Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Season2. Reyna Tahu


__ADS_3

"Bahkan jika kamu hanya seorang sopir, Raka!" jawab Fely akhirnya.


Raka yang saat itu sedang gugup tidak terlalu fokus dengan jawaban Fely. Yang seharusnya jawabannya iya atau tidak, namun sepertinya dia mendengar hal lain yang dikatakan oleh Fely. Sehingga dia ragu akan pendengarannya.


"Hah ... a-apa, Fe? coba ulangi lagi!" titah Raka.


Fely tersenyum menanggapi. "Aku tunggu kedatangan mu di rumah!" tutur Fely kemudian berpaling ke arah depan.


Tepat saat itu Reyna dan Abiyu telah sampai dan sedang turun dari delman.


"Raka, kakakku datang. Aku ke sana dulu ya, bye!" tutur Fely kemudian berjalan menuju ke arah mereka.


Raka mengangguk mengiyakan.


Sekarang hanya perlu ijin dari kakek. Sepulang dari sini aku akan bicara tentang hal ini dengan kakek! gumam Raka sendiri sembari melihat ke arah Fely yang berlalu pergi.


"Yeyy, Reynand senang nggak habis naik delman?" ujar Fely setelah sampai di depan mereka.


Reynand mengangguk dua kali.


"Reynand mau naik itu, nggak?" tanya Fely sembari menunjuk ke arah pengunjung yang sedang naik ATV.


"Auu ...," ujar baby Reynand.


"Tuh Kak, ajakin Reynand naik ATV gih!" ujar Fely pada Abiyu.


"Ya ampun kamu nih, Fe orang lagi nyampe juga malah udah ditodong naik yang lain. Bentar ah, mau minum dulu!" keluh Abiyu pada Fely yang sudah memprovokasi Reynand.


"Sayang mau minum es degan nggak?" tanya Abiyu pada istrinya.


"Boleh, Kak. Aku juga haus nih!" tutur Reyna pada suaminya.


"Kamu duduk di sini dulu, ya? aku beliin dulu!" tutur Abiyu sembari menunjuk ke arah tikar yang di gelar di bawah payung.


"Iya, Kak. Aku mau yang tawar ajah!" pesan Reyna.


"Ayo Nand, kita bliin Mama minum!" ujar Abiyu sembari menggendong Reynand dan berlalu penjual minuman yang berada di area pantai.


Setelah kepergian Abiyu, Reyna dan Fely duduk di atas tikar yang mereka sewa. Sedangkan Raka duduk di pasir yang jaraknya cukup jauh agar tidak kentara jika dia sedang membuntuti Fely.

__ADS_1


Saat Raka sedang memandang ke arah Fely, Raka terkesiap saat Reyna menatapnya dengan tatapan tajam. Raka langsung berpaling ke arah laut agar Reyna tidak mencurigainya.


Namun, tanpa mereka ketahui sebenarnya Reyna sudah melihat dari kejauhan saat Fely berpegangan ranting dengan Raka yang juga memegangi ranting di ujung satunya.


"Fe, katakan yang sesungguhnya kepada, Kakak!" ujar Reyna dengan tiba-tiba.


"Hah ... apa, Kak?" tanya Fely yang tidak mengerti dengan apa yang Reyna maksudkan.


"Ada hubungan apa kamu dengan laki-laki yang ada di sebelah sana?" tanya Reyna sembari menunjuk ke arah Raka.


Fely bingung, kemudian menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Reyna.


"S-siapa, Kak?" tanya Fely kembali menoleh ke arah Reyna dan mengulangi kembali pertanyaan Reyna. Dia tidak yakin jika yang Reyna maksud adalah Raka.


"Tolong katakan padaku, Fe. Aku sudah melihatnya saat masih berada di atas delman. Kalian berpegangan pada ranting yang sama di kedua ujungnya. Dan, kalian terlihat berbicara," tutur Reyna yang membuat Fely terperanjat dengan perkataan Reyna barusan.


Astaghfirullah, Kak Reyna melihatnya, gawat ini! ujar Reyna dalam hati.


"Bahkan dari tadi dia terus melihat ke arah sini!" tutur Reyna menambahkan.


Fely seketika terkesiap atas kata-kata Reyna. Fely mengulum bibirnya saking gugupnya dan tidak tahu harus berkata apa.


"Tunggu, Kak! tolong jangan katakan apa pun kepada Kak Abi, please!" ujar Fely, dengan resah.


"Kalau begitu ceritakan kepadaku semuanya!" tutur Reyna kepada Fely.


"Oke, Kak. Aku bakal ceritain semuanya sama Kak Reyna. Tapi please, tolong jangan katakan apa pun sama kak Abi terlebih dahulu, tentang hal ini!" tutur Fely.


"Baiklah, sekarang ceritakan siapa dia?" titah Reyna.


"Dia ... suamiku, Kak!" tutur Fely.


"Hah, a-apa kamu bilang?!" ujar Reyna yang sangat terkejut mendengar hal itu dan seketika membelalakkan mata.


