Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Serangan Jantung


__ADS_3

Menjelang sore hujan turun dengan derasnya. Saat ini Reyna sedang gelisah manakala, ia mendapat kabar dari Nenek, bahwa Kakek sedang dirawat di rumah sakit. Ia bergegas membereskan pekerjaannya, kemudian menuju ke ruangan Mira.


"Mir, aku balik duluan ya...mau ke RS nih Kakek sakit. List orderan yang masuk hari ini, sudah aku email ke kamu. Kalau ada yang penting kamu kabari aku." ujar Reyna.


"Kakek sakit? Ya udah beb, kamu urus Kakek kamu dulu aja. Semoga gak kenapa-napa, masalah toko biar aku yang handle."


"Oke aku pergi, Mir. Assalamu'alaikum."


Reyna kemudian bergegas turun ke bawah menuju pintu utama ruko. Rupanya diluar hujan masih belum reda. Reyna tidak mungkin pergi dengan mengendarai motornya, ia lupa membawa jas hujan.


Akhirnya ia putuskan naik taxi online saja. Saat selesai memesan taxi, dari arah samping ada sebuah mobil melaju dengan perlahan kemudian berhenti didepannya. Kaca mobil dibuka menampakkan si pengemudinya.


"Reyn, kamu mau pulang?" Abiyu menghentikan mobilnya tepat dihadapan Reyna.


"Emm iya, Kak. Lagi nungguin taxi online."


jawab Reyna cepat.


"Cancel aja, ayok aku antar!" Abiyu membuka payung kemudian turun dari mobil berdiri disamping Reyna.


"Tidak usah, Kak nanti merepotkan Kakak."


Ujar Reyna.


"Gak usah sungkan, ayok buruan masuk."


Abiyu tidak ingin dibantah lagi.


Akhirnya Reyna menurut. Tidak enak juga untuk terus-menerus menolak kebaikan orang.

__ADS_1


Mereka berdua memutari mobil kemudian setelah Reyna masuk Abiyu kembali ke joknya.


"Sudah dicancel belum taxinya?" Abiyu mulai menjalankan mobilnya ke jalan.


"Oiya, Kak hampir lupa. Terimakasih sudah diingatkan." kemudian Reyna mengambil handphonenya dari dalam tas. "Kak, aku bukan mau pulang ke rumah, tapi mau ke rumah sakit...apa tidak merepotkan?" tanya Reyna.


"Di rumah sakit mana? Siapa yang sakit?" Abiyu sejenak melirik ke samping.


"Citra Medika, Kak. Kakek yang sakit."


"Aku antar kesana." Suasana hening, sangat tidak etis jika ingin membicarakan tentang lamarannya disaat yang tidak tepat.


Dua puluh menit berkendara akhirnya mereka sampai di area parkir Rumah Sakit. Hujanpun sudah reda. Ketika Reyna hendak turun, panggilan Abiyu menghentikan langkahnya.


"Reyn, boleh aku ikut melihat Kakekmu?" Reyna berpikir sejenak akhirnya ia mengangguk.


Tak berapa lama mereka sampai didepan ruang UGD. Reyna melihat ada Nenek dan Pak Bejo yang sedang duduk diruang tunggu pasien.


"Kakek terkena serangan jantung, saat ini sedang ditangani oleh dokter, semoga tidak terjadi apa-apa dengan Kakekmu." Ungkap Nenek, kemudian beralih melihat Abiyu yang berada dibelakang Reyna.


"Oya, Nek. Kenalkan ini Kak Abiyu. Anak pemilik resto di samping ruko Reyna."


"Panggil Abi saja, Nek." Ucap Abiyu sambil menjabat tangan Nenek. Nenek mengangguk sambil tersenyum.


"Terimakasih ya, Nak Abi. Sudah mengantarkan Reyna kemari, maaf sudah merepotkan." Sambut Nenek ramah.


"Sama-sama, Nek. Sama sekali tidak merepotkan. Rumah saya searah dengan Rumah Sakit ini." tutur Abiyu.


"Keluarga Bapak Hadi Jaya." Seru dokter keluar dari ruang perawatan.

__ADS_1


"Saya istrinya, Dok." Nenek dan Reyna kemudian mendekat.


"Ada penyumbatan di pembuluh darahnya yang mengakibatkan serangan jantung. Beruntung Bapak Hadi segera dibawa kerumah sakit sehingga dapat tertolong. Saat ini beliau sedang istirahat karena pengaruh obat. Nantinya akan segera siuman, jadi jangan khawatir. Pasien bisa dipindahkan keruang perawatan. Tolong untuk menjaga kestabilan emosi pasien demi kesembuhan beliau." tutur dr. Fery.


"Baik, Dok. Terimakasih." Nenek merasa lega, suaminya tertolong.


Beberapa saat kemudian Kakek sudah dipindahkan keruangan VIP. Kakek baru saja sadar ketika jam menunjukkan pukul setengah enam sore. Reyna menunggu diluar bersama Abiyu. Dari arah lorong terlihat seseorang berjalan mendekat. Rangga, baru saja tiba dengan nafas memburu karena setengah berlari.


"Reyna, dimana Kakek." Reyna kemudian berdiri menunjuk ke pintu kamar dimana Kakek dirawat.


"Nenek ada didalam, masuklah." Jawab Reyna singkat.


Sejenak Rangga melirik ke arah laki-laki disamping Reyna, kemudian ia beralih menuju pintu dan masuk ke dalam ruangan Kakek dirawat.


Rangga melihat Nenek sedang duduk menunggui Kakek yang sedang tidur diatas brangkar.


"Nenek..." Rangga memeluk Neneknya.


"Rangga, kamu sudah datang, Nak." Nenek menyambut pelukan Rangga.


"Dari bandara, aku langsung kesini, Nek. Bagaimana keadaan Kakek?" Rangga melepas pelukannya kemudian duduk ditepian kasur.


"Kakek sudah baikan, tadi sempat siuman. Setelah mendapat kunjungan dari perawat dan meminum obat kakek kembali tidur."


tutur Nenek.


"Siapa laki-laki yang bersama Reyna didepan, Nek." Rangga menyelidik, merasa belum pernah melihatnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Mohon dukungan like dan komennya ya kak,, buat yang sudah like, semoga dimudahkan segala urusannya, aamiin 😘


__ADS_2