Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Season2. Lebih Mencintaimu


__ADS_3

...🌷🌷🌷...


...Ketika Tuhan mengambil sesuatu yang baik darimu, percayalah bahwa Tuhan hanya ingin menukar sesuatu yang hilang darimu dengan sesuatu yang lebih baik....


...🍃🍃🍃...


POv. Reyna.


Pukul 21.00 aku dan kak Abi tiba di Jakarta. Kami di jemput oleh sopir dari rumah bunda, begitulah yang di katakan oleh kak Abi saat kami masih di bandara. Kak Abi sempat menceritakan sedikit tentang keluarganya. Kak Abi bilang jika dia punya adik perempuan. Aku harap bundanya kak Abi dan adiknya bisa menerimaku dengan baik.


Lima belas menit berkendara akhirnya kita sampai. Kak Abi membimbingku untuk turun dari mobil. Saat aku ke luar dan menginjakkan kakiku di lantai ada seorang wanita paruh baya yang ke luar dari dalam rumah membukakan pintu.


"Assalamu'alaikum, Bun," ucap kak Abi sembari menyalami dan mencium punggung tangan wanita yang dipanggilnya 'Bun' itu. Aku menduga pasti beliau adalah bunda Maya.


"Wa'alaikumussalam," jawabnya ramah.


"Reyn, ini Bundaku," tutur kak Abi memintaku untuk mendekat.


Sebelum aku mendekatinya, bunda sudah menyambut ku terlebih dahulu, "Reyna, Bunda kangen banget deh sama kamu!" tuturnya sembari memelukku.


Aku membalas pelukannya. Aku merasakan kehangatan seorang ibu dari perlakuannya padaku. Aku tersenyum kepadanya saat beliau mengurai pelukannya padaku.


"Kamu pasti cape, ayo bunda antar ke kamar Abiyu," tutur Bunda Maya sembari menggandeng tanganku masuk ke dalam rumah.


Sembari berjalan menaiki tangga, kami mengobrol banyak hal. Terutama tentang kehidupanku selama tiga bulan kebelakang dan amnesiaku. Aku merasa langsung cocok dengan bunda Maya. Bunda Maya sangat ramah dan perhatian. Aku rasa dari bunda Maya, sifat baik dan perhatiannya kak Abi diturunkan.


Tak terasa kami telah sampai di depan pintu kamar.


"Ini kamar kalian," tutur bunda sembari membuka pintu kamar dan mengajakku masuk ke dalam. "Sudah makan malam belum, Reyn?" tanya bunda perhatian.


"Reyna mau membersihkan diri saja, Bun. Rasanya kandung kemih Reyna penuh," ujarku berterus terang. Kehamilanku membuat aku lebih sering ke luar masuk kamar mandi untuk buang air kecil.


"Baiklah kalau begitu Bunda tinggal ke kamar ya? Bunda juga sudah mengantuk," ujar Bunda sembari menyentuh bahuku.

__ADS_1


"Iya, Bun. Selamat malam dan selamat tidur," ucapku kepada bunda.


"Iya, Sayang. Selamat malam juga," ucap bunda sembari mengusap bahuku.


Kemudian bunda beranjak melangkah pergi. Aku masih melihat pada punggung bunda yang perlahan-lahan menjauh ke luar dari kamar kak Abi, dan menutup pintu.


Sepeninggal bunda, lantas aku segera masuk ke toilet, untuk buang air kecil. Padahal aku tadi sudah ke toilet bandara tapi rasanya sudah penuh dan ingin ke toilet lagi. Setelah menyelesaikan urusanku di kamar mandi, aku membuka pintu dan berjalan ke luar kamar mandi.


Saat aku ke luar dari kamar mandi ternyata kak Abi sudah berada di kamar. Kak Abi duduk di sofa sembari memegang handphone di tangan.


"Reyn, kamu mau makan lagi nggak? Apa mau tidur?" tanyanya sembari meletakkan handphone di atas nakas.


"Aku pengen makan sesuatu tapi gak pengen makan nasi, Kak," tuturku pada kak Abi.


"Okey, coba aku cari sesuatu di dapur," ujar kak Abi kemudian pergi meninggalkan kamar.


Sepeninggal kak Abi, aku segera mengeluarkan bajuku dari dalam koper. Dan mengambil satu setel piyama. Seusai ganti baju aku memutuskan untuk turun mencari kak Abi.


Aku sempat bingung di mana letak dapurnya, namun akhirnya aku menemukannya. Aku melihat kak Abi sedang mengaduk minuman dalam gelas, yang aku yakini itu adalah susu ibu hamil. Rupanya kak Abi membuatkan susu untukku. Aku merasa sangat bersyukur memiliki suami yang sangat perhatian seperti kak Abi. Tiba-tiba ide gila muncul di kepalaku.


