CINTA NARA

CINTA NARA
3.64. KAMU BERSAMAKU


__ADS_3

Ardi memanfaatkan waktu libur Alya yang hanya tiga hari dengan maksimal. Apalagi Alya sengaja mengambil cuti hanya untuk ikut pulang bersamanya, meskipun akan menginap di kediaman Yoga.


Malam harinya, Ardi menjemput Alya untuk makan malam bersama keluarganya. Pertemuan yang sangat diharapkan oleh Ardi akan tetapi masih membuat Alya gugup dan gelisah.


Berbeda dengan Ardi yang baru bertemu dan mengenal orangtuanya setelah mereka mulai menjalin hubungan yang baru, malam ini akan menjadi pertemuan kedua Alya dengan orangtua dan seluruh keluarga Ardi. Sebelumnya mereka sudah pernah bertemu saat membesuk Bunga di rumah sakit dan di rumah Ardi saat pemakaman keesokan harinya.


Sepanjang perjalanan menuju rumah orangtua Ardi, Alya terdiam dan duduk dengan tidak tenang. Sesekali dia memejamkan mata dan menghela napas cepat, dengan kedua tangan yang saling meremas dengan perasaan cemas.


Ardi yang berulang kali menatap sekilas ke arahnya hanya bisa tersenyum dan memakluminya. Terkadang dia sendiri pun masih merasa aneh karena semuanya terjadi begitu cepat setelah kepergian Bunga.


Jika saja wanita itu bukan Alya, ayah satu putri tersebut yakin hatinya akan sangat sulit untuk menerima kehadiran wanita lain secepat ini.


Namun kenyataannya, hatinya kembali tertaut pada cinta lama yang tak pernah terlupakan. Cinta pertama yang selalu tersimpan indah di salah satu ruang terbaik di dalam hatinya.


Berawal dari pertemuan tak sengaja saat dia dan Aura berlibur dan mengunjungi keluarga Yoga, semuanya mengalir begitu saja apa-adanya.


Mereka kembali dipertemukan karena Aura sakit dan selama dirawat di rumah sakit, putri kecilnya itu selalu ditemani oleh Alya yang sangat perhatian dan penuh kasih sayang. Kedekatan Alya dengan Aura menjadi nilai tambah tersendiri bagi Ardi, selain dari dirinya sendiri yang memang masih menyimpan rasa yang sama pada wanita masa lalunya tersebut.


Hanya kamu yang bisa membuat Aura begitu dekat dan ingin selalu bersamamu, Al. Bagaimana bisa aku berpaling darimu sedangkan anakku saja sangat menginginkanmu. Apalagi diriku ... yang sudah mengenal dan mencintaimu sejak dulu.


"Tenanglah, Al. Keluargaku sudah mengetahui tentang dirimu. Jadi jangan khawatirkan apa pun lagi." Ardi mencoba meyakinkan Alya agar tidak larut dalam ketakutannya.


"Aku sedang mencobanya, Di," jawab wanita itu tanpa menoleh ke arah Ardi. Dia membuang pandangannya ke samping, mencoba mengalihkan perhatian dengan memperhatikan pemandangan malam di sepanjang perjalanan.


Kenangan kebersamaannya dengan Ardi terbayang kembali. Dulu lelaki yang menjadi kekasihnya itu, sering mengajak berkeliling kota dengan mobilnya. Alya tak menyangka, setelah tujuh tahun berlalu ternyata mobil itu masih dimiliki oleh orang yang sama. Bahkan saat ini dia masih bisa berada satu mobil dengannya lagi, sama seperti waktu yang telah lalu.


"Suasana di sini tidak banyak berubah ...," gumam Alya tanpa sadar tetapi cukup terdengar jelas di telinga Ardi yang memang terus memperhatikannya.


"Sama seperti perasaan di antara kita," sahut lelaki itu dengan cepat.


Alya menoleh ke arahnya seketika, menatap dalam diam dengan pandangan yang sangat lekat. Sejurus kemudian, wajahnya mulai menghangat dan merona saat Ardi melihatnya dan membalas tatapan dari sepasang mata indahnya.

__ADS_1


"Aku rindu kebersamaaan kita seperti ini, Alya." Ardi melanjutnya ucapannya. Mengungkapkan perasaan di dalam hati yang mulai bersemi kembali sejak bertemu dengan wanita di sampingnya saat ini.


Alya menunduk dan menghindari tatapan Ardi kepadanya. Dalam hati dia merasa sangat bahagia karena lelaki itu merasakan hal yang sama dengannya. Diam-diam senyuman merekah indah menghiasi wajah ayunya.


