Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Season2. Sedotan??


__ADS_3

"Emm ... duduk dulu, Fe!" ujar Raka sembari menata pikirannya sebelum memberi jawaban kepada Fely.


Felly mengangguk kecil, kemudian menggeser kursi di sampingnya dan mendudukkan diri di sana. Kini posisinya tepat berhadapan dengan kursi yang di tempati oleh Raka.


"Aku ... udah nggak kerja di tempat yang lama, Fe. Sekarang aku nganggur," tutur Raka dengan ragu. Dia bingung akankah harus berkata jujur pada Fely tentang latar belakang keluarganya dan kondisinya saat ini.


"Dipecat? kenapa??" Fely terkejut seolah tidak percaya saat mendengar pengakuan dari Raka. Felly merasa iba dengan keadaan calon suaminya itu.


"Ceritanya panjang, Fe," tutur Raka lirih.


Raka sebenarnya kenapa, sih? seperti ada yang ditutup-tutupi dari aku, batin Fely.


"Sepanjang apa ceritanya? aku siap kok dengerin," tutur Fely.


Raka terdiam seraya menatap pada wanita dihadapannya sembari tersenyum. "Terima kasih atas niat baik kamu, Fe. Tapi, aku belum bisa menceritakannya sekarang. Ini adalah masalah keluarga besar aku, nanti jika tiba saatnya aku bakalan ceritakan semuanya sama kamu. Yang jelas saat ini aku sedang dalam masa yang sulit. Aku sedang merintis usaha, namun aku butuh banyak biaya untuk mengembangkan usahaku. Dari kemarin aku mencari investor, tapi juga belum dapat," ujar Raka memberi alasan.


Raka belum siap untuk mengatakan yang sesungguhnya tentang kakeknya kepada Fely. Terlebih karena sumber masalahnya berawal dari larangan kakek untuknya menikahi Fely. Raka tidak ingin hal itu juga membebani Fely dan keluarganya. Atau membuat rencana pernikahannya batal.


"Oke, aku tidak akan memaksa jika kamu tidak bisa menceritakan masalahmu sama aku. Tapi, jika kamu butuh bantuan aku siap buat bantuin kamu. Apa perlu aku bilang ke Kak Abi? siapa tahu kakakku bisa bantu kamu, Raka," tutur Fely mencoba memberi solusi.


"Enggak, Fe. Jangan! kita belum menjadi suami-istri aku tidak ingin merepotkan keluargamu," tolak Raka.


"Baiklah, aku harap setelah kita menikah nanti, kita saling terbuka dan bahu-membahu dalam menyelesaikan masalah. Jangan ada yang kamu tutup-tutupi dari aku. Kita sharing suka duka hidup berumah tangga dan kita selesaikan bersama-sama," tutur Fely seolah menegaskan agar tidak ada kebohongan di antara mereka.


"Iya, aku paham kok, Fe. Hanya saja saat ini belum tepat waktunya. Aku mohon pengertian dari kamu, ya?" bujuk Raka agar Fely tidak marah atau merasa tidak dihargai. "Oh ya, kamu bisa bantu aku dengan cara lain, aku minta tolong kamu doain aku supaya aku mendapatkan petunjuk dan kemudahan dalam menyelesaikan permasalahan yang saat ini sedang menimpaku," ujar Raka panjang lebar.


"Pasti, aku bakalan doain kamu, Raka. Oh ya kalau boleh kasih saran, kamu banyak-banyaklah beristighfar, sebab dengan beristighfar dapat menggugurkan dosa-dosa kita, bisa jadi tanpa kita sadari tumpukan dosa-dosa kita itu terlalu banyak sehingga Allah memberikan cobaan kepada kita yang bertujuan agar kita lebih beriman dan senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya."


"Selain itu dengan beristighfar akan dimudahkan dalam segala urusan kita, seperti dilapangkan dalam kesempitan memperoleh rezeki, disembuhkan dari penyakit, dimudahkan dalam memperoleh keturunan, dan masih banyak yang lainnya," tutur Fely memberikan nasehat.


"Maasyaa Allah, kamu benar sekali, Fe. Terima kasih sudah diingatkan tentang hal itu dan terima kasih atas nasehatnya," ucap Raka yang merasa kagum dengan nasehat Fely.


Seringkali kita panik dan berlarut-larut dalam kesedihan ketika cobaan datang kepada kita sehingga kita melupakan hal sederhana yang bisa kita lakukan namun besar manfaatnya. Padahal Allah Maha pemurah lagi Maha penyayang bagi umatnya yang senantiasa berdoa dan meminta pertolongan hanya kepada-Nya.


"Oh ya, satu lagi hampir lupa ... yang satu ini bisa kamu coba di rumahmu Raka. Jadi di rumahku Kak Reyna selalu menyediakan sebuah kotak infak yang dikhususkan bagi kami sekeluarga. Hal itu bertujuan agar mempermudah bagi kita untuk bersedekah. Maksudnya bukan sedekah biasa, melainkan sedekah di waktu subuh. Sebab, yang akan membukakan kunci rezeki dan keberkahan setiap hari adalah sedekah dipagi hari." ujar Fely lagi.

