Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Season2. Kisah Yang Berbeda


__ADS_3

"Mbak Reyna!" pekik Lala sembari memeluk Reyna dan menumpahkan kerinduan yang teramat sangat.


Buliran air mata mengalir begitu saja dari kelopak mata sang gadis. Isak tangisnya menandakan betapa bersyukurnya dia dapat menemukan seorang kakak yang selama ini menghilang tanpa jejak. Seseorang yang telah sangat berjasa bagi hidupnya, yang menyayanginya selayaknya adik kandungnya. Dan setelah berbulan-bulan loose contact, akhirnya mereka dipertemukan kembali.


Sedangkan Reyna hanya diam saja, speechless dengan apa yang sedang terjadi padanya.


"Syukurlah, Mbak. Akhirnya aku menemukanmu!" ujar Lala kembali di sela-sela tangisnya.


Sejenak suasana hening dan aktivitas mereka terhenti. Semua mata memandang heran kepada keduanya sembari bertanya-tanya, sedang terjadi apakah diantara mereka?


Reyna memandang ke arah Meilani, lalu bergumam tanpa suara, "Kenapa?" tanyanya bingung.


Meilani menggeleng, menandakan bahwa dia juga tidak tahu-menahu.


Meilani yang merasa sikap Lala aneh, akhirnya mencoba untuk bertanya, "La--Lala ... kamu kenapa, La?" tanyanya, sembari menepuk pelan bahu bagian belakang milik Lala.


Lala tak bergeming dan masih terisak sembari memeluk Reyna dengan erat. Pertemuan ini membuat Lala merasa terharu.


Alhamdulillah, ya Allah Engkau telah mengabulkan doa-doa kami! Hamba bersyukur bisa bertemu kembali dengan mbak Reyna. Hamba mohon satukan kembali Mbak Reyna dengan mas Abiyu dan juga Reynand! ujar Lala di dalam hati.


Reyna mengusap punggung Lala dengan lembut. "Sabar La, sebenarnya ada apa?" tanya Reyna yang merasa bingung karena sikap Lala yang terasa aneh terhadapnya.


Perlahan, Lala kemudian mengurai pelukannya dengan Reyna. "Mbak Reyna, selama ini kemana saja, Mbak?" tanyanya.


"Maksudnya gimana, Lala? Saya tadi sore cuma berobat ke klinik dokter Arif, kok!" tutur Reyna masih bingung dengan pertanyaan gadis yang berada di hadapannya.

__ADS_1


"Mbak Reyna selama ini bersembunyi di sini untuk apa? Kenapa Mbak Reyna nggak pulang ke rumah? Mbak, nggak kangen sama Reynand dan mas Abi?!" Lala melontarkan beberapa pertanyaan sekaligus kepada Reyna.


"Sembunyi? Pulang ke rumah? Siapa mereka yang barusan kamu sebut?" Reyna semakin tak mengerti dengan apa yang Lala bicarakan.


"Apa Mbak Reyna juga akan berpura-pura tidak mengenal siapa aku?!" ujar Lala dengan merasa kesal karena Reyna malah balik bertanya atas pertanyaan yang Lala lontarkan.


Reyna mengernyitkan dahi atas pertanyaan Lala yang mengatakan jika dia berpura-pura. "Apa maksudmu mengatakan aku berpura-pura, La. Aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan, aku nggak ngerti ... nggak ngerti!" ujar Reyna sembari memegangi kepalanya yang terasa berdenyut.


"Mbak Reyna!" pekik Meilani dan Najwa bersamaan saat melihat Reyna memegangi kepalanya, seolah sedang merasakan sakit karena terlalu keras berpikir.


Keduanya mendekat ke arah Reyna dan menuntun Reyna untuk duduk di kursi tunggu di ruang makan.


Bu Salamah melihat ada sesuatu yang janggal dari perkataan Lala, kemudian beliau mendekat ke arah Lala. "Sebenarnya ada apa, Nak?"


Lala merasa ada yang aneh dengan sikap Reyna kepadanya. Seperti bukan Reyna yang dikenalnya selama ini. Reyna justru menganggap Lala seolah seperti orang yang baru saja dikenalnya tadi sore.


"Lala ayo ambil makananmu, kemudian ikutlah dengan saya! Kita makan dulu setelah itu saya akan menjelaskan apa saja yang ingin kamu ketahui tentang Reyna ...," titah bu Salamah.


