
Seperti biasa siang ini Reyna, Mira, Gina dan Wulan makan siang bersama di restoran bunda Maya. Di sela-sela menunggu makanan datang mereka mengobrol.
"Wuihh...kalungnya lucu banget Lan, dari pacar ya?" ujar Mira saat melihat kalung indah yang bertengger di leher Wulan yang tersingkap saat mengikat rambutnya.
"Ohh, ini...! Enggak kok, Mbak. Hadiah dari temen," ujar Wulan sembari membenahi letak kalungnya.
"Temen apa temen? Ya ampun itu liontinya Dolphin? Gue suka banget lho sama Dholpin, di rumah koleksi boneka dan pernak pernik kamar gue Dholpin semua, nih cincin yang gue pakai juga ada ukiran Dolphinnya di tengah," ujar Mira yang semakin antusias saat membicarakan koleksi kesayangannya, sembari menunjukkan cincin perak yang melingkar di jari manisnya.
"Emm bisa di bilang TTM gitu sih, Mbak. Kalau aku sebenarnya nggak terlalu yang fanatik sama Dolphin sih, Mbak. Tau-tau dikasihnya ini. Tapi karena kalungnya lucu ya aku pakai aja buat gonta-ganti biar nggak bosen," ujar Wulan.
"Jadi yang ngasih beneran bukan pacar? Memangnya pacar kamu nggak marah liat kamu di kasih kalung sama cowok lain?" tanya Gina.
"Pacar aku nggak tau mbak, dia kuliah S2 di Bandung. Jadi kita jarang ketemu," ujar Wulan.
"Ihh, ternyata kamu playgirl juga ya!" ujar Gina.
"Cuma buat iseng-iseng aja kok mbk, cuma temen ngobrol, kadang nonton atau makan bareng. Lagian dia juga punya cewek kok, Mbak. Jadi kita dekat ya cuma sebatas seru-seruan aja. Aku kan kesepian mbak, pokoknya LDRan itu gak enak deh, Mbak," ujar Wulan.
"Kalau gak nyaman LDRan, kenapa gak lo putusin aja cowok lo, terus cari pacar lagi aja di sini. Coba tuh kalau cowok lo tau lo ada main sama cowok lain di sini, beuhh bakal terjadi baku hantam deh!" ujar Mira.
"Gak lah, Mbak. Cowokku itu kan cinta pertama aku, Mbak. Dan aku cintanya ya sama cowok aku itu, Mbak. Kalau sama temen aku itu aku nganggepnya kaya yang seorang kakak ketemu gede yang melindungi aku, secara dia lebih tua dari aku, kan kalau aku sama pacar aku sebaya tuh. Terus dia ada di saat aku sedang kesepian, ya cuma buat seru-seruan aja, Mbak. Yang jelas kita sama-sama udah punya pacar. Jadi ya cuma buat seru-seruan aja," ujar Wulan santai.
Reyna hanya geleng-geleng saja mendengar pembicaraan teman-temannya yang masih labil dan kurang dewasa dalam memaknai suatu hubungan. Karena belum terlalu mengenal Wulan ia tidak berani memberikan saran. Takutnya akan menyinggung perasaannya.
"Ini Mbak pesanannya!" ujar pelayan resto yang datang dengan nampan yang penuh dengan pesanan mereka.
"Makasih ya, Mas. Udah yuk makan, laper nih!" ujar Reyna.
Akhirnya semua menekuni makanannya dengan tenang.
Tiba-tiba handphone Mira bergetar. Ada pesan masuk dari Jona pacarnya. Dibukanya pesan tersebut.
💌 My Lovely Jona
Rara sayank, nanti malam bisa ketemu nggak? Aku punya surprise buat kamu.
Pesan dari Jona.
💌 Ayyank Rara
Okey, Beib Jona, ntar malem kita ketemu. Kamu jemput aku jam 8 ya, di rumah.
Balas Mira.
__ADS_1
💌 My Lovely Jona
Ok, Rara sayank.
Mira kemudian menyimpan kembali handphonenya di atas meja.
"Mbak Mira, baca pesan sampai yang senyum-senyum begitu, pasti dari pacar ya?" tanya Gina kepo.
"Yup, seratus buat lo Gina. Nanti cowok gue ngajak ketemuan. Katanya mau kasih surprise. Yeayy...!" ujar Mira girang.
"Sekalian tuh Mir, kamu omongin saran aku waktu itu!" ujar Reyna, ia sempat memberi saran agar sahabatnya itu langsung menikah saja, sehingga tidak perlu bertunangan dulu.
"Iya-iya Ustadzah! Hehehe...," jawab Mira dengan terkekeh.
****
Malam tiba, sesuai janjinya jam 8 Jona menjemput Mira. Mereka kemudian pergi ke cafe langganannya.
"Katanya mau kasih surprise, Beib!" ujar Mira menagih janji Jonathan.
"Oiya, Yank. Nih, hadiah buat kamu!" ujar Jona sembari mengeluarkan sebuah kotak berukuran sedang dan agak panjang.
"Haahhh..., apa ini, Beib?" ujar Mira saat melihat kotak lucu di depannya, dengan warna biru muda yang sangat cantik dan lucu.
"Buka dong, Yank!" ujar Jonathan.
