CINTA NARA

CINTA NARA
BONUS KISAH 1 : RASA YANG SAMA


__ADS_3

Bonus Kisah tidak terlalu panjang ya, tapi akan ada banyak dan ter- ter- ter- selalu!


Alya kembali ke kamar setelah menitipkan Aura pada Mbak Mia. Dilihatnya Ardi sudah selesai mandi dan sedang berganti pakaian yang sudah dia siapkan sebelumnya.


Ada rasa ingin membantunya, tapi hatinya maaih meragu. Dia takut menjadi gugup setelah berhadapan dengan suaminya. Namun, akhirnya dia memberanikan diri untuk menghampiri lelaki yang masih bertelanjang dada tersebut.


Tanpa berkata apa-apa, Alya mengambil alih kemeja yang dipegang Ardi dan mulai membantu memakaikan ke tubuhnya. Pandangannya hanya tertuju pada kancing demi kancing yang akan dia kaitkan pada lubangnya dengan debaran yang sangat keras di dalam hati.


Ardi tertegun melihat sikap istrinya yang tiba-tiba berani mendekat dan membantunya tanpa diminta. Ada yang berdesir di dalam dadanya, terharu merasakan perhatian dari Alya yang baru pertama kali berani dia lakukan.


"Terima kasih, Sayang." Ardi tak bisa menahan diri. Dengan pakaian yang masih terbuka di bagian depan, dia menarik pinggang Alya dan mendekap erat. Diciumnya kening sang istri selembut mungkin lalu dibawanya kepala yang belum memakai hijab itu bersandar di atas dada.


"Terima kasih sudah berusaha untuk melayaniku dengan baik. Aku sangat bahagia, Sayang." Sengaja dia terus mengucapkan panggilan sayang yang disukai sang istri, agar Alya merasa lebih nyaman di dalam pelukannya.


Alya memejamkan mata rapat-rapat saat dirasakan wajahnya menempel pada tubuh bagian depan Ardi, tanpa penghalang apa pun. Degup jantungnya bergenderang semakin kencang.


Ada rasa ingin menghindar dan menarik diri, tetapi Ardi justru mendekapnya kian erat. Akhirnya dia pasrah dan mencoba menikmati situasi tersebut.


Perlahan kedua tangan yang semula masih berada di samping tubuh, dibawanya melingkari tubuh Ardi dan menguncinya, seperti yang dilakukan lelaki itu pada tubuhnya.


Ardi tersenyum dan semakin merapatkan pelukan mereka. Pagi ini sungguh indah dan begitu luar biasa. Tak terduga sama sekali dan tak ingin mengakhiri.


"Cepatlah sembuh, Sayang. Aku merindukan Alya-ku yang dulu. Alya yang ceria dan selalu bermanja padaku." Ardi menahan rasa panas dan pedih di matanya. Ditahannya air mata yang telah menggenang, tak ingin merusak momen bahagia pagi ini.


Tanpa sadar Alya mengangguk dan turut mempererat pelukannya. Dia ingin sembuh. Dia ingin menjadi istri yang sesungguhnya untuk Ardi. Dia ingin mengabdikan seluruh hidup dan cintanya hanya pada lelaki pemilik utuh hatinya tersebut.


Beberapa saat kemudian mereka telah kembali tenang dan bersikap seperti semula. Alya melepaskan pelukan lalu tangannya mulai mengaitkan kancing kemeja Ardi satu per satu dari yang terbawah.


Saat tiga kacing telah terkait, tiba-tiba Ardi menghentikan gerakan tangan istrinya. Alya yang terkejut seketika mengangkat wajah dan menatap sang suami yang sudah memperhatikannya tanpa henti.


"A-Ada apa?" tanya Alya dengan gugup. Apalagi saat Ardi membawa tangannya untuk menyentuh bagian dada lelaki itu, yang masih terbuka dan terlihat dengan jelas lekukan kekar dan bulu halusnya.

