
Lima menit berlalu Mega muncul dari pintu. Cafe ini memang jaraknya cukup dekat dengan rumah Mega dan Putri.
"Hai Put, ehh... ada apa ini, kok ada mereka juga?" Mega terkejut saat melihat Rangga dan Reyna.
"Bisa-bisanya lo ajakin Putri pergi ke club. Sahabat macam apa lo yang menjerumuskan sahabatnya sendiri!" ujar Rangga.
"Ehh, ngomong apa lo barusan, Ga. Jangan sok bener deh lo!" Mega langsung emosi.
"Udah-udah, jangan bertengkar, By!" ujar Reyna sambil memegangi lengan Rangga.
Putri menangis tersedu-sedu sambil memegangi kepalanya yang terasa berat.
"Eh, kamu kenapa Put? Apa yang mereka lakukan sama lo?" tanya Mega sambil memegang bahu Putri.
"Buseet ni cewek, malah menuduh kita yang ngapa-ngapain. Di sini elo yang harusnya menjelaskan Meg, apa yang terjadi sama Putri semalam setelah Putri mabuk di club?" cecar Rangga.
"Apa maksud lo?" Mega beralih ke arah Putri, "Semalem lo pingsan, Put. Terus Ferdy nolongin lo, Gue sama Ferdy bawa lo pulang ke rumah lo, habis itu paginya gue pulang bareng Ferdy," ujar Putri.
"Si Ferdy juga ada semalem? Bareng sek si Ferdy!" Rangga tidak menyangka jika sahabatnya tega melakukan itu pada Putri.
"Ada apa sih sebenarnya? Kenapa lo menyalahkan Ferdy, apa salahnya?" Mega merasa bingung.
"Lo ngapain aja semalem sampai lo nggak tau kalau Putri telah di lecehkan sama si Ferdy!" cecar Rangga.
"Dilecehkan!?" Mega sangat terkejut mendengarnya, "Apa yang terjadi sama lo Put? Gue bener-bener gak tau. Semalem gue ngantuk banget, terus gue tertidur di sofa ruang tengah lo, pas paginya gue bangun Ferdy sudah berada di kursi samping gue. Gue tadinya mengira kalau Ferdy sudah pulang setelah nganterin lo, ternyata dia juga masih berada di sana. Terus dia bilang kalau dia mau pulang saat itu. Akhirnya gue ikut pulang bareng sama dia karena gue musti siap-siap balik ke Jogja. Apa yang dilakukannya sama lo, Put?" Mega nampak bingung dan merasa khawatir.
"Saat gue bangun, gue udah gak memakai apapun Meg. Gue ngerasa sakit di bagian inti gue. Gue juga mendapati noda darah di sprei yang aku tiduri semalem. Aku telah ternoda, Meg!" Putri semakin terisak. Mega memeluk erat Putri dan ikut terharu.
Ia tidak menyangka Ferdy akan melakukan itu pada Putri. Ia merasa bersalah dengan apa yang terjadi pada sahabatnya.
"Put, maafin gue, Put. Gue bener-bener gak menyangka jika akan terjadi seperti ini. Gue gak bermaksud buat lo kayak gini. Gue gak tau kalau Ferdy sebreng sek ini sama lo. Maafin, Gue Put!" Mega merasa sangat bersalah.
"Ferdy bener-bener pengecut ninggalin lo begitu aja. Lo suruh dia datang ke sini, Meg!" ujar Rangga.
"Tunggu, By. Bukan Mega atau pun Putri yang harus menghubungi Ferdy. Ia pasti tak akan datang. Kamu saja yang minta bertemu dengannya untuk memancingnya datang. Jangan katakan apapun atau membuatnya curiga. Cari alasan lain untuk membuat dia datang, " usul Reyna.
"Kamu benar, Sayang. Aku telepon dia dulu!" ujar Rangga kemudian beranjak berdiri untuk melakukan panggilan pada Ferdy.
__ADS_1
"Pantas saja tadi pagi sikap Ferdy aneh banget, Put. Bang zat tuh cowok! Awas saja kalau dia tidak mau tanggung jawab!" Mega terus-menerus mengomel tentang Ferdy.
