
Tak terasa tibalah waktu wisuda, bulan Agustus. Waktu yang ditunggu - tunggu oleh semua mahasiswa UI dan UGM. Bulan Agustus adalah bulan wisuda kedua universitas terkemuka di Indonesia itu. Tak heran tercatat bulan Agustus ini mereka meluluskan wisudawan dan wisudawati kesekian kalinya pada bulan ini.
Tak terkecuali dengan Arif. Wisuda kali ini sungguh berbeda. Tidak seperti waktu ia menyelesaikan wisuda S1 di Bengkulu. Tanpa seorang pacar yang menemaninya meraih predikat sarjana.
Wisuda hari ini bagi Arif adalah momen penting sejarah dalam hidupnya. Seorang kekasih pendamping wisuda menemaninya. Apalagi kali ini wisuda S2 di Universitas almamater kuning, universitas yang selama ini diimpikannya. Suatu kebanggaan bisa kuliah di Universitas Indonesia( UI). Bertambah bahagianya Arif saat Nara lah yang menjadi pendamping wisudanya.
Sabtu pagi di akhir bulan Aguatus. Saat matahari masih malu - malu menampakan wujudnya. Nara dan Arif siap - siap untuk berangkat menuju balaiurang UI Depok.
Dengan naik mobil taxi online mobil itu berpacu menuju tempat tujuan Nara dan Arif. Prosesi acara wisuda Arif di bagi menjadi 2 sesi. Sesi 1 dimulai jam 9 pagi. Arif di jadwalkan ikut wisuda sesi 1.
Untunglah perjalanan belum begitu macet. Hari wisuda UI ini identik dengan hari kamacetan luar biasa. Dan kini Arif dan Nara membuktikannya sendiri. Telat setengah jam saja ia tak bakal bisa menghadiri wisudanya sendiri.
Tiba di Balaiurang UI jam setengah tujuh pagi. Arif bertemu dengan teman - temannya. Tak tampak Angga hadir dalam keramaian eufhoria wisuda kali ini. Mata Nara mencari - cari sosok Angga diantara ribuan orang yang akan wisuda pagi ini.
Melihat Nara seperti mencari sesuatu. Tampaknya Arif tahu siapa orang yang dicari Nara. Terasa perih menusuk kalbunya saat nama itu terbesit dibenaknya adalah orang yang dicari Nara.
"Nara, kamu mencari Angga ya!! Angga gak bakalan ada. Dina hari ini diterbangkan ke Nasional University Hospital di Singapura.
"A-pa ? bagaimana keadaan Dina sekarang kak Arif ? masih koma apa sudah sadar ? " tanya Nara penasaran.
"Dina 3 hari yang lalu siuman dari komanya.
Papanya berinisiatif memindahkannya ke Singapura, " jawab Arif.
"Nara aku masuk duluan ya. Kartu undangan wisuda sudah ada padamu bukan!! " tanya Arif sebelum meninggalkan Nara.
Nara menjawab hanya dengan anggukan kepala tanda kalau kartu undangan buat pendamping wisuda sudah ada padanya.
__ADS_1
Arif melakukan registrasi terlebih dahulu. Sebelum ia masuk ke dalam aula balaiurang kampus UI. Butuh waktu setengah jam akhirnya Arif duduk di tempat yang telah disediakan buat para wisudawan. Arif berbaur bersama para wisudawan dan wisudawati lainnya. Semua merasa bahagia, suasana suka cita bercampur menjadi satu.
Terlintas kenangan di sini. Semua menyeruak begitu saja. Bersama teman - teman masa kuliah yang saat ini sama - sama duduk di sini. Berjuang menyelesaikan kuliahnya. Meninggalkan kampung halaman demi meraih gelar magister di belakang namanya. Tapi Angga tak ada di sini. Tidak bisa menghadiri wisudanya sendiri. Karena Dina ....
Prosesi wisuda pun dimulai, rektor dan jajaran rektorat memasuki ruangan secara tertib. Seorang pemimpin paduan suara keluar dari barisan naik ke atas panggung. Kemudian MC meminta menyanyikan lagu kebangsaan secara bersama - sama.
Arif menangis saat lagu kebangsaan dinyanyikan. Seharusnya ia dan Angga bisa berdiri bersama - sama di sini. Lalu Pak rektor membuka acara wisuda dengan simbol ketok palu tanda prosesi wisuda dimulai. Kemudian beliau memberikan pidato singkat.
Para wisudan terbaik di panggil satu persatu untuk naik ke atas panggung. Nama Angga masuk dalam salah satu wisudawan terbaik.
Tak terasa setetes embun luruh di kedua sudut mata Nara. Saat nama itu menggaung menggema dalam aula balaiurang. Angga Menjadi wisudawan terbaik dengan predikat coumlaude. Nara pernah menjadi pendamping saat Angga menjadi wisudawan terbaik ketika itu.
