
Seusai bibir mereka bertemu keduanya nampak canggung. Mira duduk diam sembari kembali melihat ke arah handphonenya sedangkan Dipa terlihat bingung bagaimana menjelaskannya. Keduanya pun menjadi canggung.
"Emm, aku mau tidur lagi deh masih ngantuk!" tutur Dipa sembari membaringkan kembali tubuhnya di atas kasur membelakangi Mira.
Sementara Mira yang tidak tahu harus berbuat apa akhirnya menaruh handphonenya di atas nakas dan ikut membaringkan diri di samping Dipa dengan posisi miring membelakangi Dipa juga. Padahal sebenarnya mereka berdua sama-sama terjaga dan merasa canggung untuk saling berhadapan.
Waktu berjalan dengan cepat Mira sudah dirias dengan dandanan yang tidak berlebihan, namun membuatnya terlihat cantik natural. Mira mengenakan kebaya muslim berwarna baby blue yang senada dengan busana basofi yang dikenakan oleh Dipa. Keduanya nampak serasi dan sangat menawan.
Mobil berhiaskan dengan bunga dan pita yang tertata di bagian depan membawa pasangan pengantin itu menuju lokasi pernikahan yang telah di rencanakan.
Tak berapa lama mereka telah sampai. Dipa membantu Mira turun dari mobil dan keduanya berjalan beriringan sembari berpegangan tangan menuju acara walimahannya di gelar.
Mira dan Dipa singgah di ruang tunggu sebelum menuju kursi pelaminan. Keduanya nampak lebih akrab setelah seharian bersama.Tak berapa lama dikabarkan tamu undangan sudah memenuhi gedung resepsi. Mira dan Dipa diminta panitia untuk memasuki ruangan diselenggarakannya resepsi.
Perlahan-lahan mereka melangkah dengan melewati karpet silver yang di gelar di sepanjang jalan menuju kursi pelaminan. Banyak tamu undangan yang datang dari berbagai kalangan hadir untuk ikut memeriahkan pernikahan mereka. Dan, disaat inilah tamu-tamu lebih banyak yang datang dibandingkan saat akad nikah.
Acaranya pun segera dilangsungkan. Karena, Dipa tidak ingin acara selesai terlalu malam. Sebab kasihan pada tamu yang datang dari jauh atau tamu wanita yang berangkat sendirian.
Seusai acara tamu undangan dipersilakan untuk menikamati jamuan yang terdiri dari berbagai pilihan menu dari berbagai makanan yang khas Indonesia seperti sate, empek-empek palembang, bakso, nasi kebuli, selat, dan masih banyak lagi yang lainnya. Semua tamu boleh makan apa saja yang merwka sukai. Sebagian tamu mengantri untuk mengucapkan selamat dan mengikuti sesi foto.
Dibagian tengah ada panggung yang terdapat beberapa penyanyi solo yang melantunkan lagu-lagu pop atau lagu barat yang bertemakan cinta dan romantisme untuk menghibur tamu yang datang.
Segenap acara pun terlaksana dengan baik, tanpa ada gangguan. Sesha, Gina dan seluruh karyawan ruko turut hadir dia cara ini. Mereka bergantian untuk memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai dan juga mengantri untuk berfoto dengan pengantin. Sebab tamu dari pihak Dipa pun cukup banyak, apa lagi keduanya adalah sama-sama anak tunggal. Jadilah kerabat dan kolega yang hadir cukup banyak.
Malam semakin larut Seusai berfoto Reyna, Bunda dan Abiyu berpamitan. Sebab Reynand sudah mulai rewel ingin tidur. Saat Abiyu memangku nya untuk menidurkan di gendongan, Reynand tetap rewel karena suara bising para tamu. Akhirnya mereka berpamitan kepada Mira untuk meninggalkan acara lebih awal.
"Maaf ya, Mir. Reynand dari tadi rewel terus, kita pamit pulang dulu ya? semoga acaranya lancar hingga selesai nanti!" tutur Reyna kepada Mira.
"Aduh sayang sekali, padahal seru lhoh. Tapi gak apa-apa deh, Reyn. Hati-hati di jalan ya, sampai jumpa lagi!" tutur Mira kemudian merwka melakukan cipika-cipiki.
Seusai itu mereka segera beranjak pulang ke rumah bunda.
__ADS_1
Sedangkan bunda Maya sedari tadi berangkat perasaannya tidak nyaman. Ada perasaan tengah melupakan sesuatu yang tadinya ingin dikerjakan.
