Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Season2. Sahabat Tak Akan Menjadi Cinta


__ADS_3

Reyna berdiri di balkon kamarnya, melihat susana malam itu dengan perasaan resah. Ia telah membuat orang-orang yang menyayanginya harus merasakan luka. Membuat sahabatnya itu kembali menelan pahit patah hati kepadanya hingga kedua kalinya. Reyna akui Dipa dapat mengisi hari-harinya yang sepi penuh dengan canda tawa. Sedangkan Abiyu adalah sosok yang tidak terduga, seolah menjadi malaikat pelindungnya.


Dipa dan Abiyu adalah dua orang laki-laki yang dikenalnya cukup baik sejak lama. Keduanya adalah sosok yang membantunya bangkit dalam keterpurukan. Keduanya sama baiknya, bahkan meski statusnya kini telah berubah, mereka masih saja mendambanya.


"Mbak ... tolong maafkan aku, Mbak!"


Suara dari arah belakang membuat Reyna tersadar dari lamunannya. Dia memang sedang menunggu Lala untuk berbicara.


"Apa yang kamu tulis di novelmu, La? dan, apa yang terjadi antara Laluna dengan Dipa, hingga Dipa mempertanyakan hal itu padaku?" tanya Reyna masih dengan menatap lurus ke depan, tanpa menoleh ke belakang.


"Maaf, Mbak. Aku terinspirasi untuk membuat cerita yang hampir mirip dengan kisah hidupmu, Mbak!" ujar Lala sendu sembari memilin ujuk bajunya.


"Lantas apa hubungannya dengan Dipa?" tanya Reyna lagi sembari bersedekap.


"Sebelumnya aku juga tidak tahu, Mbak. Jika seseorang yang selama ini terus memberi dukungan dan perhatian adalah mas Dipa!" Lala menekuni layar handphonenya untuk mencari sesuatu. "Ini Mbak ... tolong baca privat chat kami. Aku tidak tahu jika nama pemilik akun Birendra_D itu adalah mas Dipa."


Lala menyerahkan handphonenya di samping lengan tangan Reyna. Dan Reyna segera menerimanya.


"Birendra ... iya ini sih nama belakang Dipa. Dipa Birendra!" ujar Reyna.


"Sungguh aku tidak menyangka jika cowok yang selalu memberi dukungan dan perhatian kepadaku itu mas Dipa, Mbak! Tolong maafkan aku, Mbak!" ujar Lala memohon.


"Katakan yang sesungguhnya kepada Dipa, La! Kamu yang berhak mengatakannya. Ini memang tidak sepenuhnya kesalahanmu, tapi hal itu membuat kesalahpahaman diantara kami. Aku tidak ingin Dipa mengira akulah yang selama ini memberi perhatian kepadanya."


Lala terdiam sembari menggigit bibir bawahnya. Dia bingung tak tahu harus melakukan apa. Rasanya berat untuk mengakui jika Laluna adalah dirinya. Malu, kecewa, takut, saat mengetahui jika Birendra adalah Dipa.


Lala mengaku jika dia memiliki kedekatan emosional yang khusus kepada Birendra, berawal dari perhatian lebih yang selama ini Birendra berikan untuknya. Namun, saat ini ia harus kecewa, sebab ia tahu jika semua kebaikan yang Birendra berikan itu bukan untuknya melainkan untuk Reyna.


"Baik, Mbak. Lala akan membereskan kesalahpahaman ini!" ujar Lala akhirnya.


"Bagus, La. Belajarlah untuk bersikap dewasa. Jangan sembarangan mengunggah gambar di media sosial. Jangan mudah percaya dengan laki-laki dari dunia maya yang tidak kamu ketahui kebenarannya," Reyna kemudian berbalik menatap ke arah Lala. "Kamu adikku, La. Aku peduli padamu!"


Lala terkejut dengan kata-kata Reyna yang terakhir kemudian meneteskan air mata bahagia. Tangan Reyna terulur ke depan dan Lala menyambutnya dengan memeluk Reyna.

__ADS_1


"Mbak Reyna tidak marah lagi sama aku, Mbak?" tanya Lala sembari terisak.


"Enggak, La. Mbak nggak bisa marah lama-lama sama orang. Mbak tahu meski kak Abi yang memintamu untuk menjadi tangan kanannya, tapi aku tahu perbuatan kamu selama ini tulus. Mbak bisa merasakan mana yang benar-benar tulus dan hanya pura-pura. Tumbuhlah menjadi perempuan dewasa yang bijak."


"Untung kak Abi memintamu melakukan hal yang positif, gimana jika kamu dimanfaatkan buntuk melakukan kejahatan. Kamu bisa kena getahnya menjadi mata-mata seperti itu!" tutur Reyna panjang lebar menasehati.


