CINTA NARA

CINTA NARA
Terungkap


__ADS_3

Pagi yang cerah secerah hati mama yang mulai berangsur pulih. Namun ia belum diperbolehkan pulang. Ini hari ke-empat ia berada di rumah sakit. Sebuah rumah sakit swasta yang terdekat dari rumahnya.


Pagi ini entah mengapa ia tiba - tiba demam dan menggigil. Sehinggah di lakukan pemeriksaan lanjutan untuk pengobatan selanjutnya.


Tubuh mama memang sakit, tapi kondisi kejiwaan istri Pak Donnie ini jauh lebih stabil. Namun ada kegalauan yang melanda dirinya. Ada sebuah rahasia yang belum sempat ia sampaikan pada sang suami.


Pak Donnie masih setia mendampingi istrinya. Untuk sementara ia mengambil cuti beberapa hari sebelum ia memutuskan untuk pensiun dini dari jabatan yang sekarang ini didudukinya.


Surat pengunduran dirinya sudah diajukan langsung pada Bapak presiden negeri ini. Sudah cukup setahun ia merasakan menjadi jendral polisi. Suatu posisi yang semua orang mengharapkannya. Namun Pak Donnie menghempaskan itu semua. Ia lakukan ini semua demi dirinya dan keluarganya. Ia Ingin hidup tenang di masa tuanya.


"Pa-pa ... , apa papa yakin ingin mengundurkan diri, " tanya mama yang masih menggigil.


" Uda, mama gak usah pikirkan. Sekarang yang penting sembuh dulu, " ucapnya lembut sambil membelai rambut sang istri.


Pak Donnie selalu duduk setia di samping istrinya yang berbaring lemah di tempat tidur pasien. Ia memang laki - laki setia, mungkin takdir Tuhan jugalah yang membuatnya dirinya bercerai dari istri pertamanya.


Setelah satu jam mama diberikan obat penurun panas oleh perawatnya. Perawat itu kembali masuk ke dalam kamar pasiennya. Seorang perawat wanita muda itu kemudian menyapa ramah sang istri jendral itu. Baju mama tampak basah karena keringat yang berlebihan. Ia lalu mengganti baju pasiennya terlebih dahulu. Setelah itu baru ia mengukur suhu tubuh mama. Ternyata suhu tubuh mama kembali normal.


Perawat wanita muda rumah sakit ini begitu perhatian pada pasiennya. Ia tampak melakukan dengan sepenuh hati. Bukan karena yang dihadapinya adalah istri petinggi polisi nomor satu negeri ini.


Perawat itu kemudian undur diri dihadapan pasiennya dan Pak Donnie.


"Pa, sebelum terlambat. Sebelum ajal menjemput, mama ingin jujur. Mama selama berhasil menjadi istri papa. Mama bertahun - tahun diancam oleh seseorang. Ia saksi kunci perbuatan mama selama ini. Ia setiap bulan meminta uang pada mama. Dan setiap bulan mama selalu memberikannya. Ia mengancam mama untuk memberitahu semua ini pada papa, " ungkap mama.


Pak Donnie masih menyimak apa yang di sampaikan istrinya itu, " Lalu ...."


" Ia memang jahat , tapi ini salah mama. Mama tak ingin reputasi papa hancur gara - gara perbuatan mama. "


" Iya, reputasi papa sudah hancur. Beredar berita tentang istri sang jendral yang viral di mana - mana. Makanya papa tidak bisa kemana - mana. Papa juga tidak minta pengawalan khusus di rumah sakit ini. Takut menjadi perhatian semua orang. "

__ADS_1


"Lantas ... siapa orang yang mengancam mama. Biar papa tangkap, mumpung papa masih punya jabatan untuk meringkus si pecundang itu, " jawab papa geram.


"Papa tidak pernah tahu orangnya. Mama mengenalnya di Bengkulu. Mama dan orang itu yang telah mengambil foto - foto bukti perselingkuhan Ayana. Dan orang itu juga yang menemani mama mencari orang pintar untuk pemasangan susuk di wajah mama. "


Pak Donnie berusaha diam. Menenangkan hatinya yang hanyut terbawa emosi. Ia ingin marah pada istrinya ini, namun ia takut sang istri berbuat nekat kembali.


" Mama ... , mengapa baru sekarang mama memberitahu papa tentang masalah ini, "tanya papa dengan suara bergetar menahan amarah.


" Papa ... tidak mudah untuk menyimpan rahasia ini rapat - rapat. Aku tidak mau Dina membenciku gara - gara masalah ini. Dan si pemeras itu selalu saja mengancam mama. Malahan sudah tiga bulan ini ia minta uang dua kali lipat dari sebelumnya."