Reyna hanya bisa diam sembari menghela nafasnya menyaksikan dua perempuan di depannya. Ia tidak cukup dekat untuk memberi pelukan atau menasehati mereka. Biarlah hal ini menjadi pelajaran untuk mereka agar tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama.
Tak berapa lama Rangga kembali.
"Kamu tenang dulu Put, gue pastikan Ferdy akan datang ke sini. Sebentar lagi jam makan siang kantor, gue ajak dia makan siang di sini dan dia setuju untuk datang. Sebaiknya kalian bersembunyi terlebih dahulu agar Ferdy tidak curiga," Rangga memberi ide untuk menjebak Ferdy.
"Okey, Ga. Emm... kita pindah ke lantai dua saja, Put. Begitu dia datang lo kabari kita, Ga!" ujar Mega. Rangga hanya mengangguk.
Sepuluh menit berlalu akhirnya Ferdy datang. Ia terlihat tidak ada masalah. Rangga pun berusaha untuk tersenyum agar Ferdy tidak curiga.
"Hai Bro! Eh..ada Reyna juga, apa kabar, Reyn?" tanyanya berbasa basi.
Reyna mengulas senyum, "Baik, Fer."
"Lo kayaknya sibuk banget ya, Fer!" ujar Rangga.
"Ahh biasalah, Ga. Gue kan cuma karyawan kantor biasa, nggak kaya lo yang bos di kantor, sehingga bisa libur kapan pun kamu mau, " ujar Ferdy.
"Oh ya, Fer... kita pindah ke atas saja. Di sini terlalu ramai. Di atas ruangannya lebih privat dan gak banyak pengunjung," ajak Rangga yang melihat ke sekitar penuh dengan pengunjung yang berdatangan untuk makan siang. Mereka akhirnya pindah ke lantai atas.
Betapa terkejutnya Ferdy saat mengetahui keberadaan Putri dan Mega di sana. Mega seketika melempar tasnya pada Ferdy.
"B******* kamu Fer, pantas saja sikap kamu tadi aneh banget. Rupanya kamu membohongi aku saat bilang Putri baik-baik saja. Dasar A***** kamu Fer, tega-teganya lo lakuin itu sama Putri, lantas kamu pergi gitu aja tanpa tanggung jawab. Ban** lo jadi cowok pengecut banget sih!" Mega menghujani Ferdy dengan pukulan di badan dan menjambak rambut Ferdy tanpa ampun.
Tiba-tiba saja Putri berdiri dan mendekat, kemudian ia menggeser tubuh Mega dan berdiri di hadapan Ferdy dengan tatapan kebecian yang teramat sangat. Ferdy perlahan melihat ke arah Putri dengan wajah memelas.
Plakkkk...! Plaakk....! dua tamparan melayang di pipi Ferdy.
Ferdy memegangi pipinya yang terasa panas. Ia pasrah menerima tamparan dari Putri. Ia memang salah, ia memang pantas mendapatkannya.
"Kalian tenang dulu, kita bicara baik-baik. Lo duduk dulu, Put," Rangga menggiring Putri untuk duduk. Ferdy menunduk di kursinya.
"Saat ini kita berada di tempat umum dan banyak pengunjung. Jika kalian menimbulkan keributan pasti akan menjadi tontonan. Ini adalah aib, apa kalian tidak malu aib kalian di ketahui oleh semua orang!" ujar Rangga menengahi. Putri kembali menangis di pelukan Mega.
"Tolong kasih aku kesempatan untuk ngejelasin yang terjadi tadi malam, Put. Aku mengaku aku bersalah kepadamu. Dan aku nggak akan lari dari tanggung jawabku kepadamu. Aku hanya tidak bisa melihat kamu kecewa jika aku lah yang melakukannya dan bukan Rangga. Aku hanya ingin pergi sejenak untuk memikirkan semuanya sebelum aku datang kepadamu untuk bertanggung jawab." ujar Ferdy.
__ADS_1
"Breng sek lo, Fer. Kenapa lo bawa-bawa nama gue atas apa yang lo lakukan sama Putri!" Rangga marah saat namanya di sebut-sebut.
