Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Season2. Cincin hilang


__ADS_3

Keesokannya...


Mira tengah bercermin usai mengenakan hijab di kepalanya. Square berwarna pink salem dengan motif abstrak perpaduan baby blue mix silver, dan mengenakan gamis berwarna baby pink dengan model simple namun elegan.


Mira kembali menuju tempat tidur dan menduduki tepian kasur. Dibukanya laci nakas dan mengambil suatu benda kecil dari dalam sana. Sebuah kotak perhiasan berwarna merah dengan cincin berlian di dalamnya.


Dipandanginya cincin yang berkilauan di bagian tengahnya tersebut dengan seksama.


Sungguh cincin yang sangat indah! ucap Mira di dalam hati.


Tok tok tok.


"Mira ...!" seru mama dari luar.


"Iya, Ma!" jawab Mira sembari beranjak berdiri hendak menuju pintu.


Reflek Mira meletakkan kotak perhiasan itu di atas nakas, kemudian berjalan menuju pintu untuk mamanya.


"Ya, Ma ...," ucap Mira saat pintu terbuka.


"Ayo sarapan!" ujar mama kemudian beranjak menuju ruang makan.


Mira mengangguk, setelah itu mengikuti mama dari belakang.


"Gimana, Mir. Sudah melakukan salat istikharah?" tanya mama di saat menuang makanan ke dalam piring.


"Udah Mah!" jawab Mira singkat.


"Alhamdulillah, semoga diberikan petunjuk dan kemudahan menuju ke pernikahan," tutur mama mendoakan yang terbaik untuk anaknya.


"Aamiin, makasih Ma, doanya?" ujar Mira sembari tersenyum kepada mamanya.


"Iya, Mir. Oh ya, kamu kan sudah mengenal Dipa sebelumnya, bagaimana sifat Dipa sebelumnya?" tanya mama menelisik.


"Em ..., setahu Mira, Dipa itu laki-laki yang baik, suka menolong dengan tulus, anaknya pinter dan sudah mapan, dia orangnya lurus-lurus aja sih, Ma," jawab Mira sembari mengingat-ingat setiap pertemuannya dengan Dipa yang selalu menunjukkan kepribadiannya yang baik.


"Wah, bagus dong kalau begitu. Apalagi dia laki-laki yang mapan, setidaknya yang paling utama dia anak yang baik dan ikut mengaji juga. Ya sudah mau saja jika nanti dia datang untuk mengkhitbah mu, Mir! usul mama.


"Yah, mama udah PD duluan. Orang tuanya kan belum tahu tentang hal ini, Ma. Meskipun Mira sebenarnya sudah kenal juga sama mamanya, tapi kita belum tahu apakah orang tuanya setuju Dipa menikah sama aku," tutur Mira sendu.


"Kamu jangan pesimis dulu dong, Mir. Kamu bagaimana bisa mengenal mamanya Dipa?" tanya mama yang ingin tahu.


"Tante Shinta yang bikinin baju pernikahan aku waktu itu, Ma," tutur Mira.


"Ya ampun, bisa kebetulan begitu ya, Mir. Bisa jadi kalian memang jodoh, Mir. Berharap tahun ini adalah tahun yang baik untuk kamu, " tutur mama mencoba untuk memotivasi anaknya agar optimis dengan ta'arufnya.

__ADS_1


"Aamiin!" ucap Mira mengamini doa mamanya.


Namun, ada satu hal yang masih mengganjal di hatinya.


Apakah Dipa masih mencintai Reyna? batin Mira yang masih resah karena hal itu.


Seusai sarapan Mira kembali ke kamarnya. Ternyata jam di dinding sudah menunjukkan pukul 07.30. Mira bergegas mengambil tasnya yang berada di atas nakas.


Tak!


Kluntiiiiing.


"Astaghfirullah, apa tadi ...," ujar Mira sembari menengok ke bawah melihat-lihat benda yang jatuh.


"Ya ampun, mana cincinnya?!" pekik Mira saat menyadari kotak perhiasannya jatuh dan cincinnya terlepas dari tempatnya.


Mira berjongkok sembari memandang ke segala arah mencari di mana cincinnya terjatuh. Mira sudah mencarinya hingga di bawah meja dan kolong tempat tidur, namun tidak bisa menemukannya.


"Haduh ... gimana ini cincinnya ke mana?!"


Mira kebingungan karena tidak dapat menemukan cincinnya. "Haduh aku musti bilang apa sama Jona kalau dia menanyakan cincinnya?!" ujarnya lagi frustasi.


