
Hari berganti hari Abiyu belum juga mendapat kabar dari detektif suruhannya mengenai keberadaan Reyna. Kepolisian juga sudah memproses laporan dari Abiyu dan sudah melakukan pencarian namun hasilnya nihil, Reyna hilang tanpa jejak, bak ditelan bumi.
Pikiran Abiyu semakin kalut karena sudah dua hari melakukan pencarian, namun tidak ada petunjuk sama sekali tentang istrinya. Abiyu segera memberitahukan hal itu kepada bunda Maya dan juga Reza tentang hilangnya Reyna. Semua keluarga shock, terutama nenek histeris saat tahu Reyna hilang.
Terutama untuk Reynand, bayi itu sangat rewel. Reynand terus-menerus menangis memanggil 'mama', satu kata yang baru bisa diucapnya, ketika memanggil ibunya, yaitu Reyna. Terlebih baby Reynand masih sangat membutuhkan ASI, sehingga ketika bayi itu merasa haus atau diwaktu-waktu tertentu di mana dia membutuhkan untuk menyusu ibunya, baby Reynand akan menangis meraung-raung mencari Reyna.
Sebelumnya baby Reynand hampir seharian diasuh sendiri oleh Reyna. Tentu saja hilangnya Reynand membuat bayi itu merasa sangat kehilangan sosok ibunya. Hal itu membuat Abiyu, Lala dan bibi Lastri kelimpungan menenangkan baby Reynand.
"Budhe, bagaimana ini? ini sudah botol ketiga Lala memberikan susu, tapi Reynand tidak mau minum susu formula?" tanya Lala kepada Lastri sembari menggendong Reynand yang menangis.
Lastri yang baru selesai melaksanakan salat maghrib, dengan tergesa melipat mukenanya.
"Duh, Cah bagus ... ayo nderek simbah putri yo, Le!" ujar Lastri sembari menjulurkan kedua tangan kehadapan Reynand.
(Duh, Nak tampan ... ayo ikut nenek ya, Le!)
*Le dari kata Tole \= panggilan untuk anak laki-laki di Jawa.
Baby Reynand menolak ajakan dari Lastri, Reynand terus meronta-ronta di gendongan sembari memanggil mamanya.
"Mama ... mama ... mama ... hiks!"
"Budhe bagaimana ini, Budhe?!"
Lala dan Lastri ikut meneteskan air mata tatkala mendengar raungan baby Reynand yang tak mau diam di gendongan.
Selama dua hari Lastri tinggal di rumah Abiyu untuk membantu menjaga Reynand. Dan hampir setiap sore hingga larut malam Abiyu tidak berada di rumah mencari Reyna. Suasana seolah menjadi kacau balau semenjak Reyna dinyatakan hilang.
"Assalamu'alaikum," ucap Abiyu saat baru datang sehabis mencari Reyna.
"Wa'alaikumussalam," jawab Lastri sembari melongok ke luar.
__ADS_1
"Reynand, masih tidak mau minum susu formula, Bi?" tanya Abiyu saat melihat Reynand menangis di gendongan Lala.
"Iya, Nak Abi. Reynand terus-menerus merebut botolnya kemudian membuangnya ke lantai. Bibi dan Lala sampai kewalahan. Bibi takut nanti kalau dia dehidrasi ...," tutur Lastri pada Abiyu.
"Biar saya coba menggendongnya, Bi," ujar Abiyu sembari melepas jaketnya.
Abiyu berjalan menuju kotak mainan dan mengambil sebuah mainan replika bus kecil dari sana. Abiyu kemudian mendekati Reynand yang masih menangis.
"Pim ... Pim ..., The wheels on the bus go round and round, round and round, round and round. The wheels on the bus go round and round all through the town ...."
"The doors on the bus go open and shut, open and shut, open and shut, The doors on the bus go open and shut all through the town ...."
Reynand berhenti menangis dan menoleh ke arah Abiyu, tatkala mendengar suara nyanyian yang disenandungkan oleh Abiyu, sembari menjalankan replika bus kecil itu di bagian punggung dan tangannya.
Abiyu meyakini jika Reynand tertarik dengan mainan bus kecil itu dan lagu yang dia bawakan. Sebab Abiyu sering mendengar Reyna menyanyikan lagu itu tatkala istrinya hendak menidurkan Reynand.
Abiyu mencoba menawarkan kedua tangannya ke hadapan Reynand. Dan ternyata Reynand menyambut ajakan Abiyu dengan mengulurkan kedua tangannya yang meraih jari jemari Abiyu.
Abiyu segera mengambil alih untuk menggendong anak itu.
