekspresikan perasaannya. Tapi ternyata Aku salah !. Sejak dulu hingga detik ini dia memang ga pernah tertarik sama Aku...!" gumam Kalisha kesal.
Kalisha memutar tubuhnya lalu menyibak gorden jendela. Ia menatap langit malam yang nampak gelap. Hanya ada taburan bintang yang menghias hamparan langit malam itu.
Kalisha kembali menghela nafas panjang saat teringat kemesraan Kautsar dan Aruna tadi sore. Ia benar-benar tak menyangka jika istri yang dimaksud Kautsar adalah Aruna.
" Tapi Aruna tetap seorang wanita yang punya kelemahan. Aku bisa manfaatin kelemahannya itu untuk mendekati Kautsar lalu merampasnya dari tangan Aruna. Selama ini Aku selalu berhasil dan rasanya ga akan sulit untuk melakukannya lagi...," gumam Kalisha lalu tertawa keras.
Kebanyakan para pria itu tertarik dengan penampilan Kalisha yang menggiurkan. Lalu dengan suka rela mereka meninggalkan pasangannya demi Kalisha.
Setelah berhasil memisahkan hubungan dua sejoli, Kalisha pun akan mencampakkan pria yang telah berhasil dipikatnya itu begitu saja. Tak jarang apa yang dilakukan Kalisha membuat para pria itu depresi. Bahkan ada yang nyaris bunuh diri karena tak terima dipermalukan dan dipermainkan oleh Kalisha.
Yang terakhir adalah pasangan yang merupakan kenalan Kalisha. Sang wanita bernama Intan, adalah teman satu kost Kalisha. Sedangkan sang pria bernama Erwin, kebetulan bekerja sebagai montir di bengkel besar yang berada tepat di samping kantor tempat Kalisha bekerja.
Kalisha tak suka melihat kebahagiaan Intan dan Erwin. Ia bermaksud mengacaukan hubungan keduanya, apalagi saat ia mengetahui Erwin telah melamar Intan.
Sore itu Erwin nampak mengantar Intan pulang ke rumah kostnya.
" Erwin itu keren ya Tan...," kata Kalisha kala itu.
" Biasa aja Kal...," sahut Intan merendah.
" Kalian beneran serius mau nikah...?" tanya Kalisha.
" Insya Allah. Doain ya Kal...," sahut Intan.
" Pasti dong. Tapi apa Lo yakin seratus persen kalo cowok Lo itu setia Tan...?" tanya Kalisha.
__ADS_1
" Yakin. Ini udah tahun ketiga Kita jalan bareng. Gue yakin karena selama ini ga pernah Gue denger atau liat Erwin selingkuh...," sahut Intan mantap.
" Oh ya. Terus gimana sama foto ini...?" tanya Kalisha sambil memperlihatkan sebuah foto Erwin tengah memeluk seorang wanita yang membelakangi kamera.
Intan nampak terkejut. Ia marah saat melihat pose int*m itu namun berusaha tetap 'waras'.
" Lo dapet foto itu darimana...?" tanya Intan.
" Ada yang ngirim sama Gue. Keliatannya mereka ga tau kalo kegiatan mereka ada yang ngeliat...," sahut Kalisha santai.
" Kegiatan apa maksud Lo...?" tanya Intan penasaran.
" Kissing lah, apalagi emangnya...?" tanya Kalisha sambil tersenyum mengejek.
Intan nampak membeku di tempat. Sesaat kemudian ia menghubungi Erwin dan meminta penjelasan. Rupanya Erwin memang sengaja menunggu pertanyaan Intan. Dan saat itu lah Erwin memberi jawaban menohok yang melukai hati Intan.
" Kebetulan Kamu nanya Tan. Sejujurnya Aku emang punya seseorang selain Kamu. Dia cantik, sukses dan lebih menarik dibanding Kamu. Dan kalo disuruh milih, Aku pasti akan memilih dia...," kata Erwin saat telah berhadapan dengan Intan.
" Maksud Kamu..., Kita selesai...?" tanya Intan dengan air mata yang mulai menderas di wajahnya.
" Iya Tan, maaf. Ternyata Aku mencintai dia lebih dari cintaku sama Kamu selama ini...," sahut Erwin sambil meraih jemari Intan dan menggenggamnya erat.
Intan pun menarik tangannya dari genggaman Erwin. Kemudian Intan berdiri dan bersiap beranjak meninggalkan tempat itu.
" Kamu yang melamar Aku di depan keluargaku Win. Aku harap Kamu bisa bersikap sebagai laki-laki sejati. Datang lah ke rumah dan batalkan semua rencana Kita itu. Terima kasih telah memberi luka untukku...," kata Intan sambil meletakkan cincin pertunangannya dengan Erwin di atas kursi yang tadi ia duduki.
Setelahnya Intan pergi meninggalkan Erwin di tempat itu tanpa menoleh lagi.
Intan berharap apa yang didengarnya tadi hanya gurauan, tapi Intan salah.
Erwin benar-benar datang menemui orangtua Intan untuk membatalkan pertunangannya dengan Intan. Meski tanpa keluarga yang mendampingi seperti saat melamar dulu, kedua orangtua Intan pun tetap menerima kehadiran Erwin. Mereka menerima pembatalan itu tanpa banyak bertanya.
Setelah pembatalan pernikahan itu Erwin pun dengan semangat menemui Kalisha, yang merupakan orang ke tiga dalam hubungan Erwin dan Intan.
Namun Erwin harus menelan kecewa karena Kalisha menolaknya dengan keras. Bahkan Kalisha memperlihatkan kemesraannya dengan pria lain yang mempunyai status sosial lebih tinggi.
Erwin pulang dengan marah namun ia tak bisa berbuat apa-apa. Untuk kembali pada Intan lebih tak mungkin lagi karena sebelumnya Erwin telah mengatakan hal buruk pada mantan tunangannya itu.
Akhirnya Erwin putus asa dan mencoba mengakhiri hidupnya. Beruntung salah seorang tetangga Erwin melihat aksi nekad Erwin dan berhasil menggagalkan niatnya itu.
Saat Intan diberitahu tentang niat Erwin mengakhiri hidupnya, Intan nampak tak peduli. Meski pun batal mengakhiri hidup, Erwin harus menjalani sisa hidupnya dalam keterpurukan. Sedangkan di tempat lain terlihat Kalisha sedang tertawa puas karena telah berhasil memisahkan Intan dan Erwin.
\=\=\=\=\=
__ADS_1