Prosesi berakhir setelah semua wisudawan dan wisudawati namanya dipanggil untuk naik ke atas panggung. Nara melihat dari atas saat nama Arif dipanggil. Nara mengabadikan foto kekasihnya itu melalui kamera yang dibawanya.
Ada selaksa bahagia yang dirasakan Nara. Bahagia melihat kebahagian Arif. Berhasil meraih gelar magister akutansi di belakang namanya. Puji syukur Nara panjatkan kepada Allah SWT. Walau tidak mendapat peringkat terbaik. Setidaknya Arif berhasil menyelesaikan kuliahnya tepat
Jam 11 siang acara wisuda sesi satu selesai. Nara keluar dari gedung balaiurang, menunggu Arif keluar.
Nara berdiri mematung sambil membawa sebuket bunga buat Arif.
"Ini buatmu kak Arif, " Nara memberikan bunga yang langsung diambil oleh Arif.
"Kamu bisa romantis juga ya Nara ! " ejek Arif.
Nara hanya tersenyum saja. Ia hanya mengikuti orang - orang yang sedari tadi hilir mudik di depannya membeli sebuket bunga. Bunga yang sudah ia persiapkan sebelum ia masuk ke dalam balaiurang UI Depok tanpa sepengetahuan Arif.
"Ayo kita selfie, " ajak Arif menarik pergelangan tangan Nara mendekatinya.
__ADS_1
Ckrek ... ckrek ... , pengambilan foto selfie beberapa kali oleh Arif. Menjadi sangat berbahagia, karena orang yang pernah ia impikan. Bukan mimpi tapi nyata, kini ada di sampingnya. Kekasih impiannya sedari dulu, Nara.
Foto kebersamaan Arif dan Nara tersimpan dalam memori ponsel Arif. Menjadi kenangan terindah bagi Arif yang pernah memimpikan Nara menjadi kekasihnya dikala itu.
Tak lupa Arif berfoto kembali bersama teman - teman seangkatannya. Mengabadikan kebersamaan mereka untuk terakhir kali. Kebersamaan sebelum mereka pulang ke kampung halaman masing - masing dan beraktifitas seperti biasa. Tiada lagi canda tawa bersama mereka.
Saat Arif sibuk berfoto ria bersama teman - temannya. Beberapa orang ada yang mengenal Nara sebagai Ara Dilla sang penulis. Nara pun tampak sibuk berfoto bersama para pembaca setia novelnya.
Arif kemudian pamit pulang kepada teman - temannya. Arif bersama Nara akhirnya keluar meninggalkan hiruk pikuk balaiurang UI Depok. Dengan naik taxi online yang membawa mereka pulang ke kosannya.
Selama dalam perjalanan pulang. Arif tampak sibuk mengabadikan setiap momen berharga dalam akun instagramnya. Sibuk dengan ponsel yang ada di tangannya ini.
Terima kasih teman, telah menjadi bagian penting dalam hidupku. Suatu kebanggaan bisa belajar bersama kalian. Bersama orang - orang hebat di sini. Memacu semangat buat belajar. Itulah caption instagram Arif yang menampilkan foto dirinya dan teman - teman almamater kuningnya. Foto sedari awal kuliah sampai foto terakhir wisuda mereka.
Sementara Arif tengah sibuk sendiri dengan ponselnya. Nara terlihat duduk tertidur pulas dalam mobil di samping Arif. Wajah lelah Nara masih terlihat cantik.
Arif melirik gadis yang hampir setahun menjadi kekasihnya itu. Ingin rasanya mencium pipi mulus yang memang belum pernah ia sentuh.
Nara, meskipun ia bukan gadis berhijab. Ia tak ingin hubungan percintaan yang berlebihan. Ha - hal seperti itu pernah ia ungkapkan pada Arif. Hanya sebatas pegangan tangan, tak lebih dari itu. Ada hal - hal tertentu yang menjadi prinsip hidupnya. Dan ... Arif menyetujuinya.
Hampir satu jam perjalanan. Mobil taxi online itu menurunkan Nara terlebih dahulu di depan kosan Nara. Kemudian supir itu menurunkan Arif tak lama setelah Nara turun. Arif lalu membayar sejumlah uang kepada supir taxi online itu.
Arif langsung merebahkan diri di atas kasurnya yang empuk. Sambil bergumam sendiri. Hari yang melelahkan. Dan ... juga hari yang membahagikan. Wisuda. Kini tersemat nama, Arifin Ilham, S.E , M.ak di atas kertas ijazah yang ia terima.
Bahagia dan sedih kini bercampur menjadi satu. Sedih karena meninggalkan Nara di Jakarta sendiri. Bahagia bisa berkumpul bersama orang tua dan keluarganya di Bengkulu.
Drett ... drett ... , bunyi ponsel tanda ada pesan Wa yang masuk
__ADS_1
Nara : Mana pesanan makanannya, kok belum nyampe juga. Lapar nih 😓
Hops ... Arif tercekat. Lalu tersenyum sambil tepok jidat sendiri. Ia ternyata lupa memesan makanan buat Nara. Hehe ....