****
Ditempat yang lain malam itu hujan turun sangat lebat dan petir menyambar. Fely yang saat itu baru pulang dari tempat acara klien yang sedang bekerjasama dengan resto pun akhirnya harus nekad pulang di saat hujan menerpa.
Namun sialnya mobil Fely mogok di jalan. Fely bingung harus berbuat apa sedangkan kakaknya tidak berada di rumah melainkan sedang berada di Jakarta untuk menghadiri pernikahan Mira.
Fely lantas mengedarkan pandangannya ke sekitar. Ternyata saat ini dia berada tak jauh dari minimarket yang biasa dia datangi untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari bersama Reyna.
Fely padahal juga belum melaksanakan salat maghrib padahal waktunya sudah hampir habis. Fely kemudian teringat jika rumah mamanya Jerry berada di seberang minimarket itu artinya tak jauh dari mobilnya saat ini.
Setelah menimang-nimang beberapa saat akhirnya Fely memutuskan untuk numpang salat sekalian berteduh sejenak di rumahnya mama Jerry sembari menunggu hujan reda.
Fely mengambil barang-barang berharga miliknya, kemudian mengeluarkan payung untuk menuju rumah mamanya Jerry. Sementara mobilnya dia tinggalkan begitu saja dipinggir jalan.
Fely mulai nekad hujan-hujanan dan menyeberang jalan hingga sampai di rumah mama Jerry.
Setelah beberapa saat menunggu akhirnya pintu terbuka dan nampaklah mama Jerry yang membukakan pintu.
"Assalamu'alaikum, Tante. Mobil Fely mogok di jalan, bolehkah Fely numpang berteduh di rumah, Tante?" tanya Fely sembari menunjuk pada mobilnya yang berada di seberang jalan.
"Oh, iya, Fely yang waktu itu bertemu di minimarket depan, bukan?" tanya Rahma.
"Iya, Tante. Temennya Jerry," jawab Fely.
"Oh, iya-iya. Ayo masuk, Fe. Kamu hujan-hujanan sampai basah begini, pasti kedinginan!" tutur mama Raka perhatian sembari menggiring Fely masuk ke dalam rumah.
Karena hujannya cukup lebat akhirnya sebagian gamis Fely pun ikut basah.
Tante, boleh saya menumpang untuk salat magrib di sini?" tanya Fely kepada Rahma.
__ADS_1
"Tentu saja, Nak. Mari masuk ke dalam!" tutur Rahma sembari memimpin untuk masuk ke dalam rumah.
Sesampainya di dalam rumah, Rahma meminta Fely untuk menunggunya.
"Tunggu ya, Fe. Tante ambilkan baju ganti buat kamu," tutur Rahma kemudian masuk ke dalam kamarnya.
Setelah beberapa saat Rahma kembali sembari membawa baju ganti untuk Fely.
"Ini Fey, baju ganti untuk kamu!" tutur Rahma sembari mengulurkan kain yang dilipat kehadapan Fely.
"Terima kasih, Tante. Apa tidak merepotkan? saya tidak apa-apa memakai baju ini, Tante," tutur Fely sungkan untuk memakai baju mama Jerry.
"Tidak apa-apa, Fey. Dari pada kamu masuk angin nanti!" tutur Rahma.
"Baiklah, terima kasih, Tante!" jawab Fely.
"Kamar mandinya ada di sebelah dapur, kamu bisa berwudhu dan berganti baju di sana, Fey. Kemudian, di situ ruangan untuk salatnya," ujar Rahma sembari menunjukkan ruangan yang dimaksud
"Baik, Tante. Terima kasih!" ujar Fely kemudian segera bergegas mengganti baju dan mengambil wudhu.
Sesuai salat Rahma mengajak Fely untuk makan malam bersama sembari mengobrol. Dari obrolan itu Fely tahu jika, Jerry tidak tinggal bersama mamanya karena harus tinggal di mess atas perintah atasannya.
Fely pun menjadi tenang karena dia bisa berteduh di rumah mama Jerry tanpa ada rasa canggung jika ada laki-laki di rumah ini Dan dia juga akhirnya tahu jika papa Jerry sudah meninggal.
"Hacuw!" Fely merasa kurang enak badan.
"Tuh kan, kamu pasti demam, Fe," ujar Rahma kemudian mengambil obat dikotak obat dan menyerahkannya kepada Fely.
Fely segera meminum obat itu. lama-lama Fely mengantuk karena efek dari obat flu. Rahma pun akhirnya menawarkannya untuk menginap saja di rumahnya malam itu.
_____________Ney-nna____________
__ADS_1