
Pov Reyna.
Bunda Maya menggandengku masuk kedalam ruangan kantornya. Ini pertama kalinya aku memasuki ruangan ini. Terlihat rapi dan bersih. Bunda menggiringku, duduk di sofa panjang disudut kantornya. Dari kaca aku melihat langit nampak mendung.
"Reyna, kamu punya pacar?" Aku terkejut dengan pertanyaan Bunda, seketika pandanganku beralih pada Bunda.
"Emm...gak punya, Bun." Jawabku singkat. Bunda tersenyum memandangku.
"Reyna, mau tidak menjadi menantu Bunda?"
Pertanyaan Bunda seketika membuat mataku membulat. Betapa tidak, menjadi menantu Bunda itu artinya aku harus menikah dengan Kak Abi.
"Bunda, ihh bercandanya gitu deh." Bunda pasti tidak serius, itu pikirku.
"Sayang, Bunda itu serius lhoh."
Hah..jadi seriusan Bunda pengen aku menikah dengan Kak Abi. Aku benar-benar terkejut. Hal ini belum pernah terpikirkan sama sekali di benak ku. Apalagi aku baru saja mengenalnya dua hari yang lalu.
__ADS_1
"Tapi, Bun. Reyna dan Kak Abi baru saja kenal. Bagaimana mungkin, Kak Abi ingin melamar Reyna?"
"Begini Reyn, Kemaren setelah pulang dari resto Abi meminta pendapat Bunda untuk melamar kamu. Tentu saja Bunda sama kagetnya dengan kamu barusan. Abi bilang, dua hari ini mengenalmu, ia merasa kamu anak yang baik dan nyaman saat diajak ngobrol. Terlebih ia tertarik melihat kamu yang berhijab, menandakan kamu perempuan yang shalihah, Abi yakin kamu bisa menjadi istri yang baik untuknya. Kalian bisa menumbuhkan rasa cinta, nantinya setelah menikah. Bunda juga berpendapat yang sama dengan Abi. Bunda akan senang jika kamu mau menjadi menantu Bunda.Bagaimana menurut kamu, Reyn mau tidak menikah dengan Abi?"
Saat Bunda menuturkan niat Kak Abi melamarku, aku sungguh terharu. Aku merasa Allah telah mengabulkan do'aku untuk menikah dengan laki-laki yang menginginkan aku menjadi istrinya. Bukan karena terpaksa menikah denganku.
Aku pandangi Bunda dengan mata berkaca-kaca. Aku bahagia merasa aku diinginkan. Karena selama ini aku sulit untuk menerima kehadiran laki-laki yang mulai mendekatiku, seperti trauma akan masa lalu aku takut jika akhirnya ketika aku mencintai seseorang, namun seseorang itu hanya ingin mempermainkan perasaanku.
"Bunda, Reyna sangat senang mendengar niat baik Kak Abi untuk melamar Reyna. Reyna bisa melihat Kak Abi sangat menghargai seorang perempuan. Seperti Kak Abi yang sangat menyayangi Bunda dan Fely, Reyna yakin Kak Abi juga akan memperlakukan istrinya dengan baik. Mana mungkin Reyna bisa menolak laki-laki sebaik Kak Abi."
"Terimakasih Reyna, Bunda sangat Bahagia." Bunda memelukku erat.
"Bunda, maafkan Reyna, tapi sebelumnya ada yang harus Reyna jelaskan."
"Apa sayang?" Bunda terlihat mengerutkan dahi.
"Bunda tau kan Reyna hanya anak yatim piatu, selama ini Nenek dan Kakek yang pernah Reyna ceritakan bukanlah Nenek dan Kakek kandung Reyna. Meski begitu Reyna sangat menyayangi dan menghormati mereka. Reyna akan menyetujui lamaran Kak Abi jika Kakek dan Nenek merestuinya."
__ADS_1
"Itu tidak menjadi masalah, sayang. Bunda menerimamu apa adanya. Bunda dan Abi akan datang kerumah Kakekmu untuk melamarmu secara resmi." Bunda tersenyum kemudian memelukku lagi.
****
Siang ini rapat penting dengan klien usai. Selesai rapat, Rangga langsung masuk ke dalam kamarnya. Dua hari di kota Surabaya membuatnya lebih tenang dari sebelumnya. Saking lelahnya ia langsung terlelap tanpa berganti pakaian. Kakinya tersampir setengahnya masih mengenakan sepatunya.
Dua jam kemudian ia terbangun karena merasakan perutnya lapar. Matanya mengerjap kemudian iya duduk dipinggir tempat tidur. Ia mengingat mimpinya barusan. Ia seperti melihat kakek duduk di kursi roda sambil melambai-lambaikan tangannya. Ia memikirkan apa maksud dari mimpinya itu.
"Tulilit...tulilit...tuliiit."
Dilihatnya ada panggilan masuk dari Papi.
"Halo...Pi."
"Ga, kamu tidak usah kembali ke Solo. Langsung berangkat ke Jakarta saja. Kakek sakit. Kamu kesana dulu, besok Papi akan menyusul."
"Baik Pi." Telepon ditutup.
__ADS_1
Rangga terkejut, rupanya ini arti dari mimpinya. Rangga buru-buru meminta sekretarisnya untuk dipesankan tiket ke Jakarta dengan jadwal penerbangan terdekat.