
Ummi sedang membersihkan isi perut ikan lele hasil tangkapan di kolam Abi yang terletak di belakang rumah. Kebetulan ikan lele yang Abi budidayakan sudah siap panen. Ummi berniat menggoreng ikan lele yang akan di sandingkan dengan sayur pecel kesukaan Cindy.
Meski kedatangan anak dan menantunya dadakan tanpa memberi kabar. Bersyukur ada hasil kebun yang bisa di sajikan, seperti singkong, ubi ungu, terkadang pisang, kadang juga ada nangka, sayur-mayur pun ummi tanam di belakang rumah dan tentunya ikan lele dari kolam Abi yang bisa di jadikan lauk.
"Arghh...!" pekik ummi sembari melepaskan ikan lele di tangan.
"Ada apa Ummi?" Cindy mendekat karena ikut terkejut dengan suara ummi.
"Ini tangan Ummi kepatil sungut ikan lele! Habisnya licin sekali, Cin," ujar ummi sembari mengibaskan tangannya yang terasa perih.
"Wah kalau itu sih serahkan saja pada Cindy, Ummi. Biasanya juga Cindy dan Abi kan yang bersihin kotoran perut lelenya, kenapa Ummi sok-sokan coba-coba mau bersihin sendiri coba!" canda Cindy.
Sbab ia tahu ummi sebenarnya tidak berani memegang lele hidup. Karena takut kena patil ikan lele akhirnya tugas bersih-bersih ikan biasanya Cindy dan Abi yang melakukannya.
"Ya udah nih, kamu yang kerjakan," ujar ummi pasrah.
Dengan sigap Cindy memegang kepala ikannya kemudian membelah bagian atas perutnya, lalu mengeluarkan isi kotorannya. Ia kemudian mencucinya di wastafel kemudian memberinya air perasan jeruk nipis agar tidak amis.
"Nih, Ummi udah selesai tinggal dibumbui saja lelenya!" ujar Cindy sembari menyodorkan panci yang berisi ikan lele.
"Cin, kamu masih memikirkan kata-kata mbak Aini waktu di majelis?" tanya Ummi.
"Emm...gimana ya Ummi, maunya gak mikirin, tapi malah kepikiran terus. Memangnya Cindy salah apa sama ummi Aini, sampai tega bilang kaya gitu sama Cindy. Pada hal Cindy kan sudah menuruti kemauan ummi Aini untuk membatalkan khitbah!" air mata yang terbendung di pelupuk matanya pun akhirnya jatuh juga.
Uneg-uneg yang selama ini di simpannnya sendiri akhirnya bisa di keluarkan juga saat sharing dengan umminya. Ummi yang paling memahami karakter Cindy yang tertutup. Ia memang jarang mengungkapkan masalahnya pada orang lain. Namun ummi lah yang seolah memahaminya tanpa di beri tahu. Dan Cindy bisa percaya untuk berbagi cerita dengan umminya.
"Sabar ya, Nduk. Jadikan sakit hatimu itu sebagai penyemangat untuk menjadi lebih baik. Terus berikhtiar dan berdo'a pada Allah. Jika Allah mengehendaki suatu saat kamu hamil dan punya anak itu adalah kuasa Allah. Ummi Aini bukan Tuhan yang bisa merubah takdir atau menentukan takdirmu, Nduk. Jika merasa terdzolimi oleh seseorang, berdo'a lah yang terbaik untukmu!" ummi menasehati Cindy untuk menguatkan jiwa anaknya yang sedang rapuh.
"Terima kasih ya, Ummi. Ummi selalu memahami dan mengerti aku!" ujar Cindy kemudian memeluk umminya dari belakang.
"Cindy, sebenarnya ada yang lain yang lebih perhatian dari Ummi, cuma kamu aja nih yang tidak menyadarinya," tutur ummi sembari memasak.
"Maksudnya, gimana Ummi?" Cindy merasa tidak mengerti dengan kata-kata umminya. Lantas ia mengendurkan pelukannya pada umminya.
__ADS_1
"Nak Dimas merasa ada sesuatu yang terjadi dengan kamu, makanya dia meminta ummi untuk bertanya. Ummi yakin kamu tidak menceritakan masalahmu pada suamimu kan?" tanya ummi.
"Emm, Cindy takut jika mas Dimas akan ikut tersinggung, Ummi," jawab Cindy lirih.
"Cobalah untuk terbuka dan berbagi masalah dengan suami. Kunci keberhasilan dalam suatu rumah tangga yaitu komunikasi yang terjalin baik antara suami dan istri. Jika salah satu pasangan menyembunyikan sesuatu pada pasangannya, itu bisa menjadi kesalahpahaman. Jika sudah begitu pasti akan menimbulkan ketidak harmonisan dalam suatu hubungan."
"Menikah itu adalah menyatukan dua pemikiran menjadi satu. Sehingga jika keduanya bersikeras dengan egonya masing-masing, maka akan pecah dan akhirnya terjadi lah perpisahan dalam rumah tangga. Belajar lah untuk saling jujur dan menyelesaikan segala sesuatu bersama-sama. Meskipun itu juga tak akan mudah untuk menyatukan dua pemikiran menjadi satu. Harus ada yang mengalah, akan ada yang berkorban. Jika semua itu dilakukan atas nama Allah dan tidak melanggar ketentuan Allah, bisa jadi itu adalah jalan yang benar. Allah pun akan meridhoi segala sesuatu yang di lakukan karena Allah," tutur ummi panjang lebar.