Ardi tersenyum puas melihat Alya menampakkan senyuman, meskipun disembunyikan darinya. Dia bahagia sebab Alya mulai terbuka dan berani mengungkapkan isi hatinya. Dalam hati dipanjatkan doa agar wanita itu segera sembuh dan menjadi sosok yang dikenalnya seperti dulu.


Beberapa menit kemudian Ardi membelokkan mobil memasuki halaman sebuah rumah. Alya mulai berdebar dan wajahnya kembali pias. Ketakutan dan keraguan mulai menyergap hatinya.


Ardi yang sudah mematikan mesin mobil dan membuka pintu kemudi, menatap ke arah wanita yang kembali gelisah di sampingnya. Dia urung turun dan mencoba untuk menenangkan Alya lebih dulu.


Dengan lembut diraihnya tangan kanan Alya dan mulai digenggamnya selembut mungkin. Wanita anggun itu menoleh padanya dengan wajah yang masih tegang dan gelisah.


"Kamu bersamaku, Alya. Jangan pikirkan hal yang lainnya. Kita berdua akan masuk ke sana dan bertemu dengan Aura yang sudah menunggumu."


Senyum Alya mulai terlihat lagi di wajahnya setelah mendengar Ardi menyebutkan nama bayi kesayangan mereka.


"Kamu percaya padaku, bukan?" tanya Ardi lagi dan kali ini tanpa ragu Alya menganggukkan kepala.


Ardi mengusapi punggung tangan Alya sebelum melepaskannya dan segera keluar dari mobil untuk membukakan pintu dan menbantu wanita anggun itu turun.


Setelah mengucapkan salam secara bersamaan, Ardi mulai memperkenalkan Alya kepada seluruh keluarganya. Tidak hanya keluarganya, tapi juga keluarga Bunga yang sengaja dia minta untuk hadir dan diperkenalkan dengan Alya.


Kepercayaan diri Alya mulai tampak setelah melihat Aura yang tengah dipangku oleh neneknya. Bayi cantik itu terus memanggil dengan riang dan ingin segera digendongnya.


Dengan ramah dan penuh senyuman Alya menyapa dan mencium takdzim tangan kedua orangtua Ardi dan Bunga Kemudian dia menyapa anggota keluarga yang lainnya dengan menangkupkan kedua tangannya di depan dada.


"Bu-bu ... aaaa ... Bu-bu ... Bu-bu ...."


Alya meminta izin kepada mama Ardi untuk mengambil Aura dari pangkuan beliau. Aura tertawa gembira saat tubuh mungilnya telah beralih ke dalam dekapan wanita yang selalu dianggapnya sebagai ibu.


Kedekatan dan keakraban Alya bersama Aura menciptakan suasana haru di dalam ruangan tersebut. Semua yang ada di sana menyaksikan sendiri betapa sayang dan perhatiannya Alya terhadap Aura. Sebaliknya, Aura terlihat sangat bahagia dan begitu nyaman berada di dalam pelukan wanita berhijab anggun, yang malam itu berpenampilan sangat menawan.

__ADS_1


Memecah suasana haru yang hampir membuat beberapa orang di sana menitikkan air mata, kakak ipar Ardi membuka suara dan mempersilakan semuanya untuk menuju ke ruang makan. Di sana mereka akan melanjutkan acara inti yang sudah dipersiapkan, yaitu makan malam bersama.


Ardi yang terus berdiri mendampingi Alya, mengajak wanita itu masuk mengikuti yang lain dengan Aura yang terus bermanja dalam pelukannya. Wanita itu mulai terlihat tenang dan bisa menyesuaikan diri dengan sambutan hangat dari seluruh keluarga.


"Semuanya baik-baik saja, bukan?" lirih Ardi di samping wanita yang baru saja dia perkenalkan pada keluarganya.


Alya menoleh dan membalas dengan senyuman lega di wajah yang mulai bersemu merah. Saat itulah Ardi semakin mendekat dan berbisik di telinga wanita kesayangannya.


"Aku mencintaimu ...."


.


.


.


FB : Aisha Bella


IG : @aishabella02


.


.


.


Jangan lupa untuk selalu mendukung kami dengan Like, Komentar, Favorit, Bintang 5 dan Bagikan juga kepada yang lain. Dukungan dari para pembaca sangat berarti bagi kami selaku penulis.πŸ™πŸ˜˜


Terima kasih banyak untuk semua yang telah berkenan membaca dan menikmati novel kami.


Salam cinta selalu.

__ADS_1


πŸ’œAuthorπŸ’œ


.


__ADS_2