Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Season2. Buntu


__ADS_3

Reyna berjalan sembari menggandeng Reynand di tangan kanannya dan Alesha di tangan kirinya. Mereka sedang berjalan di Koridor taman kanak-kanak.


Ini adalah hari pertama Reynand masuk sekolah. Reynand nampak riang gembira karena akan mendapatkan banyak teman di sana. Itulah yang dikatakan Reyna sebelumnya agar putranya semangat untuk bersekolah.


Sesampainya di teras kelas mereka berhenti. Reyna berjongkok di depan putranya sembari merapikan penampilannya.


"Mas Reynand, habis ini Mama pulang ya, Sayang? nanti belajarnya sama ustadzah, dan teman-teman. Jika belajarnya sudah selesai, Mama jemput lagi di sini. Oke?" ujar Reyna pada putranya.


Reynand tidak segera menjawab, anak itu berpaling memandang ke dalam ruang kelas. Terlihat ada beberapa anak seusianya yang juga mengenakan seragam serupa dengan yang sedang dikenakan olehnya. Beberapa terlihat sedang bermain, ada juga yang tengah merajuk karena tidak mau ditinggal oleh mamanya.


"Lama nggak?" tanya Reynand.


"Emm... cuma dua jam saja, Sayang. Jam sepuluh sudah pulang karena ini hari pertama sekolah. Kita masuk dulu yuk, Mama temenin bertemu dengan ustadzah ya!" bujuk Reyna.


Reynand terlihat menganggukkan kepalanya dua kali tanda setuju.


Tok tok tok.


Diketuknya sisi pintu yang sudah terbuka seluruhnya.


"Assalamu'alaikum, Ustadzah," ucap Reyna.


Ustadzah yang sedang mengajak bermain anak-anak pun menoleh ke arah sumber suara di mana Reyna berada.


"Wa'alaikumussalam, siapa ini namanya?" tanya salah seorang ustadzah yang menjadi wali kelas Reynand di kelas TK A.


"Reynand, Ust. Dan, saya Reyna, Mamanya," ujar Reyna seraya berjabatan tangan dengan ustadzah.


"Selamat datang, Ma. Saya Ustadzah Zahra sebagai wali murid kelas A," ujar ustadzah memperkenalkan diri.


"Mas Reynand salim dulu sama Ustadzah!" pinta Reyna kepada putranya.


Reynand menurut dan dengan sopan mencium tangan ustadzah seperti yang diajarkan oleh Reyna.


"Mas Reynand, ayo kita kenalan dulu sama teman-teman!" Ustadzah menuntun Reynand masuk ke dalam kelas dan membawanya bermain bersama dengan teman-teman barunya.


Reynand yang anaknya pemberani dan mudah bergaul langsung berbaur dengan teman-teman yang lain. Sekejap saja Reynand sudah akrab dengan salah satu temannya yang laki-laki. Melihat hal itu pun Reyna merasa lega tugas pertamanya untuk mengantar Reynand pertama kalinya masuk TK berjalan dengan lancar.


Reynand sempat bimbang saat Reyna akan meninggalkannya. Namun, atas bantuan ustadzah yang ikut membujuk Reynand, akhirnya anak itu menurut.


Usai dari TK, Reyna segera menuju ke ruko. Sehari setelah kembalinya dari Jakarta, Reyna meminta ijin kepada Abiyu agar diijinkan kembali mengelola Ruko. Dan, beruntung sekali Abiyu memberikan dukungan.


Sesampainya di pelataran ruko, Abiyu segera memarkirkan mobilnya di tempat parkir depan resto. Dari sana mereka akan berpisah ke tempat kerja masing-masing.


"Adek mau ikut Mama atau Papa?" taya Reyna pada putri kecilnya.


"Esha mo ikut, Papa!" jawab Alesha dengan bibir mungilnya.


"Baiklah, sayang dulu dong Mamanya!" pinta Reyna.


Alesha dengan cepat melingkarkan tangannya pada sang mama, kemudian mencium kedua pipi mamanya.

__ADS_1


Reyna pun membalasnya dengan mengecup kedua pipi Alesha dengan gemas. "Muahh-muahh, jangan nakal ya, Sayang!" ujar Reyna sembari membetulkan rambut Alesha yang sedikit ke luar dari kerudungnya.


"Aku ke ruko ya, Kak!" ujar Reyna lalu salim kepada suaminya.


Saat Reyna hendak bangkit Abiyu menahan bahu istrinya dan mencium kening lalu mencium pipi kanan istrinya.


Reyna seketika tersipu dengan tindakan Abiyu yang tiba-tiba.


"Papa gak mau kalah ya dek," sindir Reyna.


"Iyalah, masa papanya enggak!" ujar Abiyu sembari tersenyum dan memandang lekat pada sang istri.


Reyna segera membetulkan cadarnya untuk menutupi pipinya yang merona. Kemudian membuka pintu mobil dan beranjak turun. Reyna berjalan menuju ruko, sedangkan Abiyu menggandeng tangan Alesha masuk ke dalam resto.


Saat Reyna akan masuk ke dalam ruko tepat disaat itu, Mira datang dengan diantar oleh Dipa.


"Beb ...!" panggil Mira sembari berlari kecil menghampiri Reyna.


"Mi, ingat jangan lari-lari!" seru Dipa dari dalam mobil memperingatkan istrinya.


"Ups, maaf kelupaan, Di. Janji nggak bakal terulang lagi deh!" ujar Mira sembari nyengir dan mengangkat dua jarinya.


