Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Special Untuk Rangga


__ADS_3

Seusai sholat isya' Rangga baru pulang dari rapat bersama klien. Ia bergegas mandi karena sudah tidak tahan merasai tubuhnya yang lengket. Reyna mengeluarkan dompet dalam saku celana Rangga kemudian menaruhnya di keranjang baju kotor. Tanpa sengaja dompet terjatuh ke lantai. Reyna kemudian memungutnya. Ia tidak menyangka Rangga menyimpan foto Reyna yang masih SMP di bagian dompetnya bersanding dengan foto pernikahannya.


"Cara kamu mencintai aku sungguh manis sekali, By!" gumam Reyna sembari tersenyum.


Reyna melihat ke bagian yang lain terdapat Kartu identitas Rangga. Ia iseng melihat foto suaminya di dalam Kartu identitasnya. saat membaca dengan seksama isi kartu identitasnya Reyna tercengang.


"Tanggal tiga Oktober...!" gumamnya dalam hati sembari menutup mulutnya yang menganga.


"Astaghfirullahal'adzim, kenapa aku sampai lupa!" Reyna berbicara sendiri.


Ia bergegas mengambil kalender duduk yang terdapat di atas nakas.


"Hahh, hari ini tanggal dua! Apa yang harus aku lakukan!" Rangga bilang ia selalu merayakan ulang tahun bersama teman-teman dan keluarganya.


Harusnya kali ini adalah yang pertama kalinya ia merayakan ulang tahun setelah menikah. Dan Reyna merasa bersalah sama sekali tidak ada persiapan untuk memberi kejutan untuk suaminya. Rangga selama ini selalu membuat Reyna menjadi yang special untuknya, Apa jadinya jika Reyna tidak bisa memberi apapun yang berkesan di hari ulang tahun pertamanya setelah menjadi seorang suami.


Terdengar pintu kamar mandi terbuka menampakkan Rangga yang baru selesai mandi masih mengenakan handuk yang terbalut melingkar di pinggangnya. Reyna cepat-cepat menaruh dompet ke atas nakas kemudian beralih menuju almari untuk mengambilkan baju ganti untuk suaminya.


Diambilnya celana pendek dan kaos rumahan yang nyaman untuk bersantai di rumah. Seusai berganti baju Rangga merebahkan tubuhnya di ranjang.


"Sayang, boleh minta pijitin kepala aku nggak, rasanya agak pusing nih," ujar Rangga.


"Emm...iya, By," Reyna beranjak dari tempatnya berdiri kemudian naik ke atas ranjang.


Rangga kemudian merebahkan kepalanya di pangkuan Reyna. Reyna memijit bagian kepala suaminya dengan lembut. Sembari memijit Reyna memikirkan apa yang sebaiknya ia lakukan untuk membuat suaminya berkesan dengan ulang tahunnya kali ini. Memberi kue di tengah malam, sangat mustahil ini sudah pukul 20.30. Toko kue sudah banyak yang tutup. Lagi pula ia tidak mungkin keluar untuk membelinya meskipun masih ada yang buka. Jika keluar maka Rangga akan bertanya hendak ke mana selarut ini, pada intinya hal itu bukan ide bagus di situasi seperti ini.


Ia mencoret gambar kue yang muncul dalam bayangannya. Ia berpikir keras apa yang bisa ia siapkan di rumah, tentunya saat suaminya sudah tertidur. Itu artinya dengan waktu yang sangat sedikit.


Tanpa ia sadari pijitannya terhenti akibat lamunannya. Rangga yang belum tidur menjadi terbangun menyadari pijitan Reyna berhenti dan Reyna terlihat diam saja. Ia kemudian melongok ke atas melihat ke wajah istrinya. Tatapan Reyna kosong.


"Sayang...?" panggil Rangga.


Namun tak ada jawaban dari Reyna.


Perlahan Rangga bangun, dan secepat kilat mengecup singkat bibir Reyna.


"Emhh...! Kenapa tiba-tiba menciumku, By?" tanya Reyna dengan keterkejutannya.


"Hhhahaha..., salah sendiri kenapa berhenti memijat dan malah bengong begitu!" ujar Rangga.


"Em....maaf mungkin aku lelah," ujar Reyna.


