
Episode kali ini adalah episode kolaborasi antara novel Cinta Nara dengan novel Takdir Cinta Lyra episode 131, karya salah satu sahabat yang juga peserta terpilih di Noveltoon Writing Academy season 1 (NWA1) yaitu Bubu.id.
Info selengkapnya tentang novel keren dan luar biasa ini ada akhir episode di bawah ini.
.
.
.
Satu bulan berlalu tanpa terasa. Kehidupan rumah tangga Yoga dan Nara semakin harmonis dan romantis. Meskipun belum bisa mewujudkan harapannya untuk kembali hamil dan mengandung calon anak kedua, Nara tetap menikmati saat-saat bahagianya bersama Yoga dan Raga.
"Raga sudah tidur, Sayang?"
Yoga baru keluar dari kamar mandi untuk membersihkan diri, usai pulang dari menghadiri jamuan makan malam bersama beberapa pimpinan perusahaan rekanannya.
Akhir pekan ini mereka kembali pulang untuk beberapa hari ke depan. Ada undangan penting dari beberapa perusahaan yang harus Yoga hadiri sehingga Nara memilih untuk ikut serta agar bisa melepas rindu dengan keluarganya.
"Sudah, Mas. Seperti biasanya, dia memilih tidur bersama Bapak dan Ibu."
Nara merapikan rambutnya di depan meja rias, lalu beranjak untuk menuju tempat tidur. Yoga yang sudah berganti pakaian pun menyusulnya dan berbaring di samping istrinya.
"Oya, Mas. Besok siang Bapak meminta kita mewakilinya menghadiri undangan pernikahan Mas Dimas. Mas bisa kan, menemani aku?" tanya Nara sembari menarik selimut untuk menutupi sebagian tubuh mereka hingga sebatas pinggang.
"Dimas? Siapa dia?" Yoga menatap istrinya yang juga sudah memalingkan wajahnya ke samping, menatap ke arahnya.
"Dia salah satu kenalan Bapak waktu di rumah sakit dulu, dua tahun yang lalu. Ketika itu kita baru saja mengalami kecelakaan dan sama-sama dirawat."
Untuk sejenak Yoga dan Nara mengingat waktu itu, saat mereka berdua sama-sama terbaring di rumah sakit karena kecelakaan di pagi kelabu yang penuh pilu.
"Mereka menjadi teman berbincang yang cukup akrab, saat Bapak dan Beno menjagamu di luar ruangan setiap malam."
"Kamu juga mengenalnya?" Pelukan Yoga sudah semakin erat saat Nara mulai membicarakan tentang lelaki lain yang tidak dikenalnya.
"Ya, aku mengenalnya sepintas lalu, karena sering bertemu dengannya setiap kali aku datang untuk menjagamu yang masih tak sadarkan diri waktu รฌtu."
Nara tersenyum melihat wajah tegang suaminya saat dirinya hendak melanjutkan cerita tentang Dimas.
"Dia juga sedang menjaga ibunya yang baru saja menjalani operasi pemasangan ring, Mas. Kebetulan dokter jantung yang menangani ibunya sama dengan dokter yang mendampingi Dokter Danu untuk memantau kondisimu."
Yoga mulai meredakan emosi yang masih ditahannya di dalam hati. Dia selalu merasa tidak nyaman setiap kali Nara membicarakan lelaki lain, apalagi yang dia sendiri tidak mengenalnya.
__ADS_1
"Jadi, apa kamu bersedia menemaniku besok? Atau aku harus pergi sendiri bersama Raga?" Nara mulai memancing suaminya.
"Tidak! Aku akan menemanimu, Sayang." Yoga menjawab dengan cepat membuat Nara melebarkan senyuman dan menghadiahi satu ciuman di pipi suami tercintanya.
"Terima kasih, Mas."
"Sudah, jangan membicarakan dia lagi. Sekarang waktunya kita beristirahat."
Yoga menarik tubuh Nara untuk dipeluknya erat-erat lalu memberikan ciuman di kepala sang istri yang sudah bersandar di tempat ternyamannya.
"Selamat malam, Sayang. Aku mencintaimu!"
"Aku juga mencintaimu, Mas. Selamat tidur!"
Mereka pun tidur berpelukan di bawah satu selimut yang menghangatkan kedua tubuh yang saling merapat erat tanpa ingin dipisahkan oleh jarak dan sekat apa pun.
.
.
.
Setelah pagi harinya melakukan pertemuan penting di kantor lalu dilanjutkan dengan mendatangi dan memantau perkembangan salah satu proyek di lapangan, tepat menjelang tengah hari Yoga sudah pulang dan bersiap-siap.