"Wahhh cantik banget kalungnya, Beib. Makasih ya?" ujar Mira dengan mata berbinar-binar. Jonatan mengangguk sembari tersenyum.
Jonathan memang sering memberikan hadiah pernak-pernik Dolphin pada Mira. Ia tahu jika Mira hobby mengoleksi benda yang berbentuk ikan lumba-lumba tersebut.
"Ehh Kak Abi ya?" ujar Mira saat melihat Abiyu yang hendak melewati mejanya.
"Mira, kamu di sini juga?" ujar Abiyu saat mengetahui Mira yang menyapanya.
"Iya, Kak. Kak Abi sama siapa?" tanya Mira.
"Janjian sama temen aku Mir, itu dia temen aku udah nunggu di ujung," ujar Abiyu sambil melirik ke arah laki-laki yang duduk di depan Mira.
"Oh iya, Kak. Kenalin ini pacar Mira. Beib kenalin ini kak Abi tetangga di ruko," ujar Mira memperkenalkan keduanya.
Jonathan dan Abiyu pun berjabat tangan. Saat bersitatap dengan Jonathan, Abiyu merasa tidak asing dengan wajah laki-laki di depannya itu. Seperti pernah melihat, namun ia lupa di mana.
Seusai bersalaman ia kemudian berpamitan untuk menuju meja temannya yang sudah menunggunya. Ia sesekali melihat ke arah pacar Mira sembari mengingat-ingat, namun tak kunjung menemukan petunjuk.
__ADS_1
****
Keesokannya Reyna datang lebih awal karena lagi-lagi Rangga ada rapat pagi. Saat itu berbarengan dengan Wulan yang baru datang.
"Pagi, Lan," ujar Reyna mendekati Wulan yang sedang membuka gembok pintu ruko.
"Ehh, Mbak Reyna. Pagi, Mbak! Suaminya ada rapat pagi ya, Mbak?" tanya Wulan yang sering mendapati Reyna berangkat pagi jika suaminya ada jadwal rapat pagi.
"Iya, Lan!" jawab Reyna singkat kemudian mereka berdua masuk berbarengan karena pintu sudah terbuka.
"Oiya, Lan. Hari ini akan ada kedatangan bahan kain dari CV. Mas Textile dari Bandung. Nanti kalau sampai jam sepuluh belum datang juga ekspedisinya, kamu kabari aku ya? Karena kain yang itu mau di produksi besok pagi!" ujar Reyna.
"Oh iya, Mbak. Aku catet dulu deh, Mbak. Takut kelupaan," ujar Wulan yang kemudian segera membuka buku catatannya.
Tak berapa lama nampak Mira yang baru datang dari arah depan.
"Pagi semuanya!" ujar Mira ceria.
"Pagi, Mir. Girang banget sih yang habis ketemuan sama pacar. Ehh... tunggu-tunggu, coba lihat!" ujar Reyna yang penasaran melihat benda berkilau di leher Mira.
"Ohh ini, ya? Semalem gue di kasih kalung ini sama dia, Beib!" ujar Mira sembari memperlihatkan kalungnya pada Reyna.
"Kok hampir sama ya kaya punya Wulan. Coba ke sini dulu, Lan," ujar Reyna.
Wulan pun mendekat, kemuadian berdiri mensejajari Mira sembari memperlihatkan kalungnya, kemudian ikut membandingkan kalung miliknya dengan milik Mira.
"Tuh kan bener, kalungnya model dan bahannya sama, cuma beda gaya si Dolphinnya doang sih, bener kan?" tanya Reyna sembari memperhatikan dua kalung itu bergantian.
"Ehh iya ya, kok gue kemaren nggak ngeh kalau hampir sama kaya punya Wulan!" ujar Mira.
"Emang kalung kaya gini baru ngetrend ya, di kalangan anak muda? Aku kok kudet banget ya sampai gak tau!" ujar Reyna.
"Nggak juga sih, Mbak. Aku juga gak tau kok, soal ini. Ya mungkin aja kebetulan belinya di tempat yang sama. Trus di toko itu emang lagi launching model terbarunya kalung kaya gini nih!" ujar Wulan.
"Ya udah lah, gak usah di bahas. Yuk Beib, kita ke atas," ujar Mira menggandeng lengan Reyna untuk menuju ke ruangannya.
Ia menjadi tidak berselera lagi membicarakan kalungnya. Hal ini justru menjadikan surprise dari Jonathan tidak lagi special. Karena, ada yang menyamai. Solah-olah seperti Mira lah yang menyamai kalung Wulan, karena Wulan lah yang lebih dulu memakai kalung yang serupa.
'Jangan sampai di lihat Gina nih, kalau gue pakai kalung ini. Gina kan orangnya bocor, bisa di ejek habis-habisan ntar gue!' gumam Mira di dalam hati.
Mira memasukkan kalung yang ia kenakan ke dalam bajunya. Beruntung saat ini ia menggunakan top yang bermodel turtleneck. Sehingga kalungnya bisa di sembunyikan di balik bajunya.
____________________Ney-nna__________________
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya reader's tercinta, terimakasih atas dukungannya 🙏💕💕💕
Semoga kita semua diberi kesehatan agar bisa bertemu lagi di bab selanjutnya...😘