
Setelah dari rumah Tantin, Abiyu bergegas melaju menuju restoran miliknya. Dia semakin tidak sabar untuk segera memecat wanita licik yang semalam telah berencana menjebaknya. Hal itu tidak bisa dimaafkan meskipun hal itu membuatnya semakin dekat dengan Reyna.
Sesampainya di resto Abiyu memanggil Mega untuk menghadap di ruangan kantornya. Mega datang dengan muka datarnya. Dia kesal karena rencananya gagal tapi dia yakin jika Abiyu tidak akan mengetahui jika dia yang melakukannya.
Tok tok tok.
Pintu diketuk dan menampakkan Mega yang sudah berdiri di balik pintu kaca.
"Masuk!" ucap Abiyu mencoba untuk bersikap biasa saja.
"Pagi, Mas!" ujar Mega sembari menutup pintu dan berjalan masuk ke ruang kantor Abiyu tanpa menaruh curiga terhadap Abiyu.
"Pagi, silakan duduk!"
Abiyu beranjak duduk di sofa kantornya dan mempersilakan Mega untuk duduk.
"Ada apa memanggilku, Mas?" tanya Mega masih menampilkan seulas senyum di wajahnya yang dibuat-buat semanis mungkin.
Bisa-bisanya kamu setenang itu berada di hadapanku, cihh! batin Abiyu.
"Oh ya, Meg. Kemana pelayan yang kemarin menyajikan makanan dan minuman untuk menjamu pak Richard?" tanya Abiyu berbasa-basi.
"Ohh, maksudnya Gerald? dia mengundurkan diri Kak, katanya dapat pekerjaan lain di luar kota!" ujar Mega berbohong.
Untung saja aku langsung menyuruhnya pergi tadi malam! batin Mega.
"Oh ya? apa kamu tahu jika dia telah mencampurkan sesuatu di minuman atau makananku?" tanya Abiyu kepada Mega.
"Mencampurkan apa, Mas? aku tidak tahu menahu soal itu," ujar Mega berpura-pura tidak tahu.
Aku harus tenang agar Mas Abi tidak curiga. Mas Abi adalah laki-laki bodoh, dia tidak akan tahu! gumam Mega percaya diri bahwa Abiyu tidak akan tahu.
"Aku menduga dia mencampurkan obat perangsang di minuman atau makananku. Beruntung istriku datang tepat waktu saat itu jika tidak, mungkin saja aku akan menyerangmu malam itu!" tutur Abiyu dengan sindiran yang diduganya sebagai motif rencana Mega melakukan itu kepadanya.
__ADS_1
Deg.
Mega terkesiap mendengar penuturan Abiyu, sebab kata-kata Abiyu sangatlah tepat dengan isi di kepalanya saat itu, seolah Abiyu bisa membaca pikirannya untuk menjebak Abiyu agar melampiaskan hasratnya kepada Mega.
Gawat jangan-jangan Mas Abi mengetahui jika aku yang menyuruh Gerald melakukan itu atas permintaanku. Tidak! Mas Abi tidak mungkin tahu. Tidak ada bukti yang akan mengungkapkan jika aku yang telah menyuruhnya! Gerald sudah pergi ke Surabaya Mas Abi tidak mungkin bisa mengorek informasi darinya! batin Mega.
Cihh ... mana mungkin aku akan menyentuhmu, memangnya aku tidak tahu pergaulanmu di luar sana. Aku yakin kamu pasti sudah sering melakukan hal itu dengan bergonta-ganti pria yang tidak kau kenal! gumam Abiyu di dalam hati.
"Sayang sekali, Mas. Gerald sudah melarikan diri ke Surabaya. Kita tidak bisa menginterogsi motifnya melakukan itu!" ujar Mega berlagak sedih.
"Tidak, kamu tidak perlu khawatir, aku masih punya bukti yang lain!" ujar Abiyu yang langsung menohok pada Mega.
"Bukti apa, Mas?" tanya Mega dengan segera. Dirinya sungguh was-was dan takut jika Abiyu tahu semuanya.
Tidak-tidak mungkin! tidak ada bukti yang aku tinggalkan!
"Menurutmu siapa dalang dari semua itu?" tanya Abiyu sembari menatap tajam ke arah Mega.
"A- ku tidak tahu Mas, Mas Abi tahu kan saat itu aku sedang meeting dengan Pak Richard!" kilah Mega dengan gugup karena berkata bohong.
Mega membelalakkan mata saat menyaksikan tayangan CCTV yang menampakkan dirinya sedang berbicara dengan Gerald dan menyerahkan obat perangsang itu kepada Gerald.
Hahh ... bagaimana Mas Abiyu memiliki rekaman CCTV ini! Mega sangat terkejut melihat hal itu.
