
Hari pertunangan pun tiba. Nara dan Arif melangsungkan pertunangan secara sederhana. Hari minggu di minggu pertama bulan Januari.
Pertunangan ini di lakukan setelah selesai sholat isya. Dalam acara ini yang hadir hanya pihak keluarga terdekat. Memang sengaja tidak mengundang banyak orang.
Nara tampak cantik dengan memakai gaun panjang berwarna pink dengan kerudung berwarna senada. Arif pun demikian lelaki dengan tubuh tinggi dan besar dan wajah yang lumayan menarik. Senyum selalu tersungging di bibirnya.
Ibu tampak bahagia, bisa menyandingkann Nara dengan Arif. Bocah kecil yang ia kenal sedari dulu. Anak yang baik, pantas buat Nara anaknya.
Hanya Nara saja yang tampak tidak begitu bahagia. Ia hanya memaksakan dirinya untuk tersenyum. Senyum yang amat di paksakan. Tampaknya Arif dapat merasakan keterpaksaan dari Nara. Ah ... biarkan saja, dengan berjalannya waktu Nara akan bisa menerimanya sebagai pendamping hidupnya. Batin Arif sedikit menjerit melihat Nara tampak kurang bahagia.
Tibalah saat dimana Nara dan Arif saling bertukar cincin. Sebelum cincin di pasang ke jari manis Nara. Arif membisikan beberapa kalimat ke telinga Nara.
"Aku berjanji padamu Nara !! Akan selalu membuatmu bahagia. Maaf membuatmu terpaksa menerima pinanganku."
Nara sedikit kaget, saat tahu Arif tahu apa yang dirasakan hatinya. Namun ia mencoba menutupi perasaan hatinya yang sebenarnya pada Arif.
"Ah, enggak kok ... emmm ... a-ku sedih karena mbak Dinaku tak bisa melihat kebahagianku, " jawab Nara berbohong.
"Gak, usah sedih begitu sayang. Aku akan berusaha membuat hari - harimu bahagia, " tutur Arif sambil memasangkan cincin emas putih itu ke jari manis Nara.
Nara kemudian memasang cincin emas putih ke jari manis Arif. Setelah itu sepasang sejoli ini memamerkan cincin pada jari masing - masing yang di abadikan lewat kamera yang menangkap momen paling penting dalam hidup kedua insan anak manusia ini.
Semua tampak berbahagia. Menyaksikan acara resmi pertunangan Nara dan Arif. Papa Nara yang berada di Jakarta pun turut merasakan kebahagian mendengar berita baik ini. Pak Donnie langsung melakukan vidio call pada anak semata wayangnya ini.
"Assalamualaikum Nara dan Arif. Maaf papa tidak bisa hadir di acara penting ini, tapi papa akan usahakan di hari pernikahan kalian nanti. Papa akan hadir sebagai wali nikah Nara, " sapa papa mohon maaf.
"Iya gak apa - apa Pa, yang penting acara akad nikah Papa harus hadir di sini, " pinta Nara.
__ADS_1
"Pastilah anakku, papa ingin langsung menjadi wali nikah untukmu, papa janji, " jawab papa sambil tersenyum bahagia tampak di layar ponsel Nara.
Lalu Pak Donnie mengakhiri teleponnya, hal ini dikarenakan ada panggilan masuk telepon yang amat penting lagi baginya.
Setelah selesai acara pertunangan ini. Arif sekeluarga pun pamit pulang. Pulang dengan sangat berbahagia. Tetangga yang akan saling berbesanan.
"''''''"''""
Keesokan harinya, pagi hari pukul 7. 30 wib di kantor tempat Arif bekerja. Kehebohan dikarenakan salah seorang teman kantor Ardi yang tak sengaja melihat acara pertunangan Arif dan Nara. Arif memang sengaja memajang foto - foto beserta vidio pertunangannya di medsos, facebook dan instagramnya.
Berita itu pun sampai ke telinga Angga. Angga akhirnya melihatnya semua. Ada rasa sedih yang mendera Angga saat ia melihat beberapa foto dan vidio itu. Seharusnya dadaku tak harus sesakit ini menyaksikan semua. Batin Angga berbicara.
Sampai pada sosok yang ia tonton di facebook itu muncul di depannya. Arif berjalan menuju kursi meja kerjanya. Semua staff kantor di ruangan itu yang berjumlah sekitar 15 orang langsung menyorakin Arif yang baru saja duduk di kursinya.
"Ciye ... ciye yang sebentar lagi mau menikah, " celetuk Rosi teman kantor Arif yang duduk persis di sebelahnya.