"Mama, minuman datang!" ujar Abiyu seraya membawa dua buah kelapa muda ke hadapan Reyna.


Reyna nampak menghembuskan napasnya yang sempat tertahan, secara perlahan. Akhirnya untuk sementara dia tidak berpura-pura bersikap biasa saja di depan Abiyu.


Reyna segera meminum, minumannya untuk melegakan tenggorokannya yang terasa kering.

__ADS_1


Seusai meminum bagiannya Abiyu membawa Reynand untuk menaiki ATV. Sedangkan Raka sudah pulang ketika Fely memintanya untuk pulang. Fely melakukan itu karena tidak nyaman pada Reyna yang sudah mengetahui hubungan mereka.


"Ceritakan sama Kakak, Fe. Gimana ceritanya kamu sudah menikah sementara Kak Abi, aku dan bunda sampai tidak tahu menahu tentang hal itu?! apa yang terjadi?" tanya Reyna memberondong pertanyaan yang bercokol di benaknya sejak tadi.


"Kak, di saat kalian ke Jakarta waktu pernikahan, Kak Mira. Saat itu lah aku difitnah dan dinikahkan secara siri dengan Raka," tutur Fely bercerita tentang awal kejadian di mana dia harus menikah dengan Raka.


"Nikah siri? difitnah apa? dan siapa yang menikahkan kamu dengan dia?" tanya Reyna yang semakin terkesiap mendengar penuturan dari Fely.


Fely kemudian menceritakan semuanya kepada Reyna hingga pernikahan siri antara dirinya dan Raka terjadi.


Reyna geleng-geleng kepala mendengar hal itu. Merasakan tidak percaya hal itu bisa terjadi pada arik iparnya, sekaligus merasa kasihan kepada Fely. Entah apa yang akan terjadi jika suaminya sampai tahu hal itu, terlebih bunda Maya jika mengetahui anak gadisnya telah dinikahkan secara siri karena tuduhan berzina.


Reyna pun tidak bisa menyalahkan Fely, karena Fely di sini adalah korban fitnah dari warga desa, yang memutuskan untuk menghakimi Fely dan Raka secara tergesa-gesa.


"Fe, apa kalian sudah ...?" ujar Reyna dengan ragu, kemudian tidak melanjutkan kata-katanya.


"Enggak, Kak. Demi Allah aku dan dia tidak pernah melakukan hal itu! hingga saat ini dia tidak pernah menyentuhku, Kak!" tutur Fely yang tahu arah pembicaraan Reyna.


"Syukurlah, kalau begitu. Tapi, sebaiknya kamu segera meminta padanya untuk mendaftarkan pernikahan kalian di KUA, Fe. Sampai kapan dia akan tetap bertahan untuk tidak menyentuhmu, sementara kamu halal baginya dan ketika cinta tumbuh di antara kalian?! jika sampai itu terjadi, dan kamu tidak memiliki status yang jelas sebagai istri sahnya di mata hukum, kamu dan anakmu nanti yang akan dirugikan, Fe," tutur Reyna panjang lebar menasehati Fely.


"Baik, Kak. Dia tadi juga bilang akan datang ke rumah untuk melamar ku, Kak. Aku yakin dia bersungguh-sungguh, Kak!" ujar Fely yang sangat yakin Raka pasti akan menepati janjinya padanya barusan.


"Okey, mulai sekarang setiap kamu akan bertemu dengannya biarkan Kakak menemanimu,Fe. Kakak akan menjadi saksi. Seharusnya Kakak mengatakan hal ini pada Kak Abi, tapi karena Raka sudah berniat untuk bertanggung jawab, maka Kakak akan menutupi hal itu, sehingga sekarang Kakak ikut menanggung beban jika sesuatu hal terjadi padamu dan kak Abi akan menyalahkan aku jika aku tidak bisa melindungi mu, Fe," tutur Reyna mewanti-wanti hal yang harus diperhatikan oleh Fely.


"Baiklah. Terima kasih, Kak! Fely merasa lega, karena Fely bisa berbagi tentang hal ini kepada Kak Reyna, jujur saja Fely merasa sangat terbebani akan hal itu," tutur Fely kemudian memeluk Reyna.


"Kalian sedang apa?" tanya Abiyu yang baru datang.


Reyna dan Fely segera melerai pelukan mereka. "Biasa ini masalah perempuan!"


Jika sudah begitu jawabannya, Abiyu tidak akan bertanya lagi.


"Tuh, lihatlah sunsetnya indah sekali, Sayang!" ujar Abiyu sembari menunjuk ke arah matahari terbenam.



"Masya Allah, indah sekali, Kak!" tutur Reyna seraya beranjak berdiri mengagumi keindahan kuasa Allah.


Mereka pun memuaskan hati untuk melihat pemandangan sunset dari Pantai Parangtritis yang sangat indah.

__ADS_1


...____________Ney-nna____________...


__ADS_2