Padahal Mega sangat tahu di mana saja titik kamera CCTV yang terpasang di resto itu yang terpantau oleh karyawan resto, dan lorong itu tidak termasuk tempat yang dipasangi kamera CCTV. Sehingga dia memilih tempat itu untuk berkomunikasi dengan Gerald, agar tidak ada yang tahu.
Mega terkesima dengan kemampuan Abiyu menyembunyikan hal itu darinya. Mega tidak menyangka jika Abiyu memasang kamera rahasia di tempat-tempat tertentu yang hanya diketahui olehnya yang terpantau langsung melalui handphonenya.
Sial, Mas Abi ternyata jauh lebih cerdik dari yang aku pikirkan! gumam Mega dalam hati.
"Apa kamu masih akan menyangkalnya?!" ujar Abiyu dengan sinis.
"Iya, memang aku yang menyuruh Gerald! semua itu karena Mas Abi tidak pernah mempedulikan perasaanku. Kenapa Mas Abi menolak lamaran Ayahku?! kenapa Mas Abi malah menikah dengan wanita itu?! padahal aku selama ini terus menunggu Mas Abi, tapi Mas Abi tidak pernah memberi kesempatan buat aku!" ujar Mega dengan suara meninggi.
__ADS_1
"Cinta itu tidak bisa dipaksakan Mega, tidak semua cinta harus saling memiliki. Mungkin saja bukan aku jodohmu. Terlebih aku sekarang sudah menikah, apa kamu ingin menghancurkan pernikahanku dengan Reyna?" tanya Abiyu menelisik.
"Iya aku memang hendak menghancurkan pernikahanmu, Mas. Itu tidak adil bukan jika hanya aku yang terluka sementara kamu bahagia dengan perempuan itu!" ujar Mega nyolot. "Bahkan sahabatku kini hidupnya hancur semenjak kedatangan wanita itu, Putri bahkan seperti orang gila. Rangga pun meninggal juga, jangan-jangan wanita itu wanita pembawa sial, dan Mas Abi yang akan menjadi korban berikutnya!" ujar Mega dengan nada mengejek sehingga membuat Abiyu naik pitam.
Brakk!
Abiyu menggebrak meja yang ada di depannya menyalurkan emosi yang berada di dalam benaknya. Baginya Mega sudah sangat keterlaluan menghina istrinya.
"Heh ... jangan asal bicara kamu, Meg! yang kamu jelek-jelekkan itu istriku! Mulai saat ini kamu aku pecat dari pekerjaanmu!" ujar Abiyu dengan tegas.
"Mas Abi lupa? selama ini siapa yang menghandle semua pekerjaan selama kamu pergi ke Jakarta? aku sudah bertahun-tahun bekerja sama Mas Abi dan itu balasannya? tega kamu, Mas!" ujar Mega sangat kecewa dengan keputusan Abiyu.
"Kamu pikir aku tidak tahu kinerja kamu selama ini! aku sudah tahu semuanya. Kamu memecat karyawan yang tidak kamu sukai, dan memotong gaji mereka sesuka hati dan memasukkan kelebihannya untukmu sendiri, terlebih kamu berlaku tidak terpuji selama di belakangku."
"Selama ini aku masih mempertahankanmu atas kebaikan ayahmu. Sekarang aku tidak bisa lagi menolerir perbuatanmu. Pergilah dan kemasi barang-barangmu!" ujar Abiyu sembari beranjak menuju pintu dan membukanya.
Brengzek Mas Abi sungguh-sungguh membuangku! umpatnya dalam hati.
Mega menatap tajam pada Abiyu. "Aku tidak akan tinggal diam atas penghinaan ini, Mas!" ujarnya kemudian keluar dari ruang Abiyu.
"Seharusnya kamu berterima kasih padaku, karena aku tidak memasukkanmu ke penjara!" ujar Abiyu mengiringi kepergian Mega.
Sepeninggal Mega semua karyawan bergembira. Tantin diangkat menjadi asisten Abiyu menggantikan Mega. Selama ini dia yang lebih banyak bekerja dan Mega tinggal memerintah saja, sehingga tidak sulit baginya untuk menggantikan tugas-tugas Mega.
Selama dua minggu Abiyu memantau kinerja Tantin. Dan benar saja kinerja Tantin cukup baik. Setelah dirasa Tantin sudah bisa untuk menghandle semua pekerjaannya tanpa bantuan Abiyu. Kemudian, Abiyu berencana untuk meninggalkan resto beberapa hari. Abiyu hendak mengajak Reyna untuk pergi ke Jakarta untuk menyelesaikan masalah yang belum terselesaikan. Yaitu masalahnya dengan Mira.
____________________Ney-nna________________
...Please Like 👍...
...Leave a Coment 🤗...
...GTive a gift & vote 🌹...
__ADS_1
...Tank you! 🙏💕💕...