Tak lama kemudian mereka bertiga bersama Raga, sudah tiba di lokasi acara yang berada di sebuah lapangan luas yang sudah disulap menjadi tempat resepsi yang sangat indah dan nyaman.
Mengenakan pakaian batik seragam berwarna abu tua yang dulu dihadiahkan oleh Embun, mereka bertiga keluar dari mobil lalu segera masuk dan menuju pelaminan untuk menemui kedua pengantin lebih dulu.
Nara berjalan anggun di samping Yoga yang menggendong Raga dengan tangan kirinya sementara tangan kanannya terus menggenggam erat tangan istrinya.
Saat berhenti menunggu giliran naik ke atas, Yoga memperhatikan sepasang pengantin di pelaminan yang terlihat sibuk menerima ucapan selamat dari para tamu.
Seorang lelaki yang sangat ramah dan penuh senyuman serta seorang wanita cantik berhijab yang terlihat malu-malu di samping sang lelaki. Mereka tampak sangat bahagia layaknya pengantin baru pada umumnya.
"Mas Dimas adalah seorang pengusaha kuliner yang sudah mempunyai banyak cabang yang berkembang pesat di mana-mana."
Nara memberitahu Yoga sedikit tentang Dimas yang dia ketahui dari Bapak, karena beliau yang lebih dekat dengan Dimas.
"Dia seorang duda dengan satu putri kecil yang ikut tinggal bersamanya. Istri cantik di sampingnya itu dulu adalah bawahannya di kantor dan juga cinta pertamanya."
Yoga mendengarkan cerita istrinya sambil sesekali merapikan rambut Nara yang dimainkan oleh tangan kecil Raga yang usil dalam gendongan ayahnya.
__ADS_1
"Mereka terpisah cukup lama karena pernikahan Mas Dimas dengan istri pertamanya, namum akhirnya sekarang dipertemukan kembali oleh takdir hingga mereka pun menikah hari ini."
Nara menyudahi ceritanya bersamaan dengan beberapa tamu yang menghampiri mereka dan menyapa Yoga juga dirinya.
Yoga dan Nara membalas sapaan mereka dengan ramah meskipun tidak mengenalnya. Wajah keluarga kecil yang tampak serasi dan penuh kemesraan itu pun tak luput dari bidikan kamera fotografer yang juga mengenali mereka karena wajah Yoga sering terpampang di berbagai laman berita.
Sampailah mereka di atas pelaminan. Setelah memberi salam takdzim kepada orangtua kedua mempelai yang berada di kedua sisi pelaminan, Nara diikuti Yoga menghampiri Dimas dan istrinya yang bernama Lyra tersebut.
"Selamat, Mas. Akhirnya hari bahagia kalian tiba juga. Semoga ini menjadi pernikahan terakhirmu dan hanya maut yang akan memisahkan."
Nara menangkupkan kedua tangannya di depan dada sebagai pengganti jabatan tangan mereka.
"Maaf Bapak dan Ibu tidak bisa hadir dan diwakilkan oleh kami. Mereka menitipkan salam dan doa yang terbaik untuk kalian berdua."
Yoga tampak siaga dan terus menempel di samping istrinya yang masih berbincang sejenak dengan Dimas, hingga akhirnya Nara bergeser untuk memberi selamat kepada sang pengantin wanita.
Lelaki itu menyalami pengantin pria dan mengucapkan selamat, kemudian membimbing tangan kanan Raga untuk ikut menyalami Dimas.
Nara menyalami Lyra dan memberikan pelukan hangat untuk pengantin wanita yang cantik mempesona itu. Yoga mengikuti setelahnya dengan menganggukkan kepala disertai senyuman tipis di bibirnya.
Nara membantu Raga untuk menyalami Lyra, sama seperti yang dilakukan oleh Yoga sebelumnya. Kemudian mereka bertiga pamit turun dan menuju ke meja hidangan yang telah disediakan.
Setelah beberapa saat menikmati menu-menu yang lezat dan nikmat, mereka bertiga segera keluar dari tempat resepsi untuk melanjutkan acara mereka berikutnya, yaitu menemani Raga pergi ke wahana permainan terlengkap yang berlokasi di lantai atas salah satu pusat perbelanjaan terbesar di tengah kota.
.
.
.
Jangan lupa untuk selalu mendukung kami dengan Like, Komentar, Favorit, Bintang 5 dan Bagikan juga kepada yang lain. Dukungan dari para pembaca sangat berarti bagi kami selaku penulis.๐๐
Terima kasih banyak untuk semua yang telah berkenan membaca dan menikmati novel kami.
Salam cinta selalu.
๐Author๐
.
__ADS_1