Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Season2. Kenang-kenangan terakhir.


__ADS_3

Sore itu Reyna sudah diperbolehkan untuk pulang. Kala itu Abiyu sedang mengambil mobilnya di parkiran dan Reyna menunggu di depan ruang tunggu lobby rumah sakit. Tepat pada saat itu Reyna melihat seseorang yang dikenalnya.


"Dokter ...!" panggil Reyna saat melihat Arif berjalan masuk ke dalam rumah sakit.


Arif menoleh ke arah sumber suara dilihatnya Reyna yang sedang duduk di ruang tunggu. Arif tersenyum, kemudian menghampiri Reyna.


"Reyna, kamu sedang apa di sini?" tanya Arif yang tidak menduga jika masih ada kesempatan untuk bertemu dengan Reyna pada sore itu.


"Kemarin saya sempat bertabrakan dengan seorang santri di pondok pesantren, saat sedang lari kepala saya mengalami benturan kemudian saya pingsan dan dibawa ke rumah sakit, akibat benturan itu saya mendapatkan kembali ingatan saya, Dokter," tutur Reyna menjelaskan kondisinya.


"Alhamdulillah, saya turut senang atas kesembuhan mu. Siapa yang menemani kamu di rumah sakit?" tanya Arif ketika tidak melihat siapa pun di samping Reyna.


"Dengan saya," ujar Abiyu yang tiba-tiba muncul dari arah belakang Arif, kemudian merengkuh bahu istrinya untuk dijadikan sandaran.


"Kak, kenalkan beliau ini Dokter Arif dan Dokter ini adalah suami saya," ujar Reyna sembari memandang ke arah suaminya kemudian memperkenalkan suaminya kepada Arif.


Sejenak Arif tertegun melihat laki-laki yang berada di samping Reyna, namun akhirnya dia mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan tangan Abiyu yang sudah lebih dulu terulur.


"Arif, dokter yang merawat Reyna sejak pertama kali dibawa ke rumah sakit sesaat setelah ditemukan," ujar Arif berusaha untuk tetap ramah.


"Saya, Abiyu. Terima kasih banyak atas bantuannya selama ini karena sudah merawat istri saya dengan baik, Dokter," tutur Abiyu tulus.


"Hal itu udah menjadi tugas dan kewajiban saya sebagai seorang, Dokter," tutur Arif berusaha untuk tetap tenang meski ada rasa perih di dalam hatinya.


Dokter, tolong maafkanlah saya jika membuat hati anda terluka, semoga anda mendapatkan jodoh yang baik untuk orang sebaik anda! gumam Reyna di dalam hati saat mengingat terakhir kali bertemu Arif di kliniknya.


"Baiklah dokter kami pamit pulang terlebih dahulu, agar tidak kemalaman untuk pulang ke Yogya," tutur Abiyu.


"Oh begitu, baiklah hati-hati di jalan," tutur Arif.


"Baik, kami permisi, Dokter. Assalamu'alaikum," tutur Abiyu berpamitan.


"Wa'alaikumussalam."


Abiyu dan Reyna berjalan ke luar dengan beriringan meninggalkan lobby rumah sakit.

__ADS_1


Semoga kamu bahagia dengan kehidupan mu kedepannya, Reyna! gumam Arif di dalam hati mencoba untuk mengikhlaskan Reyna pergi dengan suaminya.


Seusai dari rumah sakit, kemudian Abiyu membawa Reyna pulang ke pondok pesantren untuk menjemput Reynand. Setelah berpamitan dengan penduduk pondok, Abiyu dan Rena melanjutkan perjalanan pulang ke Yogya.


****


Waktu berjalan dengan cepat sudah seminggu berlalu semenjak Dipa mengkhitbah Mira, dengan waktu yang cukup singkat, Mira mempersiapkan pernikahan nya dibantu dengan mamanya dan orang tua dari Dipa. Sedangkan Dipa harus menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat agar bisa mengambil cuti di hari pernikahannya.


Siang itu Mira mendapat telepon dari Sesha, yang mengatakan jika ada yang mencarinya. Tanpa bertanya Mira segera turun menuju lobby ruko hendak menemui tamu yang dia kira adalah seorang IT yang sedang ditunggunya untuk memperbaiki mesin printer.


Tidak nampak siapapun yang berada di ruang tunggu, lantas Mira bertanya kepada Sesha.


"Sa katanya ada yang mencari aku ... mana orangnya?" tanya Mira.


"Tuh ada di depan, Mbak," ujar Sesha sembari memajukan wajahnya ke depan.


Mira mengikuti arah yang dituju oleh pandangan mata Sesha, terlihat Jonathan sedang berdiri menyandar pada badan mobilnya.