"Ya sudah, sekarang ayo tidur, Sayang. Aku juga hampir tertidur tadi kalau pijitannya gak tiba-tiba berhenti," Rangga merubah posisinya dengan merebahkan kepalanya pada bantal.

__ADS_1


"Maaf ya, By?" ujar Reyna.


"Iya, ayo tidur," Rangga menarik tubuh istrinya itu kedalam pelukannya.


Rangga memeluk Reyna erat. Dan dalam beberapa saat terdengar dengkuran halus dari Rangga. Biasanya Rangga tidak mendengkur, mungkin kali ini karena ia sangat lelah karena bekerja hampir seharian.


Dengan perlahan Reyna memindahkan tangan Rangga yang melingkar di pinggangnya. Kemudian ia beranjak duduk di depan meja riasnya. Reyna terus berpikir keras tentang apa yang bisa ia lakukan untuk membuat ulang tahun suaminya kali ini berkesan, meski dengan kesederhanaan. Ia sendiri tidak pernah merayakan ulang tahunnya. Sehingga ia sulit untuk mendapatkan ide kejutan untuk Rangga di tengah malam nanti.


Reyna membuka laci nakas kemudian mencari foto-foto kebersamaan mereka di album foto pernikahan. Reyna memakai jilbab instannya, kemudian keluar menuju ruang tengah sembari menenteng album foto pernikahannya.


Ia mencari gulungan benang wol yang biasa digunakan nenek untuk merajut.


Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka. Reyna reflek menghentikan aktivitasnya untuk menunggu siapa yang muncul.


Ia menghela napasnya saat melihat nenek keluar dari balik pintu kamarnya.


"Reyna..., sedang apa? Nenek pikir kamu sudah tidur," Nenek berjalan mendekat sembari membawa gelas ditangannya.


"Belum, Nek. Reyna sedang menyiapkan kejutan untuk ulang tahun Rangga, Nek," ujar Reyna yang tampak lesu.


"Besok tanggal tiga Oktober ya, Nenek sampai lupa," ujar Nenek.


"Reyna juga lupa, Nek. Makanya ini Reyna bingung, mana gak sempat bikin kue juga lagi, Nek," ujar Reyna sendu.


"Reyna mau menyusun foto-foto Rangga pada benang dan menggantungnya di suatu tempat, Nek. Kemudian, rencana Reyna ingin menambahkan beberapa lilin agar terlihat romantis. Aduhh...apa lagi ya, Nek?" Reyna semakin frustasi karena waktu terasa berjalan dengan cepat.


"Emm...begini, sebagai ganti kue kamu bikin saja puding telur susu dengan ukuran yang kecil, supaya cepat terbentuk, kemudian di kasihkan ke cetakan kue kecil. Lagi pula ini sudah malam, Rangga pasti juga tidak berselera untuk makan puding malam-malam dalam jumlah yang banyak. Kebetulan di kulkas ada susu cair, telur juga tersedia, agar-agar, sepertinya kita juga masih punya kok persediaannya. Kemudian lilinnya kamu pakai saja lilin biasa, persediaannya juga masih kok di laci. Kemudian kamu susun di atas piring kecil tempat cangkir di tata yang bagus. Kalau untuk foto Rangga gampang, nenek punya foto Rangga dari bayi, hingga remaja. Sebentar Nenek ambilkan," Nenek kemudian kembali masuk ke dalam kamarnya.


Reyna merasa beruntung sekali mendapatkan bantuan dari nenek, baginya nenek adalah sosok yang bisa diandalkan dan sangat ia sayangi karena selalu ada buat Reyna. Ia bergegas menuju dapur untuk membuat puding. Seusai dari kamarnya, nenek menghampirinya ke dapur sembari membawa beberapa album foto keluarga.


Sambil membuat puding, Reyna berdiskusi dengan nenek. Memilah-milah mana saja foto yang bagus untuk di susun. Seusai pudingnya jadi, Reyna menuangnya ke dalam cetakan kue berbentuk hati dengan ukuran sedang.


"Nek, bagaimana kalau membuat kejutannya di gazebo saja tempat favorit Rangga," ujar Reyna saat mendapatkan ide dengan tiba-tiba.