Reynand tidak merespon, namun juga tidak menolak. Anak itu hanya diam saja. Abiyu merasa Reynand menurut, sehingga dia tetap membawanya menuju kamar yang biasa di tempati oleh mereka bersama Reyna. Abiyu kembali menyanyikan lagu yang tadi dinyanyikan sembari berjalan menuju kamar.
Lala dan Lastri menghembuskan napas lega melihat hal itu. Akhirnya tangisan seorang bayi bisa terhenti dan mereka bisa sejenak mengendurkan syaraf yang tegang akibat kepanikan yang terjadi.
Beruntungnya, malam itu Reynand mau minum susu dari botol saat dia sudah mulai benar-benar mengantuk, ketika Abiyu berulang kali menyanyikan lagu dan memainkan, mainan bus kecil tadi. Dan malam itu Abiyu sendiri yang mengurus Reynand.
Dihari ketiga Reza dan Maya datang ke Yogya. Nenek tidak diijinkan ikut oleh Reza. Sebab, kesehatan nenek sedang kurang baik. Tekanan darah nenek tinggi, akibat shock memikirkan Reyna yang hilang.
Reza membantu Abiyu untuk mencari Reyna, sedangkan Lena dan Maya mencoba membantu mengurus Reynand. Beberapa hari berlalu, namun hasilnya masih tetap sama. Tidak ditemukan petunjuk tentang Reyna.
Semuanya merasa sedih, dan pilu bingung harus ke mana lagi mencari Reyna.
__ADS_1
****
Di sebuah mall duduk seorang perempuan di salah satu meja food court. Kala itu Mira tengah mengisi hari liburnya dengan menonton film di bioskop bersama Gina dan Sesha. Seusai menonton mereka makan bersama di food court mall tersebut. Sembari menunggu makanan yang di pesan jadi, Mira membaca novel online di salah satu aplikasi membaca novel, sedangkan Gina pergi ke toilet bersama Sesha.
"Hei, sudah jangan menangis terus!" ujar seseorang yang duduk di sebelah dan posisinya membelakangi Mira.
Reflek Mira ikut menengok ke arah samping melihat dua orang pengunjung yang baru duduk di meja sebelah.
"Gimana nggak nangis coba, Ndah! ini uda ketiga kalinya aku putus sama cowo! ya Allah apa sih salah aku, sampai aku gak segera mendapatkan jodoh?!" ujar salah seorang temannya itu pada perempuan berhijab yang membelakangi Mira.
Mira menjadi penasaran dengan obrolan mereka. Akhirnya Mira ikut memasang telinga saat mereka kembali mengobrol.
"Begini ya, Tik, kalau menurut aku ... Allah itu sebenarnya selalu memberikan segala yang kita pinta. Tapi justru kita sebagai manusia yang telah mengingkari nikmat yang Allah berikan. Jadi gini, kamu awalnya waktu niat berpacaran dengan cowok kamu apa?" tanya perempuan berhijab kepada temannya.
"Pengen mendapatkan cowok yang sayang sama aku lah, Ndah!" jawab temannya itu.
"Kemarin kamu bilang Rico juga sayang kan sama kamu?" tanya perempuan berhijab.
"Iya dia bilang sayang sama aku, tapi dia gak bisa jawab waktu aku tanya keseriusan tentang hubungan kita mau dibawa kemana! masa dia bilang kalau belum siap untuk menikah, padahal kan kita sudah sama-sama dewasa, dan umur aku juga sudah gak muda lagi, mau sampai kapan pacaran tapi gak di halalin. Eh dia malah putusin aku!" tutur salah seorang temannya itu.
"Nah itu, do'amu kan minta dikasih cowok yang sayang sama kamu dalam tanda kutip pacar, ya itu lah yang kamu dapatkan. Coba kalau kamu berdo'a sungguh-sungguh sama Allah, bilangnya minta di tunjukkan jodoh, seorang laki-laki beriman yang menyangimu hingga ke jannah-Nya, bisa jadi yang Allah berikan itu adalah seorang suami yang menyayangimu dunia hingga akhirat. Makanya, kalau berdo'a itu niatkan yang benar dan sungguh-sungguh. Jika kamu ingin mendapatkan yang baik maka perbaiki akhlak juga. Karena wanita yang baik untuk pria yang baik!" tutur wanita berhijab itu.
Jlebb.
Hati Mira seolah tertusuk sembilu. Mira merasa kata-kata itu sangat mengena dan sangat tepat ditujukan pula untuk dirinya, seoalah diingatkan saat ikut mendengar nasehat wanita berhijab tersebut yang sedang menasehati temannya.
____________________Ney-nna________________
...Please Like 👍...
...Leave a Coment 🤗...
__ADS_1
...Give a gift & vote 🌹...
...Tank you! 🙏...