Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Indahnya Pernikahan


__ADS_3

Pagi itu Reyna datang lebih awal dari biasanya, karena Rangga harus menghadiri rapat pagi. Alhasil Reyna harus menyesuaikan jadwal kerja suaminya, karena Rangga tidak memperbolehkan Reyna berangkat sendiri dengan sepeda motornya.


Saat membuka pintu ruko ternyata Wulan juga baru saja datang dan hendak meletakkan tasnya di loker. Karena kemaren ia belum sempat berkenalan lebih jauh dengan Wulan, kini Reyna menyempatkan diri untuk mengajak bicara Wulan agar saling mengenal.


"Eh Mbak Reyna sudah datang! Pagi, Mbak?" sapa Wulan.


Kemarin ia sudah bertanya-tanya pada karyawan yang lain dan di beri tahu kalau Reyna adalah owner di tempatnya bekerja.


"Selamat pagi juga, Wulan," Reyna tersenyum ramah.


"Wulan rumahnya di mana?" tanya Reyna.


"Di daerah Kemayoran mbak," jawab Wulan.


"Oh...deket ya Lan dari sini!" ujar Reyna.


"Iya, mbak. Saya beruntung sekali bisa kerja di sini jadi nggak perlu jauh-jauh berangkat kerjanya," jawab wulan.


Tiba-tiba pintu terbuka dan nampaklah Mira datang dengan muka ceria. Di tangannya nampak menenteng bucket bunga mawar merah yang nampak indah.


"Pagi semua!" ujar Mira dengan tersenyum lebar.


"Pagi..!" jawab Reyna dan Wulan serempak.


"Wuihh pantesan ceria banget, ada yang dapat bunga nih!" ujar Reyna.


"Hehehehe...! Iya dong, udah baikan sama pacar!" ujar Mira riang.


"Ciyee..., senengnya yang udah baikan!" goda Reyna.


"Ayo, Beib kita ke atas!" ajak Mira sembari merangkul bahu Reyna.


"Kita ke atas dulu ya, Lan?" ujar Reyna sembari melangkah pergi bersama Mira. Wulan mengangguk.


"Senengnya kalau punya sahabat yang bisa sedekat itu sampai bikin usaha bersama kaya gini!" gumam Wulan setelah Reyna dan Mira sudah berlalu.


Sesampainya di atas Mira ikut masuk ke ruangan Reyna yang tepat berada di ruangan utama. Reyna duduk di kursi kerjanya sedang Mira duduk di kursi depannya. Di ciuminya bukcket bunga di tangannya.


"Gimana ceritanya, Mir? Kemaren nangis-nangis sampai mata bengkak gak peduli, sampai nggak mau keluar buat makan juga!" ujar Reyna.


"Jadi kemaren sore kan gue hubungi handphonenya gak ada respon sama sekali si Jona. Gue marah kan, lagi ada masalah gini malah sama sekali nggak ngasih kabar dan nggak bisa di hubungi. Gue jadi emosi banget kan Beib, terus aku chat ke dia, 'mending kita putus aja, kamu udah nggak peduli juga sama aku!' gto kan isi pesan gue,"


"Terus kurang lebih jam sepuluh malam dia telepon nggak gue balas, handphone gue matiin saking gue udah telanjur kesel sama dia. Ehh... pas paginya gue mau berangkat kerja dia udah ada di depan rumah bawa bunga buat gue..., ya udah terus dia minta maaf dan ngejelasin kalau tadi malam itu lagi nganterin adeknya pengen makan di restoran jepang, dan dia lupa nggak bawa handphone. Terus dia nganterin aku sampai depan ruko deh," ujar Mira sambil memegangi pipinya yang merona merah tersenyum manis.


"Alhamdulillah kalau uda baikan ya, Mir. Saran aku sih kamu langsung nikah aja Mir, nggak usah pakai tunangan, pacaran lama-lama itu kan gak baik. Percaya deh sama aku komunikasi akan berjalan jauh lebih baik, kalau sudah menikah. Terus tujuan hubungan kalian kan lebih jelas yaitu membina rumah tangga. Kalau uda bersama dalam satu rumah nggak bakalan deh tahan marahan lama-lama. Yang ada di tinggal bentar udah kangen. Pengennya pulang kerja cepet pulang biar bisa ketemu pasangan. Dan yang pasti dapat pahala kalau sama suami itu. Itulah indahnya pernikahan!" Reyna menjelaskan panjang lebar.


"Iya...iya, ustadzah Reyna. Aku bakalan ikutin saran yang udah berpengalaman deh!" Mira menanggapi Reyna dengan bercanda.


"Ish...kamu nih, malah becanda aja deh. Sana keluar deh, Mir. Gue mau kerja dulu. Gih ke ruangan kamu!" usir Reyna berpura-pura marah.

__ADS_1


"Iya...ntar aku bicara sama Jona deh soal itu. Makasih sarannya ya, Beib. Daaah...!" Mira berjalan ke luar ruangan Reyna menuju ruangannya.


Tak terasa waktu berlalu dengan cepat. Kini sudah tiba waktunya makan siang. Reyna, Mira, Gina dan Wulan hendak makan siang bersama di restoran Bunda Maya.


"Eh...Kak Reyna apa kabar, lama banget nggak jumpa?" Fely yang sedang mengobrol dengan Bunda menyambut kedatangan tetangga rukonya.


"Alhamdulillah baik, Fe. Kemaren beberapa minggu aku pulang ke rumah mertua di Solo," ujar Reyna.