"Baik, Bu!" ucap Lala kemudian mengambil makanannya.


Seusai mengambil makan, Lala mengikuti bu Salamah menuju dapur. Mereka kemudian makan di sana berdua saja. Mereka menghabiskan makanannya dengan suasana hening, dengan pemikiran masing-masing. Setelah makanan habis, bu Salamah memulai untuk mengajak Lala berbicara.


"Nak, jadi kamu mengenal Reyna?" tanya bu Salamah dengan lembut.


"Benar, Bu. Sebelumnya saya tinggal bersama dengan mbak Reyna, suami dan juga dengan anaknya. Dan tiga bulan yang lalu, saat Mbak Reyna hendak mengantar makan siang ke kantor suaminya. Semenjak saat itu, Mbak Reyna tidak kembali dan menghilang begitu saja tanpa jejak," tutur Lala dengan sendu kala mengingat kembali saat itu.

__ADS_1


"Innalillahi, jadi begitu kisah sebelumnya tentang Reyna. Mungkinkah Reyna di culik?" ujar Bu Salamah berpendapat.


"Menurut dugaan begitu, Bu. Ada seorang perempuan yang tidak suka dengan pernikahan mas Abi dengan mbak Reyna sepertinya. Hingga beberapa kali terjadi kejadian tidak mengenakkan yang terus menimpa rumah tangga mereka."


"Begini Lala, Reyna saat pertama kali kami temukan dia dibuang di hutan oleh dua orang laki-laki, hingga akhirnya ditemukan oleh nak Fadhil dan para santri dengan luka yang cukup parah. Kondisi Reyna sangat memprihatinkan saat itu, dia mengalami cedera otak yang cukup serius hingga menyebabkan Reyna mengalami amnesia," tutur bu Salamah menjelaskan.


"Amnesia!?" pekik Lala sangat terkejut. "Innalillahi, pantas saja Mbak Reyna tidak mengenaliku dan mas Abiyu, tadi!"


"Apa Abiyu itu suami nak Reyna?" tanya bu Salamah kepada Lala ingin tahu.


"Benar, Bu. Mas Abiyu adalah suami dari mbak Reyna. Yang tadi pagi mengantarkan saya untuk mendaftar di ponpes ini. Tadi pagi sempat berpapasan dengan mbak Reyna juga, namun Mbak Reyna tidak mengenalinya. Mas Abiyu itu orang yang sangat baik dan sangat sabar dalam mencintai mbak Reyna, Bu. Saya ingin mereka bisa bersatu kembali kedepannya!" tutur Lala berharap kebaikan akan menyertai keluarga kecil itu.


"Aamiin. Di mana kalian tinggal sebelumnya;?" tanya bu Salamah ingin memastikan.


"Kami tinggal di Yogya, Bu. Namun, saat ini suaminya menginap di hotel sekitaran ponpes, sembari menunggu kabar dari saya, pasalnya mas Abi juga mencurigai jika wanita yang tadi ditemuinya dengan memakai cadar di wajah itu adalah mbak Reyna, istrinya."


"Baiklah saya akan membicarakan hal ini dengan ustadz Maulana dan ustadz Fadhil terlebih dahulu. Kamu kembali dulu saja ke pondok putri ya, jangan terlalu memaksakan Reyna untuk mengingat masa lalunya. Biarkan semua berjalan secara perlahan-lahan agar dia tidak tertekan," tutur bu Salamah menasehati.


Setelah itu, Lala kembali ke pondok putri, sementara bu Salamah mendatangi kediaman ustadz Maulana dan menceritakan segalanya yang dia dengar dari Lala. Sehingga di sini ada sesuatu yang mereka ketahui tentang perbedaan antara kisah yang Lala ceritakan dengan yang diceritakan oleh Cindy. Kini ada dua versi cerita tentang masa lalu Reyna yang rancu.


"Bagaimana ini ustadz, keduanya sama-sama meyakinkan, kita percaya kepada yang mana?" tanya Bu Salamah meminta pendapat.


"Sebaiknya kita undang keduanya besok untuk datang ke pondok dan membicarakan mengenai perbedaan pendapat antara keduanya. Sebab saya juga yakin Cindy tidak mungkin berbohong kepada saya," tutur ustadz Maulana.


__________________Ney-nna________________

__ADS_1


__ADS_2