
Lala membawa nampan yang berisi dua cangkir teh di tangan. Dia hendak menghidangkan minuman itu untuk Dipa dan Reyna. Namun, saat ia sampai di ruang tamu tanpa sengaja Lala mendengar obrolan mereka. Saat itu yang didengarnya ialah, Dipa yang tengah menyatakan Cinta kepada Reyna.
Hal itu bukanlah sesuatu yang mengejutkan bagi Lala. Dia sudah bisa menebak dari cara Dipa memperhatikan Reyna selama ini. Akhirnya Lala tidak jadi memberikan minuman itu kepada mereka. Lala menaruh nampan yang dibawanya di atas meja ruang tamu.
Bertepatan dengan saat itu, Lala hendak beranjak masuk. Lala terkesiap saat menangkap sosok laki-laki yang sedang berdiam diri di dalam mobilnya yang terparkir di halaman. Sosok laki-laki itu adalah Abiyu yang tengah memperhatikan dari kejauhan, saat Reyna dan Dipa yang sedang berdebat hingga tidak menyadari jika ada mobil yang datang. Lala bingung harus berbuat apa saat itu.
Lala bersembunyi di balik salah satu pintu yang masih tertutup sembari menggigit kuku di jari telunjuknya ketika merasa cemas. Dan Abiyu melihatnya. Abiyu hanya geleng-geleng kepala dengan wajah datar mengetahui hal itu.
Tiba-tiba saja terdengar ada yang menyebutkan kata Laluna. Lala seketika terkejut mendengar nama aslinya di sebut. Ia berbalik membelakangi pintu sembari menyimak obrolan selanjutnya. Dari pendengarannya ia menangkap jika Dipa mempertanyakan tentang siapa sesungguhnya Laluna itu. Suasana hening, sebab Reyna tidak segera menjawabnya. Jantung Lala terasa berdegup kencang menanti jawaban apa yang akan Reyna berikan pada Dipa.
"Siapa, Reyn? Lihatlah ...! avanya adalah foto Reynand, bukan?" desak Dipa meminta jawaban.
"Bukan aku, Dip!" jawab Reyna.
"Lantas siapa Laluna itu? mengapa dia bisa mempunyai foto Reynand dan menceritakan tentang kisah hidupanmu di novelnya?" Dipa menjeda perkataannya. "Kamu jangan bohong Reyn ... Laluna itu kamu kan?" tanya Dipa sembari menghadap ke arah Reyna dan memegangi meja yang terletak di antara mereka.
Reyna merasa terdesak saat ini. Dia bingung harus jujur jika Lalunya adalah Lala atau haruskah berpura-pura menjadi Laluna. Sebab Reyna juga tidak tahu apa yang terjadi antara Laluna dengan Dipa yang berteman di dunia halu.
"Laluna itu---" ucapannya terpotong saat mendengar langkah kaki mendekat.
Abiyu tengah berjalan ke arah mereka. "Assalamu'alaikum!"
Seketika Reyna dan Dipa mendongak ke arah sumber suara.
"Wa'alaikumsalam!" jawab Reyna.
"Cowok ini yang namanya Abiyu?" tanya Dipa pada Reyna.
Reyna menoleh ke arah Dipa kemudian mengangguk.
__ADS_1
"Apa yang anda lakukan sehingga Reyna harus menikah dengan anda?" tanya Dipa langsung pada intinya.
Akhirnya suasana berubah menjadi tegang. Ada kilatan kecemburuan di mata Abiyu saat melihat Reyna bersama laki-laki lain. Abiyu yang tadinya hendak bertemu Reza, malah harus melihat hal seperti ini saat datang ke rumah Reyna.
Begitupun dengan Dipa yang merasa dicurangi dengan munculnya sosok laki-laki lain yang tiba-tiba hadir dan mencuri start. Seminggu kemarin kerja di luar kota, saat kembali pulang mendapat kabar jika sang pujaan hati telah mempersiapkan pernikahan dengan pria lain yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat.
Abiyu melirik ke arah Reyna sebentar, kemudian tersenyum kecut ke arah Dipa.
"Maaf anda ini siapa? Saya hendak menikah dengan Reyna atas persetujuan seluruh anggota keluarga dan tentunya Reyna sendiri sudah bersedia. Apa pentingnya bagi anda mengetahui tentang alasan saya untuk menikahi Reyna?" jawab Abiyu.
