
Seusai mandi sore Fely berkaca pada cermin. Nampak area matanya bengkak karena terlalu banyak menangis. Dia merasa malu jika sampai nenek Arum atau Raka melihatnya. Dia kemudian mencoba berbagai cara agar bengkaknya berkurang.
Fely mengambil sapu tangan lalu membasahinya dengan air kemudian mengompres di area mata yang bengkak. Setelah beberapa saat, rupanya masih terlihat sedikit bengkaknya.
Fely ke luar kamar seraya celingukan ke kanan dan kiri melihat kondisi sekitar. Fely beranjak menuruni tangga dengan mengendap-endap. Beruntungnya saat itu sedang sepi. Entah suaminya berada di mana. Begitu juga dengan nenek Arum yang tidak terlihat keberadaannya.
Fely segera menuju dapur, dibukanya lemari pendingin dan diambillah sebuah mentimun. Fely memotongnya agak tipis-tipis sehingga menjadi bulatan-bulatan.
Dia beranjak duduk kemudian menempelkan mentimun itu di atas matanya yang terpejam. Rasa dingin dan menyegarkan membuatnya matanya terasa segar. Setelah beberapa saat dia menyudahi hal itu.
Fely segera menyiapkan bahan-bahan untuk memasak. Dia harus move on, jadi dia harus segera bangkit dari keterpurukan dan menunjukkan bahwa dia tegar, dan dia kuat.
Hingga tibalah saatnya makan bersama. Fely melayani Raka dalam diam. Keduanya nampak sibuk dengan pikirannya masing-masing. Sedangkan nenek Arum mulai merasakan jika keduanya sedang tidak baik-baik saja.
Seusai makan malam nenek Arum mendekati Fely yang tengah mencuci piring.
"Fe, kalian lagi berantem ya?" tanya nenek Arum.
Fely seketika terkejut karena akhirnya ketahuan juga sama nenek Arum.
"Emm ... iya, Nek. Kita sedang ada masalah," jawab Fely jujur.
"Dalam rumah tangga bertengkar itu biasa. Namun, ada baiknya untuk mengesampingkan ego masing-masing demi menjalin komunikasi yang baik antar pasangan. Coba duduk berdua untuk membicarakan apa solusi yang tepat bagi penyelesaian masalah kalian. Terkadang setelah berantem malah menimbulkan getaran-getaran cinta dan menjadi lebih menghargai dengan keberadaan pasangan," tutur nenek Arum memberikan wejangan.
"Iya, Nek. Terima kasih atas nasehatnya. Fely akan mencobanya, Nek," ucap Fely.
Nenek Arum mengelus bahu Fely, "Kalian harus saling menguatkan, sabar dan saling percaya. Nenek istirahat dulu ya, Nenek merasa sangat letih."
Fely menganggukkan kepala, kemudian nenek Arum beranjak pergi.
Seusai mencuci piring Fely kembali ke kamar. Saat dia membuka pintu, Raka yang semula duduk sembari bersandar pada sandaran tempat tidur pun segera menoleh ke arah sumber suara.
Fely kemudian berjalan perlahan menuju tempat tidur dan duduk pada sisi yang lain. Dia tahu jika sejak dia masuk Raka terus memandanginya sehingga membuatnya salah tingkah.
__ADS_1
"Mas, aku ingin bicara," tutur Fely.
"Iya, Sayang. Aku rasa juga begitu," jawab Raka.
"Apa yang akan kamu lakukan ke depannya, Mas?" tanya Fely.
"Aku ingin membuktikan padamu jika aku hanya dijebak, Sayang. Aku ingin tahu apa motif yang sesungguhnya mengapa dia melakukan itu padaku. Sebab, aku merasa dia tidak benar-benar menginginkanku jika melihat dari tingkahnya yang selalu menghindar. Aku rasa dia hanya ingin memecah belah antara kau dan aku," tutur Raka.
"Memangnya dia bilang apa sama kamu, Mas?"
"Tadi aku meneleponnya, dia bilang aku menodainya dan dia meminta pertanggungjawaban, tapi saat aku tanya pertanggung jawaban seperti apa yang dia maksud, namun dia malah memutus teleponku tanpa menjelaskan keinginannya dengan jelas. Itu tandanya dia sesungguhnya tidak menginginkan hal itu," ujar Raka mencoba menganalisa tingkah Yasmine yang selalu menghindar.
"Lantas apa yang diinginkan wanita itu dengan mengirim foto-foto yang tadi, Mas?" tanya Fely.
"Sasarannya adalah kamu. Dia ingin menghasut mu, agar kita berantem. Dia ingin kamu meninggalkan aku. Bukan aku yang meninggalkanmu," tutur Raka.
"Bukankah itu sama saja, Mas? dengan begitu dia menginginkan kita berpisah?" tanya Fely.
"Jika dia menginginkan aku, maka dia akan menggodaku agar aku menjadi miliknya. Tapi, ini tidak begitu, dia hanya ingin kamu meninggalkan aku," tutur Raka.
