CINTA NARA

CINTA NARA
Transplantasi


__ADS_3

Dua minggu sudah persiapan Dina untuk melakukan transplantasi sumsum tulang belakang. Dalam dua minggu yang melelahkan ini justru Nara menjadi tahu apa penyebab Angga pergi meninggalkannya tanpa sebab.


Benar apa yang diucapkan Angga di kala itu. Ibu yang menjadi hubungannya dengan Angga putus. Sebuah kisah masa lalu yang sulit diterima oleh Nara. Apa daya semua telah terjadi. Angga menemukan kembali cinta pertamanya. Dan ... itu adalah Dina, kakak kandung Nara.


Nara memang harus ikhlas. Apalagi sekarang kakak kandungnya sedang sakit parah. Memerlukan uluran tangan Nara sebagai adik kandungnya.


Hasil pemeriksaan Nara dan Dina memiliki persamaan DNA. Persamaan yang dimiliki oleh saudara kandung. Beruntung Dina ternyata mempunyai saudara kandung. Mungkin beginilah cara Tuhan untuk mempertemukan Dina dengan ibu dan adik kandungnya.


Cara Tuhan memang indah. Tak pernah bisa ditebak oleh siapa pun juga. Dengan sakitnya Dina, Tuan Donnie Prambudya jadi membuka tabir rahasia ibu kandung anaknya. Padahal ia berjanji seumur hidup tidak akan membutuhkan mantan istrinya.


Kesombongan Tuan Donnie Prambudya ada batasnya. Ia tak mampu berbuat banyak dengan uang dan harta yang dimilikinya. Sakitnya Dina membuatnya harus membuang rasa malu untuk mencari mantan istri yang lama tidak diketahui dimana rimbanya.


Nampaknya hari ini Nara dan Dina sudah bersiap - siap. Ada rasa was - was di hati Dina kalau operasi ini gagal. Ia hanya pasrah, semoga takdir Tuhan membuat hidupnya jauh lebih lama.


Pukul 9 pagi. Saat Dina menanti panggilan dari ruang operasi. Seseorang menelpon Dina. Tut ... tut ... , Dina kemudian meraih gadjet yang ada di bawah bantalnya.


"Assalamualaikum sayang ... bagaimana harimu disana, " sapa hangat Angga.


"Waalaikum salam. Hari ini aku begitu gugup, hari yang di tunggu datang. Rencananya jam 9 pagi ini aku akan menjalani cangkok sumsum tulang belakang, " jawab Dina.


"Ya udah, kamu banyak berdoa saja sayang. Semoga semua akan baik - baik saja, " jelas Angga.


"Iya, makasih ya sayang, " balas Dina.


"Ya uda, sekarang berdoa dulu. Sholat biar hati menjadi tenang, " kata Angga buat menguatkan diri Dina.

__ADS_1


"Iya, aku sekarang mau sholat dulu, " timpal Dina.


"Ya udah ya sayang. Assalamualaikum, " Angga mengakhiri telponnya.


Dina bersyukur walau jarak yang memisahkan nya dari Angga. Lelaki ini setiap hari tak pernah lupa mengabari Dina. Walau hanya dengan pesan singkat mealui Whats Up.


Dina sampai saat ini tak pernah memberi tahu siapa pendonor sumsum tulang belakang padanya. Apalagi kalau tahu sosok sang pendonor yang tak lain adalah Nara, adik kandung Dina.


Sebelum hari ini dimana Dina melakukan transplantasi. Nara pun melalukan hal yang sama seperti Dina.Empat hari sebelumnya ia diberikan obat oleh dokter untuk mengeluarkan sel induk darah agar jumlah produksi sel induknya meningkat.


Hari kelima Nara melakukan tes untuk melihat seberapa banyak jumlah darah yang sudah dihasilkan. Bila dirasa cukup mulailah proses pengambilan sel darah induk ini.


Nara juga melakukan serangkaian pengambilan sumsum tulang belakang seperti yang dilakukan Dina. Awalnya ia merasa takut.


Tak hanya Nara sebagai pendonor. Dina pun melakukan pengobatan rutin bagi penderita kangker, yaitu kemoterapi dan radioterapi. Ini dilakukan sebelum transplantasi sumsum tulang belakang.


Setelah melewati semua persiapan. Tibalah hari dimana sel darah induk dimasukan ke dalam tubuh Dina. Sebelumnya Dina sudah di pasang infus di punggung tangan kirinya. Ditambah lagi dipasang alat pada vena (pembuluh darah besar) di leher untuk memulai proses tranplantasi sumsum tulang belakang.