"Iya, Ummi. Terima kasih sudah mengingatkan. Cindy akan berusaha menjalin komunikasi yang baik dengan mas Dimas," ujar Cindy.
"Cindy, coba kamu pikir dari segala kejadian yang pernah kamu alami beberapa bulan ke belakang. Ummi tau kamu sedari awal lebih condong ke nak Dimas bukan? Dan, saat ini Allah telah mengabulkan keinginanmu. Coba, jika ummi Aini tidak memintamu untuk membatalkan khitbahnya, tentu saat ini suamimu bukan nak Dimas. Maka ambil saja hikmahnya."
"Dan untuk masalah yang sekarang, anggap saja cobaan kembali datang untuk mengujimu, maka kamu harus kuat dan bersabar. Mungkin saja saat ini Allah tengah mempersiapkan rencana indah selanjutnya untukmu. Jadi terus berprasangka baik lah kepada Allah!" tutur ummi menyemangati.
"Aaaaaah...., Ummi jadi terharu deh!" Cindy kembali memeluk umminya.
Waktu pun terasa cepat berlalu. Kebersamaan di rumah ini lah yang sangat di rindukan oleh Cindy. Apalagi di tambah dengan kedatangan Umar, suaminya dan juga Qila. Suasana makan bersama pun terasa lebih semarak dan ramai.
"Mas yakin gak apa-apa berdesak-desakan dkasur ini?" ujar Cindy saat Dimas memindahkan Qila yang tertidur di depan ruang tengah ke kasur yang berada di kamar Cindy.
"Nggak masalah, ini masih muat, kok! Sayang, By the way kamu kok punya baju tidur yang pendek begini, kenapa waktu di rumah gak pernah pakai ginian?" tanya Dimas saat melihat Cindy mengenakan daster pendek tanpa lengan.
Sebab, biasanya saat berada di rumahnya, Cindy selalu mengenakan gamis panjang atau piama panjang
"Ohh, ini namanya daster, Mas. Soal kenapa gak dipakai di rumah, ya karena waktu itu aku baru aja menikah dengan mas Dimas. Aku malu lah, Mas. Nanti dikira aku mau godain mas Dimas pakai baju terbuka begini," Cindy duduk di tepi ranjang sembari membentulkan posisi dasternya.
"Memangnya kenapa godain suami sendiri dan sudah sah, gak akan dosa. Besok beli lagi selusin buat di pakai tidur di rumah, biar mas tergoda!" canda Dimas.
"Ishh, buat apa Cindy godain, biasanya belum juga Cindy godain, mas Dimas udah lengket aja hampir tiap malem menabur benih! Hihihi...!" balas Cindy.
"Kan kata orang siapa menabur maka akan menuai, terus Allah lihat tuh, si Dimas rajin ikhtiar malam, bakalan dikasih deh tuh adeknya Qila," ujar Dimas.
__ADS_1
"Aamiin, makasih ya Mas. Mas Dimas udah ajakin aku pulang ke rumah Abi. Mas Dimas sebenarnya pengen supaya Cindy bertukar cerita kan sama Ummi?" tutur Cindy.
"Habisnya kamu dari kemarin murung terus. Mas tau, kamu sedang ada suatu beban pikiran kan? Tapi gak mau cerita ke aku. Jadi aku harap dengan kamu cerita ke Ummi, beban kamu akan berkurang. Aku cuma gak ingin kamu merasa sendiri!" Dimas menuntun istrinya untuk tidur di ranjang.
"Makasih ya, Mas. Mas Dimas udah perhatian banget ke Cindy, kedepannya aku akan berusaha untuk membagi suka dan suka aku bersamamu, Mas!" ujar Cindy kemuadian mencium pipi suaminya.
"Bibirnya belum, Sayang!" ujar Dimas.
"Mas Dimas nih, di kasih hati minta jantung!" ujar Cindy. Meskipun begitu ia tetap memberikan Dimas kecupan di bibirnya.
****
Keesokan paginya, seusai sholat subuh Cindy tiba-tiba berlali ke kamar mandi. Ummi yang melihat menjadi heran karena Cindy muntah-muntah di kamar mandi.
"Hhoooekk...hhhoeekk....!
"Ada apa, Cin?" tanya ummi saat Cindy keluar dari kamar mandi.
"Gak tau, Mi. Perut Cindy tiba-tiba mual banget!" turur Cindy.
"Apa kamu telat datang bulan juga?" tanya ummi.
"Cindy kan biasa ummi, tidak teratur datang bulan," ujar Cindy.
"Benar juga ya, eh tapi bisa jadi Cin. Mendingan kamu coba test dulu dengan menggunan testpask, Cin," ummi memberikan ide gagasan.
"Baik, Ummi. nanti coba Cindy beli ke apotek."
"Semoga saja ini kabar baik ya, Nduk!" ujar ummi.
"Aamiin!"
__________________Ney-nna_________________
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya reader's. Dukungan kalian sangat di tunggu oleh author.
Terimakasih, semoga berkah buat kalian semua. 🙏💕💕💕