Lalu teman yang lain ikutan meledek Arif, hanya Angga saja yang diam saja melihat hal itu. Ia bingung apa yang mesti ia ucapkan pada Arif.
emmm ... bukannya ia pacarnya Angga. Ups ... , " celetuk Robi yang keceplosan berbicara saat ia baru saja melihat foto - foto pertunangan itu.
Deg ... ada rasa sakit di dadanya kembali didera Angga saat Robi berkata demikian. Robi yang duduk persis di sebelah meja kerja Angga. Sontak saja semua mata memandang Robi tanda orang - orang tak setuju apa yang terucap dari mulut Robi. Semua mata berbicara seolah - olah, mengapa berkata demikian. Kasihan Angga yang telah bertahun - tahun pacaran dengan perempuan yang ada di foto - foto dan vidio pertunangan itu.
Melihat kondisi yang tak menyenangkan ini. Rosi pun dengan sigap berdiri lalu menghampiri Arif yang duduk tak jauh darinya.
"Selamat ya ... semoga disegerakan, " ucap Rosi sambil mengulurkan tangan kanannya sebagai ucapan selamat kepada Arif.
Semua teman satu persatu berdiri menghampiri Arif yang sedikit malu - malu menerima ucapan selamat itu.
__ADS_1
Mau gak mau Angga pun juga melakukannya. Ia harus berpura - pura bahagia mendengar ini semua. Ia harus berjiwa besar saat mantan pacarnya akan menikah dengan teman kantornya sendiri.
" Selamat ya Rif, " ucap Angga datar sambil menyalami Arif.
" Makasih ya, " jawab Arif membalas jabat tangan Angga dengan senyum yang selalu menghias di wajahnya yang sangat berbahagia.
Lalu Angga kembali duduk di kursi meja kerjanya. Dengan perasaan yang tak menentu.
Sedih yang ia rasakan saat ini. Namun ia harus berpura - pura bahagia mendengar ini semua.
Padahal hati Angga amat sangat tersakiti. Banyak permasalahan yang bertubi - tubi melanda dirinya. Pertama saat ayahnya yang sampai saat ini mendekam di penjara, kedua meninggalnya Dina, ketiga keluarga Tiara memutuskan sepihak pertunangannya gara - gara ayahnya Angga di penjara. Terakhir berita pertunangan Nara yang membuatnya benar - benar terpuruk.
Suasana di kantor membuat Angga ingin buru - buru segera pulang ke rumah. Semua orang tak henti - hentinya membicarakan pertunangan Arif dan Nara, penulis muda yang sudah terkenal dan juga mantan pacar Angga.
Jarum jam di pergelangan tangan Angga terasa sangat lama berputar. Ini saja baru jam 11 siang. Aduh ... lama sekali, batin Angga berteriak - teriak ingin segera kabur dari ruangan ini.
Sangat menyebalkan berada disini. Semua orang lagi mengelu - ngelukan Arif yang akhirnya mendapatkan cinta dari sang penulis muda yang namanya mulai diperbincangkan karena novel - novelnya memberikan inspirasi dan motivasi hidup yang sangat dibutuhkan oleh generasi muda saat ini.
Bagaimana tidak berisik orang - orang itu sibuk mengulik - ngulik cerita masa lalu calon istri Arif yang dulu sempat ditinggalkan Angga begitu saja. Semua orang tampak sangat antusias membicarakannya.
Gara - gara dari pagi sampai siang begini berita pertunangan Arif dan Nara membuat Angga tidak konsentrasi dalam bekerja. Semua pekerjaan yang dilakukannya menjadi berantakan semua.
Untung jam ishoma sudah mendekati. Angga langsung buru - buru menuju masjid kantor. Tak lama terdengar suara adzan zuhur berkumandang dari dalam maajid.
Selesai berwudhu, Angga bersama para jemaah yang lain mulai mengikuti sholat zuhur berjamaah.
Semua orang yang menunaikan sholat berjamaah bersama Angga satu persatu meninggalkan masjid, yang tertinggal hanya Angga seorang.
__ADS_1
Angga tak menghiraukan orang yang silih berganti datang ke masjid. Ia tampak mengaji di masjid, untuk menenangkan hatinya yang telah terkoyak. Termasuk Arif yang sedari tadi memperhatikan Angga yang terlihat sangat gundah gulana.
Arif bisa merasakan apa yang dilihatnya dari wajah muram Angga. Wajah sedih yang harus berpura - pura bahagia melihat teman kantornya akan segera menikah dengan mantan kekasihnya ....