Akhirnya mau tidak mau Mira ke luar untuk menemuinya.


"Assalamu'alaikum, Jo. Ada apa?" tanya Mira.


"Alhamdulillah baik," jawab Mira seperlunya.


"Sore ini aku akan berangkat ke Kalimantan, Mir. Sebelum berangkat Aku ingin memberikan ini untukmu. Kemarin sewaktu aku berbelanja sama mama untuk membeli perlengkapan yang akan aku bawa ke sana, aku menemukan benda ini, kemudian aku teringat kepadamu. Anggap ini sebagai kenang-kenangan terakhir dariku," tutur Jonathan sembari mengulurkan sebuah paper bag berwarna coklat ke hadapannya.


"Apa ini?" tanya Mira saat melihat sebuah paper bag yang terulur ke hadapannya.


"Buka saja," ujar Jona.


Dengan ragu Mira menerima paper bag tersebut kemudian membukanya dengan perlahan.


Setelah dibuka ternyata dalamnya ada sebuah kotak berukuran sedang, Mira kemudian membuka kotak itu, setelah dibuka kotaknya ternyata isinya hiasan meja yang bisa dijadikan tempat pulpen berbahan dari akrilik berbentuk dolphin berwarna biru yang nampak terang menyala ketika tombol lampunya dinyalakan.


Mira terkesima melihat hadiah yang diberikan oleh Jona, sebab yang seperti ini Mira belum memilikinya. Mira memang sangat menyukai pernak-pernik yang berkaitan dengan dolphin akhirnya Mira tidak mampu menolak pemberian dari Jonathan.

__ADS_1


"Ya ampun Jo, harusnya kamu nggak perlu repot-repot, tapi karena udah dibeli aku terima deh! makasih ya?" tutur Mira sembari mengamati hadiah tersebut dan tersenyum ke arah Jonathan.


"Sama-sama, Mira," ujar Jona tersenyum merasa senang. "Kapan pernikahanmu akan dilangsungkan, Mir?" tambahnya.


"Dua minggu lagi, Jo. Aku harap kamu juga akan segera menyusul! move on ya! kamu pasti juga akan mendapatkan jodoh yang terbaik untukmu," tutur Mira.


"Semoga saja, Mir," jawab Jonathan dengan lesu.


"Harusnya tadi kamu bilang 'aamiin' jangan pesimis begitu! semua diciptakan berpasang-pasangan, begitupun dengan kamu ...," tutur Mira mencoba menyemangati.


Aku masih belum bisa mempercayainya, jika bukan aku jodohmu, Mira! gumam Jona di dalam hati.


" ...." Jona tidak berkata apa-apa dia hanya tersenyum saja menanggapi apa yang dikatakan Mira.


Tiba-tiba handphone Mira bergetar, Mira segera mengambil handphonenya yang berada di saku gamisnya. Rupanya ada pesan dari Dipa.


Pesan dari Dipa? kok bisa pas banget ya pas ada Jona di sini! gumam Mira di dalam hati dengan terkejut.


📨 Dipa


Assalamu'alaikum, Mira. Bentar lagi aku sampai Mama menyuruh aku untuk menjemput mu.


Aduh Dipa mau ke sini lagi ... kenapa bisa tiba-tiba begini ya? kok dia nggak ngabarin aku dulu kalau udah pulang dari Yogya. Aku musti ngasih alasan apa ini ke Jonathan agar segera pergi? bisa gawat kalau mereka bertemu," gumam Mira di dalam hati.


"Maaf, Jo! aku ada janji untuk mengurus pernikahanku, semoga kamu sukses ya di sana, hati-hati di jalan!" tutur Mira mengusir Jona secara halus.


Mendengar hal itu Jona tahu diri bahwa dia sudah tidak diharapkan lagi oleh Mira.


"Oke, aku balik dulu, Mir. Semoga acaranya lancar dan semoga kamu berbahagia!" tutur Jona, kemudian beranjak menuju ke dalam mobilnya.


Mira hanya mengangguk kecil sembari mengulas senyum tipis di bibirnya. Mira merasa tidak enak saat melihat perubahan dari raut muka Jonathan. Dia bisa menduga jika mungkin dari ucapannya ada yang membuat Jona merasa tidak baik.


Maafkan aku, Jo! batin Mira sembari melihat kepergian Jonathan dengan sendu.


Setelah kepergian Jona, Mira kembali masuk kedalam kantornya.

__ADS_1


Tanpa mira sadari, sebenarnya sejak awal ada yang menyaksikan pertemuan antara mereka berdua.


...__________Ney-nna__________...


__ADS_2