Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Bikin Gemes


__ADS_3

Pada saat itu, hari senin adalah jadwal pergantian tempat duduk. Semua meja bergeser ke arah kanan. Yang awalnya hanya disamping, sekarang tempat duduk Reyna dan Rangga menjadi jauh. Dari ujung kanan ke ujung kiri. Sehingga menyebabkan mereka jarang berinteraksi. Biasanya saling membuly, menjahili dan bercanda tawa. Tapi gara-gara barisan para penggemar Rangga, Reyna mulai menjaga jarak dari Rangga. Rupanya selama ini banyak yang mengawasi.


Guru datang, pelajaran pertama dimulai. Reyna sedang memperhatikan papan tulis dimana guru sedang menerangkan. Tiba-tiba Dina mendekat dan berbisik ke telinga Reyna.


"Eh Reyn, coba lihat dari tadi Rangga ngeliatin kamu terus tuh."


Reyna gak langsung menengok. Awalnya ia pura-pura mengambil pulpen di dalam tas yang berada dibelakang. Kemudian berhenti sebentar melihat ke arah Rangga.


"Eh..!" Reyna kaget pandangan mereka bertemu.


"Satu..dua..tiga..empat..lima..stoopp!"


Reyna memutus pandangan ke depan. Reyna menyerah, gak kuat.


Harusnya Rangga yang malu kepergok mencuri pandang, kali ini malah dia yang betah. Semenjak itu Reyna jadi canggung setiap bertemu Rangga. Gak dikantin, waktu olahraga, atau pas jalan pulang. Hal itu terjadi berulang-ulang, sampai akhirnya tumbuhlah benih-benih rasa suka.


Flashback off...


Reyna kembali ke tempat duduk mereka sambil membawa makanan dan minuman.


Anehnya yang tadinya terlihat akrab ketawa-ketiwi ketika Reyna datang suasana menjadi hening, mereka sibuk memainkan handphonenya masing-masing.


"Ga, mau beli oleh-olehnya dimana?


Reyna memecah keheningan.


"Nanti di pusat oleh-oleh yang deket rumah kakek saja sekalian pulang. Biasanya juga beli disana."


"Biasanya?" Reyna mulai curiga.


"Kalau sudah biasa beli disana ngapain ngajakin aku?"


"Siapa yang ngajakin kamu? Orang tadi aku disuruh nenek buat anter kamu. Nenek khawatir kalian pulang malam, kasian Mira kalau malam-malam pulang sendirian bahaya." Rangga tersenyum melihat Reyna yang manyun karena kesal.


"Masa sih, tadi nenek bilang, kamu yang minta dianter beli oleh-oleh buat mami kamu." Reyna bersikukuh.

__ADS_1


"Eh udah-udah malah pada ribut begini sih. Mungkin maksud nenek itu baik pengen ngedeketin kalian, siapa tau jodoh." Mira menengahi.


"Ishh, kalau ngomong suka asal kamu Mir." Udah ah aku mau sholat maghrib dulu." Reyna langsung berdiri kemudian berjalan meninggalkan mereka.


"Ehh tungguin, main tinggal aja sih Reyn."


Mira buru-buru mengejar Reyna.


Rangga tersenyum melihat kepergian Reyna. Gadis itu kalau jutek tambah cantik bikin gemes.


****


Setelah mengantar Mira dan mampir ke pusat oleh-oleh mereka langsung pulang. Rupanya lelah berputar-putar di mall membuat Reyna mengantuk. Reyna menguap beberapakali sampai akhirnya tertidur di dalam mobil. Rangga mematikan mesin mobilnya ketika tiba dihalaman rumah kakek.


Rangga mengetuk jidat Reyna dengan jarinya berulang-ulang, namun itu nggak berpengaruh.


Naluri usilnya tertantang, diturunkannya jok mobil yang Reyna duduki. Diambilnya handphone disaku celana. Ia ambil beberapakali foto Reyna yang sedang tidur.


"Tok..tok..tok..!" Rangga kaget tiba-tiba mendapati kakek sedang mengetok kaca jendela mobil.


"Ngapain Ga, dari tadi dimobil gak turun-turun." penasaran Kakek langsung menjulurkan kepala masuk ke jendela.


"Ehh kamu apain Reyna, sampai nggak sadarkan diri gitu?" Suara kakek mulai meninggi.


"Kakek nih, suka berburuk sangka aja. Orang Reyna ketiduran didalem mobil. Dari tadi dibangunin tapi belom bangun."


Rangga ikutan emosi.


Mendengar keributan Reyna bangun.


"Eh udah sampai ya? maaf ketiduran."


Reyna membuka pintu mobil dan langsung ngeloyor masuk.


****

__ADS_1


Pagi ini Reyna sudah rapi siap berangkat kerja. Keluar kamar lantas menuju dapur untuk sarapan. Reyna menyempatkan untuk membuat jus jeruk buat bekal ditempat kerja.


Karena kurang hati-hati saat menuang kedalam botol, jusnya tumpah dilantai. Ia meninggalkan dapur untuk mengambil pel.


"Bruuukkkk!!!!"


Rangga terpeleset jatuh ke lantai.


"Ehh kamu jatuh Ga? Maaf-maaf!"


Reyna hendak membantu Rangga berdiri.


"Aaawww!" Rangga kesakitan.


"Mana Ga yang sakit?" Reyna panik melihat Rangga kesakitan.


"Kaki gue terkilir, sakit banget."


"Ehh ada apa sih ribut-ribut! Kalian ngapain dibawah?"


Kakek dan nenek berkumpul didapur.


"Maaf kek, tadi Reyna gak sengaja numpahin jus ke lantai. Gak taunya Rangga terpeleset disini." Reyna sedih melihat muka Rangga pucat menahan sakit.


"Yaudah Ga, ayo kakek bantuin ke kamar. Pak Bejo buruan bantuin." Kakek memapah Rangga bersama Pak Bejo, tukang kebun dirumah.


Kaki Rangga terkilir dibagian pergelangan kaki sampai tumit, akibatnya jadi bengkak dan susah jalan. Kebetulan Pak Bejo bisa ngurut. Katanya dapat ilmu dari simbahnya yang punya indera keenam.


Rangga dilarang jalan-jalan dulu kata Pak Bejo, kecuali mau ke kamar mandi. Musti bedrest jadinya. Karena rasa bersalah, Reyna tidak jadi berangkat kerja. Ia seharian menjadi kaki tangan Rangga jika perlu sesuatu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Rupanya Allah tidak mengijinkan Rangga pulang cepet-cepet, gegara nanti author bingung nglanjutin ceritanya gimana kalo jodoh tidak bertemu 😅


Buat semua reader, mohon maaf yah jika masih banyak kesalahan disana-sini 🙏🙏 maklum ini novel pertama aku. Semoga bisa menghibur 🤲

__ADS_1


buat reader tercinta, jangan lupa likenya ya, terimakasih 🙏🙏


__ADS_2