__ADS_1


Alya ingin memejamkan mata saat pandangan itu beralih mengikuti sentuhan telapak tangannya. Namun, ucapan Ardi mengurungkan niatnya.


"Lihat dan rasakan saja. Aku mohon, jangan takut padaku, Al!" pinta Ardi dengan suara lirihnya yang serak karena sempat menahan tangis beberapa saat sebelumnya.


Alya memberanikan diri untuk tetap membuka mata dan memperhatikan bagian tubuh Ardi yang baru kali ini benar-benar dilihatnya.


Debaran di dadanya sendiri terasa mulai berubah iramanya, seiring pandangannya yang mulai berani memperhatikan area sekitar. Bukan lagi karena rasa takut, tapi perlahan telah berganti dengan gelenyar lain yang belum pernah dirasakannya.


Seketika wanita ayu itu merasa malu. Wajahnya merona merah seiring tubuhnya yang turut menghangat begitu saja. Alya mulai merasakan degup jantungnya seirama dengan detakan yang terasa pada telapak tangannya yang menyentuh dada Ardi.


"Apakah kamu sudah bisa merasakannya?" tanya Ardi yang mengetahui perubahan roman muka istrinya. Ketakutan itu mulai sirna dan berganti dengan sesuatu yang lain.


Alya mengangguk tanpa mengalihkan pandangan dari tubuh setengah terbuka di hadapannya. Saat tangannya mulai bergerak pelan, Ardi merenggangkan pegangannya dan membiarkan apa pun yang akan dilakukan oleh sang istri.


"Maafkan aku, Di. Aku membuatmu harus menunggu lama. Bahkan sekarang pun aku masih belum berani melakukannya. Maaf ...," sesal Alya dengan rasa bersalah yang terus membuatnya bersedih, karena telah mengecewakan Ardi.


Bukan inginnya demikian. Akan tetapi, masa lalunya yang membuat keadaan wanita itu tak bisa seperti istri yang lain, terlebih dengan status mereka sebagai pengantin yang masih baru menikah.


"Aku juga ingin secepatnya sembuh agar aku bisa segera menunaikan tugas dan kewajibanku sebagai istrimu," lanjut Alya dengan pandangan yang semakin dalam dan lekat.


Ardi tersenyum bahagia. Setidaknya, kini Alya sudah lebih terbuka dan tidak lagi menyimpan perasaannya sendiri. Wanita itu mulai berani mengungkapkan segala yang ada di hatinya.


Alya juga tidak pernah lagi menolak sentuhan dan semua bentuk perhatian darinya. Dia selalu pasrah dan membiarkan Ardi melakukan apa pun terhadap dirinya, meskipun dalam hati masih merasakan ketakutan dan trauma yang tak kunjung hilang.


"Apa yang kamu rasakan sekarang?" Ardi membelai lembut wajah yang selalu menjadi semangatnya kini. Semangat untuk bisa memberikan semua yang terbaik untuk keluarga kecilnya.


"Sama sepertimu," jawab Alya jujur.


"Apa?"


Alya tidak menjawab. Pandangannya menunduk lagi, lalu tangannya kirinya memegang tangan kanan kanan Ardi. Meskipun ragu, Alya memberanikan diri untuk membawa tangan sang suami ke dadanya, sama seperti posisi tangannya di dada Ardi.

__ADS_1


"Ini ...."


Posisi tangan mereka telah sama. Saling merasakan debaran keras yang berdentum di dalam hati. Rasa yang sama. Cinta yang sama. Hasrat yang sama.


.


.


.


Masih ada banyak Bonus Kisah terindah di sini. Tetap favoritkan dan tunggu kisah tersimpan yang belum terungkapkan sebelumnya...👍🙏


.


.


.


Mohon doanya selalu, agar proses revisi naskah untuk penerbitan buku cetak CINTA NARA dimudahkan dan selesai tepat waktu, terima kasih...🙏💜


.


.


.


Cek postingan di FB dan IG kami. Ada info karya terbaru di sana 🙏💜


FB : Aisha Bella


IG : @aishabella02

__ADS_1


__ADS_2