"Ya Allah, Reyn kamu ngagetin saja," pekik kak Abi dengan raut muka terkejut mendapati perlakuanku yang tiba-tiba.


"Hehehe ... kaget ya? Maaf, Kak!" ucapku sembari melerai pelukanku dari pinggangnya.


"Kenapa turun, aku baru saja mau membawanya ke atas," ujar kak Abi sembari membalikkan badannya, dan menghadap ke arahku sembari melingkarkan tangannya di pinggangku hingga jarak di antara kita hanya tersisa beberapa jengkal.


"Ehh...!" pekikku yang gantian terkejut dengan tindakannya yang tiba-tiba. "Gak apa-apa, sih. Pengen saja nyusulin kak Abi," ujarku kepada kak Abi dengan sangat gugup dengan posisi kita.


Kak Abi menurunkan tangannya, kemudian menggiringku menuju tempat makan. Kak Abi menggeser salah satu kursi dan mendorong pelan bahuku untuk duduk di sana.


Aku merasakan bagaikan tuan putri yang di layani dengan sangat baik oleh hambanya. Baru dua hari bersama kak Abi aku sudah merasa nyaman dan jatuh hati kepadanya.


Kak Abi terlihat beranjak menuju kulkas, dan mengeluarkan dessert box dengan toping kacang almond dan glaze coklat di atasnya. Kemudian kak Abi menaruhnya di meja tepat di hadapanku.

__ADS_1


Wow, kelihatannya enak! gumamku di dalam hati sembari menelan salivaku.


Kak Abi kembali beranjak mengambil segelas susu yang tadi dibuatnya dan menaruhnya di hadapanku juga. Dia menggeser kursi di depanku dan duduk di sana.


"Silakan di makan, Tuan Putri!" ucap kak Abi sembari tersenyum manis ke arahku.


"Terima kasih atas segalanya, Kak!" ucapku lirih sembari memandang ke arahnya.


Dia kembali mengulas senyum ke arahku sembari menganggukkan kepala. "Iya. Ayo buruan dimakan," perintahnya.


Aku mulai menyendok kuenya ke dalam mulutku dan mengunyahnya.


"Enak tidak? Itu Fely yang bikin. Hoaam ...," ujar kak Abi sembari menguap.


Aku yakin kak Abi pasti capek dan selama ini yang aku lihat, dia selalu mengutamakan aku daripada dirinya sendiri. Sungguh aku semakin jatuh hati padanya!


"Enak, kok. Aku suka! Kak Abi, mau gak?" tanyaku sembari mengulurkan sendok yang berisi dessert ke hadapannya.


"Kamu saja yang makan. Aku tidak lapar ...," tutur kak Abi sembari menopang kepalanya di atas kedua tangannya yang bersedekap. Dari raut mukanya kak Abi sudah terlihat sangat mengantuk.


Melihat perhatiannya, aku menduga mungkin kita dulu saling mencintai karena aku yang baru dua hari bersamanya, begitu mudah jatuh hati padanya. Padahal saat masih di pesantren, dr.Arif juga sangat baik dan perhatian kepadaku, namun aku sama sekali tidak merasakan perasaan yang lebih terhadapnya, bahkan ketika dia mengungkapkan perasaannya padaku.


"Kak, apa aku dulu sangat mencintaimu?" tanyaku yang semakin penasaran dengan hubungan pernikahanku bersama kak Abi.


"Tidak!" jawab kak Abi dengan mantap. "Di awal -awal pernikahan kau begitu membenciku," tambahnya yang membuat aku membelalakkan mata.


"Tidak? Kenapa?" tanyaku lagi yang semakin penasaran dengan jawabannya.


"Karena kamu terlalu mencintai Rangga!"


Deg.


Aku seperti tertampar mendengar jawabannya itu. Bagaimana mungkin aku sebagai seorang istri tidak mencintai suamiku yang begitu sangat baik dan sangat perhatian kepadaku. Seperti halnya saat ini, kak Abi begitu peduli padaku. Namun, aku tak kuasa untuk melanjutkan obrolannya tentang hal itu, ketika melihat raut muka kak Abi berubah sendu.

__ADS_1


Tolong maafkan aku dengan segala keridhoan mu Kak! Untuk kedepannya, akan aku pastikan, kak ... aku hanya akan mencintaimu dan lebih mencintaimu. Kedepannya di dalam hatiku hanya akan mengingat satu nama yaitu kamu, Abiyu.


__________________Ney-nna________________


__ADS_2