Mira menengok ke arah jam di dinding sudah menunjukkan pukul 07.45.


"Astaghfirullah, aku bakalan terlambat ini!" tutur Mira seraya menghempaskan tubuhnya ke atas kasur.


****


Di ruko...


Reyna kembali mendatangi Mira di kantornya.


"Reyn, kamu berapa lama di sini?" tanya Mira.


"Gak tahu, Mir. Kak Abi katanya masih ada urusan di Jakarta," tutur Reyna.


Reyna sebenarnya juga bingung karena Abiyu mengatakan jika mami memperbolehkan Reynand tinggal bersama mereka, namun mami meminta waktu tiga hari lagi untuk Reynand tinggal di kediaman Hadi Jaya. Padahal Reyna sangat merindukan Reynand.


Saat berdiri di samping jendela Reyna melihat ada sebuah benda yang menarik perhatiannya berada di atas nakas. Sebuah kotak kayu yang unik.


Reyna tertarik untuk mengambilnya. Reyna mengamati kotak dengan ukiran-ukiran di bagian sampingnya itu kemudian rasa penasarannya membuatnya ingin untuk mencoba membukanya.


Klek!


Saat kotak terbuka terputar sebuah nada lagu 'You are my shunsine' dari kotak tersebut. Rupanya itu adalah sebuah kotak music.

__ADS_1


Namun, ada hal yang membuatnya terkejut. Ada ukiran sketsa wajah Reyna di bagian atasnya. Kemudian terdapat ukiran tulisan di samping siluet wajah Reyna.


Happy Birthday, Reyna Hanania.


Bagian samping komponen pemutar musik juga terdapat tulisan.


Jangan pernah bosan tuk tersenyum, percayalah ada hati yang selalu bahagia ketika melihat senyummu.


Mendengar suara kotak musik itu Mira langsung menoleh ke sumber suara. Dia melihat Reyna meletakkan kotak musiknya di atas nakas dengan tangan gemetaran, kemudian beralih memegangi kepalanya.


Reyna merasa kepalanya berdenyut dan sekelebat bayangan potongan peristiwa di masa lalu yang berhubungan dengan kotak itu kembali terputar.


"Argghhh ...!" pekik Reyna berteriak.


Mira segera mendekati Reyna yang terlihat sangat pucat. Sesaat kemudian Reyna pingsan dan beruntungnya Mira masih sempat untuk menangkap tubuh Reyna dengan segera.


"Reyna ...!" teriak Mira sembari mendekap tubuh Reyna yang hampir terjatuh. "Ya ampun Reyn, kamu kenapa?!" gumamnya sendiri bingung.


"Gin ... Gina-a ...! Gin, tolong cepat ke sini!" teriak Mira memanggil pertolongan pada Gina yang ruangannya berada di sebelah ruangan Mira, yaitu ruangan yang dulu digunakan oleh Reyna.


Dengan sekuat tenaga, perlahan-lahan Mira menyeret tubuh Reyna mendekati sofa ruang tamu yang berada di ruangannya. Mira segera menjatuhkan Reyna di sana.


Beberapa saat Gina datang.


"Ada apa, Mbak?" tanya Gina yang ikutan panik, terlebih saat melihat Reyna memejamkan mata dan terbujur tak bertenaga.


Reyna tiba-tiba pingsan. Hal itu cukup membuat Mira kebingungan.


Seusai mengoleskan minyak angin di bagian pelipis dan di dekat hidung Reyna, Mira menghubungi Abiyu.


Ketika Abiyu dan bunda Maya datang, kemudian Mira menjelaskan apa yang terjadi pada Reyna. Dan tak berapa lama Reyna kembali siuman.


"Apa yang kamu ingat, Sayang?" tanya Abiyu.


"Aku bertengkar dengan Rangga karena kotak musik itu, kemudian aku memberikannya kepada dia!" tutur Reyna sembari menunjuk ke arah Mira.


Semua orang beralih melihat ke arah Mira.


"Dari siapa kotak musik itu, Mir?" tanya Abiyu kepada Mira.


"Emm ... itu pemberian dari Dipa ...," tutur Mira.


Seketika Abiyu terkejut mendengar hal itu.


Dia lagi ... dia lagi sih! gumam Abiyu di dalam hati sembari menghembuskan napasnya dengan kasar.

__ADS_1


...____________Ney-nna_____________...


__ADS_2