CINTA NARA

CINTA NARA
Kepulangan Nara


__ADS_3

Sudah 2 bulan Nara di tinggal Arif pulang ke Jakarta. Terasa hampa juga tak ada kehadiran sang kekasih dalam hidupnya. Komunikasi yang dilakukannya hanya melalui vidio call.


Tak tahan menahan kerinduan. Nara akhirnya memutuskan untuk pulang ke Bengkulu. Ingin memberi kejutan pada Arif dan kedua orang tuanya di Bengkulu.


Nara mendadak ingin pulang ke Bengkulu. Ia berkomunikasi pada ibunya seminggu yang lalu. Hanya sekedar ingin mendengar suara ibunya. Wanita terkasih, wanita yang amat disayanginya. Nara sengaja tak mengabari rencana kepulangannya. Ia Ingin memberikan kejutan kepada ibunya


Dengan kerinduan membuncah. Nara pulang juga ke Bengkulu. Naik penerbangan yang pertama di pagi hari. Bayang - bayang wajah ibunya terbayang sudah. Kepulangannya kali ini ia tidak memberi tahu Ibunya. Hanya Arif yang di beritahu oleh Nara sebelum keberangkatannya.


Awalnya ia tak ingin memberi tahu Arif. Maunya tiba - tiba muncul di depan Arif. Namun setelah banyak pertimbangan. Akhirnya Arif pun di beri tahu. Itu pun dilakukannya agar ada orang yang menjemputnya saat tiba di bandara.


Arif datang di bandara Fatmawati telat 15 menit untuk menjemput Nara. Arif terlihat amat memesona dengan menggunakan seragam PNS, seragam berwarna coklat khaki. Ia datang dengan tergopoh - gopoh.


Bukan hal mudah bagi Arif, untuk meminta ijin terlebih dahulu pada atasannya untuk menjemput Nara. Dengan berbagai pertimbangan. Akhirnya atasannya mengijinkan Arif untuk sekedar menjemput Nara.


"Maaf telat ya, " sapaan Arif pertama kali bertemu Nara.


"Iya, gak apa - apa. Makasih ya, " jawab Nara sambil mencium punggung tangan Arif.


Arif kemudian membantu membawa travel bag Nara yang lumayan besar. Sedangkan Nara membawa beberapa tas yang isinya oleh - oleh buat Arif dan kedua orang tuanya.


Arif dan Nara kemudian naik mobil yang di bawa Arif. Lalu mobil itu melaju menuju rumah Dina.


"Maaf ya Nara. Aku telat menjemputmu. Coba jauh - jauh hari kamu memberitahuku terlebih dahulu. Aku kan bisa mengambil cuti, " sesal Arif sambil memegang stir mobil.


"Maaf. Aku baru memberitahu dirimu mendadak. Pekerjaanku di Jakarta sudah selesai. Aku bisa menulis dimana saja. Tinggal kirim soft copy dan hard copy saja pada penerbit mayor , " jawab Nara.


"Maksudmu apa sayang? Kamu mau tinggal di Bengkulu lagi sekarang, " tanya Arif penasaran.


"Menurutmu bagaimana ? Apa aku boleh tinggal di Bengkulu. Apakah kak Arif di sini sudah punya yang lain, " kelakar Nara.


"Apa sih maksudmu Nara. Harus kau tahu ya ! aku masih menunggumu di sini. Di dada ini selalu ada rindu buatmu, " jawab Arif sambil tangan kirinya menggenggam jemari tangan Nara.


Nara terkesima dengan pernyataan Arif. Nara merasa tersentuh hatinya. Mengapa ia tak pernah menyadari. Arif sangat perhatian dan membuat dirinya amat berarti.


Tak memakan waktu banyak, kurang lebih 20 menit mobil itu tiba di rumah Nara. Turun dari mobil, Arif membantu Nara membawa barang - barang Nara ke depan rumahnya.


Rumah Nara tampak kosong. Di rumah yang tinggal hanya ibu dan ayah Nara. Pintu pagar terkunci rapat. Karena Dina memiliki kunci sendiri, ia langsung masuk ke dalam pekarangan rumah.


Tok ... tok ... tok ...


Nara mengetuk pintu tiga kali. Tak ada sahutan di dalam rumah. Karena tak ada tanda - tanda ada orang di dalam rumah. Maka Nara membuka sendiri pintu rumahnya.


Krek ... , gagang pintu di tarik Nara. Saat pintu terbuka. Ternyata Ayah Nara sudah ada di depan Nara.


"Ayah. Ayah baru bangun. Ayak gak kerja, " ucap Nara sambil mencium punggung tangan Ayahnya dan di ikuti oleh Arif.


"Hari ini ayah libur. Besok giliran ayah bawa bis nya, " jawab ayah Nara.

__ADS_1


Nara dengan di bantu Arif membawa semua barang Nara di dalam kamarnya. Kamar ini tampak rapi, ibu selalu menjaga kamar Nara untuk tertata rapi. Berharap anaknya akan segera pulang.


Arif lalu duduk di ruang tamu. Sedangkan Nara pergi ke ruang makan dan dapur. Orang yang di carinya tidak ada. Kemana gerangan ibu? kenapa di cari tidak ada. "Ah, mungkin ... ibu sedang keluar, " pikir Nara sambil membawa sebotol air putih di kulkas dan 2 gelas. Lalu di bawanya ke ruang tamu.