__ADS_1


"Rasulullah SAW pernah bersabda : "Tiada sehari pun sekalian hamba memasuki suatu pagi, kecuali ada dua malaikat yang turun. Salah satu malaikat berkata, 'Ya Allah berikanlah rezeki kepada seseorang yang menafkahkan hartanya'. Sementara yang lain berkata 'Ya Allah, kurangkanlah dari yang dimiliki orang yang menahan hartanya."


"Semoga dengan sedekah pagi, Allah mempermudah mu dalam mengatasi permasalahan-permasalahan yang saat ini sedang kamu alami," ujar Fely.


"Aamiin. Kamu sangat bijak, Fe. Aku akan mencobanya, terima kasih sekali lagi, Fe. Aku rasa aku sangat beruntung bisa bertemu dengan mu kali ini."


"Sama-sama, Raka."


"Oh ya, tunggu bentar, Fe!"


Raka beranjak berdiri dan menuju penjual minuman. "Mbak, boleh minta sedotannya satu lagi nggak?" tanya Raka.


"Oh, tentu saja boleh, Mas. Ini silakan!" ujar penjual minuman sembari menyerahkan sedotan baru kepada Raka.


"Fe, ulurkan tangan kiri mu!" perintah Raka seusai kembali dari dapur penjual minuman.


"Mau ngapain, Ka? jangan bilang kamu mau berterima kasih dengan mencium tangan aku seperti yang sering terjadi di film drama romantis. Kalau iya aku peringatkan aku nggak mau, kita belum halal tauk nggak boleh pegang-pegang, ya," cegah Fely tanpa memberi kesempatan untuk Raka menjelaskan.


"Astaghfirullah, kenapa kamu bisa berpikir ke arah itu, Sih! hhhahaha ...," Raka hampir tidak bisa menahan tawanya seusai mendengar hal itu.


"Ihh ... malah diketawain sih, jahat! aku kan cuma mau memperingatkan buat jaga diri sebelum terlambat," ujar Fely memberi alasan.


Felly seketika menatap tajam ke arah Raka.


"Ya udah aku pulang, nih!" ujar Fely seraya hendak bangkit dari duduknya.


"Eits tunggu, Fe. Becanda doang, kok! maaf ya?" bujuk Raka seraya menahan tas yang dikenakan oleh Fely.


Fely diam saja sembari membuang pandangan dan mengerucutkan bibirnya.


Ya ampun lucu banget sih kalau lagi marah gitu, juteknya bikin gemes aja sih! batin Raka.


"Fe, jangan marah dong!" ujar Raka.


"Apa!" jawab Fely singkat tanpa memandang ke arah lawan bicaranya.

__ADS_1


Ishh masih marah ternyata! batin Raka sembari tersenyum.


"Lihat sini dong!" bujuk Raja.


Perlahan Fely membenarkan duduknya menghadap ke depannya.


"Taruh tangan kirimu di atas meja, aku janji nggak akan menyentuhnya seujung kuku pun!" tutur Raka.


Felly melakukan apa yang diperintahkan Raka tanpa bertanya.


Raka memegang sedotan pada kedua ujungnya dengan kedua tangan, kemudian melipatnya menjadi dua. Raka membuat sebuah ikatan hingga sedotan itu berbentuk bulatan besar. Dan, Fely pun semakin penasaran dengan apa yang dilakukan Raka. Namun, dia dengan sabar menunggu langkah selanjutnya dari Raka.


"Masukkan jari manismu ke dalamnya," perintah Raka kepada Fely.


Sejenak Fely mengernyitkan dahinya, namun pada akhirnya dia kembali menurutinya.


Setelah jarinya berada di dalam lingkaran Raka menarik kedua ujungnya hingga sedotannya melingkar dengan sempurna di jari manis Fely.


"Kamu merayuku pakai sedotan?" tanya Fely.


"Iya, bagus nggak?" tanya Raka.


"Yaampun Raka, kamu pikir aku anak kecil!" ujar Fely hendak melepaskan tautannya.


"Eitz .. jangan-jangan!" cegah Raka dengan cepat.


"Lepaskan dengan hati-hati, Fe. Aku masih membutuhkannya!" ujar Raka.


"Buat apa?" tanya Fely.


"Buat menukarnya dengan cincin pernikahan kitalah, Fe. Aku butuh itu untuk ukurannya," ujarnya.


"Astaghfirullah, Raka. Emang nggak ada cara lain? kan bisa kita bertemu di toko perhiasan kemudian memilih ukuran yang pas di sana!" ujar Fely.


"Apa istimewanya dong? kan kalau begini momentnya nggak akan terlupakan sampai kapan pun," ujar Raka sembari tersenyum.

__ADS_1


Fely seketika terkesima dengan alasan yang dibuat Raka. Fely pun tersenyum sembari menggelengkan kepalanya.


..._________Ney-nna_________...


__ADS_2