Dipa menggelengkan kepala dengan tingkah istrinya. "Aku balik, Mi."


"Yuk, Reyn!" sapanya pada Reyna.


Reyna mengangguk sebagai jawaban.


"Iya, Didi hati-hati di jalan, ya? Dah!" Mira nampak berdadah-dadah mengiringi kepergian sang suami.


"Seneng ya, Mbak. Kalau bisa kumpul semua kayak gini!" tutur Gina.


"Iya, Gin. Sayangnya besok-besok aku udah nggak bisa ke sini lagi! suamiku, mama dan mama mertuaku nggak ngijinin aku bolak balik Yogya-Jakarta lagi," ujar Mira dengan sendu.


"Lhoh, kenapa, Mir?" tanya Reyna.


"Akhirnya, setelah hampir tiga tahun menunggu aku hamil, Reyn!"


"Alhamdulillah!" seru Reyna, Gina, dan Sesha hampir bersamaan.


"Selamat ya, Mir! semoga janin dan Miminya sehat-sehat hingga lahiran nanti," ujar Reyna seraya memberi pelukan kepada sahabatnya itu.


"Aamiin, terima kasih, Reyn!"


Yang lain pun ikut memberikan ucapan selamat kepada Mira.


*****


Jam sudah menunjukkan pukul 12.30. Fely menyimpan semua file-filenya dan beralih pada handphone yang berada di atas nakas.


Lalu, Fely melakukan panggilan kepada suaminya.

__ADS_1


"Halo, Assalamualaikum," jawab Raka dari seberang telepon.


"Wa'alaikummussalam. Udah di makan bekal makan siangnya, Mas?" tanya Fely dengan ceria.


"Emm, belum Diajeng. Aku baru aja kembali dari musala," jawab Raka.


"Ohh ... Mas, nanti lembur nggak?"


"Insyaa Allah enggak, Sayang."


"Alhamdulillah. Ya udah buruan maksi dulu, Mas. Udah hampir jam satu lhoh, keburu masuk kerja lagi, Kan!"


"Iya, Sayang. Abis ini aku makan bekalnya," jawab Raka seperlunya.


"Oke, sampai nanti, Mas. Assalamualaikum."


"Wa'alaikummussalam."


Telepon ditutup.


"Mas Raka dari tadi sepertinya kurang bersemangat, kenapa ya? apa kurang enak badan karena berhari-hari lembur? atau ...," gumam Fely menggantungkan kata-katanya tidak sanggup untuk melanjutkan prasangka buruk yang selintas terbersit dalam benaknya.


Fely mencoba mengalihkan pemikirannya ke hal positif, bagaimana cara untuk menarik perhatian sang suami. Dia mencari berbagai referensi dari internet. Namun, hal itu semakin membuatnya pusing.


Selama ini Fely sudah berusaha melayani kebutuhan suaminya dari hal yang terkecil, memasak masakan yang disukai suaminya, mengungkapkan cinta lebih dulu, tapi rasanya Raka masih saja terlihat tidak bergairah.


Fely kembali berpikir sesuatu yang mungkin akan membuat suaminya melihat ke arahnya, menginginkannya dan bagaimana agar suaminya kembali menyentuhnya.


Sebab setelah malam pertama dan malam kedua sepulang dari bukit bintang, suaminya selalu sibuk bekerja, pulang larut, dan berangkat pagi, sehingga tidak ada waktu untuk memadu kasih dengan sang suami.


Pikiran buruk sempat kembali terlintas dalam pikirannya. Mungkinkah dia tidak memuaskan atau ada hal lain yang tengah terjadi pada suaminya?


"Astaghfirullah, kenapa aku jadi berpikiran seperti itu sih!" gumam Fely sembari menepuk pelan bagian atas kepalanya.


"Enggak sebaiknya aku berusaha lebih keras lagi untuk menyenangkan hati Mas Raka. Aku harus memahami keadaannya yang mungkin saja saat ini sedang membutuhkan perhatian lebih dariku. Nanti malam aku akan memberikan kejutan untuknya."


...****************...


Jam kantor telah usai, sebelum pulang Raka menyempatkan waktu untuk mampir ke pos keamanan. Ada sesuatu yang harus dipastikan olehnya.


"Pak, maaf saya mau tanya, satpam yang bertugas kemarin malam siapa ya, Pak?" tanya Raka pada seorang satpam yang tengah berjaga pada pos keamanan.


"Oh yang tadi malam saya sama pak Sarman, Mas. Ada apa ya, Mas?" tanya satpam yang bernama Edi.


"Bapak tau tidak yang semalam terakhir pulang?" tanya Raka.


"Wah saya jam sepuluh itu sudah pulang, Mas. Tiba-tiba perut saya sakit sekali hingga bolak-balik ke kamar mandi. Akhirnya saya ijin pulang untuk periksa. Tinggallah teman saya itu sendiri yang berjaga," ujar Edi.


"Bisa saya bertemu dengan Pak Sarman, Pak?" tanya Raka.


"Pak Sarman tadi pagi mendadak mengajukan cuti untuk pulang ke kampung karena orang tuanya sedang sakit keras, Mas."

__ADS_1


Rak seketika lemas mendengar hal itu. Agung mengatakan sudah tiga hari CCTV di ruangan mereka rusak, Yasmine tidak berangkat ke kantor karena sedang sakit dan digantikan oleh Bu Ratih. Sedangkan Satpam yang ingin di tanyai pulang kampung. Raka mengalami jalan buntu. Akhirnya Raka pulang dengan tangan hampa.


...__________Ney-nna__________...


__ADS_2