"Selama beberapa bulan ini saya dekat dengan Reyna, saya tidak pernah melihat anda sekalipun. Lantas bagaimana bisa anda tiba-tiba saja datang dan hendak menikahi Reyna. Saya tahu Reyna tidak mencintai anda. Pasti ada alasan dibalik semua itu bukan? Apa yang anda lakukan untuk memaksa Reyna hingga bersedia menikah dengan anda!” tuduh Dipa menaruh curiga.
Abiyu menyunggingkan senyum mendengar ocehan dari mulut Dipa. Rupanya laki-laki di depannya ini mempunyai perasaan yang sama terhadap Reyna. Namun, tidak ada salah satu diantara mereka yang Reyna cintai. Yang membedakan dirinya dengan Dipa adalah, Abiyu lebih beruntung karena mendapatkan golden tiket langsung dari almarhum suami Reyna. Sehingga Reyna bersedia menerima pinangan dari Abiyu.
“Saya mohon anda menghargai keputusan yang sudah kami sepakati. Tolong berlapang dada untuk menerima hal ini. Dua hari lagi kami akan melaksanakan akad nikah, dan keputusan ini sudah bulat. Saya mohon anda tidak mengganggu saat acara berlangsung. Saya pastikan saya akan melindungi Reyna dengan baik kedepannya. Terima kasih atas bantuannya selama ini telah membantu menjaga Reyna, setelah Ijab Qobul nanti Reyna akan menjadi tanggung jawab saya sepenuhnya.” Abiyu menegaskan.
“Okey ... tapi sebelumnya tolong biarkan saya berbicara empat mata dengan Reyna terlebih dahulu!” ujar Dipa memohon.
Dipa terkesiap mendengar kata-kata Abiyu yang berani mengusirnya.
“Maaf, tapi aku hanya akan menyerah jika mendengar langsung dari mulut Reyna, tentang alasan yang sesungguhnya. Jika alasan yang Reyna berikan itu sudah benar aku berjanji akan menerimanya dan tidak akan mengganggu kalian, tapi jika saya tahu alasan Reyna menerima pernikahan ini tidak masuk akal saya tidak akan tinggal diam dan akan merebut Reyna dari anda!” ancam Dipa.
“Sudah cukup … hentikan!” seru Reyna menghentikan perdebatan dua orang laki-laki tersebut.
Sementara Reza, Lena dan nenek yang mendengar seperti ada keributan di luar, bergegas menuju ruang tamu untuk memeriksa apa yang sedang terjadi.
“Ada apa, La?” tanya nenek dengan cemas.
“Ada mas Dipa dan Mas Abiyu di depan, Nek. Mas Dipa tidak terima mbak Reyna akan menikah dengan Mas Abiyu!” tutur Lala menjelaskan.
__ADS_1
“Dipa yang katanya sering main ke sini ngajakin Reynand?” tanya Lena sembari mengingat-ingat, ”Memangnya Dipa menyukai Reyna juga, La?” tanyanya lagi.
“Benar, Bu!” jawab Lala.
"Mami tidak menyangka Reyna banyak yang suka?” tutur Lena yang merasa heran.
“Reyna itu perempuan yang baik hati dan tulus apa adanya. Jadi wajar saja jika mereka mencintai Reyna!" tutur nenek membela cucu angkatnya itu.
"Lantas bagaimana mulanya sampai mereka bisa datang bersamaan ….”
"Tadinya mas Dipa duluan yang datang, Bu. Kemudian dipertengahan mas Abiyu datang dan mendengarkan yang mereka katakan.
Tiba-tiba saja Reza berjalan ke teras rumah dan menghampiri mereka.
"Kamu masuk ke dalam, Reyn. Biar Papi yang berbicara dengan mereka!" perintah Reza.
"Baik, Pi!!" Reyna dengan langkah gontai menuju ke dalam rumah.
Saat sampai di ruang tamu, Reyna terkejut melihat mami, nenek dan Lala ada di ruang tamu.
"La kamu ikut aku, kita harus bicara!" ujar Reyna kepada Lala.
_____________________Ney-nna________________
...Please Like 👍...
...Leave a Coment 🤗...
...Give a gift & vote 🌹...
__ADS_1
...Tank you! 🙏💕...