"Iya, Mbak. Lala akan mengingat pesan dari bu guru cantik yang satu ini!" ujar Lala sembari melerai pelukannya dan tersenyum.


"Ish ... kamu malah ngeledek ya, La!"


"Lala itu sungguh-sungguh, Mbak. Lala belajar banyak hal dari kehidupan yang Mbak Reyna jalani. Aku salut padamu, Mbak!" puji Lala kepada Reyna.


"Apaan sih, La. Jangan terlalu memuji, aku nanti bisa terbang!" canda Reyna.


"Beneran kali, Mbak. Ehh ... gimana Mbak rasanya diperebutkan dua cowok?" goda Lala.


Reyna terdiam kemudian melihat ke arah bawah. Terlihat Reza dan Dipa yang sedang duduk di bangku panjang seolah sedang berbicara serius. Sedangkan Abiyu berdiri sembari bersandar mendengarkan dalam diam.


Tiba-tiba saja Abiyu melihat ke arah Reyna sehingga pandangan mereka bertemu. Secepat mungkin Reyna langsung berpaling ke arah yang lain. Ada perasaan malu karena kepergok sedang memperhatikan mereka. Namun, hal itu justru membuat Abiyu tersenyum senang.


Sedangkan Dipa yang kini sedang mendengarkan penjelasan dari Reza.


"Dipa, Om berterima kasih atas kebaikan dan perhatian yang kamu berikan untuk Reyna. Tapi Om mohon kamu berlapang dada untuk merelakan Reyna menikah dengan Abiyu!"


"Tolong beri saya alasan yang tepat mengapa Reyna lebih memilih dia, Om?" tanya Dipa seolah memaksa. "Jika alasannya sudah benar saya akan mencoba merelakannya ..." tambahnya lagi.


"Karena hal itu adalah pesan yang diutarakan oleh Rangga sendiri sesaat sebelum kematiannya. Rangga meminta Abiyu untuk menjaga Reyna dan menyerahkan Reyna kepadanya," tutur Reza menjelaskan. "Dan banyak sekali pengorbanan yang telah Abiyu lakukan kepada Reyna selama ini, yang tidak kamu ketahui."


Dipa akhirnya berlapang dada untuk menerima alasan itu. Rupanya takdir tidak berpihak padanya, meskipun ada kesempatan kedua tapi ia masih saja terlambat untuk yang kedua kalinya.


Andai saja kesempatan kedua berpihak padaku, Reyna. Akan ku hapus lukamu, menjagamu, dan memanjakan mu dengan segenap cinta yang aku punya! gumam Dipa dalam hati.


Akhirnya Dipa pulang dengan hati yang hampa. Dia yang berharap suatu saat persahabatan mereka bisa menjadi cinta, namun dia salah. Tak pernah ada kesempatan untuknya mendapatkan cinta dari sahabatnya, Reyna.

__ADS_1


****


Seperti biasa saat makan siang Mira menuju restoran bunda Maya bersama dengan Gina. Bunda Maya yang sudah menanti kehadiran Mira akhirnya mendatangi meja Mira.


"Siang, Mira, Gina!" sapa bunda Maya.


"Siang, Bun. Bunda sepertinya terlihat letih sekali, Bunda nggak sedang sakit kan?" tanya Mira perhatian.


"Nggak kok, Mir. Cuma agak sibuk saja persiapan buat nanti sore. Ada teman baik Bunda yang mengadakan ulang tahun anaknya di sini. Jadi banyak sekali yang musti Bunda urus," ujar bunda Maya berkeluh kesah.


"Jangan terlalu capek, Bun. Istirahat yang cukup. Bunda mau Mira temenin massage gak ke SPA?" Mira mencoba memberi solusi.


"Wah ... ide bagus itu, Mir. Tapi entah apa Bunda sempat. Waktunya sangat mepet ...!" ujar bunda Maya saat mengingat banyak yang harus ia siapkan untuk berangkat ke Yogya menghadiri pernikahan anaknya.


"Memangnya sedang banyak acara ya, Bun?" tanya Mira ingin tahu.


Bunda teringat dengan tujuan awalnya menunggu Mira.


"Iya ... Mira habis makan temui Bunda ya di kantor. Ada yang perlu Bunda bicarakan sama kamu!"


"Siap, Bun. Bunda makan dulu yuk, Bun!" bujuk Mira menawarkan untuk makan bersama.


"Bunda makannya nanti saja, Mir. Bunda tunggu kamu di kantor Bunda, ya? bunda masih ada sedikit kerjaan yang belum terselesaikan," ujar Bunda kemudian berlalu menuju ruang kantornya.


____________________Ney-nna________________


...Please Like 👍...


...Leave a Coment 🤗...


...Give a gift & vote 🌹...


...Tank you! 🙏...

__ADS_1


__ADS_2