"Tolong dengarkan aku dulu, Ga!" Ferdy memohon.
"Lanjutkan Fer!" ujar Mega.
"Jadi semalem saat menaruh Putri di kamarnya, anting-anting Putri tersangkut di bajuku. Saat aku berusaha melepasnya Putri nampak sadar akibat tarikan di telinganya. Dan Putri mengira aku adalah kamu, Ga. Saat aku akan pulang Putri terus menahanku dan berkata agar kamu tidak meninggalkannya. Putri terus memelukku. Aku tergoda untuk mencumbunya, karena....Putri juga membalasku. Hingga aku tak bisa menahan hawa ***** ku untuk melakukan itu!" Putri menunduk saat melihat tatapan membunuh dari Putri.
"Breng sek, kamu Fer! Aku sedang mabuk dan mengira kamu Rangga. Harusnya kamu tahu bahwa aku hanya mencintai Rangga bukan kamu. Aku dalam pengaruh alkohol, sedangkan kamu dalam keadaan sadar, harusnya kamu menjauh dari aku, bukan malah.....!" Putri tidak sanggup melanjutkan kata-katanya, baginya hal ini sangat menyedihkan.
"Kamu harus sadar, Put. Rangga tidak pernah mencintai kamu, akulah yang mencintaimu sejak awal kita bertemu. Aku akan bertanggung jawab menikahimu, Put!" ujar Ferdy.
"Aku tidak mau menikah denganmu! Aku akan melaporkanmu ke polisi karena sudah memperkosa ku!" Putri berdiri lantas berlalu pergi di susul dengan Mega.
Ferdy terkejut dengan kata-kata Putri. Ia tidak tau harus berbuat apa. Padahal selama ini dia selalu ada buat Putri.
"Kamu tidak seharusnya melakukan itu meski kamu menyukainya Fer!" ujar Rangga.
"Hahh... apa kamu masih bisa membelanya setelah kamu tau apa yang ia lakukan pada Reyna?" tanya Ferdy.
"Apa maksudmu, Fer? Rangga nampak bingung.
"Aku menyukainya bahkan sebelum aku tahu dia pacarmu. Sejak saat pertama kali aku datang ke kampus aku mulai mengenalnya. Aku selama ini diam dan merelakannya untukmu, karena kamu sahabatku dan aku pikir kalian saling mencintai. Namun, pada akhirnya kamu malah menyia-nyiakan nya dan lebih memilih Reyna!" Ferdy tersenyum kecut, "Padahal aku selama ini selalu ada untuk menghiburnya di saat kamu mencampakkan nya, dan aku rela melakukan yang ia mau, bahkan untuk mengganggu Reyna. Hahh, dengan enteng dia menolak ku dan ingin memenjarakan ku!" ujar Ferdy kemudian tertawa.
Rangga menarik krah kemeja Ferdy, "Cepat jelaskan apa yang telah kamu lakukan pada istriku!" ujarnya penuh emosi.
"Aku yang telah mengirim foto kepada Reyna, saat kamu memapah Putri di malam itu agar Reyna salah paham terhadapmu dan mengira kalian sedang berpelukan. Dan, Reyna apa kamu tidak menyadari kehadiranku saat di stasiun itu?" tanyanya sambil tersenyum sinis kepada Reyna.
"Hah, kamu yang menyuruh orang untuk mencopetku dan menabrakku hingga kakiku terkilir waktu itu?" Reyna benar-benar kaget dan tidak menyangka jika semua itu adalah perbuatan Putri dan Ferdy.
"Aku bahkan telah mengawasimu semenjak Ibu Rangga mengusirmu dari rumah Rangga, hingga kamu berada di rumah dokter itu!" ungkap Ferdy.
Reyna sangat terkejut hingga membulatkan matanya. Ia membungkam mulutnya yang menganga dengan kedua tangannya karena terkejut.
"Breng sek kamu Fer!" Rangga melayangkan pukulan ke muka dan perut Ferdy. Dan terjadilah baku hantam.
Reyna terkejut dan tak berani untuk melerai. Hingga dua orang satpam cafe datang untuk melerai mereka.
__ADS_1
__________________Ney_nna_______________