Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Season2. Fely Pergi


__ADS_3

"Maura, apa kamu yakin mau menerima perjodohan ini?" tanya Raka langsung pada intinya.


"Aku yakin menerima perjodohan ini, Raka. Aku patuh dengan apa yang dipilihkan oleh orang tuaku. Aku yakin mama dan papaku tidak akan menjerumuskan anaknya untuk menerima perjodohan dengan laki-laki yang tidak baik. Aku yakin orang tuaku tahu apa yang terbaik untukku," ujar Maura dengan mantap.


Astaga Maura sepasrah itu dengan perjodohan ini, aku harus bagaimana biar dia berubah pikiran! batin Raka.


Sedangkan Felly benar-benar geram merasa dipermainkan oleh Raka saat mendengar perjodohan antara Raka dengan wanita yang berada di depannya itu. Fely merasa tertipu dan merasa bodoh karena telah mempercayai Raka sepenuhnya.


Krakk.


"Ayo Kak kita pulang! aku tunggu di parkiran," tutur Fely pada Reyna.


Fely segera beranjak pergi sembari mendorong baby Reynand dan beberapa belanjaan mereka.


"Fe!" panggil Reyna seraya beranjak berjalan lebih cepat dan mengikuti Fely dari belakang.


Mendengar suara Reyna yang memanggil Fely, Raka seketika menoleh ke belakang. Dan betapa terkejutnya Raka saat melihat Fely yang sudah berada di pintu keluar restoran tersebut. Sedangkan Reyna mengikutinya dari belakang agak jauh tertinggal.


Raka terlihat ingin mengejar Fely, namun seketika Maura menghentikannya.


"Raka tunggu! kamu mau ke mana?" sergah Maura menghentikan Raka yang hendak mengejar mereka.


"Maura maaf aku tidak bisa menikah denganmu, tolong hentikan perjodohan ini aku tidak bisa menikahimu, sebab aku mencintai wanita lain!" tutur Raka mengatakan yang sesungguhnya.


"Raka, kita bisa mencobanya untuk menumbuhkan rasa cinta di antara kita, bukan? aku yakin cinta dapat tumbuh dengan seiring berjalannya waktu, ketika kita terbiasa. Maaf Raka, aku tidak bisa menolak perjodohan ini aku tidak ingin membuat orang tuaku bersedih, karena hal ini akan mengecewakannya," tutur Maura dengan raut muka sedih.


Raka terkejut dan membelalakkan mata saat mendengar jawaban Maura yang tetap kekeuh menerima perjodohan ini.


"Tapi, Maura--." Raka tidak melanjutkan kata-katanya saat Maura memotong ucapannya.


"Raka apa aku sangat buruk di matamu, hingga kamu ingin sekali perjodohan ini batal? jika kamu ingin menolak perjodohan ini katakan saja kepada kakekmu, mungkin jika kakekmu yang membatalkan perjodohan ini maka orang tuaku akan lebih ikhlas menerima pembatalan perjodohan ini. Tapi, aku tidak bisa melihat orang tuaku kecewa," tutur Maura dengn mata berkaca-kaca.


Ya Allah aku harus bagaimana! aku tidak mempunyai alasan untuk menolak Maura. Maura sepertinya gadis salihah dan patuh, Kakek pasti tidak akan membatalkan perjodohan ini! gumam Raka resah, bingung harus melakukan apa.


Yang jelas saat ini dia harus meyakinkan Fely agar tidak salah paham.


Seusai bertemu dengan Maura, Raka meminta asistennya untuk mencari tahu tentang Maura. Entah mengapa Raka merasa ada yang aneh ketika Maura sangat mantap untuk menerima perjodohan ini.


****


Saat tiba di rumah, Raka mencoba untuk mengungkapkan keinginannya agar kakek mau untuk membatalkan perjodohan itu. Namun Kakek tidak menerimanya karena pihak dari Maura tetap ingin melanjutkan perjodohan itu.

__ADS_1


"Raka, jika kamu sampai mempermalukan Kakek karena membatalkan perjodohan ini, Kakek akan mengusir mu dari rumah ini dan mencoret mu dari daftar ahli waris!" tutur kakek dengan penuh emosi.


Raka sangat terkejut akan hal itu. Dan rasa bencinya kepada kakek yang dipendamnya selama ini seolah bergejolak dan kembali menyala di dalam dadanya.


"Baiklah jika itu mau, Kakek. Raka akan pergi dari rumah ini!" tutur Raka.


"Selangkah kamu ke luar dari rumah ini maka jangan harap mamamu akan baik-baik saja!" ancam kakek dengan geram tidak ingin dibantah.


Raka ke luar dari ruang kerja Kakek tanpa permisi.