"Kamu tenang saja, Sayang. Aku akan menyelidikinya," tutur Raka sembari menggenggam tangan istrinya. "Tolong, percaya padaku, Diajeng!"
"Iya, Mas. Maafkan aku karena sempat menduga jika kamu berselingkuh, Mas?"
"Aku yang minta maaf karena lagi-lagi telah membuatmu menangis, Diajeng!" ujar Raka kemudian memeluk istrinya.
Fely membalas dan memeluk erat tubuh suaminya, dia merasa lega karena suaminya tidak akan meninggalkannya.
......................
Keesokannya, Raka berangkat kerja seperti biasa. Yasmine lagi-lagi tidak berangkat dan digantikan oleh bu Ratih. Anehnya bu Ratih biasa saja seolah tidak tahu apa-apa tentang kejadian malam itu. Rasanya mustahil jika Yasmine benar-benar ternoda tapi tidak mengatakan tentang hal itu pada orang tuanya. Bukankah seharusnya jika bu Ratih tahu anaknya ternoda harusnya meminta Raka segera bertanggungjawab terhadap putrinya.
Seperti rencana awal, sepulang dari kantor Raka mencoba membuntuti bu Ratih agar mengetahui rumah baru mereka. Setelah tahu tempat tinggal mereka Raka bergegas untuk pulang dan bermaksud akan melakukan penyelidikan keesokannya. Sebab, dia merasa sangat letih dan tidak ingin membuat Fely menunggu.
__ADS_1
Tanpa sepengetahuan Raka, sebenarnya sejak tadi Fely mengikutinya dari belakang. Fely yang saat itu baru pulang dari minimarket selitas melihat suaminya mengarah ke arah lain yang tidak searah dengan rumah mereka. Hal itu pun membuat Fely penasaran. Kemudian mengikuti ke mana suaminya akan pergi.
Setelah beberapa saat berkutat di jalanan mereka sampai di sebuah rumah yang cukup mewah. Fely mermarkirkan mobilnya di tepi jalan yang agak jauh dari suaminya berhenti. Fely menunggu apa yang akan dilakukan oleh suaminya. Namun, dia lega saat mengetahui jika suaminya hanya ingin melakukan penyelidikan.
Saat melihat suaminya beranjak kembali pulang, awalnya Fely juga akan pulang. Namun, terurung ketika dia melihat ada sebuah mobil berhenti di depan rumah itu. Dari kaca mobil terlihat jika yang mengendarainya adalah seorang laki-laki.
Tak berapa lama ke luarlah seorang perempuan muda dari dalam rumah. Kemudian perempuan itu masuk ke dalam mobil dan pergi bersama laki-laki tadi.
Fely menduga perempuan itu adalah Yasmine. Fely kemudian mengikuti ke mana mereka akan pergi. Hingga sampailah mereka di sebuah cafe. Fely mengambil tempat duduk yang tidak terlalu jauh dari mereka agar bisa mendengar percakapan dua sejoli itu.
"Yank, kamu tadi nggak ke kantor lagi?" tanya si laki-laki.
"Enggak, Yank. Aku nggak berani ke kantor. Aku takut ketemu mas Raka," ujar Yasmine.
"Emangnya kenapa, Yank?" tanya si laki-laki.
Mendengar hal itu Fely segera merekam pembicaraan mereka melalui handphonenya.
"Aku diminta Mama buat ngejebak dia, Yank. Gokil banget, ini pertama kalinya aku melakukan hal fatal untuk menjebak seseorang. Aku takut jika nanti didesak oleh Mas Raka, terus ketahuan jika aku hanya menjebaknya bisa gawat, Yank. Berantakan semua rencana kita dong!" tutur Yasmine.
"Emangnya kamu jebak gimana, Yank? awas ya kalo kamu macam-macam sama cowok lain!" ancam si laki-laki.
"Aku emang diminta berpura-pura seolah ternodai oleh Mas Raka, tapi sesungguhnya aku nggak ngapa-ngapain sama dia, Yank. Mama nyuruh satpam kantor buat melucuti pakaiannya seolah-olah habis berbuat yang tidak senonoh. Aku tinggal mengaku saja jika aku ternodai olehnya," tutur Yasmin panjang lebar.
"Kok bisa?" tanya si laki-laki penasaran.
"Aku udah mencampur obat tidur di minumannya, Yank. Agar dia nggak bangun!"
"Kamu sadis banget sih, Yank. Apa tujuan kalian melakukan itu sama tuh cowok?"
"Agar istrinya mengira kalau dia berselingkuh, dan akhirnya bercerai. Iya sih aku juga ngerasa kasihan banget sama dia, tapi aku nggak ada pilihan lain, Yank!" keluh Yasmine.
"Tapi mama kamu nggak nyuruh kamu menikah sama dia kan setelah dia bercerai dengan istrinya?"
__ADS_1
...________Ney-nna_______...