"Ouh iya, benar Reyna. Itu ide yang bagus!"


Mereka akhirnya berjalan menuju gazebo. Nenek menyusun lilin pada piring-piring tempat cangkir hingga berjumlah dua puluh lima buah. Sementara itu Reyna menggantungkan beberapa foto dari semenjak Rangga masih bayi, kemudian tumbuh menjadi seorang remaja hingga kini telah menikah.


"Semoga berhasil ya, Reyn. Nenek mau kembali ke kamar, Nenek tidak kuat jika harus tidak tidur semalaman," ujar Nenek.


"Iya Nek, terima kasih sudah dibantu tadi," ujar Reyna.


Sepeninggal nenek, Reyna menyusun lilinnya yang berjumlah dua puluh lima buah di atas lantai depan gazebo dengan berbentuk hati yang besar agar Reyna dapat berdiri di tengahnya. Kemudian menggantung foto-foto yang telah terpilih untuk di gantung pada benang tadi. Ia kemudian mengambil pudingnya dari dalam kulkas dan membawanya ke gazebo.

__ADS_1


'Perfect!', ujarnya dalam hati.


Pukul 23.50 menit Reyna telah menyelesaikan semuanya. Ia lantas menelepon handphone Rangga yang sudah ia letakkan di dekat Rangga. Dalam dering ke tiga akhirnya Rangga terbangun. Rangga yang terbangun karena mendengar suara handphone tadi bingung mendapati istrinya tidak ada di sampingnya.


Rangga segera keluar dari kamar, dan hendak menuju dapur. Pas saat itu Reyna menyanyikan lagu ulang tahun.


🎶 Happy birthday to you...


happy birthday to you...


happy birthday to you...


Rangga menoleh ke arah istrinya berada kemudian berkacak pinggang sembari tersenyum. Ia tidak menyangka Reyna akan memberi kejutan di hari ulang tahunnya. Karena setahu Rangga, Reyna tidak pernah merayakan ulang tahunnya sendiri.


Rangga lantas berjalan mendekat ke arah Reyna berada.


"Barakallah fii umrik, Rangga Putra Sanjaya. Semoga sehat selalu, semakin sukses, dan menjadi imam dunia akhirat buat aku. Aamiin," ujar Reyna yang membuat Rangga kemudian memeluk dengan sayang tubuh istrinya.


"Terima kasih, Sayang," ujar Rangga.


"Coba tiup semua lilinya dulu, By," ujar Reyna.


Rangga kemudian mengendurkan pelukannya, lantas meniup ke 25 lilin tersebut satu persatu.


"Yeayyy ....!" ujar Reyna dengan tepukan tangannya riang.


Kemudian ia membawa Rangga duduk di gazebo, sambil menikmati puding buatan Reyna, dengan suapan penuh cinta darinya.


"Sayang, kamu dari mana dapat foto-foto aku ini?" tanya Rangga yang heran melihat fotonya terpampang dari saat ia masih bayi hingga ia menikah.


"Dari, Nenek. Maaf ya, By. Aku hanya bisa kasih ini di hari ulang tahunmu?" Reyna menjadi kembali bersedih karena hanya bisa menyiapkan kejutan kecil ala kadarnya.


"Eitz, ini sangat bagus, Sayang. yang terpenting buat aku adalah di usiaku yang ke dua puluh lima tahun ini target pencapaianku tercapai, yaitu aku punya kamu, dan sebentar lagi aku akan memiliki anak buah cinta kita. Itu saja aku sudah merasa sangat gembira sekali, Sayang. Karena memiliki kamu adalah sebuah hal terindah dalam hidukku, Reyna Hanania," ujar Rangga sembari mengusap-usap kepala Reyna.


Reyna memeluk erat suaminya, saking bahagianya mendapat cinta yang begitu besar dari Rangga.


"Aku sangat mencintaimu, By!"


"Aku lebih mencintaimu, Sayang!"


___________________Ney_nna_________________


💓💓💓

__ADS_1


Jangan lupa like dan commentnya ya reader's, karena dukungan kecil kalian sangat berarti besar buat author, terima kasih banyak buat kalian yang selalu mendukung author 🙏😘💕💕💕


__ADS_2