"Jadi ... setiap bulan mama memberkan uang bulanan itu padanya !! Berapa ma ? "


"Sepuluh juta sebulan pa, " jawab mama sambil terisak menahan tangis.


"Itu terjadi sudah dua puluh tahun lebih kan ma !! "


" Iya ... tapi setelah setahun papa menjadi jendral naik menjadi sepuluh juta perbulan. "


" Dia tinggal di Bengkulu, tepatnya di kota Bengkulu."


"Mama punya fotonya ?"


"Tidak .... "


"Nomor telponnya kirim ke nomor papa. Biar papa selesaikan masalah ini, " pinta papa.


Hampir satu jam mama di introgasi oleh papa. Tiba - tiba ponsel papa berdering.


Sebelum papa mengangkat telpon, dibacanya terlebih dahulu nama yang tertulis di layar ponselnya, Dina.

__ADS_1


" Assalamualaikum Dina ? Ada apa nak ? " sapa papa.


"Waalaikum salam pa. Papa aku sudah ada di diruang jaga perawat, tapi aku tidak diperbolehkan masuk, " jawab Dina setengah berteriak.


"Iya, tunggu bentar. Papa akan kesana, " jawab papa dan menaruh ponsel di saku bajunya. Lalu ia langsung keluar kamar menuju tempat Dina berada.


Papa tergesa - gesa keluar kamar tanpa menghiraukan sang istri yang bertanya siapa yang baru saja menelponnya.


Dalam hati kecil mama, ia senang Dina datang menemuinya. Namun ia malu pada anaknya itu. Malu atas tindakannya yang memalukan itu. "Andai saja suaminya tidak pulang, pastilah ia sudah tidak bernyawa lagi. Tapi apa mungkin ia bisa meninggal dengan tenang. Sedangkan susuk itu masih tertanam, " gumamnya.


Pak Donnie berjalan menghampiri Dina, Nara dan ibunya yang berada di depan ruang jaga perawat.


"Maaf Pak, kami berusaha melarang tapi mbak ini tetap ngotot memaksa masuk, " jawab salah seorang perawat wanita itu.


"Iya, gak apa - apa. Maaf membuat suasana tidak nyaman. Mereka anak - anak saya dan ibunya. Terimakasih banyak ya, " terang Pak Donnie sambil meminta maaf.


Pak Donnie lalu mengajak anak - anaknya menuju depan lobi, saat keluar berada di depan lift.Ternyata di sana sudah banyak wartawan dari beberapa media yang bersiap - siap menunggu kapan sang jendral keluar untuk meliput berita tentang percobaan bunuh diri istri sang jendral.


Lalu Pak Donnie putar haluan. Tidak ada jalan lain pikirnya. Lalu ia menelpon ajudannya. Meminta bantuan agar rumah sakit tempat istrinya dirawat bisa steril dari para pencari berita itu.


Pak Donnie sebenarnya bisa saja meminta bantuan bawahannya untuk meminta penjagaan dirinya dan seluruh anggota keluarganya. Namun itu semua tidak ia lakukan. Ia ingin kehidupan dirinya dan keluarganya berjalan normal seperti orang kebanyakan.


Namun saat-saat seperti ini, ternyata Pak Donnie baru menyadari pentingnya ajudan disampingnya. Sangat mendesak, ini pertama kali Pak Donnie panik. Ia tampak gugup ketika ia harus kembali membawa anak - anaknya naik lift menuju tempat istrinya dirawat.


Terpaksa. Satu kata yang harus ia lakukan. Demi penyelamatan ia dan keluarganya.


Tanpa mengetuk pintu ia pun langsung masuk saja ke dalam kamar VIV tempat dimana istrinya dirawat. Lalu kedua anak gadis dan mantan istrinya masuk mengikuti Pak Donnie.


Mereka berempat tampak ngos - ngosan masuk ke kamar tempat di mana mamanya Dina bermalam. Sang pasien yang tadinya tertidur pulas kini terbangun. Ia tampak kaget melihat semuanya ada disini. Dan lebih kaget lagi saat seseorang yang tak ingin ia jumpai saat ini berada dalam kamar yang sama dengannya.

__ADS_1


Sosok itu amat dikenalnya. Seseorang yang pernah menjadi sahabatnya. Kehadirannya membuat sekujur tubuhnya seperti kaku, aliran darahnya berhenti sesaat. Mulutnya bergetar saat ia spontan menyebut namanya, " A-yana ...."


__ADS_2