"Ouh, pantes lama nggak kelihatan, Reyn. Ehh...kamu kaya gemukan, udah isi ya, Reyn?" Bunda ikut nimbrung kemudian meraba-raba perut Reyna.


"Alhamdulillah sudah Bunda, ini jalan sepuluh minggu," ujar Reyna.


"Alhamdulillah, semoga ibu dan janinnya sehat-sehat semua hingga lahiran nanti," do'a Bunda.


"Aamiin, makasih doanya, Bunda," ujar Reyna dengan senyum ramah.


"Iya. Ehh ini pada mau makan apa?" Bunda menoleh melambai pada pegawainya, "Rick...memo pesanannya buat mereka mana?" panggil Bunda pada salah satu karyawannya.


Karyawan yang di panggil bunda datang kemudaian mencatat pesanan masing-masing.


"Oh iya...Fe, ada menu dessert terbaru nggak bikinan kamu? Aku mau deh di kasih testernya," ujar Reyna.


"Siap deh, Kak. Aku bikinin khusus special buat bumil ya!" jawab Fely.


"Ehh...emang cuma bumil aja yang mau makan dessert. Kita-kita juga mau dong, Fe!" ujar Mira yang nggak mau ketinggalan dessert tester dari Fely yang pastinya gratis dan di jamin enak.


"Iya, deh beres, kak Mira dan yang lain juga aku bikinin deh," ujar Fely kemudian berlalu meninggalkan dapur.


"Assalamu'alaikum, Bun," ucapnya sembari salim kepada bundanya.


"Wa'alaikumsalam, Bi. Jadi berangkat ke Jogja sekarang?" tanya Bunda.


"Iya, Bun. Nanti jadwal keberangkatannya jam tiga. Jadi dari sini aku langsung berangkat," ujar Abiyu.


"Ya udah kalau gitu makan siang dulu ya? Bunda siapkan di ruangan ya?" ujar Bunda. Abiyu mengangguk kemudian memandang ke meja depannya.


"Ada Reyna juga ya, apa kabar, Reyn?" tanya Abiyu.


"Baik, kak," jawab Reyna singkat.


"Kak, Abi yang ditanya cuma Reyna nih, di sini kan ada dua orang?" goda Mira.


"Apaan sih kamu, Mir. Ya wajarlah kalau Kak Abi nanyanya ke aku, kan kalian juga sering ketemu kan, kalau makan siang di sini?" tanya Reyna sembari menyikut Mira.


"Iya sering ketemu, tapi nggak pernah disapa," ujar Mira blak-blakkan.


Abiyu menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal, karena malu.


"Ini minumannya, Mbak," pelayan menaruh minuman pesanan mereka.

__ADS_1


"Terimakasih ya, Mas," ujar Reyna. Pelayan mengangguk kemudian berlalu.


"Oh iya, barusan yang ke toilet sama Gina siapa?" tanya Abiyu.


"Oh itu karyawan baru, Kak. Yang gantiin Gina di FO," ujar Mira, "Kenapa naksir?" tanya Mira.


"Bukan-bukan....! Kemaren malam, aku kayak lihat dia pas makan di salah satu restoran sama cowok. Makanya tadi pas lihat, kayak nggak asing sama wajahnya," ujar Abiyu.


"Ohh, tuh orangnya panjang umur. Di omongin pas muncul," ujar Mira.


"Ada apa, Mbak?" tanya Wulan yang aneh karena semua memandang ke arahnya.


"Ehh...aku permisi ke ruangan Bunda dulu ya, khusus buat hari ini aku yang tlaktir. Jadi nggak usah bayar!" ujar Abiyu sembari berdiri.


"Ehh...jangan dong, Kak. Kita kan jadi nggak enak sama, Kak Abi," ujar Reyna.


"Nggak apa-apa, Reyn. Itung-itung buat menyambut kedatangan kamu kembali ya, sayangnya aku musti balik hari ini ke Jogja. Ya udah, selamat menikmati makan siangnya ya semua, saya pamit dulu," ujar Abiyu kemudian masuk ke dalam.


"Makasih ya kak Abi, sering-sering lah berbagi!" ujar Mira, dan dibalas dengan anggukan oleh Abiyu.


Mira geleng-geleng kepala melihat kepergian Abiyu, "Gin, beruntung banget deh yang bakalan jadi istri kak Abi, orangnya baik beneer...!" ujar Mira.


"Iya, Mbak. Kasihan ya sama Pak Abi, belum move on sepertinya!" Gina menimpali.


"Kenapa jadi kasihan, Mbak?" tanya Wulan yang tidak mengerti sendiri.


"Uhuuk... uhuuukk...!" Reyna yang sedang minum jadi tersedak minumannya.


Mira melotot memandang ke arah Gina. Gina menepuk pelan mulutnya beberapa kali menyadari kesalahan dari ucapannya.


Tiba-tiba seorang pelayan datang membawa nampan berisi makanan


"Ini mbak pesanannya!" pelayan restoran menaruh makanan yang mereka pesan di meja.


Mereka pun memilih menyantap makanan dan tidak membahasnya kembali.


____________________Ney-nna________________


Mohon maaf ya tiga hari kebelakang sangat repot sekali, tadi malam mau up malah gak enak badan karena habis kehujanan.


Temen-temen jaga kesehatan ya, musim hujan jangan sampai sakit.


Ini aku sempetin nulis buat kalian meski masih kurang fit.


Jangan lupa Vote,like, comment dan gift nya buat karya ini.


Terimakasih yang selalu dukung author dan setia menunggu 😘


Salam hangat,

__ADS_1


Neyna


__ADS_2