Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Perhatian


__ADS_3

Seharian ini Rangga banyak maunya. Dari yang minta baju ganti disiapin, sarapan minta disuapin, sampai ngambil ini itu semua Reyna yang melayani. Kaya yang jadi istrinya aja.


"Na, gue ngantuk banget mau tidur siang. Kamu jangan kemana-mana, nanti kalau gue bangun pengen sesuatu kamu musti ada disini." Kayak gini nih manja nggak ketulungan.


"Iya, aku disini terus ni sambil kerja."


Di iyain aja biar cepet diem. Sudah capek berdebat terus dari tadi gegara banyak maunya.


Reyna mengambil handphone mengecek pesan yang masuk dari Mira, musti dicek dulu laporan belanja bulanan toko dan laporan penjualan mingguan. Pekerjaan yang lain di handle sama Mira untuk sementara.


Tiba-tiba terdengar suara handphone berbunyi. "Biiiip...biiip...biiip...biiip."


Rupanya handphone Rangga yang berbunyi. Diliriknya Rangga masih tertidur pulas. Di dekatinya handphone Rangga yang berada diatas nakas. Ada pesan masuk.


"Ehh..kok foto profilnya kaya aku sih. Ehh...ini sih beneran aku."


Reyna membulatkan matanya tatkala melihat fotonya yang sedang tiduran di mobil. Reyna jadi kesal bercampur malu. Rupanya handphone Rangga nggak bisa dibuka, di kunci. Akhirnya Reyna pasrah.


Diambilnya handphone miliknya sendiri. Ia balas mengambil foto Rangga yang masih tidur. Reyna mendekat berjongkok di bawah tempat tidur Rangga.


"Jepret...jepret...jepret." Reyna tersenyum melihat foto Rangga yang lucu saat tidur.

__ADS_1


Yang tadinya tidur terlentang, tiba-tiba Rangga mengubah posisi menjadi miring ke kanan, tangannya menyampir di bahu Reyna, sehingga posisi Rangga menjadi sangat dekat didepan Reyna.


Sejenak Reyna terpaku, nafasnya tertahan, jantungnya berdebar-debar, matanya membulat dan tubuhnya kaku tak bisa bergerak. Muka Rangga tepat berada didepannya. Perlahan Reyna tersadar pikirannya kembali normal.


Ia memundurkan kepalanya kebelakang, kemudian ia angkat tangan Rangga yang berada dibahunya dan meletakkannya di tepi kasur.


Lalu Ia menjatuhkan tubuhnya ke lantai. Ia memegang dadanya sambil membuang nafasnya. "Huhhhh...!"


Kemudian ia buru-buru berlari keluar kamar menuju kamarnya sendiri.


Ketika sudah aman Rangga membuka matanya dan tertawa-tawa.


"Hhhaaahaha...hhhahahahaha."


****


Sehabis sholat maghrib Reyna baru keluar kamar. Ia menuju kedapur untuk mengambil makan. Diambilnya dua piring dan di isinya dengan nasi dan lauk pauk. Nenek yang baru masuk ke dapur memperhatikannya dengan sedikit heran namun tidak lantas menegurnya.


Kemudian Reyna memanggil si embak yang sedang menuang air putih ke dalam gelas.


"Mbak, minta tolong antar makanan ini ke kamar Rangga ya." Si embak mengangguk kemudian berlalu meninggalkan dapur.

__ADS_1


Nenek merasa senang melihat Reyna yang perhatian kepada cucu laki-laki nya. Sedari pagi juga Reyna yang merawat Rangga. Rupanya tidak salah mengangkatnya menjadi cucunya. Sungguh nenek berharap supaya Reyna dapat menjadi pendamping Rangga nantinya.


****


"Tok...tok...tok"


"Den Rangga." Panggil si embak didepan kamar Rangga.


"Masuk mbak." Rangga menjawab dari dalam. Kemudian pintu terbuka, nampaklah si embak sambil membawa makan.


"Den, ini makanannya dimakan dulu. Saya taruh di sini ya, Den?" Di taruhnya nampan diatas nakas.


"Eh, siapa mbak yang nyuruh bawa makanannya kesini?" Selidik Rangga.


"Ini mah Non Reyna Den, yang siapin. Mbak sih cuma disuruh nganter aja." Tutur si embak.


"Kok nggak dia sendiri yang nganter."


"Yee Den Rangga mau minta disuapin lagi nih kaya tadi pagi? Mbak panggilin deh non Reynanya." Pasalnya tadi pagi si embak melihat sendiri waktu adegan Rangga yang merajuk minta disuapin Reyna.


"Ish, mbak apaan sih, jangan bilang-bilang ya sama kakek dan nenek. Cuma pengen godain Reyna aja kok." Jawab Rangga beralasan.

__ADS_1


"Ehh hati-hati lho Den nanti kalau non Reynanya jadi suka sama aden gimana? Kan kasian, Non Reyna mah anaknya baik pisan atuh, jangan disakitin hatinya Den." Bela si embak nggak terima kalau Reyna dipermainkan.


Saking kesel si embak langsung pergi meninggalkan Rangga yang terdiam mencerna perkataan si embak.


__ADS_2