Sebotol air putih dingin bekas sirup itu hinggap di meja ruang tamu. Nara kemudian menuangkan air ke dalam gelas dan di sodorkan langsung pada Arif.


"Makasih ya Nara, " Arif berucap.


Nara hanya tersenyum membalas ucapan terimakasih dari Arif.


Nara memulai percakapan dengan Ayahnya. "Ayah, ibu kemana, " tanya Nara sambil duduk di kursi sofa sebelah ayahnya.


"A - pa ? emang Nara tidak di beritahu ibu ! Ibu kan sudah satu minggu berada di Singapura, " jawab ayah kaget.


"Apa ayah ! mengapa ia berada di Singapura tidak memberitahuku, " sahut Nara sedih.


Ayah tidak langsung menjawab pertanyaan putrinya. Ia beranjak mengambil ponsel yang berada di bufet dekat TV. Lalu ia duduk kembali di sebelah Nara. Ia kemudian memencet tuts keyboard ponselnya.


Nara dan Arif diam sambil memperhatikan apa yang sedang dilakukan oleh ayah Nara.


"Assalamualaikum bu."


"Waalaikum salam Yah."


"Ibu apa kabar ? "


"Ibu baik- baik saja ayah. Ada apa ya ? "


"Oh, ada Nara. Mana Naranya ayah."


Ayah Nara kemudian menghampiri Nara. Dan memberikan ponselnya pada Nara.


"Assalamualaikum Ibu. "


"Waalaikum salam nak, " balas ibu.


"Ibu ... , kenapa ibu tidak memberitahuku. Apa yang sedang ibu lakukan di Singapura ? " tanya Nara dengan raut sedih.


"Ceritanya panjang nak. Ibu akan ceritakan semua padamu. Tapi tidak bisa dibicarakan melalui telpon nak, " jawab Ibu.


"Jadi kapan ibu mau menceritakannya padaku? " desak Nara.


"Setibanya kau di Singapura sayang, " ucap Ibu.


"Maksud ibu ! aku menyusul ibu ke Singapura, " tanya Nara kembali.


"Iya, secepatnya kau datang kemari sayang, " pinta ibu.

__ADS_1


"Baiklah. Dua atau 3 hari ini aku akan menyusul ibu. Tunggu aku ya ibu, " ucap Nara.


"Iya, sayang. Uda dulu ya nak. Assalamualaikum , " ucap ibu di seberang sana.


"Waalaikum salam, " balas Nara.


Nara kemudian menyerahkan ponsel pada ayah. Semua mata memandang Nara. Arif penasaran apa yang di bicarakan Nara pada ibunya.


"Nara ... , ibumu di Singapura ya! Kapan rencanamu menyusul ibu, " tanya Arif penasaran.


"Iya, ia ada di Singapura. Aku tak tahu apa yang dilakukannya di sana. Dua tiga hari ini aku akan menyusul ibu, " jawab Nara.


"Kalau begitu kamu pesan tiket menggunakan aplikasi traveloka aja sayang, " tawar Arif.


"Iya, hemat waktu, " jawab Nara.


"Ayah juga tidak mengabari aku kalau ibu ke Singapura, " sesal Nara.


"Ayah pikir kamu uda di beritahu ibumu. Lagian kamu gak telpon dulu sih, " sungut ayah.


"Iya sih. Tadinya aku mau kasih kejutan buat ibu, " jawab Nara manyun.


"Ya udah. Ayah tinggal ya. "


Di ruang tamu sekarang hanya tinggal Nara dan Arif saja. Arif kemudian membuka percakapan kembali.


"Ya, uda Nara. Gak usah sedih gitu. Nanti kamu ketemu ibumu. Yang sedih itu aku loh. Baru ketemu sebentar, udah mau di tinggal lagi. Hehe ... , " kelakar Arif.


"Maaf ya. Aku harus menyusul ibu, " jawab Nara.


"Gak apa - apa sayang. Ketemu kamu sebentar saja sudah sangat berarti, " ungkap Nara.


"Ya uda Nara. Ntar malam aku ke rumahmu lagi ya. Gak enak ama bos, sekarang aku mau ke kantor kembali. Bilang ke Ayah, aku pamit pulang, " pinta Arif.


"Iya, ntar aku sampaikan pada ayah, " balas Nara.


Nara mengantar Arif sampai ke depan mobil yang di bawa Arif. Sebelum Arif masuk mobil, Arif tiba - tiba .... cup... , satu ciuman mendarat di pipi Nara.


Nara terkesima dengan tindakan cepat yang dilakukan oleh Arif.


"Aduh, kak Arif, " ucapan spontan Nara.


"Hehe ... , ama pacar sendiri, " gurau Arif.


" Uda ya sayang, ntar malam aku kembali, " ucap Arif sambil masuk ke dalam mobil.


"Bye ... bye ... , " ucap Arif sambil melambaikan tangan pada Nara.

__ADS_1


Nara masih terbengong - bengong saja melihat kelakuan Arif. Ini pertama kali Arif mendarakan ciuman ke pipi Nara. Nara jadi malu sendiri. Takut para tetangga melihat apa yang di lakukan Arif padanya.


Ada selaksa bahagia yang dirasakan Nara. Mungkin ia mulai jatuh cinta pada Arif. Cinta yang harus di tinggalkannya kembali. Kepulangannya yang mendadak dan pergi kembali. Tunggu aku kak Arif ....


__ADS_2