Selalu saja itu yang dikatakan kakek untuk membuatnya terpaksa bertahan di rumah ini. Demi mamanya akhirnya Raka mengurungkan diri untuk pergi. Raka tahu jika kakeknya sangat kejam dan mampu mewujudkan kata-katanya. Sehingga, Raka tidak pernah mampu untuk pergi demi keselamatan mamanya.


Raka kembali ke dalam kamarnya dan menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur. Tangannya mencengkeram seprei yang dia tiduri dengan kuat. Kemewahan di rumah ini tidak memberinya kenyamanan hidup, karena semenjak Raka tinggal di rumah ini hidupnya selalu diatur oleh kakeknya dengan paksa. Semua demi mamanya, hanya untuk menjaga mamanya agar terhindar dari kekejaman kakek.


Tiba-tiba Raka teringat kepada Fely. Raka menjadi cemas dengan keadaan Fely. Dirinya semakin bingung karena Fely tidak bisa ditemui atau dihubungi. Sepulang dari makan siang bersama Maura beberapa kali Raka mencoba menghubungi Fely, namun handphonnenya tidak aktif. Raka juga tidak mungkin menemui Fely di rumahnya, sebab ada kakaknya Fely. Raka pun semakin frustasi dengan keadaan ini, ingin sekali dia pulang ke rumah mamanya untuk menenangkan diri dan meminta saran kepada mamanya.


****


"Sayang, Fely gak makan?" tanya Abiyu yang merasa heran karena sejak tadi sore tidak melihat adiknya.


"Emm ... Fely sedang kurang enak badan, Kak. Nanti biar aku antar makanannya ke kamar," ujar Reyna beralasan.


"Ohh, apa sudah minum obat?" tanya Abiyu perhatian.


"Terima kasih karena sudah membantu menjaga Fely, Reyn," tutur Abiyu sembari tersenyum kepada istrinya.


Reyna membalas senyuman kepada suaminya.


Astaghfirullah, aku telah berbohong kepada suamiku, aku berdosa padamu, Kak. Tolong ampuni aku, Kak! sepertinya lebih baik jika aku tidak tahu menahu tentang hal ini dari pada tahu tapi harus berbohong! batin Reyna sendu.


Seusai makan Reyna membawa sepiring makanan dan air putih ke atas nampan, kemudian Reyna membawanya ke kamar Fely.


Tok tok tok.


"Fe, ini kakak!" ujar Reyna di depan pintu.


Tidak ada jawaban dari dalam. Reyna melanjutkan untuk membuka pintu.


Ceklek.


"Fe, boleh Kakak masuk?" ujar Reyna sembari menyembulkan kepalanya ke depan celah pintu.

__ADS_1


Fely nampak membuka selimutnya yang tadinya menutupi hingga ke seluruh tubuhnya. Kemudian di beranjak bangun dan memeluk Reyna.


"Kak, Fely harus bagaimana?" tanya Fely sembari terisak.


"Kamu yang sabar ya? nanti Kakak bantu mencari jalan ke luarnya, sekarang kamu makan dulu, Fe!" tutur Reyna memberi nasehat.


"Fely tidak nafsu makan, Kak!" tolaknya.


"Tapi, kamu harus tetap makan, atau Kak Abi akan curiga karena makanan di piring tidak kamu sentuh sama sekali!" tutur Reyna mencoba mencari alasan agar Fely mau makan. "Kamu makan ya, sedikit juga tak apa, asalkan ada yang masuk ke dalam perutmu!"


Fely hanya mengangguk dengan lesu menanggapi perkataan Reyna.


*****


Keesokan harinya Raka menghubungi Astrid untuk mencari tahu keadaan Fely.


"Hallo, Pak. Ini gawat!" tutur Astrid di seberang telepon.


"Gawat bagaimana? jelaskan pelan-pelan!" tutur Raka.


"Pak, nona Fely pergi ke Jakarta. Pagi tadi dia diantar oleh kakaknya ke bandara!" ujar Astrid melaporkan apa yang dia lihat.


"Apa? kenapa kamu tidak memberitahukan hal itu dari tadi!" ujar Raka dengan kesal.


"Maaf, Pak. Saya tidak tahu jika nona Fely sedang ada masalah dengan anda," tutur Astrid.


"Jika ada sesuatu yang penting segera hubungi aku!" titah Raka.


"Baik Pak."


Telepon di putus.


Raka seketika melemas mendengar hal itu. Rencananya yang sudah tersusun dengan rapi kini berantakan karena kakeknya.


...___________Ney-nna__________...


...Bismillahirrahmanirrahim,...


...Assalamu'alaikum, reader's tercinta 😘😘😘...


...Jangan lupa dukung author dengan Like, Coment, dan Vote ya, agar Neyna kembali semangat untuk update....

__ADS_1


...Bagi yang selalu memberi dukungan, Neyna ucapkan Jazakumullah khoiron katsiron. 🙏🙏🙏😘💕💕💕...


__ADS_2