Nara dan ibu selalu berada di samping Dina. Begitu pula Pak Donnie dan istrinya. Hari dimana Dina memulai proses transplantasi ini mereka berdua tak henti - hentinya berdoa demi kesembuhan putri kesayangan mereka.


Ibu Ayana juga orang yang paling takut dalam hal ini. Tak ingin hal buruk terjadi pada Dina. Anak yang sangat dirindukannya selama bertahun - tahun dalam hidupnya.


Nara yang telah duluan melakukan prosedural pengambilan sumsum tulang belakang pun dilanda gusar. Ia sementara saat ini hanya mengeluh nyeri pinggang belakang bekas tusukan pengambilan sumsum tulang belakang ini.


Pak Donnie dan yang lain mengucap syukur karena baik Dina dan Nara tidak mengalami efek samping pasca dilakukan tindakan pencangkokan sumsum tulang belakang.

__ADS_1


Tiga hari setelah Dina menjalankan transplantasi telah berlalu. Setelah dilakukan pemeriksaan darah kembali. Sel darah yang tadinya turun mulai naik kembali. Mual dan muntah bisa diatasi dengan obat - obatan.


Atas ijin dokter yang merawatnya. Dina diperbolehkan pulang. Dan masih perlu kontrol tiga bulan sampai satu tahun usai transplantasi ini.


"Dok, apa aku kontrolnya boleh di rumah sakit di Jakarta saja gak ya ! " pinta Dina pada dokter yang merawatnya.


"Baiklah, tapi untuk satu bulan ini tetap kontrol disini ya. Bila tidak ada masalah dalam satu bulan bolehlah kontrol di Jakarta, " jawab tegas dokter Robert ahli penyakit dalam yang mengambil subspesialis hematologi.


"Iya dok. Terima kasih banyak, " balas Pak Donnie pada dokter Robert yang ternyata fasih berbahasa Indonesia.


Bukan main bahagianya Pak Donnie melihat Dina diperbolehkan pulang. Dina akhirnya pulang bersama Nara dan ibunya ke apartemen milik Pak Donnie yang lumayan besar.


Nara tak percaya papanya ternyata mempunyai harta yang berlimpah. Mungkin ini salah satu yang membuat ibunya tersingkir dari sisinya. Kekayaan seseorang membuat orang silau dan ingin memilikinya.


Tinggal di apartemen yang lumayan besar di Singapura dan tak pernah terpikirkan oleh Nara. Ia pernah berhayal jadi orang kaya. Dan sekarang ia merasakannya. "Begini rasanya jadi orang kaya, " gumam Nara sambil mentertawakan dirinya.


"Dina, kamu tinggal di Apartemen ini bersama Nara dan ibumu. Sedangkan Papa dan mamamu tinggal di apartemen depannya, " jelas Pak Donnie.


Selama pertemuan ibunya Dina dan mamanya( ibu tirinya) terlihat ada rasa kikuk di wajah kedua orang ini yang dulunya bersahabat. Persahabatan yang retak lantaran sang sahabat menikahi mantan suaminya tanpa memberi kabar padanya.


Sebenarnya berat hati mamanya Dina untuk berjumpa dengan sang sahabat. Karena operasi transplantasi Dina sangat penting. Dikarenakan Dina sendiri yang meminta mamanya turut hadir dalam operasi pencangkokan sumsum tulang belakang ini.


Mama Dina, wanita kedua dalam hidup papanya Dina. Telah menganggap Dina sebagai anak kandungnya sendiri. Sangat menyayanginya, tak pernah membuat Dina beranggapan kalau dirinya bukanlah ibu kandungnya.


Papa dan mama Dina mengantar kepulangan Dina dari rumah sakit menuju apartemennya. Dalam perjalanan pulang Nara dan ibunya baru merasakan benar - benar berada di negeri orang. Selama hampir 2 bulan mereka hanya di area rumah sakit. Melihat alam Singapura nan indah. Melihat gedung - gedung pencangkar langit yang berdiri megah.

__ADS_1


Ada satu harapan di hati Nara. Semoga kebersamaannya bersama Dina akan lama. Semoga kakak kandungnya akan pulih seperti sedia kala. Semoga bisa menghabiskan Banyak waktu bersama ... , mengganti momen masa kecil yang telah terlewati. Aamiin ....


__ADS_2